Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 15 Mei 2021 22:46
Pasien Covid-19 Inhu Melonjak, Tempat Tidur RSUD Indrasari Rengat Penuh

Sabtu, 15 Mei 2021 20:22
Kasus Covid-19 di Riau Bertambah 146, Total 51.304

Sabtu, 15 Mei 2021 19:30
Kapten Negatif, Tanker MT ARK India Diperbolehkan Meninggalkan Indonesia

Sabtu, 15 Mei 2021 16:56
Tiga Warga Bengkalis Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Mei 2021 16:51
Polsek Kuala Kampar Rutin Operasi Prokes Bersama Tim Yustisi

Sabtu, 15 Mei 2021 16:44
Polsek Pangkalan Kuras Turut Giat Tracking Kontak Warga Positif Covid-19

Sabtu, 15 Mei 2021 16:12
Polsek Bunut Imbau Masyarakat Gunakan Masker Setiap Saat

Sabtu, 15 Mei 2021 16:04
Cegah Covid-19, Polsek Ukui Kesadaran Warga Memakai Masker

Sabtu, 15 Mei 2021 15:53
Jika Ada Pungli Segera Lapor Polsek Pangkalan Lesung

Sabtu, 15 Mei 2021 12:44
Coba Perkosa Gadis, Pemuda di Pekanbaru Dihajar Massa


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 30 Januari 2019 07:31
Lakalantas Divonis 4 Tahun, Residivis Mengamuk di PN Bengkalis

Seorang residivis mengamuk di PN Bengkalis. Tak terima divonis 4 tahun dalam perkara Lakalantas.

Riauterkini-BENGKALIS- Tadius Hadimuan Tambunan bin Hicler, terdakwa kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) menyebabkan satu dari dua orang korban meninggal dunia pada Selasa (23/10/18) lalu di Jalan Lintas Duri-Dumai, Kecamatan Bhatin Solapan, Kabupaten Bengkalis, tiba-tiba mengamuk ketika usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Selasa (29/1/19) petang.

Tadius mengamuk dan berontak sambil berteriak histeris dihadapan majelis hakim, diduga tidak terima atas putusan majelis hakim memutuskan hukuman terhadap dirinya dengan pidana penjara selama empat tahun, meskipun lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis selama empat tahun penjara.

Atas tingkah lakunya itu, sempat menarik perhatian pengunjung sidang, sejumlah aparat kepolisian yang bersiaga langsung meredam dan memegangi terdakwa Tadius yang nyaris membalikkan meja di ruang sidang dan memasukkan kembali ke ruang tahan, agar situasi kembali kondusif.

Namun, Tadius masih saja berulah, di dalam ruang tahanan kembali teriak-teriak dan terdengar benturan ke dinding, kembali mengundang keheranan pengunjung PN Bengkalis.

Petugas keamanan yang bersiaga langsung masuk dalam ruang tahanan, untuk menenangkan Tadius serta langsung diborgol dan dikirim kembali ke Lapas.

Sidang putusan terdakwa Tadius, Majelis Hakim PN Bengkalis dipimpin Zia Ul Jannah Idris, SH, didampingi dua anggota Mohd. Rizky Musmar, SH dan Aulia F. Widhola, SH. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Aci Jaya Saputra, SH.

Aksi nekad sang terdakwa ini, tidak hanya mengomel, namun terdakwa Tadius berani melepas baju dan telanjang dada, sambil berdiri dan tunjuk-tunjuk dengan tangan kanannya di hadapan majelis hakim. Bahkan sempat melontarkan ancaman ke sejumlah saksi yang dihadirkan JPU ke persidangan, karena tidak terima apa yang dituduhkan terhadap dirinya.

Sidang pekan lalu, Selasa (22/1/19), Tadius juga sempat mengamuk dalam persidangan dalam agenda menghadirkan saksi-saksi termasuk korban Lakalantas. Karena tidak terima dengan apa yang dituduhkan oleh empat saksi sebagaimana yang dituduhkan terhadap dirinya.

Diinformasikan, Lakalantas menyeret Tadius ke kursi pesakitan, terjadi Lakalantas Selasa (23/10/18) lalu sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Lintas Duri-Dumai.

Saat itu, Jhon Robert Bin Kaidir (korban), bersama ibunya bernama Arjuna sedang dalam perjalanan menuju RSUD Kota Duri untuk menjenguk keluarganya sedang sakit dengan mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm.

Namun tiba-tiba, muncul sepeda motor Yamaha RX King, yang dikendarai oleh Tadius Hadimuan Tambunan Bin Hicler (terdakwa) dengan melebihi kecepatan langsung memotong jalan. Sehingga Lakalantas tidak bisa terelakkan.

Akibat dari Lakalantas ini, telinga sebelah kanan dan bibir Jhon robek, kaki sebelah kanan luka parah sampai tulangnya mencuat keluar. Sedang ibunya (Arjuna) yang saat itu dibonceng oleh Robert meninggal, karena mengalami luka parah, setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Beberapa tahun lalu ‎Tadius ini, juga pernah menjalani sidang sebagai terdakwa atas perkara pencurian. Dan saat itu dirinya juga mengamuk di PN Bengkalis, karena melihat saksi saat menangkap dalam aksi pencurian itu, mukanya sampai diberi kotoran manusia oleh saksi.***(dik)

Foto : Terdakwa Tadius ketika diamankan petugas karena memberontak usai sidang di PN Bengkalis, Selasa (29/1/19).

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Coba Perkosa Gadis, Pemuda di Pekanbaru Dihajar Massa
- Edarkan Narkoba, Dua Pria di Duri Ditangkap Polisi
- 5.684 Warga Binaan di Riau dapat Remisi, 40 Diantaranya Bebas
- Sambut Idul Fitri Pesta Sabu, Dua Oknum Honorer BPBD Bengkalis Diringkus Polisi
- Viral di TikTok, Pria Mengaku Warga Pekanbaru 'Caruti' Al-Quran
- 857 Warga Binaan di Lapas Klas IIA Pekanbaru Dapat Remisi Idul Fitri 2021
- Angkut Prmudik, Truk Fuso Ditilang Aparat di Kuansing
- Cari Warga Tenggelam, KPBD Inhu Susuri Sungai Indragiri
- Seorang Pekerja PT. IIS Meningal Dunia Dalam Waduk Perusahaan
- Dua Senpi Disita Polda Riau dari 4 Rampok Jaringan Jambi
- PH PT PIR Puji DPRD Riau Singgung Hutang RAL di paripurna LKPJ Gubri
- Masih Diperiksa Polisi, Pemukul Imam Sholat Subuh Kabarnya Gila
- Berita dan Video,
Imam Dipukuli, Sholat Subuh di Masjid Baitul Arsy Pekanbaru Bubar

- Kemenkumham Bantah Data BPS Soal 12 Turis Asing ke Riau
- Hasil Autopsi, Anak Berumur 2 Tahun di Bengkalis Tewas Karena Dianiaya
- Polres Bengkalis Musnahkan Ribuan Botol Miras dan 2 Kilogram Sabu
- Disaksikan 15 Tersangka, Polda Riau Musnahkan 26,83 Kg Sabu
- Dua Bocah Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Tewas
- Penyekatan Arus Mudik, Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Siakkecil
- Laka Tunggal, Mobil Pemkab Kuansing, Menabrak Pagar Rumah Warga


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com