Riauterkini-BENGKALIS- Menghadapi potensi krisis air bersih akibat musim kemarau ekstrem 2026 atau yang kerap disebut fenomena Elnino Super atau Elnino "Godzila“ yang terjadi, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Terubuk Kabupaten Bengkalis terus mematangkan langkah strategis guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat peningkatan pelayanan yang digelar di Kantor Perumdam Tirta Terubuk, Jalan Soebrantas, Rabu (8/4/26).
Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Tenaga Ahli, Kasian, jajaran internal Perumdam, hingga perwakilan pelanggan.
Hadir dalam rapat tersebut antara lain Kabag Teknis Harry Kumbara, Kabag Hubungan Pelanggan Tengku Syahrial, pendamping hukum Jaksa Pengacara Negara (JPN) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis Erik Sianipar bersama Calon Jaksa Olyvia, serta Ketua dan Sekretaris Forum Komunikasi Pelanggan (FKP) TSM Iqbal dan Said Busro Mufrizal.
Dalam diskusi tersebut, berbagai ide dan masukan disampaikan untuk memastikan Perumdam tetap mampu beroperasi di tengah ancaman kekeringan, termasuk pemanfaatan sumber air alternatif seperti kanal.
Tenaga Ahli, Kasian pada kesempatan ini mengatakan, salah satu opsi yang sempat mencuat dalam hearing bersama DPRD Bengkalis adalah pembangunan sumur bor. Namun, opsi tersebut dinilai perlu kajian mendalam.
“Jika dibuat sumur bor dengan kapasitas besar, perlu dipertimbangkan dampaknya terhadap cadangan air tanah di Pulau Bengkalis. Berdasarkan kajian, wilayah ini tidak memiliki cekungan penyimpanan air yang memadai,” jelasnya.
Sebagai solusi, Perumdam telah mengusulkan dukungan anggaran ke pemerintah pusat, termasuk pengadaan jaringan pipa untuk memanfaatkan air dari kanal milik PT. MAS, serta penambahan tujuh waduk baru sebagai cadangan air saat musim kemarau.
“Kami berharap seluruh pihak, baik DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Bengkalis, dapat bersama-sama mendorong percepatan realisasi anggaran dari pusat agar krisis air bisa diantisipasi sejak dini,” tambahnya.
Sementara itu, Kabag Teknis Harry Kumbara dan Kabag Pelayanan Tengku Syahrial menegaskan komitmen Perumdam Tirta Terubuk Bengkalis untuk tetap melayani masyarakat meski dalam kondisi terbatas.
Selain menjaga operasional distribusi air, Perumdam juga menyiapkan langkah darurat berupa penyaluran bantuan air bersih gratis bagi warga terdampak.
“Untuk sementara, kami akan siapkan dua unit mobil tangki berkapasitas 2.000 liter dan 5.000 liter. Kami juga mendapat dukungan tambahan satu unit mobil tangki dari Pertamina,” ujar Tengku Syahrial.
Namun demikian, skema penyaluran bantuan air tersebut masih dalam tahap pembahasan agar dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Regulasi penyaluran saat ini sedang kami godok. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera direalisasikan sesuai harapan masyarakat,” pungkasnya.***(dk/rls)