Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 September 2021 21:41
Dilantik Jadi Ketua DPRD Inhu, Elda Suhanura "Lembaga Ini Instrumen Demokrasi"

Rabu, 22 September 2021 21:37
Diduga Korlseting Kelistrikan, Mobil Tangki CPO Ludes Dilalap Api

Rabu, 22 September 2021 20:53
Sengketa Lahan, PN Bengkalis Tolak Permohonan Buyung Nahar Gugat Presiden

Rabu, 22 September 2021 20:21
Pelaku Pencuri Kabel di RSUD Puri Husada Tembilahan Berhasil Diringkus Polisi

Rabu, 22 September 2021 16:49
Pemprov Silahkan Kejari Kuansing Periksa Kadis ESDM Riau

Rabu, 22 September 2021 16:44
Bupati Pelalawan Harapkan HIPMI Jadi Leader Penggerak Ekonomi Pelalawan

Rabu, 22 September 2021 16:38
Bentrok Eks Karyawan PT Padasa, Ini Penjelasan Polres Kampar

Rabu, 22 September 2021 16:34
Dipimpin Ginda, Paripurna DPRD Pekanbaru Berjalan Lancar

Rabu, 22 September 2021 16:32
Dibuka Camat Mandau, MTQ Air Jamban Ke - 2, Berlangsung Meriah

Rabu, 22 September 2021 16:27
Evakuasi Anak-Anak Ditengah Konflik, Begini Penjelasan TNI AU


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 26 Oktober 2017 07:07
BNPB Sebut Puncak Kebakaran Hutan dan Lahan Sudah Berlalu

Meskipun hujan belum turun secara rutin, namun BNPB memprediksi ancaman kebakaran hutan dan lahan mulai berkurang. Puncak kerawanannya sudah berlalu.

Riauterkini-JAKARTA- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan periode kritis kebakaran hutan dan lahan telah berlalu seiring pergantian musim dari kemarau menuju penghujan di banyak tempat di Indonesia.

"Puncak ancaman kebakaran hutan dan lahan telah berlalu," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/10/17).

Ia mengatakan, September adalah puncak dari musim kemarau yang umumnya menimbulkan kebakaran hutan dan lahan yang meluas di Indonesia. Namun, berkat kesiapsiagaan, sinergi dan antisipasi berbagai pihak, lanjutnya, dapat membuat pemadaman kebakaran, jumlah titik api, luas kebakaran hutan dan lahan menurun dibanding tahun sebelumnya.

"Sinergi antar pihak menentukan keberhasilan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Hasilnya, kebakaran hutan dan lahan selama tahun 2017 dapat diatasi dengan baik. Berbagai indikator menunjukkan bahwa pengendalian kebakaran hutan dan lahan telah berhasil dengan baik," jelasnya.

Beberapa penanda itu, kata Sutopo, jumlah hot spot kebakaran hutan dan lahan berkurang, indeks standar pencemaran udara normal hingga sehat, jarak pandang normal dan aktivitas masyarakat berjalan normal selama tahun 2017 serta tidak ada bandara yang tertutup akibat asap.

"Jumlah hot spot dari pantauan satelit NOAA menurun 32,6 persen selama tahun 2017 dibandingkan tahun 2016. Pada tahun 2016 jumlah hotspot dari NOAA sebanyak 3.563 sedangkan selama 2017 sebanyak 2.400 titik," ungkapnya.

Begitu juga hot spot kebakaran hutan dan lahan dari pantauan satelit Terra-Aqua, terjadi penurunan 46,9 persen. Selama tahun 2016 terdapat 3.628 hotspot, sedangkan tahun 2017 sebanyak 1.927 titik untuk tingkat kepercayaan di atas 80 persen.

"Berdasarkan analisis citra satelit yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas kebakaran hutan dan lahan juga berkurang. Selama tahun 2017 terdapat 124.983 hektar hutan dan lahan yang terbakar. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan pada tahun 2016 seluas 438.360 hektare dan tahun 2015 seluas 2,61 juta hektar," paparnya.

Lebih lanjut Sutopo menyebutkan, daerah-daerah yang langganan kebakaran hutan di tahun sebelumnya, justru berkurang. "Luas hutan dan lahan yang terbakar di Riau 6.841 hektare, Sumatera Selatan 3.007 hektare, Jambi 109 hektare, Kalimantan Barat 6.992 hektare, Kalimantan Selatan 3.007 hektare, Kalimantan Tengah 1.365 hektare dan Kalimantan Timur 262 hektare," ujarnya.***(jor)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tim BBKSDA Riau Lepas Liarkan Python Reticulatus ke Habitatnya
- Jelang Akhir Tahun, Kapolres Minta 70 Persen Masyarakat Kuansing Sudah Divaksin
- Mengecat Gapura, Pekerja Bangunan di Pekanbaru Kesetrum
- Setahun Rusak Ditabrak Tongkang, Dermaga Ransang, Pelalawan Belum Diperbaiki
- Harimau Penyerang Pekerja PT Uniseraya Tertangkap
- Sepekan Berlalu, Intruksi Buka Jalan Bupati Kuansing tak Digubris PT DPN
- Lestarikan Bumi Saat Pandemi, Apical Grup Bersinergi dengan Masyarakat Ciliwung


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com