
Riauterkini-PELALAWAN – Pemerintah Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, mendesak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) untuk segera mengevakuasi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang berulang kali muncul di sekitar pemukiman warga dan meresahkan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar pada Selasa, 20 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB di Kantor Desa Pulau Muda. Rapat dihadiri Kepala Desa Pulau Muda Andika, Bhabinkamtibmas Desa Pulau Muda Bripka Yulizar, personel Polsek Teluk Meranti Brigadir Frengki, serta perwakilan BBKSDA dan PT Arara Abadi.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., melalui Kapolsek Teluk Meranti Ipda Bobby Even, S.H., M.H., mengatakan kemunculan harimau tersebut sudah terjadi beberapa kali dalam satu bulan terakhir dan dinilai berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
“Harimau Sumatera sudah beberapa kali terlihat mendekati pemukiman warga. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, baik bagi masyarakat Desa Pulau Muda maupun pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut,” kata Bobby Even.
Perwakilan BBKSDA yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut antara lain Ahmad Fitriansyah, Siswiyono, Ali Sonang, dan Bangkit Ahmad. Dalam pertemuan itu disepakati sejumlah langkah mitigasi untuk mencegah konflik antara satwa dilindungi tersebut dengan manusia.
Usai rapat koordinasi, tim BBKSDA bersama pihak desa dan masyarakat melakukan mitigasi lapangan serta mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Tim juga berkoordinasi dengan Yansen Gultom selaku Koordinator Konservasi PT Arara Abadi Distrik Merawang terkait kemunculan Harimau Sumatera dan upaya penanganannya.
Pada patroli malam sekitar pukul 19.27 WIB, tim BBKSDA menemukan dua ekor anak Harimau Sumatera yang diperkirakan berusia sekitar empat bulan di lokasi terakhir kemunculan, sebagaimana terekam dalam video yang sempat viral di media sosial pada Minggu, 18 Januari 2026.
“Induk harimau tidak terlihat di lokasi tersebut,” ujar Bobby Even.
Berdasarkan hasil pemantauan, lokasi kemunculan anak harimau berada pada koordinat 0.240466, 102.843015. Lokasi itu berjarak sekitar 200 meter dari pemukiman warga dan sekolah, serta berada di tepi jalan lintas Desa Pulau Muda. Tim menduga kedua anak harimau tersebut terpisah dari induknya.
Sebagai langkah awal, BBKSDA akan memasang kamera jebak (camera trap) di lokasi terakhir kemunculan harimau guna memantau pergerakan satwa dan memastikan keberadaan induknya.
“Hingga saat ini tim BBKSDA masih berada di Desa Pulau Muda dan terus melakukan langkah-langkah mitigasi,” kata Bobby Even.***(ang)