Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 1 Maret 2021 13:52
Kompak, Bupati dan Wakilnya Visi, Misi dan 7 Program Strategis pada DPRD Meranti

Senin, 1 Maret 2021 13:44
Perdana Pimpin Apel, Bupati Tekankan ASN Profesional dan Iklas

Senin, 1 Maret 2021 13:23
Kategori Lansia, Vaksin Covid-19 Diberikan di Faskes

Senin, 1 Maret 2021 13:19
Jalankan Tugas Perdana, Ini Pesan Bupati Perempuan Pertama Kabupaten Bengkalis

Senin, 1 Maret 2021 12:22
Dua Ribu Orang Antusias Ikuti Vaksin Covid-19 di Gelanggang Remaja

Senin, 1 Maret 2021 10:33
Kepala Satpol PP Riau jadi Plt Kepala BPBD Riau

Senin, 1 Maret 2021 09:34
Mantan Waka DPRD Kuansing Sindir Penertiban PETI 

Senin, 1 Maret 2021 09:26
Orgil Banyak Berkeliaran, Dinsos Kota Pekanbaru Diminta Bertindak

Ahad, 28 Pebruari 2021 21:14
Bocah Korban Penculikan di Rohul Meninggal, Pelaku Diduga Gantung Diri

Ahad, 28 Pebruari 2021 20:26
Sehari tak Pulang, Pria di Kabun Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Nangka


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 17 Januari 2021 15:46
Penyelundup Sempat Melawan, Bea Cukai Berhasil Amankan 7,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Inhil

Aparat Bea dan Cukai menggalkan penyelundapn 7,2 juta batang rokok ilegal di Inhil. Para pelaku sempat melawan dengan sajam dan kayu.

Riauterkini - PEKANBARU - Bea Cukai Wilayah Khusus Kepulauan Riau dan Bea Cukai Tembilahan berhasil amankan 7,2 juta batang lebih rokok ilegal dari sindikat spesialis penyelundup. Aksi itu dilakukan pada Jumat (15/01) di wilayah perairan Sungai Bela, Indragiri Hilir.

Operasi itu bukan tanpa perlawanan, sindikat penyelundup justru melakukan penyerangan kepada petugas. Baik menggunakan senjata tajam hingga bom molotov yang melibatkan belasan dari jaringan mafia penyelundupan tersebut.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat dalam siaran persnya mengatakan aksi penggagalan penyelundupan rokok ilegal itu bermula dari informasi intelijen yang diperoleh pihaknya. Atas informasi itu, petugas lantas melakukan penyelidikan dan berhasil mendapati ada 4 buah kapal high speed craft (HSC) bermesin 6 x 250 PK tanpa nama dan satu buah kapal bermuatan orang banyak di perairan Pulau Buluh, Riau.

"Awalnya petugas curiga adanya pergerakan empat HSC yang beriringan dan cocok dengan informasi intelijen yang diperoleh. Petugas kemudian sudah melakukan pembuntutan sejak dari perairan Pulau Medang Lingga. Namun, karena mereka menggunakan mesin dengan kapasitas di atas kelaziman, maka petugas tidak berhasil melakukan pencegatan," bebernya.

“Sekitar pukul 09.30 WIB, kapal patroli Bea Cukai kembali mengidentifikasi keberadaan HSC yang membawa rokok ilegal di perairan Sungai Bela, Indragiri Hilir dari arah Kuala Lajau. Setelah meyakini, petugas memerintahkan HSC tersebut untuk berhenti namun tidak dipatuhi dan bahkan berusaha untuk menabrak kapal patroli petugas," imbuhnya lagi.

Mendapati keempat HSC tersebut melakukan perlawanan, petugas Bea Cukai memberikan peringatan melalui sirine dan perintah lisan melalui pengeras suara, namun HSC tersebut tidak memperdulikan. Kapal BC 10009 terus melakukan pengejaran terhadap HSC yang masuk ke arah Sungai Belah walaupun HSC tersebut melakukan manuver berbahaya.

“HSC tersebut berupaya menabrak kapal BC 10009, meskipun demikian Kapal BC 10009 tetap melakukan pengejaran hingga akhirnya anak buah kapal satu dari empat HSC tersebut kabur dengan cara melompat ke air,” kata Syarif.

Setelah dilakukan pemeriksaan didapati sejumlah tumpukan karton berisi rokok ilegal yang ditutupi terpal. Upaya para penyelundup melawan hukum dengan petugas Bea Cukai tidak berhenti di situ. Sekitar pukul 09.40 WIB dua kapal HSC lainnya yang sebelumnya sudah kabur justru kembali ke arah HSC yang tengah diperiksa petugas Bea Cukai.

"Jadi jelas ada niatan untuk merebut kembali HSC dan rokok selundupan yang sudah dikuasai Bea Cukai," terang Syarif.

Kapal BC 10009 dengan dibantu kapal BC 15040 dan BC 15041 mencoba menghalau kedua HSC yang kembali berupaya merebut HSC yang tengah diperiksa Bea Cukai.

Selanjutnya, tindakan melawan hukum masih terus dilakukan oleh kelompok atau mafia penyelundup ini dengan mengerahkan belasan orang menggunakan kapal pancung yang sengaja disiapkan untuk melindungi empat HSC tersebut.

Mereka melempari kapal BC 10009, BC 15040, BC 15041, dan HSC yang dikuasai Bea Cukai dengan bom molotov, mercon, serta kembang api. Tembakan peringatan beberapa kali dilakukan Satgas patroli laut Bea Cukai. Peringatan itu tidak dihiraukan justru massa yang berjumlah belasan tersebut malah secara brutal menyerang petugas dengan senjata tajam sambil berupaya untuk merangsek masuk ke HSC yang telah dikuasai Bea Cukai yang hanya dikawal oleh empat orang petugas.

Kelompok penyerang tersebut berhasil menyandarkan kapal pancung mereka ke HSC yang dikuasai oleh petugas dan menyerang petugas dengan menggunakan senjata tajam dan menembakan mercon ke arah petugas.

"Anggota kami sudah dalam posisi terdesak dan pelaku sudah menyerang dengan mengayunkan senjata tajamnya ke badan petugas. Dalam keadaan terdesak dan keselamatan jiwanya terancam maka petugas melakukan pembelaan diri dan terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku yang menyerang petugas Bea Cukai," bebernya.

Setelah itu, kelompok penyerang sempat menjauhkan kapalnya dari kapal HSC yang dikuasai petugas bea cukai. Namun, kembali kapal penyerang tersebut berusaha terus mengejar dan mencoba menyandarkan kapal pancungnya untuk merebut kembali. Kapal tersebut baru berhenti berusaha mendekat setelah petugas yang di atas HSC memberikan tembakan peringatan lanjutan ke arah atas dan bantuan dari dua kapal patroli Bea Cukai lainnya.

“Setelah situasi lebih kondusif, Satgas patroli laut bea cukai berupaya mencari dan menyelamatkan awak kapal HSC yang sebelumnya terjun ke air, namun tidak mendapatkan hasil. Satgas patroli laut Bea Cukai kemudian membawa dua unit HSC tanpa awak berisi rokok ilegal yang jumlahnya lebih dari 7,2 juta batang dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 7,6 miliar ke Tanjung Balai Karimun.” ujar Syarif.

Mengejutkan lagi, dalam pencacahan petugas malah menemukan dua karung berisi batu dan kayu yang sepertinya disiapkan untuk melakukan perlawanan atau penyerangan kepada petugas.

Tidak hanya berhenti disitu, Bea Cukai bersama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) terkait akan melakukan pendalaman dan pengembangan kasus dari hasil tangkapan yang berhasil disita, termasuk asal muasal rokok illegal, pelaku-pelaku yang terlibat, dan bahkan pemilik atau penyedia HSC yang digunakan untuk menyelundup.

Menurut catatan Bea dan Cukai, modus penyelundupan rokok dan minuman keras dengan menggunakan HSC ini telah berulangkali dilakukan oleh kelompok tersebut. Di wilayah Kepri saja, total tangkapan rokok dan minuman keras di tahun 2019 sebanyak 31 tangkapan yang terdiri dari 12 HSC, dan 19 Kapal non- HSC. Sedangkan pada tahun 2020 sebanyak 20 tangkapan yang terdiri dari 8 HSC dan 12 Kapal non- HSC. Total kerugian negara yang berhasil diselamatkan oleh patroli bea cukai lebih dari Rp 214,35 miliar.

"Sebagian dari tangkapan-tangkapan itu merupakan tangkapan dari kelompok pelaku penyerangan yang memang dikenal sebagai penyelundup yang kerap kali menyerang petugas," kata Syarif.

Bahkan pada tahun 2014 kelompok ini pernah melakukan penyerangan ke kantor Bea Cukai Tanjung Balai Karimun karena barang selundupannya ditangkap oleh petugas. "Pengadilan kemudian memutuskan telah terjadi pelanggaran pidana atas penyerangan tersebut," ungkap Syarif lebih lanjut.

Upaya penindakan kali ini merupakan bukti keseriusan dan kegigihan pemerintah khususnya Bea Cukai yang bekerja sama dengan TNI, Polri, dan Aparat Penegak Hukum yang lain dalam memberantas barang- barang ilegal dan menutup pintu masuk para penyelundup ke wilayah Indonesia.

"Tidak hanya untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya barang-barang ilegal yang tidak memenuhi ketentuan perundang - undangan, melainkan upaya nyata Bea Cukai dalam mengamankan penerimaan negara serta menciptakan persaingan yang sehat dan keadilan bagi para pelaku usaha yang taat pada ketentuan perundang - undangan," pungkas Syarif.***(arl/rls)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Bocah Korban Penculikan di Rohul Meninggal, Pelaku Diduga Gantung Diri
- Sehari tak Pulang, Pria di Kabun Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Nangka
- Belum Tuntasnya Eksekusi Lahan di Gondai, Bisa Jadi Preseden Buruk
- Pri Wijeksono Resmi Menjabat Kepala Kejari Rohul Gantikan Silpia Rosalina
- Dituntut 6 Tahun Penjara, Seorang Terdakwa Narkoba di Inhu Dibebaskan PN Rengat
- Polsek Rambah Samo Tangkap 3 Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Kunto Darussalam
- Korupsi Jembatan Waterfront City Bangkinang,
Manager PT Wika dan Pejabat Pemkab Kampar Diadili

- Terbukti Bersalah, Oknum ASN Pemkab Inhu Terlibat Narkoba Dapat Dipecat
- Tingkatkan Pengawasan, BC Bengkalis dan Polair Patroli Bersama di Laut
- Terlibat Peredaran Sabu 52 Kilogram, Napi Lapas Bengkalis Dilimpahkan ke Penuntut
- Angkut Pasir Tenggelam, Polres Bengkalis Tetapkan Nakhoda Kapal Tersangka
- Cegah Bencana Karlahut, Tim Gabungan di Kabupaten Rohul Patroli Udara
- Tiga Kali Tiduri Anak di Bawah Umur, Pemuda di Kunto Darussalam Diciduk Polisi Rohul
- Tusuk Tiga Warga, Pencuri Tewas Diamuk Warga
- Sindikat Pengedar Sabu di Bathin Solapan, Bengkalis Diringkus Polisi
- BPN, Jurus Baru Lapas Kelas IIA Pekanbaru Perangi Narkoba
- Cegah PETI, Kapolres Kuansing Perintahkan Jajaran Pantau Alat Berat
- Sebelum Dirazia Polisi, Alat Berat Masih Terlihat di Kawasan PETI Sungai Alah
- Kajari Bengkalis Tunggu Laporan Hasil Pemeriksaan Eks Kadis PUPR
- Kapolres Rohul Intruksikan Polsek Bonai Darussalam Lakukan Pencegahan Karlahut


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com