Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
Gubri Wahid Minta Konflik Tanah Ulayat LPHD Rantau Kasih Dituntaskan Secara Adat

Riauterkini - PEKANBARU - Klaim kepemilikan lahan terkait kawasan hutan akasia di wilayah Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Rantau Kasih, Kabupaten Kampar masih berlanjut.

Klaim tanah ulayat yang juga diakui oleh Kenegerian Gunung Sahilan prihal kawasan seluas kurang lebih 1.500 hektare yang dikelola oleh LPHD Rantau Kasih kini telah ditanami kayu akasia oleh Koperasi Pancuran Gading.

Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid minta penyelesaian tanah adat tersebut minta diselesaikan secara adat. Alasanya, karena mekanisme penyelesaian secara adat lebih tepat karena menyangkut tanah ulayat, tanpa ada keterlibatan pemerintah.

"Pak Gubernur sudah menyampaikan masalah ini harus diselesaikan oleh para tokoh adat. Pemerintah tidak boleh ikut campur," kata Jupriadi, selaku Datuk Sanjayo Kenegerian Mentulik di Pekanbaru, Selasa (18/6/25).

Konflik ini mencuat setelah muncul klaim dari Kenegerian Gunung Sahilan bahwa kawasan Rantau Kasih merupakan bagian dari wilayah adat mereka. Namun, menurut Jupriadi, klaim tersebut tidak berdasar karena wilayah Rantau Kasih merupakan hasil pemekaran dari Kenegerian Mentulik, yang secara adat masih berada dalam tanggung jawab Datuk Sanjayo Mentulik.

"Rantau Kasih ini murni hasil pemecahan dari Kenegerian Mentulik. Tapi sekarang wilayah itu diklaim oleh Gunung Sahilan sebagai tanah adat mereka,” jelasnya.

Jupriadi juga menyampaikan bahwa kawasan seluas kurang lebih 1.500 hektare yang dikelola oleh LPHD Rantau Kasih kini telah ditanami kayu akasia oleh Koperasi Pancuran Gading. Meski demikian, pihak Kenegerian Mentulik mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses pengelolaan maupun pembagian hasil dari kegiatan tersebut.

"Sejak panen pertama hingga ketiga pada tahun 2024, kami tidak pernah mendapat bagian. Bahkan MoU kerja sama mereka penuh rekayasa dan tidak diketahui oleh kami,” tegas Jupriadi.

Ia menekankan pentingnya memperjelas batas wilayah adat antara Kenegerian Mentulik dan Gunung Sahilan. Meski kedua wilayah bertetangga secara geografis, secara adat keduanya memiliki struktur pemerintahan adat dan batas teritorial yang berbeda.

Upaya komunikasi, menurut Jupriadi, telah dilakukan pihaknya dengan tokoh adat Gunung Sahilan. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan ataupun argumentasi adat yang bisa dipertanggungjawabkan terkait klaim atas wilayah Rantau Kasih.

"Kami sudah menjalin komunikasi, tapi belum ada penjelasan adat yang bisa dijadikan dasar. Ini membingungkan dan berpotensi memperbesar konflik,” ungkapnya.

Pihak Kenegerian Mentulik berharap adanya pertemuan terbuka antar tokoh adat dari kedua belah pihak dengan difasilitasi oleh lembaga adat yang netral. Jupriadi menekankan pentingnya penyelesaian damai dan berkeadilan demi menghindari konflik berkepanjangan.

"Kami minta duduk bersama secara terbuka, libatkan seluruh unsur adat agar ada kejelasan, keadilan, dan tidak jadi api dalam sekam,” pungkasnya.

Sebagai informasi, perseteruan klaim hak kepemilikan tanah adat ini berawal kerja sama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sarana Pembangunan Rakyat (SPR) Strada terhadap Koperasi Pancuran Gading Gunung Sahilan berbuntut masalah.

Kerja sama tersebut disebut disebut karena tidak melibatkan ninik mamak yang sah. Tak hanya itu, Lahan seluas antara 1500 hingga 2000 tersebut ditanami pohon akasia untuk tanaman industri. Merasa dicaplok kawasan tanah ulayat, tokoh adat setempat pun menyatakan keberatannya.

"Pihak luar tidak bisa seenaknya mengklaim dan bekerja sama tanpa seizin dan sepengetahuan ninik mamak selaku pemangku adat," tegas Jupriadi Datuk Sanjayo, didampingi Agus Salim Datuk Rajo Melayu, Senin (14/4/25).

Menurut Jupriadi, pernyataan pencaplokan tanah ulayat tersebut bukan tak berdasar. Pihaknya memiiki peta batas sejarah tanah ulayat Kenegerian Mantulik. Sampai saat ini dokumen sejarah itu masih dimiliki sebagai bukti batas tanah ulayat.

Karena itu, kerja sama antara pihak SPR Strada dengan pihak Gunung Sahilan jelas sesuatu kekeliruan. Kedua pihak pun diminta mengevaluasi lagi kesepakatan yang disebut salah alamat tersebut.

"Kami memiliki dokumen dan peta batas sejarah tanah ulayat Kenegerian Mantulik. Kalau kami dianggap salah kami siap adu data. Karena kami punya bukti peta otentik kami pun tak ragu menyebut kerja sama itu sesuatu keliru," papar Jupridi.

Masalah ini muncul setelah adanya kerjasama antara SPR Strada dengan Koperasi Pancuran Gading, yang dianggap telah mengabaikan struktur adat dan batas wilayah kenegerian. Pihak adat menilai kesepakatan tersebut cacat secara adat dan etika, karena tidak melibatkan ninik mamak dan tokoh adat Kenegerian Mantulik sebagai pemilik sah wilayah.

"Kalau mau melakukan kerjasama, seharusnya melalui kami, ninik mamak Mantulik. Bukan dengan desa atau pihak lain yang tidak punya hak atas tanah ulayat ini," tambah Datuk Jupriadi.

Pihak adat Kenegerian Mantulik menyatakan kesiapannya untuk membuktikan klaim mereka secara terbuka. Mereka menantang siapa pun yang mengklaim tanah tersebut sebagai miliknya untuk datang dan beradu data. ***(mok)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Kamis, 09 Juli 2026

100 Bikers Ramaikan Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru

Gelaran Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru berlangsung meriah. Diikuti 100 pemotor alias bikers.

Galeri
Selasa, 23 Juni 2026

DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Hari Jadi ke-242, KolaborAksi Jadi Kunci Wujudkan Kota Maju dan Berkelanjutan

DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Hari Jadi ke-242, KolaborAksi Jadi Kunci Wujudkan Kota Maju dan Berkelanjutan.

Advertorial
Selasa, 23 Juni 2026

HUT ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

HUT Ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

Advertorial
Senin, 22 Juni 2026

Ketua DPRD Inhil Hadiri Road To Bhayangkara Run dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Ketua DPRD Inhil Hadiri Road To Bhayangkara Run dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Galeri
Rabu, 13 Mei 2026

Galeri, Murid TK ABA Belajar Dunia Broadcasting di Diskominfops Inhil

Galeri, Murid TK ABA Belajar Dunia Broadcasting di Diskominfops Inhil

Advertorial
Senin, 15 Juni 2026

Disambut Wabup Hendrizal, 214 Jemaah Haji Inhu Tiba dengan Selamat

Disambut Wabup Hendrizal, 214 Jemaah Haji Inhu Tiba dengan Selamat

Berita Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026

Rayon III Benai Bergulir, Muklisin Ajak Warga Jaga Warisan Budaya


Jumat, 10 Juli 2026

PGN Raih Penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2026


Jumat, 10 Juli 2026

Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Kesiapan Satgasyon 132/Bima Sakti, Seluruh Aspek Penugasan Diverifikasi


Jumat, 10 Juli 2026

Ombudsman RI Apresiasi Pelayanan Publik Imigrasi Siak, Tinjau Langsung Fasilitas dan Inovasi Layanan


Jumat, 10 Juli 2026

Apical Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis bagi Masyarakat di Sungai Sembilan


Jumat, 10 Juli 2026

Jadi Ketua Nasdem Pekanbaru, Munawar Syahputra Siap Besarkan Partai


Jumat, 10 Juli 2026

Polsek Ukui Dampingi Petani, Pantau Jagung Pipil Hadapi Kemarau


Jumat, 10 Juli 2026

Uji Publik Nihil Masukan, 21 Calon KPID Riau Segera Jalani Fit and Propert Test


Jumat, 10 Juli 2026

Polisi Tangkap 2 Terduga Pengedar Sabu di Bandar Petalangan Pelalawan dan Sita 2,83 Gram Barang Bukti


Jumat, 10 Juli 2026

Satpol PPPKP Kuansing Canangkan Gerakan Indonesia ASRI di Rumah Susun Teluk Kuantan


Jumat, 10 Juli 2026

Tak Satupun Calon Rektor Unri Berasal dari Alumni, Jenewar: IKA Unri Wajib Ikut Tanggung Jawab


Jumat, 10 Juli 2026

Bocah 12 Tahun Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Camp Pekerja HTI Pelalawan


Jumat, 10 Juli 2026

Konsisten, PTPN IV Palmco Tahun Ini Bagikan Dividen Rp2,83 Triliun


Jumat, 10 Juli 2026

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Tiga Penghargaan IDEAS 2026


Jumat, 10 Juli 2026

Polres Bengkalis Gagalkan Penyeludupan 8 Bungkus Besar Perusak Saraf


Jumat, 10 Juli 2026

Kampung GERMAS Lubuk Gaung Tunjukkan Kekuatan Kolaborasi, Perkuat Ketahanan Pangan dan Pembinaan Generasi Muda


Jumat, 10 Juli 2026

Tak Proses dugaan Asusila Pimpinan Ponpes, Sikap Polsek Singingi Hilir Tuai Kritik


Jumat, 10 Juli 2026

Polsek Tanah Putih Edukasi Bahaya Narkoba di SMAN 5, Perkuat Benteng dari Penyalahgunaan Narkotika


Kamis, 09 Juli 2026

Seekor Buaya Muncul di Pos Polairud dan Pelabuhan Tembilahan, Warga Diimbau Waspada


Kamis, 09 Juli 2026

Hari Kependudukan Dunia 2026: Generasi Muda Ingin Berkeluarga, Namun Terbentur Hambatan Sistemik