Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Oktober 2021 21:33
Hari Keenam Serbuan Vaksinasi BAIS TNI,
Dua Ribuan Warga Kabupaten Pelalawan, Riau Dapat Vaksin Dosis Pertama


Senin, 25 Oktober 2021 21:26
Dua Pegawai Imigrasi Pelaku Pungli Dihukum 1,5 Tahun Penjara

Senin, 25 Oktober 2021 20:48
Keluar dari Zona Merah Covid-19, Warga Kabupaten Kuantan Singingi, Riau Tetap Diimbau Taat Prokes

Senin, 25 Oktober 2021 20:36
Ibu Gantung Diri, Sang Anak Tak Makan 4 Hari

Senin, 25 Oktober 2021 19:42
Legal Expo, Kemenkumham Riau Gelar Berbagai Pelayanan di Mal Ska

Senin, 25 Oktober 2021 19:26
Sekdaprov Janji Maksimalkan Kinerja ASN Melalui Sistem Merit

Senin, 25 Oktober 2021 18:44
BNI Gelar Undian Rejeki BNI Point #GaPakeNanti Bertabur Hadiah Mewah dan Menarik

Senin, 25 Oktober 2021 18:29
Berita dan Video,
Pengawas CS & Kebersihan Taman DPRD Riau Bantah Hanya Memperkerjakan 10 Orang


Senin, 25 Oktober 2021 17:14
86 Kasus HIV Terdeteksi di Inhu

Senin, 25 Oktober 2021 17:07
Bank Riau Kepri Bersama BMR Gelar 1.000 Vaksin untuk Masyarakat Umum


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 22 September 2021 16:27
Evakuasi Anak-Anak Ditengah Konflik, Begini Penjelasan TNI AU

Kapentak Lanud Roesmin Nurjadin jelaskan alassan evakuasi terhadap anak-anak ditengah Konflik di Kampar. Dimana dikhawatirkan anak-anak yang ada di tengah konflik mengalami trauma.

Riauterkini - PEKANBARU - Selasa (14/09/21) terjadi bentrokan antara mantan pekerja dan pihak PT Padasa Enam Utama Di wilayah Kampar. Sementara akhir pekan lalu dua truk TNI Angkatan Udara (AU) bersama dengan Komnas Perlindungan Anak (PA) melakukan evakuasi terhadap anak-anak mantan karyawan PT Padasa Enam Utama di wilayah IIIX Koto Kampar tersebut.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Roesmin Nurjadin, Letkol Zukri menerangkan evakuasi itu merupakan panggilan jiwa. Dimana dikhawatirkan anak-anak yang ada di tengah konflik mengalami trauma.

"Kita TNI AU hanya menyelamatkan anak-anak. Komnas PA minta bantuan ya kita bantu, kita evakuasi diantar ke panti sosial, sampai, selesai," terangnya Rabu (22/09/21).

Katanya menggunakan 2 truk operasional TNI AU itu, pihaknya berhasil mengevakuasi ratusan anak. Meski begitu, belum semua anak-anak para mantan pekerja di PT Padasa itu berhasil di evakuasi.

"Nanti kita kunjungan ke sana biar tidak terganggu psikisnya karena trauma yang dialami akibat konfilk berkepanjangan itu," bebernya.

Sementara, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Provinsi Riau Dewi Arisanty menjelaskan evakuasi itu dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mantan pekerja. Mereka mengaku rumah yang dihuni mereka dihancurkan. Bahkan ada juga karyawan yang dianiaya oleh pihak ketiga.

"Yang membantai, menghancuri rumah mereka di sana itu bukan satpam. Tetapi orang luar yang disewa PT Padasa," ungkapnya.

Melihat peristiwa dan adanya laporan itu, Dewi mengaku tidak mungkin membiarkan anak-anak tetap tinggal di lokasi. Sebab, di sana mereka tinggal di emperan jalan dan sangat mengkhawatirkan.

"Tidak mungkin saya biarkan anak-anak di jalanan, kita takut terjadi sesuatu," imbuhnya.

Sebagai pengingat, bentrokan itu terjadi pada Senin (13/09/21) di wilayah kerja PT Padasa Enam Utama pukul 10.00 WIB. Awalnya, puluhan pihak keamanan datang dan minta pekerja meninggalkan rumah karyawan yang diakui milik PT Padasa itu.

Seluruhnya ada 618 pekerja dikenai PHK oleh perusahaan sebelumnya. Dalam PHK itu, pekerja dijanjikan mendapat pesangon hingga uang pindah rumah. Namun, janji pihak perusahaan tidak pernah terealisasi. Pekerja kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial di Kota Pekanbaru untuk minta keadilan.

Sementara, pasca bentrokan ada tujuh mantan pekerja terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kampar.*(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dua Pegawai Imigrasi Pelaku Pungli Dihukum 1,5 Tahun Penjara
- Pos SPKT Polresta Pekanbaru Terbakar
- Penjual Togel Diringkus Polsek Pinggir
- Jajakan Togel dan KIM, Pria Paruh Baya di Suriname, Bengkalis Ditangkap
- Kisruh Pengelolaan Kebun, Petani Kopsa-M Nyatakan Sikap
- Heboh Status FB Bupati Kuansing, KPK Geledah Tahanan dan Pastikan Hoaks
- Rizki Poliang: Gugur Praperadilan Tidak Diukur dari Dilimpahkannya Perkara
- OTT Bupati Kuansing, Tiga Lokasi di Pekanbaru Digeledah KPK
- Pungli Surat Tanah, Seorang Kades dan Stafnya Ditangkap Polres Rohul
- 50 Tersangka, Polres Bengkalis Gasak Judi Togel Online
- Patuhi Putusan Sidang, Pemilik ODOL di Kuansing Bayar Denda
- Angkut Kayu Hutan Lindung, Cukong Diamankan Polres Bengkalis
- Suap Pengesahan APBD, KPK Panggil Sejumlah Saksi untuk Tersangka Annas Makmun
- Legalitas Tanah Timbun di Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai Dipertanyakan
- Pemerintah Imbau Korban Pinjol Illegal tak Usah Bayar
- Polres Bengkalis Sita 150 Kilogram Sabu
- Usai Jalani Pemeriksaan di Polda Riau, Bupati Kuansing Andi Putra Diboyong KPK ke Jakarta
- Korupsi Proyek Multiyear Bengkalis,
Pasutri Pemilik PT ANN Dihukum 4 Tahun dan 2 Tahun Penjara

- KPK Segel Ruang Kerja Bupati dan Tata Ruang di Dinas PUPR Kuansing
- Tersangka Korupsi, Mantan Kades dan bendahara Desa Ditahan Polres Meranti


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com