Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Oktober 2021 23:43
Sekdaprov Tegaskan Pergub 19 Tahun 2021 Dibuat Sesuai Undang-undang Pers

Kamis, 21 Oktober 2021 22:51
Melampaui Target, 1348 Warga Kabupaten Pelalawan Terima Vaksin Dosis Pertama

Kamis, 21 Oktober 2021 21:37
Lakukan Inovasi, Seorang Kader Kesehatan Inhu Raih Penghargaan Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 20:05
Seleksi KI dan KPID, KKPI Minta Keterwakilan Perempuan

Kamis, 21 Oktober 2021 19:02
Peringati HUT ke-57, Kader Muda Kibarkan Bendera Golkar di Puncak Gunung Kerinci

Kamis, 21 Oktober 2021 18:02
KKB Riau Gelar Maulid Nabi Muhammad Sambil Berbagi untuk Anak Yatim

Kamis, 21 Oktober 2021 17:21
Asia Pacific Rayon Raih Primaniyarta Award Sebagai Eksportir Pelopor Produk Baru

Kamis, 21 Oktober 2021 17:10
Konferkab V, Adi Putra Siap Jadi Ketua PWI Bengkalis

Kamis, 21 Oktober 2021 16:43
Tujuh Pejabat Pemko Dilantik, Inilah Jabatan Barunya

Kamis, 21 Oktober 2021 16:39
Siapkan Mental dan Fisik Pemain, FC.Bea Cukai Tembilahan Gelar Laga Uji Coba Bersama FC Libas dan PSSP


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 22 September 2021 16:27
Evakuasi Anak-Anak Ditengah Konflik, Begini Penjelasan TNI AU

Kapentak Lanud Roesmin Nurjadin jelaskan alassan evakuasi terhadap anak-anak ditengah Konflik di Kampar. Dimana dikhawatirkan anak-anak yang ada di tengah konflik mengalami trauma.

Riauterkini - PEKANBARU - Selasa (14/09/21) terjadi bentrokan antara mantan pekerja dan pihak PT Padasa Enam Utama Di wilayah Kampar. Sementara akhir pekan lalu dua truk TNI Angkatan Udara (AU) bersama dengan Komnas Perlindungan Anak (PA) melakukan evakuasi terhadap anak-anak mantan karyawan PT Padasa Enam Utama di wilayah IIIX Koto Kampar tersebut.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Roesmin Nurjadin, Letkol Zukri menerangkan evakuasi itu merupakan panggilan jiwa. Dimana dikhawatirkan anak-anak yang ada di tengah konflik mengalami trauma.

"Kita TNI AU hanya menyelamatkan anak-anak. Komnas PA minta bantuan ya kita bantu, kita evakuasi diantar ke panti sosial, sampai, selesai," terangnya Rabu (22/09/21).

Katanya menggunakan 2 truk operasional TNI AU itu, pihaknya berhasil mengevakuasi ratusan anak. Meski begitu, belum semua anak-anak para mantan pekerja di PT Padasa itu berhasil di evakuasi.

"Nanti kita kunjungan ke sana biar tidak terganggu psikisnya karena trauma yang dialami akibat konfilk berkepanjangan itu," bebernya.

Sementara, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Provinsi Riau Dewi Arisanty menjelaskan evakuasi itu dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mantan pekerja. Mereka mengaku rumah yang dihuni mereka dihancurkan. Bahkan ada juga karyawan yang dianiaya oleh pihak ketiga.

"Yang membantai, menghancuri rumah mereka di sana itu bukan satpam. Tetapi orang luar yang disewa PT Padasa," ungkapnya.

Melihat peristiwa dan adanya laporan itu, Dewi mengaku tidak mungkin membiarkan anak-anak tetap tinggal di lokasi. Sebab, di sana mereka tinggal di emperan jalan dan sangat mengkhawatirkan.

"Tidak mungkin saya biarkan anak-anak di jalanan, kita takut terjadi sesuatu," imbuhnya.

Sebagai pengingat, bentrokan itu terjadi pada Senin (13/09/21) di wilayah kerja PT Padasa Enam Utama pukul 10.00 WIB. Awalnya, puluhan pihak keamanan datang dan minta pekerja meninggalkan rumah karyawan yang diakui milik PT Padasa itu.

Seluruhnya ada 618 pekerja dikenai PHK oleh perusahaan sebelumnya. Dalam PHK itu, pekerja dijanjikan mendapat pesangon hingga uang pindah rumah. Namun, janji pihak perusahaan tidak pernah terealisasi. Pekerja kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial di Kota Pekanbaru untuk minta keadilan.

Sementara, pasca bentrokan ada tujuh mantan pekerja terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kampar.*(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Angkut Kayu Hutan Lindung, Cukong Diamankan Polres Bengkalis
- Suap Pengesahan APBD, KPK Panggil Sejumlah Saksi untuk Tersangka Annas Makmun
- Legalitas Tanah Timbun di Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai Dipertanyakan
- Pemerintah Imbau Korban Pinjol Illegal tak Usah Bayar
- Polres Bengkalis Sita 150 Kilogram Sabu
- Usai Jalani Pemeriksaan di Polda Riau, Bupati Kuansing Andi Putra Diboyong KPK ke Jakarta
- Korupsi Proyek Multiyear Bengkalis,
Pasutri Pemilik PT ANN Dihukum 4 Tahun dan 2 Tahun Penjara

- KPK Segel Ruang Kerja Bupati dan Tata Ruang di Dinas PUPR Kuansing
- Tersangka Korupsi, Mantan Kades dan bendahara Desa Ditahan Polres Meranti
- Termasuk Bupati Kuansing, KPK OTT 8 Orang Terkait Izin Perkebunan
- 10 Bulan, PN Bengkalis Tangani 719 Perkara Pidana
- Berita dan Video,
Tim KPK Geledah Kantor dan Rumah Bupati Kuansing

- KPK Membenarkan Bupati Kuansing Kena OTT
- Kabarnya, Bupati Kuansing Terjaring OTT KPK
- KPK Dikabarkan Tangkap Pejabat dan Pengusaha di Kuansing
- Korupsi Dana Belanja Langsung, Mantan Pejabat Kantor Kecamatan Kandis Dituntut 5,5 Tahun Penjara
- Kasus Pelemparan Kepala Anjing Dirumah Pejabat Kejati Riau,
Seorang Mantan Anggota Dewan Divonis 9 Bulan

- Hilang Satu Malam, Korban Tenggelam di Inhu Ditemukan
- Polda Riau Gulung Praktek Judi Online, 59 Tersangka Diciduk
- Dilaporkan Oknum Anggota DPRD Pekanbaru, Dua Warga Tersangka Penganiayaan Dipulangkan Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com