Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Pemprov Riau Percepat Penyelesaian Konflik Lahan Masyarakat Adat dan Agrinas

Riauterkini - PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai mendorong langkah konkret untuk menyelesaikan konflik lahan antara Gerakan Masyarakat Adat Melayu Riau dengan PT Agrinas Palma Nusantara. Pemerintah mempertemukan seluruh pihak terkait untuk mencari jalan keluar yang adil sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap persoalan tanah ulayat dan pengelolaan lahan.

Pertemuan multipihak tersebut digelar di Ruang Melati Lantai 3 Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Rabu (2/9/26). Forum dimulai sekitar pukul 09.20 WIB dan dipimpin langsung Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.

Sejumlah pihak hadir dalam pertemuan itu, di antaranya Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion, Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan Hak Asasi Manusia Kementerian HAM Munafrizal Manan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo. Kemudian Kapolda Riau Irjen Pol Hery Herjawan, perwakilan DPRD Riau, LPSK, Kejati Riau, Kabinda Riau, Satgas PKH, Kementerian Kehutanan, Kementerian ATR/BPN, PT Agrinas Palma Nusantara, pemerintah daerah serta perwakilan masyarakat adat.

Orang nomor satu di Riau ini mengatakan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi XIII DPR RI pada 30 Juni 2026 yang membahas sengketa lahan antara Gerakan Masyarakat Adat Melayu Riau Kabupaten Rokan Hulu dengan PT Agrinas Palma Nusantara.

Menurutnya, Pemprov Riau mengambil posisi sebagai fasilitator dan mediator agar persoalan yang telah berlangsung dapat dibahas secara terbuka dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

"Pemprov Riau mendukung forum ini sebagai ruang bersama untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai persoalan sekaligus mencari solusi yang adil dan transparan bagi masyarakat adat maupun kepastian usaha di daerah," kata Hariyanto. Pemprov Riau Siapkan Regulasi dan Peta Kawasan Adat

Tidak hanya mempertemukan para pihak, Pemprov Riau juga menyiapkan sejumlah langkah untuk memberikan kepastian hukum terhadap keberadaan masyarakat adat dan tanah ulayat.

Hariyanto menyebut, pemerintah provinsi telah memfasilitasi serta memediasi pengaduan masyarakat bersama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Pemprov Riau juga tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah tentang Masyarakat Adat/Ulayat dengan melibatkan kalangan akademisi.

Langkah lainnya dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN dalam penyusunan peta kawasan adat. Pemetaan tersebut nantinya diarahkan agar keberadaan tanah adat memiliki kepastian hukum dan dapat terintegrasi dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) maupun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

"Kami berharap rapat ini menghasilkan langkah konkret dan solusi berkeadilan bagi masyarakat adat, dengan tetap menjaga iklim investasi yang kondusif," ujarnya.

Forum multipihak tersebut juga menghasilkan sejumlah kesepakatan awal. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah mempercepat identifikasi dan verifikasi masyarakat hukum adat beserta wilayah adatnya, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu dan sejumlah daerah lainnya di Riau.

Selain itu, lahan yang saat ini dikelola PT Agrinas Palma Nusantara di Riau akan diverifikasi. Proses tersebut untuk memastikan status penguasaan lahan oleh masyarakat lokal maupun masyarakat hukum adat, termasuk kemungkinan penyelesaian melalui skema hutan adat atau pelepasan kawasan hutan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan langkah tersebut, pemerintah diharapkan tidak hanya menyelesaikan konflik yang muncul di permukaan, tetapi juga menelusuri status, sejarah dan legalitas penguasaan lahan sebagai dasar penyelesaian.

Kementerian HAM Soroti Hak Konstitusional Dirjen Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kementerian HAM Munafrizal Manan mengatakan, persoalan yang dibahas dalam forum tersebut tidak semata-mata merupakan persoalan agraria. Menurutnya, konflik tanah juga berkaitan dengan pemenuhan hak konstitusional masyarakat.

Dalam RDP dan RDPU Komisi XIII DPR RI sebelumnya, masyarakat Melayu Riau menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari sengketa lahan hingga dugaan kriminalisasi terhadap masyarakat adat.

"Kami telah menghimpun berbagai persoalan tersebut dan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif," kata Munafrizal.

Sementara itu, perwakilan Gerakan Masyarakat Adat Melayu Riau menyampaikan tuntutan mengenai pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat. Mereka menyoroti sejarah konflik lahan di wilayah Tambusai serta persoalan tanah ulayat yang dinilai belum memperoleh penyelesaian secara tuntas. Masyarakat adat juga mendorong pemerintah memberikan pengakuan terhadap hutan adat dengan merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35 Tahun 2013.

Agrinas Klaim Jalankan Mandat Negara Dari pihak PT Agrinas Palma Nusantara, perusahaan menyampaikan bahwa perseroan merupakan BUMN yang mendapat mandat negara untuk mengelola lahan yang telah diverifikasi oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Pihak perusahaan menyatakan tidak memiliki niat untuk menghambat masyarakat dalam memperoleh haknya. Agrinas juga menyebut telah menindaklanjuti sejumlah persoalan di Kabupaten Rokan Hulu melalui pertemuan dengan kelompok masyarakat, termasuk Persukuan Melayu Rantau Kasai dan Desa Suka Maju.

Jangan Sampai Konflik Meluas

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengingatkan agar persoalan lahan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Menurutnya, konflik agraria yang tidak segera diselesaikan berpotensi merembet menjadi persoalan ekonomi, sosial hingga konflik horizontal. Karena itu, seluruh pihak diminta mengedepankan dialog dan mencari penyelesaian yang dapat diterima bersama.

"Saya yakin dari pihak masyarakat dan Agrinas akan mencari win-win solution dan jangan sampai permasalahan ini menjadi permasalahan yang baru," tegasnya.

Kapolda Riau Irjen Pol Hery Herjawan juga menilai komunikasi menjadi salah satu kunci untuk mencegah konflik berkepanjangan. Ia mendorong persoalan legalitas tanah ulayat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.

Komisi XIII dan LPSK Turut Pantau Penyelesaian konflik juga akan melibatkan pemerintah pusat dan lembaga terkait. Komisi XIII DPR RI bersama Kementerian HAM akan melakukan RDP dengan Tim Forum Harmonisasi Riau terkait PT Agrinas Palma Nusantara pada waktu dan tempat yang akan ditentukan kemudian.

Usulan pembentukan tim penyelesaian permasalahan antara masyarakat adat dan masyarakat lokal dengan PT Agrinas juga akan dikomunikasikan dan dikonsultasikan dengan pimpinan serta anggota Komisi XIII DPR RI.

Sementara itu, LPSK akan melakukan pemantauan di lokasi lain di Riau yang berkaitan dengan PT Agrinas Palma Nusantara. Lembaga tersebut juga akan mengidentifikasi kebutuhan perlindungan masyarakat untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Seluruh pihak yang hadir berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas wilayah dengan tetap menjunjung prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Pertemuan berakhir sekitar pukul 13.05 WIB dan ditutup dengan foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. ***(mok)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Kamis, 03 September 2026

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru.

Advertorial
Senin, 27 Juli 2026

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Kamis, 09 Juli 2026

100 Bikers Ramaikan Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru

Gelaran Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru berlangsung meriah. Diikuti 100 pemotor alias bikers.

Berita Lainnya

Senin, 07 September 2026

RSUD Indrasari Rengat Inhu Segera Buka Kembali Ruang Perawatan VIP


Senin, 07 September 2026

Karhutla di Sungai Beringin Kembali Menyala, Luasan Terbakar Capai 15 Hektar


Senin, 07 September 2026

Gunakan Pengeras Suara, Polisi Imbau Jaga Kamtibmas dan Peduli Lingkungan


Senin, 07 September 2026

Harpelnas, PLN UP3 Rengat Resmikan SPKLU Bank Mandiri Kota Rengat Inhu


Senin, 07 September 2026

Polri Hadir di Tengah Masyarakat, Polsek Batang Tuaka Ikuti Sholat Istisqa


Senin, 07 September 2026

Pemprov Riau Minta Solusi Adil Terkait Pembatasan Truk CPO Tol Pekanbaru-Dumai


Senin, 07 September 2026

Riau Melangkah Maju Terapkan Standar Pasar Karbon Hutan Berintegritas Tinggi Pertama di Indonesia


Senin, 07 September 2026

Penerbang Tempur F-16 Lanud Rsn Laksanakan Misi Ganda Latihan dan Pemantauan Karhutla


Senin, 07 September 2026

PTPN IV Regional III Bantu Satgas Tanggulangi Karhutla Riau di Tiga Kabupaten


Senin, 07 September 2026

Bak Sampan Cangkuk Tak Punya Mental Bertanding, Golkar Siak Butuh Penyegaran


Senin, 07 September 2026

Terus Bertambah, Kasus Karhutla Riau Capai 45 Perkara dengan 49 Tersangka


Senin, 07 September 2026

Buronan Pembakaran Jaring Ikan di Panipahan Dibekuk di Sumut


Senin, 07 September 2026

Kabut Asap, Dinkes Bengkalis Imbau Warga Waspadai Bahaya ISPA


Senin, 07 September 2026

UAS dan Ribuan Warga Inhu Doakan Presiden Prabowo dalam Tabligh Akbar di Rengat


Senin, 07 September 2026

9 Terluka, Bentrok Rebutan 80 Hektar Lahan di Sentajo Raya, Kuansing


Senin, 07 September 2026

Kebakaran Lahan 37 Hektar Dekat Taman Nasional Zamrud Terungkap, Polisi Bekuk 4 Tersangka di Siak


Senin, 07 September 2026

Polsek Tanah Putih Masuk Sekolah, Pelajar Diingatkan Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja


Senin, 07 September 2026

Agrinas Palma Nusantara Luncurkan Program Makan Bergizi dan Salurkan Bantuan Pendidikan di Rokan Hulu


Senin, 07 September 2026

Kabut Asap Kepung Pekanbaru, PAUD hingga SMP Belajar Daring Dua Hari


Senin, 07 September 2026

Empat Petinju Kuansing Sapu Bersih Partai Puncak Kejurprov di Kampar