Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 1 Desember 2021 16:13
Galeri Bersempena Hari AIDS Sedunia,
Puskesmas Pengalihan Enok Lakukan Pemeriksaan HIV Terhadap Ibu Hamil


Rabu, 1 Desember 2021 16:07
Hak Jawab Kejaksaan Negeri Dumai Soal Oknum Jaksa Jual Kapal Rampasan

Rabu, 1 Desember 2021 16:03
Komplotan Curas Pekanbaru di Ringkus Polisi

Rabu, 1 Desember 2021 14:10
Syamsuar tak Menampik Bakal Ada Pejabat Demosi dan Non Job Sore Ini

Rabu, 1 Desember 2021 13:19
Fajar Restu Tegaskan Karyawan BRK Langgar Aturan Ada Konsekuensi

Rabu, 1 Desember 2021 12:44
Kampung Adat Kenegerian Sentajo Juara II API Award 2021 

Rabu, 1 Desember 2021 11:33
Gauli Putri Majikan Berumur 13 Tahun, Buruh Dodos Sawit di Inhu Ditangkap Polisi

Rabu, 1 Desember 2021 11:21
Kasus Pelecehan Seksual Syafri Harto Dilimpahkan ke Kejaksaan

Rabu, 1 Desember 2021 11:11
Diikuti 40 Universitas dan 14 Negara, Mahasiswa Arsitektur Unilak Juara Internasional

Rabu, 1 Desember 2021 11:00
Lewati Batas Akhir, Penerima BPUM di Duri, Bengkalis Gigit Jari


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 21 Oktober 2021 12:39
Legalitas Tanah Timbun di Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai Dipertanyakan

Benarkah Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai tampung tanah timbun ilegal? Hal itu jadi pertanyaan sejumlah pihak.

Riauterkini-DUMAI- PT Kilang Pertamina Internasional (Persero) atau KPI RU II Dumai mendapat sorotan tajam dari publik perihal dugaan menampung tanah timbul ilegal ke area kilangnya.

Kasus ini mencuat setelah Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai, mendemo Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai, Jalan Putri Tujuh, Dumai, baru-baru ini.

Di mana menurut dugaan LAMR Kota Dumai, pejabat Pertamina RU II Dumai tidak mentaati aturan hukum, karena sudah memasukkan tanah timbun ilegal dari kontraktor untuk penimbunan dalam kilang.

LAMR Kota Dumai menegaskan bahwa persoalan tanah tibun sampai saat ini belum ada izin usaha pertambangan (IUP) untuk kuari galian yang keluar di Kota Dumai.

Pihak LAMR Kota Dumai, meminta kepada pihak kepolisian untuk menegakkan aturan hukum berlaku. Sebab, banyak pelaku usaha kecil tanah timbun mendapatkan saksi hukum.

Maka LAMR Kota Dumai, mendesak Polres Dumai untuk memproses masalah tanah timbun ilegal yang di beli oleh PT Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai tersebut.

Datuk Seri Syahrudin, Ketua DPH LAMR Dumai, berharap kepada Polres Dumai tidak tebang pilih dalam masalah tanah timbun ini. Menurutnya, semua sama di mata hukum jika terbukti bersalah.

Kemudian pengamat lingkungan Kota Dumai, Ahmad Khadapi mengatakan, sangat menyayangkan PT Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai, persoalan tanah timbul ilegal tersebut.

"Seharusnya KPI RU II Dumai bisa memberikan contoh yang baik selaku badan usaha milik negara (BUMN). Sudah jelas masalah tanah timbun hingga saat ini belum ada izinnya di Kota Dumai," jelasnya.

Khadapi juga mendorong aparat kepolisian untuk menunjukkan tajinya dan memberikan sanksi hukuman tegas kepada perusahaan milik negara tersebut.

"Polres Dumai harus merespon persoalan ini. Tujukkan bahwa Polisi tidak pandang bulu dalam menegakkan aturan hukum. Jadi kepercayaan masyarakat tidak hilang, jika ada langkah tegas," jelasnya.

"Kami berahap polisi memberikan tindakan tegas sesuai aturan hukum berlaku. Jangan tebang pilih. Mentang-mentang perusahaan negara ada hak istimewa. Di mata hukum sama semuanya," harapnya.

Kapolres Dumai, AKBP Mohammad Kholid, ketika di konfirmasi perihal kabar tanah timbun ilegal masuk ke area Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai, belum memberikan jawaban.

Begitu juga dengan pejabat Humas KPI RU II Dumai, Denny ketika dikonfirmasi perihal masalah ini mengatakan akan melanjutkan dulu ke Manager Humas.*(had)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Hak Jawab Kejaksaan Negeri Dumai Soal Oknum Jaksa Jual Kapal Rampasan
- Komplotan Curas Pekanbaru di Ringkus Polisi
- Gauli Putri Majikan Berumur 13 Tahun, Buruh Dodos Sawit di Inhu Ditangkap Polisi
- Kasus Pelecehan Seksual Syafri Harto Dilimpahkan ke Kejaksaan
- Gasak Ratusan Juta, Jaksa Gadungan di Rupat, Bengkalis Diringkus Kejari dan Polisi
- Oknum Kejaksaan Negeri Dumai Diduga Jual Barang Rampasan Kapal untuk Dimusnahkan
- Tujuh Orang Diduga Pelaku Penyerangan Rumdis Waka DPRD Riau Diamankan
- Sakit Hati Sering Dimaki, Warga Pekanbaru Bunuh Paman dengan Palu
- Rumah Dinas Wakil Ketua DPRD Riau Agung Nugroho Didatangi Sejumlah OTK
- Dishub Kuansing Bakal Tertibkan Agen dan PO Bus Langgar Aturan
- Suarakan Kepastian Hukum dan Keadilan di Bengkalis, Ini Harapan Elidanetti
- Tabrak Pohon Tumbang, Pemuda di Bengkalis Meninggal Dunia di Tempat
- Kasus Pencabulan, Syafri Harto Peragakan 36 Adegan Dalam Rekonstruksi
- Sering Demo, Kadis Kesbangpol Pekanbaru Anggap Imigran tak Hargai Pemerintah
- Korban Luapan Limbah PKS di Duri Berharap Polda Riau Tindak PT SIPP
- Tak Bayar Tagihan Kencan, Pria Hidung Belang di Pekanbaru Babak Belur
- Lurah Tirta Siak Pekanbaru Mengaku Jadi Korban Pemerasan Oknum Polisi
- Perambah Kawasan TNTN Disidangkan, Tim PH Bagus Ajukan Eksepsi
- 10 Jam Diperiksa, Syafri Harto Dibrondong 70 Pertanyaan
- Tersangka Asusila, Dekan FISIP Unri 10 Jam Diperiksa Penyidik


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com