Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 14 Desember 2019 21:24
Aklamasi, Vila Ketua PW IWO Riau 2019-2024

Sabtu, 14 Desember 2019 18:18
Bangkitkan Swadaya dan Goro, Perangkat Kelurahan Duri Timur Perbaiki Jalan

Sabtu, 14 Desember 2019 16:16
Langkah Jitu Bupati Yopi Dongkrak Pajak Daerah Kabupaten Inhu

Sabtu, 14 Desember 2019 14:37
Seleksi Panwascam, Bawaslu Bengkalis Terima Tanggapan Masukan Masyarakat

Sabtu, 14 Desember 2019 12:07
Razia Kamar Napi Lapas Bengkalis, Petugas Gabungan Temukan Sajam

Sabtu, 14 Desember 2019 10:29
Ratusan Nelayan Bengkalis Terima Alat Keselamatan Pelayaran Dishub Riau

Sabtu, 14 Desember 2019 10:26
Ratusan Driver Riau Ojek Hadir dan Siap Layani Transportasi Masyarakat Pekanbaru

Sabtu, 14 Desember 2019 09:36
Pemuda Batak Kuansing Salurkan Bantuan pada Korban Banjir

Sabtu, 14 Desember 2019 07:22
Sanjayo Art Pertunjukan Pembuka Festival Teater Islam Dunia

Jum’at, 13 Desember 2019 20:40
Hadapi Pilkada, Bappeda Bengkalis Percepat Perencanaan TA 2021


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 12 Nopember 2019 17:13
Dapat "Barang" di Kampung Dalam, Satpam Queen Club Pekanbaru Tertangkap Jualan Ekstasi

Tim Unit Polsek Payung Sekaki amankan seorang satpam Queen Club Pekanbaru. Pelaku menedar narkoba jenis pil ekstasi.

Riauterkini-PEKANBARU-Akibat terpedaya oleh candunya obat-obatan terlarang, Hadi Wibowo harus berurusan hukum dengan tim Unit Polsek Payung Sekaki karena terbukti mengedarkan narkoba jenis pil ekstasi. Parahnya, selain sebagai pengedar, pria yang sehari-hari bekerja sebagai satpam Queen Club Pekanbaru tersebut juga terbukti sebagai pecandu sabu-sabu.

Semua barang haram itupun diperolehnya dari, An seorang pemasok di wilayah Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan. Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Payung Sekaki, Ipda M Aprino, selain menangkap tersangka Hadi, pihaknya juga meringkus satu tersangka lagi, yakni Dedi Susanto. Tersangka Dedi sendiri, sambungnya, merupakan pembeli yang saat ditangkap baru saja membeli ekstasi tersebut dari tersangka Hadi.

"Jadi awalnya kita tangkap lebih dulu tersangka Dedi melalui undercover buy di Jalan Teuku Umar pada malam hari, akhir Oktober lalu. Ketika digeledah, ditemukanlah 7 butir ekstasi merek kodok warna coklat milik yang bersangkutan yang disimpannya di dalam kotak rokok," ujarnya kepada riauterkini.com, Selasa (12/11/19).

Masih kata Aprino, dari penangkapan awal itulah, pihaknya melakukan pengembangan dan tersangka Dedi pun mengakui jika ekstasi tersebut dibelinya langsung dari Satpam Queen Club, Hadi Wibowo. Tanpa membuang-buang waktu, saat itu juga pihaknya kembali bergerak memburu tersangka Hadi.

Benar saja, begitu sampai di diskotik yang dimaksud, target pun tak bisa mengelak lagi. Apalagi sewaktu digeledah, polisi kembali mendapati barang bukti tambahan, sepaket kecil sabu-sabu serta 31 butir pil ekstasi merek kodok dan burung hantu dari tersangka Hadi. Untuk proses hukum, kedua tersangka selanjutnya digiring ke Mapolsek Payung Sekaki.

"Tersangka Hadi ini juga pemakai sabu-sabu. Tapi sabu itu tidak dijualnya karena untuk dikonsumsi pribadi. Yang dijualnya hanya ekstasi. Pengakuan dia, barang haram itu dibelinya dari Kampung Dalam dari seseorang inisial An, lalu akan dijual kembali. Per butir (ekstasi) dijual Rp 180 ribu," tuturnya.

Dia menjelaskan, pihaknya sendiri sudah mencari keberadaan An di Kampung Dalam, namun belum membuahkan hasil. Sehingga An pun sudah ditetapkan sebagai DPO.

"Tersangka Hadi hanya kenal dengan An sebatas saat membeli (ekstasi) saja. Tidak pernah tahu dimana alamat pastinya, jadi saat dilakukan pengejaran, kita tidak menemukannya. Untuk kedua tersangka, kita jerat dengan Pasal 114 jo 112 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman minimal 4 tahun (penjara)," tutupnya.*(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Razia Kamar Napi Lapas Bengkalis, Petugas Gabungan Temukan Sajam
- Empat Warga Medan Diduga Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan
- 10 Ekor Sapi Warga Pelalawan Digasak Kawanan Maling Bersenpi
- Demo di Mabes Polri,
Massa AMPUN Tuntut Tangkap dan Adili Muhammad, Terduga Aktor Intelektual Korupsi Rp2,6 M PDAM Inhil

- Seorang PNS di Bengkalis Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi
- Perkara Korupsi Dana Hibah Tahap II, Mantan Purek UIR Segera Disidang
- Kecelakaan Kerja, Seorang Karyawan IKPP Tewas Terpotong-potong
- Polisi Tangkap Seorang Petani Bakar Lahan di Bengkalis
- Wakili Dishub Kuansing Hendri Wahyudi Ikuti Diklat PPNS LLAJ di Bogor
- Dagangkan Orang Ribuan Ringgit, Perempuan Asal Medan Diringkus Polsek Bengkalis
- Peringati HAKI 2019 Kejari Pelalawan Gelar Pidato Tingkat SMA Sederajat
- Petugas Tangkap Lima Pelaku Diduga Terlibat Penyelundupan Orang di Pulau Rupat, Bengkalis
- Miliki Pistol dan Peluru, Boiman Ditangkap Polres Rohul
- Hilang Kendali, Pemotor di Duri Tewas Tertabrak Truk
- Tim Gabungan Gakkum LHK dan POLRI Bekuk Pelaku Perburuan Harimau Sumatera di Riau
- Tuding Banyak Kejanggalan ke Penyidik, Pengacara Begal Payudara di Duri Layangkan ProtesĀ 
- Penyidik KPK Geledah Kantor DPMPTSP Dumai
- Terbukti Tak Bayar Utang Rp2,874 M,
Mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis Divonis 2 Tahun dan 2 Bulan Penjara

- Berkas Lengkap, Dua Tersangka Korupsi Kredit Fiktif BRK Pelalawan Dilimpahkan ke Jaksa
- Pembangunan Box Culvert Jalan Seminai Inhu Telan Korban Jiwa


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com