Home > Covid19 >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Oktober 2021 23:43
Sekdaprov Tegaskan Pergub 19 Tahun 2021 Dibuat Sesuai Undang-undang Pers

Kamis, 21 Oktober 2021 22:51
Melampaui Target, 1348 Warga Kabupaten Pelalawan Terima Vaksin Dosis Pertama

Kamis, 21 Oktober 2021 21:37
Lakukan Inovasi, Seorang Kader Kesehatan Inhu Raih Penghargaan Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 20:05
Seleksi KI dan KPID, KKPI Minta Keterwakilan Perempuan

Kamis, 21 Oktober 2021 19:02
Peringati HUT ke-57, Kader Muda Kibarkan Bendera Golkar di Puncak Gunung Kerinci

Kamis, 21 Oktober 2021 18:02
KKB Riau Gelar Maulid Nabi Muhammad Sambil Berbagi untuk Anak Yatim

Kamis, 21 Oktober 2021 17:21
Asia Pacific Rayon Raih Primaniyarta Award Sebagai Eksportir Pelopor Produk Baru

Kamis, 21 Oktober 2021 17:10
Konferkab V, Adi Putra Siap Jadi Ketua PWI Bengkalis

Kamis, 21 Oktober 2021 16:43
Tujuh Pejabat Pemko Dilantik, Inilah Jabatan Barunya

Kamis, 21 Oktober 2021 16:39
Siapkan Mental dan Fisik Pemain, FC.Bea Cukai Tembilahan Gelar Laga Uji Coba Bersama FC Libas dan PSSP


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 28 September 2021 11:33
Polda Riau Luncurkan Aplikasi Bersama Selamatkan Riau

Polda Riau membuat inovasi mengantisilasi lonjakan baru Covid-19. Aplikasi Bersama Selamat Riau diluncurkan.

Riauterkini - PEKANBARU - Mengantisipasi terjadinya gelombang III lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, Polda Riau sudah melakukannya dengan penerapan inovasi teknologi berupa aplikasi yang diberi nama Bersama Selamatkan Riau. Aplikasi ini mengintegrasikan informasi dari Satgas Covid-19 tingkat pusat, Provinsi Riau hingga kabupaten dan kota di bumi Lancang Kuning ke dalam satu sistem.

Ini tak terlepas dari pengalaman penanganan selama 2 tahun Covid-19 di Riau serta fluktuasi kasus ditentukan akibat lemahnya penerapan prokes, dan penanganan pasien terkonfirmasi pasien C-19.

"Satgas Covid-19 Pusat memprediksi Indonesia akan mengalami gelombang ketiga terjadi saat perayaan Natal bersamaan dengan libur tahun baru. Jangan sampai kedodoran dalam penanganannya, maka Polda Riau luncurkan inovasi teknologi berupa aplikasi Bersama Selamatkan Riau," jelas Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Senin (27/09/21).

Kapolda Irjen Pol Agung Setya menjelaskan, sejak awal pandemi menerjang Riau, Maret 2020 silam, Polda Riau sudah menawarkan kepada Pemda. Akhirnya Polda Riau membuat inovasi teknologi sendiri dalam bentuk aplikasi Bersama Selamatkan Riau.

Mekanisme penerapan aplikasi ini dimulai dari hilir usai diumumkannya informasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari Satgas di tingkat Pusat hingga Riau. Informasi itu kemudian dilakukan pengolahan data yang diperoleh tersebut.

"Usai diumumkan siapa saja terkonfirmasi positif Covid-19, maka sebanyak 1.483 pelacak (tracer) yang merupakan anggota polisi di kelurahan dan kecamatan bekerja melakukan verifikasi. Sehingga data diperoleh benar-benar valid," jelas Agung.

Ia menjelaskan, anggota polisi di kelurahan dan kecamatan langsung mendatangi rumah atau tempat tinggal pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Ribuan tracer itu dengan protokol kesehatan (Prokes) memverifikasi secara tatap muka pasien guna mengidentifikasi serta mengetahui seperti apa keluhan warga tersebut.

Dari sini, jelasnya, semua apa diperoleh kemudian dimasukkan ke dalam aplikasi Bersama Selamatkan Riau. Di antara yang diisi itu antara lain status pasien, sudah tes apa sehingga dinyatakan terkonfirmasi positif, pemeriksaan penunjang, tanggal pemeriksaan terkonfirmasi, hasil laboratorium, alasan, catatan rekomendasi, serta foto saat dilakukan verifikasi. Termasuk nama tracer, nomor teleponnya serta tanggal dilakukan tracing.

"Aplikasi ini sudah jalan di Polda Riau. Hasilnya, para tracer di lapangan bahkan ada yang datang membawa nakes untuk langsung melakukan swab test kepada keluarga pasien tersebut. Para tracer dengan Nakes saling terhubung di aplikasi ini, sehingga memudahkan penanganannya," jelas jenderal bintang 2 tersebut.

Dari aplikasi diperlihatkan tersebut, usai tracer mengisi di "Bersama Selamatkan Riau", muncul notifikasi atau pemberitahuan ke 900 tenaga kesehatan (Nakes).

Para nakes terdiri dari dokter Puskesmas serta nakes yang ditunjuk oleh Kepala Puskesmas. Nakes kemudian menindaklanjuti laporan dari polisi yang bertugas sebagai tracer di lapangan.

Nakes akan mengisi mengenai pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan menekan nama bersangkutan di aplikasi Bersama Selamatkan Riau yang memuat tingkat gejala apakah ringan, sedang maupun berat, penyakit penyerta, catatan berupa kontak eratnya dengan siapa, rekomendasi penanganan apakan isolasi mandiri di rumah, isoter di tempat telah disiapkan pemerintah atau dirujuk langsung ke rumah sakit.

Tak hanya itu, Nakes juga akan mengisi berapa saturasi oksigen, termasuk paket obat-obatan direkomendasi untuk diminum pasien serta nama Nakes dan tanggal rekomendasi.

"Usai Nakes mengisi aplikasi dari para tracer, kemudian muncul notifikasi atau pemberitahuan ke tracer semula. Dari sini, tracer kemudian mengambil resep paket obat-obatan direkomendasikan ke apotek Puskesmas terdekat," pungkasnya.***(arl)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Loading...


Berita Covid19 lainnya..........
- Melampaui Target, 1348 Warga Kabupaten Pelalawan Terima Vaksin Dosis Pertama
- 25-26 Oktober, PP BMR dan Bank Riau Kepri Siapkan 1.000 Vaksinasi untuk Masyarakat Umum
- Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Nihil dan Sembuh 1
- Pemkab Inhu Kembali Terima 25.000 Dosis Vaksin Covid-19
- Serbuan Vaksin BAIS TNI Hari Kedua di Kabupaten Pelalawan, Riau, Tetap Berlangsung Walau Hujan Turun
- Vaksin Indonesia Bangkit PKB Bengkalis Sasar 500 Warga
- Taat Prokses, Proses Belajar Mengajar di SDN 50 Pekanbaru Kembali Normal
- BAIS TNI Sediakan 10 Ribu Dosis,
805 Warga Kabupaten Pelalawan Divaksin Massal di Hari Pertama

- Kasus di Bawah 10, PKPM levek 2 di Pekanbaru Berakhir
- Belasan Santri Tiga Pesantren Jalani Vaksinasi Massal
- Kejar Target 70 Persen, Bupati Rezita Tinjau Vaksinasi di STIE Inhu
- Pertama di Riau, Inhu Level 1 PPKM Covid-19
- Penambahan Kasus Warga Bengkalis Terpapar Covid-19 Tercatat Nihil
- Nihil Warga Kuansing Terpapar Positif Covid - 19
- Sembuh dan Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Sama
- Kasus Turun, Satgas Covid-19 Bengkalis Tak Surut Disiplinkan Warga
- Sembuh 1, Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Bertambah Seorang
- Alokasi Dosis Minim, Cakupan Vaksinasi Covid-19 Penduduk Bengkalis Baru 26 Persen
- Pasiem Sembuh dan Warga Terpapar di kuamsing Sama-sama Seorang
- Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Inhil Sidang Ditempat 11 Pelanggar Prokes


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com