Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 2 Juli 2020 19:45
Saat Jabat Anggota Dewan, Bupati Bengkalis Disebut Terima Suap Ketuk Palu APBD

Kamis, 2 Juli 2020 18:20
Tambah Pos Chek Point Covid-19, Dishub Riau Sebut Perbatasan Masih Dijaga Ketat

Kamis, 2 Juli 2020 17:47
Amuk Riau Minta KPK Usut Dugaan Kasus Korupsi yang Menyeret Ketua DPRD Riau

Kamis, 2 Juli 2020 17:19
Pulang dari Makasar, Hasil Swab Warga Dumai Ternyata Positif

Kamis, 2 Juli 2020 15:48
Ketua DPRD Riau Disebut Terima Uang Ketok Palu

Kamis, 2 Juli 2020 15:39
Diprotes Terkait Transparansi UKT, Rektor UIn Suska Ajak Dialog Mahasiswa

Kamis, 2 Juli 2020 15:33
Anggaran Dialihkan Penanggulangan Covid-19, Tahun Ini Pelalawan Expo Ditiadakan

Kamis, 2 Juli 2020 15:24
SKK Migas-PT CPI Gelar WFD

Kamis, 2 Juli 2020 15:19
Dua Bandar Narkoba Ditangkap di Pelalawan

Kamis, 2 Juli 2020 14:59
10 RS Ini Masih Rawat Pasien Covid-19


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 12 Nopember 2019 17:13
Dapat "Barang" di Kampung Dalam, Satpam Queen Club Pekanbaru Tertangkap Jualan Ekstasi

Tim Unit Polsek Payung Sekaki amankan seorang satpam Queen Club Pekanbaru. Pelaku menedar narkoba jenis pil ekstasi.

Riauterkini-PEKANBARU-Akibat terpedaya oleh candunya obat-obatan terlarang, Hadi Wibowo harus berurusan hukum dengan tim Unit Polsek Payung Sekaki karena terbukti mengedarkan narkoba jenis pil ekstasi. Parahnya, selain sebagai pengedar, pria yang sehari-hari bekerja sebagai satpam Queen Club Pekanbaru tersebut juga terbukti sebagai pecandu sabu-sabu.

Semua barang haram itupun diperolehnya dari, An seorang pemasok di wilayah Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan. Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Payung Sekaki, Ipda M Aprino, selain menangkap tersangka Hadi, pihaknya juga meringkus satu tersangka lagi, yakni Dedi Susanto. Tersangka Dedi sendiri, sambungnya, merupakan pembeli yang saat ditangkap baru saja membeli ekstasi tersebut dari tersangka Hadi.

"Jadi awalnya kita tangkap lebih dulu tersangka Dedi melalui undercover buy di Jalan Teuku Umar pada malam hari, akhir Oktober lalu. Ketika digeledah, ditemukanlah 7 butir ekstasi merek kodok warna coklat milik yang bersangkutan yang disimpannya di dalam kotak rokok," ujarnya kepada riauterkini.com, Selasa (12/11/19).

Masih kata Aprino, dari penangkapan awal itulah, pihaknya melakukan pengembangan dan tersangka Dedi pun mengakui jika ekstasi tersebut dibelinya langsung dari Satpam Queen Club, Hadi Wibowo. Tanpa membuang-buang waktu, saat itu juga pihaknya kembali bergerak memburu tersangka Hadi.

Benar saja, begitu sampai di diskotik yang dimaksud, target pun tak bisa mengelak lagi. Apalagi sewaktu digeledah, polisi kembali mendapati barang bukti tambahan, sepaket kecil sabu-sabu serta 31 butir pil ekstasi merek kodok dan burung hantu dari tersangka Hadi. Untuk proses hukum, kedua tersangka selanjutnya digiring ke Mapolsek Payung Sekaki.

"Tersangka Hadi ini juga pemakai sabu-sabu. Tapi sabu itu tidak dijualnya karena untuk dikonsumsi pribadi. Yang dijualnya hanya ekstasi. Pengakuan dia, barang haram itu dibelinya dari Kampung Dalam dari seseorang inisial An, lalu akan dijual kembali. Per butir (ekstasi) dijual Rp 180 ribu," tuturnya.

Dia menjelaskan, pihaknya sendiri sudah mencari keberadaan An di Kampung Dalam, namun belum membuahkan hasil. Sehingga An pun sudah ditetapkan sebagai DPO.

"Tersangka Hadi hanya kenal dengan An sebatas saat membeli (ekstasi) saja. Tidak pernah tahu dimana alamat pastinya, jadi saat dilakukan pengejaran, kita tidak menemukannya. Untuk kedua tersangka, kita jerat dengan Pasal 114 jo 112 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman minimal 4 tahun (penjara)," tutupnya.*(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Saat Jabat Anggota Dewan, Bupati Bengkalis Disebut Terima Suap Ketuk Palu APBD
- Ketua DPRD Riau Disebut Terima Uang Ketok Palu
- Dua Bandar Narkoba Ditangkap di Pelalawan
- Istri Dikaitkan dengan Kasusnya, Kuasa Hukum Amril Mukminin Sebut Sangat Politis
- Polres Bengkalis Musnahkan 13,5 Kg Ganja
- Pengacara Sebut Makmur Aan tak Terkait Suap Amril Mukminin
- Bandar Sabu, Bos Berumur 60 Tahun Diringkus Polres Bengkalis
- Mandor PT Mup, Pelalawan Dibunuh Anggotanya
- Viralkan Hoaks RSUD Duri di Medsos, Netizen Wanita Minta Maaf
- Diduga Pengedar Ganja 1 Kg, Honorer dan Lima Pelaku Diringkus Timsus Polres Bengkalis
- Telantarkan Bayi Berusia Dua Hari, Remaja 17 Tahun Ditangkap Polresta Pekanbaru
- Kecewa Putusan Bebas Tiga Nelayan Asing, Mahasiswa Bantan Geruduk PN Bengkalis
- Rokok Tanpa Cukai Beredar Luas di Duri
- Demo di DPRD Riau, Ratusan Massa Aliansi Masyarakat Riau Menolak RUU HIP
- Sidang Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis, Kuasa Hukum Minta Jangan Dipolitisir
- Kuasai 645,3 Ha Kawasan TNTN, KUD Tani Bahagia Bisa Diseret ke Ranah Hukum
- Dua Petak Rumah di Duri Terbakar
- Sidang Online Perdana, Bupati Nonaktif Bengkalis Didakwa Terima Suap Proyek Miliaran Rupiah
- Setelah Divonis Bebas, Nelayan Malaysia Kembali Ditahan Polres Bengkalis Karena Miliki Sabu
- Vonis Bebas Tangkap Ikan di Perairan NKRI,
Nelayan di Bengkalis Mengaku Kecewa



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com