Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 20 Juni 2021 13:29
Edarkan Sabu, Satnarkoba Polres Rohul Tangkap Warga Surau Gading di Ujung Batu

Ahad, 20 Juni 2021 11:51
Persiapan Pemilu 2024, Demokrat Pekanbaru Sambangi 83 Ranting

Ahad, 20 Juni 2021 11:24
DWP Kuansing Tuntas Sosialisasikan AD/ART di Seluruh Kecamatan

Ahad, 20 Juni 2021 08:52
Pimpin AMIP, Khalid Ardi Menang Aklamasi

Sabtu, 19 Juni 2021 20:41
F3 Agency Media Partner Dukung Program Bank Sampah di Pekanbaru

Sabtu, 19 Juni 2021 20:31
Binaan SKK Migas-PT CPI-STP Riau, Desa Wisata Kampung Patin Luncurkan Situs Web dan Mini Travel

Sabtu, 19 Juni 2021 19:04
Sejarah Sukiman-Indra Gunawan Menuju Bupati dan Wabup Rohul, Dua Kali Digugat ke MK

Sabtu, 19 Juni 2021 16:55
Tegakan Prokes, Aktivitas Warga di Pelabuhan Penyalai Dipantau

Sabtu, 19 Juni 2021 16:52
Antisipasi Kriminalitas, Polsek Ukui Patroli Malam hari

Sabtu, 19 Juni 2021 16:45
Polsek Bunut Patroli C3 dan Sosialisasi Prokes Malam Hari


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 7 Mei 2021 09:20
Kemenkumham Bantah Data BPS Soal 12 Turis Asing ke Riau

Dua instasi pemerintah di Riau berbantah soal 12 turis asing. BPS dan Kemekumham beda presepsi.

Riauterkini - PEKANBARU - Diberitakan sebelumnya terdapat 12 Wisatawan Mancanegara (Wisman) masuk di wilayah Riau yang diinformasikan Badan Pusat Statistik (BPS) Riau. Menanggapi hal tersebut, Kemenkum HAM Wilayah Riau mengatakan bahwa informasi itu kurang tepat. Kemenkum HAM Riau bahkan membantah bahwa mereka adalah wisman.

Sebelumnya guna memastikan terkait rilis dari BPS terkait wisman tersebut, Kemenkum HAM Riau diwakili Kepala Devisi Keimigrasian, Tito Andrianto langsung berkunjung ke kantor BPS Riau. Sementara pihak BPS Riau mengungkapkan akan mengklarifikasi data tersebut ke BPS Pusat.

Kepala Kanwil Kemenkum HAM Riau, Pujo Harinto menjelaskan 12 orang yang sebelumnya diinformasikan Wisman ternyata adalah pekerja.

"Untuk 12 Wisman yang 8 orang masuk lewat bandara SSK II dan 4 orang lewat Pelabuhan Dumai itu pekerja asing di salah satu perusahaan di Riau. Bahkan yang di bandara mereka itu charter flight karena ada pekerjaan, jadi beda WNA datang bekerja dengan wisman. Wisman belum diizinkan masuk," jelasnya, Jumat (07/05).

Begitu juga, kru Kapal yang bersandar di Dumai saat ini. Mereka merupakan kru kapal bukan wisman. Saat ini kapal tersebut sedang menunggu Kapten cadangan yang nantinya akan langsung keluar dari wilayah Riau, Indonesia.

"Kalau untuk kapten yang terpapar covid-19, sementara masih dirawat. Jika sembuh maka akan langsung kita arahkan untuk pulang ke negaranya," tambahnya.

Menurutnya, memang ada perbedaan istilah antara kantor Imigrasi dan BPS. Di mana, semua WNA masuk ke Indonesia tidak seluruhnya untuk berwisata. Tetapi ada juga dalam rangka pekerjaan.

"BPS salah menilai, menurut mereka orang asing masuk itu adalah wisman, padahal bukan. Jadi sudah kami klarifikasi lagi ke BPS kemarin, saya temui langsung kepala BPS Riau dan ternyata mereka juga dapat dari Pariwisata," Imbuh Kadiv Kerimigrasian Kanwil Kemenkum HAM Riau, Tito.

Terang Tito, hingga saat ini belum adanya wisman masuk Riau. Sebab tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) belum dibuka. Sehingga, tidak ada WNA masuk kecuali yang diizinkan untuk kepentingan tertentu.

Sementara, saat ini Kemenkum HAM Riau sedang mempersiapkan pembukaan TPI untuk menerima kepulangan TKI sesuai arahan pemerintah pusat. Di mana, ada rencana TKI juga pulang lewat pelabuhan Dumai.

Sebagai pengingat, BPS Riau beberapa hari lalu merilis bahwa ada 12 orang wisman yang masuk ke Riau selama Maret 2021. Bahkan jumlah ini disebut naik jika dibanding bulan sebelumnya.

"Pada bulan Maret 2021, dari empat pintu masuk Riau tercatat ada 12 orang wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Provinsi Riau yaitu melalui Bandara SSK II sebanyak delapan wisman dan dari pelabuhan Dumai sebanyak empat wisman," kata Kepala BPS Riau, Misfaruddin.

12 wisman itu diketahui dua orang WN Malaysia, dua orang WN Singapura, satu orang WN China, satu orang WN India, tiga orang WN Filipina. Ada pula tiga wisman yang tak tercatat asal usul negaranya.***(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Edarkan Sabu, Satnarkoba Polres Rohul Tangkap Warga Surau Gading di Ujung Batu
- Senin, Kejati Riau Tindaklanjuti Laporan Bupati Kuansing Terkait Dugaan Pemerasan
- Dua Pelaku Narkoba Diamakan Polsek Plangiran, Inhil
- Datangi Polda Riau, Razman Nasution Heran Kasus Oknum BC Tembak H Permata Mandek
- Bantah Peras Bupati, Kajari Kuansing Justru Ngaku Ditawari Suap Rp1 Miliar
- Video Kompol Pukul Bripda Viral, Pelaku Diperiksa Propam Polda Riau
- Selain Bupati, Kepala BPKAD Non Aktif Juga Laporkan Kajari Kuansing ke Kejati Atas Dugaan Pemerasan
- Propam Polda Riau Amankan Perwira Polisi Terkait Janda Tewas di Aspol Pelalawan
- Mengaku Diperas Rp1.1 Miliar, Bupati Kuansing Laporkan Kajari ke Kejati Riau
- Diduga Arus Pendek Listrik, Api lalap Rumah Bulatan di Talang Muandau
- Lagi, JPU Bengkalis Tuntut Mati Tiga Kurir Sabu 29,8 Kg
- Dalam Sehari, Satreskrim Polres Rohul Tangkap 3 Penjual Nomor Togel
- Ratu Narkoba Pekanbaru Diringkus Polisi di Rumah Mewahnya
- Pergi Ngaji, Anak 12 Tahun di Bengkalis Ditemukan Tewas Mengenaskan
- Tiga Pengedar Sabu Diringkus Polres Kuansing
- Pabrik PT Sari Dumai Oleo Tebakar dan Diduga Menelan Korban Jiwa
- Tiga Pelaku Narkoba di Kecamatan Kempas dan Tempuling Diringkus Polisi
- Tiga Kurir Sabu di Bengkalis Dituntut Mati
- Pembunuhan Wanita Hamil di Kampar, Polisi Amankan Barang Bukti Baru
- Resahkan Masyarakat, Polres Bengkalis Gulung 29 Preman


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com