Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 13 April 2021 23:23
Gedung KUA Rambah Berbasis SBSN Diresmikan, 2 KUA Lagi Menyusul Dibangun

Selasa, 13 April 2021 22:10
Lawan Covid-19, Pengendara Ranmor Harus Disiplin Prokes

Selasa, 13 April 2021 21:50
Wilayah Kecil, Mandau Tak Masuk Hitungan Program Pasar Ramadhan Disdagperind

Selasa, 13 April 2021 21:20
10 Samsat Baru di Provinsi Riau Siap Layani Masyarakat Awal Tahun Ini

Selasa, 13 April 2021 21:20
Keberadaan Batik Bengkalis Harus Dilestarikan

Selasa, 13 April 2021 19:24
DPMD Inhil Mengapresiasi Pemberian Penghargaan PWI Award 2021 Kepada Bupati Inhil dan 5 Kades

Selasa, 13 April 2021 19:20
Bupati Inhil Buka Rakor Pemutakhiran Data Profil Desa dan Kelurahan Tahun 2021

Selasa, 13 April 2021 16:50
Pemkab Bengkalis Usulkan Jembatan Pulau Bengkalis dan Rupat ke Jokowi

Selasa, 13 April 2021 16:50
Ramadhan Hari Pertama, Harga Cabe dan Ayam Ras Naik

Selasa, 13 April 2021 16:25
Bupati Bengkalis Resmikan Dua UPT Puskesmas


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 3 Agustus 2018 07:47
Dua Pekan Petugas Berjibaku, Kebakaran Lahan di Inhu tak Kunjung Padam

Kebakaran lahan masih terjadi di Inhu. Padahal sudah dua pekan petugas berjibaku memadamkannya.

Riauterkini-RENGAT-Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tak kunjung padam, 13 hari sudah upaya pemadaman dilakukan Satgas Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Inhu, dengan melibatkan satu unit helikopter dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau.

Tak kunjung padamnya kebakaran lahan di Desa Penyaguan, Kecamatan Batang Gansal, Inhu walau sudah dilakukan upaya pemadaman selama 13 hari dengan melibatkan helikopter milik BPBD Riau untuk melakukan water bombing. Disampaikan Kepala KPBD Inhu, Widodo kepada awak media Kamis (2/8/18).

"Kalau dihitung hingga hari Kamis ini sudah 13 hari kita melakukan pemadaman api di Desa Penyaguhan," ujarnya.

Diungkapkanya, pihaknya tidak bisa memperkirakan luasan lahan yang terbakar. Kondisi lahan di Desa Penyaguhan merupakan lahan gambut. Selain itu kedalaman gambut di Desa Penyaguhan tersebut diperkirakan lebih dari satu meter. Sehingga api sulit dipadamkan.

"Kondisi lahan gambut, jadi kita sulit memadamkan. Namun karena hujan pada Rabu (1/8/18) malam cukup membantu pemadaman," ungkapnya.

Selain menurunkan petugasnya, KPBD Inhu juga dibantu satu unit helikopter dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau. Dimana ada tiga orang petugas yang ditempatkan di lokasi untuk memandu helikopter dalam melakukan water bombing. Tambahnya.

Selama bulan Juli 2018 kemarin, KPBD Inhu juga mencatat sejumlah titik api yang muncul di beberapa lokasi, diantaranya Desa Alim, Kecamatan Batang Cenaku dan Kecamatan Batang Peranap, Inhu.

"Di Desa Alim memang sempat terdeteksi ada hotspot, namun petugas langsung sigap dan melakukan pemadaman dan tuntas dilakukan satu hari," tegasnya.

KPBD Inhu juga membuka posko siaga Karlahut yang dipusatkan di Kantor KPBD Inhu, hingga Kamis (2/8/18) kemarin diketahui bahwa di Provinsi Riau, hanya Kabupaten Inhu yang masih terdapat titik api dan masih melakukan pemadaman. Jelasnya. *** (guh)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Anomali Cuaca, BMKG Ingatkan Warga Kuansing Potensi Angin Kencang Lanjutan
- Angin Kencang di Kuansing Terbangkan Atap Rumah dan Tumbangkan Pohon
- Ditinggal Kekebun, Rumah Warga Duri Ludes Dilalap Api
- Warga Batang Nilo, Pelalawan Desak PT Adei Platation Kembalikan Lahan Pemakaman
- Belasan Kawanan Gajah Liar Rusak Perkebunan Milik Warga di Kuansing
- Raih 955 Poin, Kepala.DPPPA Optimis Pekanbaru Boyong KLA Utama di HAN 2021
- SKKMIGAS Lakukan Monev PPM BOB PT BSP-Pertamina Hulu di Dayun, Siak.


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com