Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 12 Desember 2019 07:47
Lantik Kades Terpilih, Bupati Kuansing Berpesan Agar Menjaga Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 12 Desember 2019 07:41
Seorang PNS di Bengkalis Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

Kamis, 12 Desember 2019 07:36
Sejak Dilantik, Ketua Komisi III DPRD Kuansing Komit Peduli Rakyat

Kamis, 12 Desember 2019 07:27
Jejak Harimau Kian Banyak Muncul di Ujung Jalan Riau

Kamis, 12 Desember 2019 07:20
HUT ke-62, Pertamina Berikan Penghargaan Beberapa UKM Sebagai Local Hero

Kamis, 12 Desember 2019 07:13
Perkara Korupsi Dana Hibah Tahap II, Mantan Purek UIR Segera Disidang

Rabu, 11 Desember 2019 16:47
Ketua DPRD Eet Minta Gubri Evaluasi OPD yang Minim Penyerapan Anggaran

Rabu, 11 Desember 2019 16:42
Bupati Kuansing Serahkan Bantuan Banjir Untuk Kecamatan Kuantan Tengah

Rabu, 11 Desember 2019 16:37
RDP Komisi I DPRD Pelalawan Hanya Dihadiri Dua Anggota

Rabu, 11 Desember 2019 16:33
Bupati Kuansing Lantik 10 Kades Terpilih di Kecamatan Kuantan Tengah


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Nopember 2019 14:53
Prapid Tersangka Sabu di Rupat, Hakim Menangkan Polres Bengkalis

Hakim PN Bengkalis tolak upaya praperadilan penangkapan seorang tersangka pengedar sabu di Rupat. Penangkapan polisi sudah sesuai SOP.

Riauterkini-BENGKALIS- Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis gugurkan atau menolak upaya praperadilan (prapid) seorang tersangka AS, jaringan pengedar yang diringkus aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Rupat Polres Bengkalis.

Hakim menilai gugatan prapid yang diajukan tersangka ke pengadilan tidak terbukti dan kadaluarsa, bahwa untuk perkara pokok kasus itu atas nama tersangka AS telah disidangkan pada Kamis (14/11/19) di PN Bengkalis.

Sidang agenda putusan hakim, dibacakan Hakim Tunggal, Annisa Sitawati, S.H, di PN Bengkalis, Jalan Karimun, Bengkalis.

"Bahwa perkara praperadilan Polsek Rupat dinyatakan gugur oleh hakim tunggal tadi siang," ungkap Kasat Serse Narkoba Polres Bengkalis, AKP Syahrizal ketika dikonfirmasi, Kamis (14/11/19).

Hadir dalam sidang pembacaan putusan hakim, Tim Advokasi Polres Bengkalis, Iptu Aprinaldi, S.H, M.H, Ipda Hasan Basri, S.H, dan Brigadir Efendi Ali, S.H, serta kuasa hukum pemohon, Sabarudin, S.H.

Sebelumnya diberitakan, warga Kelurahan Terkul Kecamatan Rupat berinisial AS (29) yang ditangkap petugas Polsek Rupat awal Oktober 2019 lalu mengajukan praperadilan terkait prosedur penangkapannya yang diyakini tidak sesuai dengan SOP kepolisian ke PN) Bengkalis.

Praperadilan tersebut telah memasuki sidang perdana di PN Bengkalis, Rabu (6/11/19) yang lalu.

Permohonan praperadilan tersangka AS dibacakan kuasa hukumnya, Sabarudin, S.H bersama tim di hadapan hakim tunggal Annisa Sitawati, S.H di ruang sidang Kartika PN Bengkalis dan kuasa termohon.

Menurut Sabarudin, dalam permohonannya berkeyakinan seluruh prosedur baik proses penangkapan, penahanan danĀ  pengeledahan dan penyitaan dilakukan penyidik tidak sah dimata hukum. Karena dilihat secara formil dan proses penangkapan melanggar hak asasi manusia (HAM).

"Kami tidak persoalkan masalah penegakan hukum, hanya prosesnya yang kami minta harus mengedepankan hak asasi manusia," katanya waktu itu.

Sabarudin juga menyebutkan, dilihat dari proses penangkapan aparat Polsek Rupat tersebut, mengambarkan upaya penangkapan dilakukan seperti kejar-kejaran dengan tersangka layaknya sebuah adegan film aksi. Padahal pada kenyataannya tidak seperti yang mereka gambarkan.

Bahkan dalam penangkapan dilakukan ada delapan kali tembakan terhadap kendaraan kliennya. Padahal dalam melakukan tembakan, personel Polri diatur dalam Peraturan Kapolri.

"Setelah kami lihat sampai delapan kali tembakan ini, tidak sesuai dengan SOP yang ada. Apalagi keterangan klien kami dalam kendaraannya saat penangkapan ada anak kecil yang merupakan anak tersangka," terang dia.

Selain itu Sabarudin mengatakan, dalam penangkapan tersebut ditemukan narkoba. Namun, kenyataannya, kliennya mengatakan barang bukti yang ditemukan itu "tempelan".***(dik)

Foto : Tim Advokasi Polres Bengkalis hadiri sidang pembacaan putusan prapid di PN Bengkalis, Kamis (14/11/19).

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Seorang PNS di Bengkalis Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi
- Perkara Korupsi Dana Hibah Tahap II, Mantan Purek UIR Segera Disidang
- Kecelakaan Kerja, Seorang Karyawan IKPP Tewas Terpotong-potong
- Polisi Tangkap Seorang Petani Bakar Lahan di Bengkalis
- Wakili Dishub Kuansing Hendri Wahyudi Ikuti Diklat PPNS LLAJ di Bogor
- Dagangkan Orang Ribuan Ringgit, Perempuan Asal Medan Diringkus Polsek Bengkalis
- Peringati HAKI 2019 Kejari Pelalawan Gelar Pidato Tingkat SMA Sederajat
- Petugas Tangkap Lima Pelaku Diduga Terlibat Penyelundupan Orang di Pulau Rupat, Bengkalis
- Miliki Pistol dan Peluru, Boiman Ditangkap Polres Rohul
- Hilang Kendali, Pemotor di Duri Tewas Tertabrak Truk
- Tim Gabungan Gakkum LHK dan POLRI Bekuk Pelaku Perburuan Harimau Sumatera di Riau
- Tuding Banyak Kejanggalan ke Penyidik, Pengacara Begal Payudara di Duri Layangkan ProtesĀ 
- Penyidik KPK Geledah Kantor DPMPTSP Dumai
- Terbukti Tak Bayar Utang Rp2,874 M,
Mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis Divonis 2 Tahun dan 2 Bulan Penjara

- Berkas Lengkap, Dua Tersangka Korupsi Kredit Fiktif BRK Pelalawan Dilimpahkan ke Jaksa
- Pembangunan Box Culvert Jalan Seminai Inhu Telan Korban Jiwa
- Tertelungkup Memegang Kawat, Buruh Bangunan di Pekanbaru Tewas Kesetrum
- Terpeleset Saat Bermain, Balita 3 Tahun di Rokan IV Koto Dilaporkan Hanyut di Sungai Rokan
- Polsek Ujung Batu Tangkap Tiga Pria Terduga Penyalahgunaan Narkoba, Seorang Lagi DPO
- Polisi Cek dan Olah TKP Ulang Karhutla di Bantan, Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com