Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 30 Juli 2021 22:17
Tujuh Hektar Lahan Gambut di Bengkalis Terbakar

Jum’at, 30 Juli 2021 20:48
Perempuan Ditemukan Mengapung Teryata Warga Gatot Soebroto Bengkalis

Jum’at, 30 Juli 2021 18:18
Kesal Istri Diganggu Korban, Seorang Pemuda Mandah Nekat Membunuh

Jum’at, 30 Juli 2021 17:41
DPRD Kuansing Setujui LKPJ Bupati 2020

Jum’at, 30 Juli 2021 17:32
TNI AL Suntikan Vaksin Kedua Demi Tingkatkan Imunitas Masyarakat di Dumai

Jum’at, 30 Juli 2021 17:21
AMSI Luncurkan Riset Lanskap Media Digital Indonesia

Jum’at, 30 Juli 2021 17:14
Jelang Alih Kelola, PT CPI Bor Sumur ke 100 di WK Rokan

Jum’at, 30 Juli 2021 16:57
Terjerat, BBKSDA Riau Evakuasi Beruang di Mandah

Jum’at, 30 Juli 2021 16:53
Tiga Titik Karla Gambut di Bengkalis Padam

Jum’at, 30 Juli 2021 16:21
Perempuan Mengapung di Pantai Pasir Andam Dewi Bengkalis Meninggal Dunia


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 19 Juni 2021 07:39
Bantah Peras Bupati, Kajari Kuansing Justru Ngaku Ditawari Suap Rp1 Miliar

Kajari Kuansing membantah memeras Bupati Andi Pitra. Ia justru pernah ditawari suap Rp1 miliar untuk stop kasus.

Riauterkini-TELUK KUANTANĀ - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Hadiman membantah tuduhan dugaan pemerasan dilakukannya kepada Bupati Kuansing Andi Putra. Atas dugaan ini, Andi Putra melapor Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing dan Kasi Pidsus Kejari Kuansing ke Kejati Riau. Laporan langsung disampaikan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Jajang Subagja di Pekanbaru, Jumat (18/6/2021).

Bukan hanya Bupati Andi, dugaan pemerasan juga dialami mantan Kepala BPKAD Kuansing Hendra. Hendra turut hadir melaporkan oknum jaksa tesebut. Andi Putra melapor ke Kejati Riau didampingi Penasehat Hukumnya Dodi Fernando beserta Plt Sekretaris DPRD Kuansing Almadi.

Menanggapi hal ini, Hadiman mengatakan apa yang dilaporkan Andi Putra dan Hendra AP merupakan sebuah kepanikan untuk membunuh karakter dirinya sebagai Kajari Kuansing. Karena menurutnya, keduanya tersangkut masalah hukum yang saat ini sedang diproses.

"Kalau Andi Putra (Bupati,red) diperiksa sebagai saksi dalam kasus ruang pertemuan hotel Kuansing tahun 2015 dan juga diperiksa dalam kasus pasar modren 3 pilar," kata Kajari Hadiman dikonfirmasi wartawan melalui WhattsApp miliknya.

Sedangkan Hendra AP, salaku mantan kepala BPKAD masih sebagai saksi dalam kasus SPJ fiktif tahun anggaran 2019, namun pernah menyandang status tersangka dengan kasus yang sama.

"Jika saya dilaporkan kedua orang tersebut karena kasus pemerasan, kasus apa saya melakukan pemerasan, bagaimana cara saya melakukan pemerasan, apakah uang yang minta sudah diterima, namun secara akal sehat tidak mungkin kasus 6 kegiatan Setdakab tahun 2017 yang sudah begitu lama kok baru muncul pemerasan, begitu juga kasus 3 pilar khusus ruang pertemuan hotel Kuansing yang sudah lama dan saat ini sudah bergulir di persidangan. Begitu juga kasus BPKAD tahun 2019 yang saat ini masih Penyidikan," katanya.

Dikatakan Hadiman, "Jika saya baca statement Andi Putra selaku mantan Ketua DPRD dan sekarang Bupati Kuansing kepada awak media ada staf honorer Kejari Kuansing yang seolah-olah diperintahkan Kajari Kuansing untuk meminta sejumlah uang supaya dalam dakwaan kasus ruang pertemuan hotel Kuansing yang terdakwanya Muharlius, M Saleh, Hetty Herlina, Yuhendrizal dan Verdy Ananta (kelima terpidana sudah berkuatan hukum tetap) agar nama Andi Putra selaku Ketua DPRD tahun 2017 dihilangkan karena diduga telah menerima uang ketok palu sebesar Rp 90 juta dari anggaran makan minum Setdakab tahun 2017, hal tersebut adalah tidak benar dan mengada-ngada," dia menambahkan.

Seharusnya lanjut Hadiman, Andi Putra hari ini, Jumat 18 Juni 2021 pukul 13.00 WIB dimintai keterangan sebagai saksi bersama Sukarmis mantan Bupati Kuansing. Begitu pula Indra Agus Lukman mantan Kepala Bapeda dihadirkan di PN Tipikor Pekanbaru sebagai saksi namun tidak hadir.

Malah menurut Hadiman, bukan dirinya yang memeras melainkan ada upaya menyuap untuk menghentikan proses hukum terhadap dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Kuansing. "Tidak ada lah (pemerasan). Uang Rp1 miliar pun saya dikasih, mau disuap saya tak mau. Ada buktinya, orang mau coba (suap). Kasus sedang bergulir," tegas Hadiman.

Karena itu, Hadiman tidak menutup kemungkinan melaporkan balik Bupati Andi Putra karena telah melakukan fitnah dan pencemaran nama.baik."Saya akan laporkan balik. Siapa yang melaporkan akan saya lapor balik. Bisa ke Polres atau ke Polda," ancam Hadiman. ***(mad)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Perempuan Ditemukan Mengapung Teryata Warga Gatot Soebroto Bengkalis
- Kesal Istri Diganggu Korban, Seorang Pemuda Mandah Nekat Membunuh
- Perempuan Mengapung di Pantai Pasir Andam Dewi Bengkalis Meninggal Dunia
- Geger, Perempuan Ditemukan Mengapung di Pantai Taman Pasir Andam Dewi Bengkalis
- Teman Berujung Aib, Gadis 13 Tahun di Bengkalis Korban Pencabulan
- Maling Tabung Gas di Bengkalis Menyerah di Tangan Warga
- Satu Unit Rumah Terbakar di Jao Kuansing
- Polda Riau Musnahkan 145,58 Kilogram Sabu
- Cari Uang Belanja, Warga Rupat Utara Obrak-abrik Kotak Infak Masjid
- Perkara Korupsi Bappeda Siak, Mantan Sekda Riau Divonis 3 Tahun Penjara
- Naudzubillah! Istri Kerja di Pekanbaru, Ayah di Bengkalis Gagahi Anak Kandung
- Pacari Gadis 14 Tahun Sejak 2019, Kakek di Rohul ini Dilaporkan ke Polisi
- Kebakaran di Delima 11, Pekanbaru Diduga Akibat Hubungan Arus Pendek
- 6 Bangunan di Jalan Delima Pekanbaru Terbakar
- Sat-Narkoba Polres Inhil Ringkus Dua Tersangka Narkoba di Tembilahan Hulu
- Diduga Tilap Anggaran, Ketua PABBSI Bengkalis Dora Yandra Ditetapkan sebagai Tersangka
- Polres Bengkalis Ringkus "Pemain" Ganja Kering
- Pengedar Sabu Antar Desa di Bengkalis Diringkus Polisi
- Dua Pemuda Tembilahan Hulu Pelaku Narkoba Diringkus Polisi
- Ucapkan Terima Kasih, Ketua dan Masyarakat IKDR Kunjungi Polres Inhil


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com