Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 29 April 2016 18:50
Program RTMPE Pemkab Kampar Diadopsi Anzeco Plantations Kuala Lumpur

Jum’at, 29 April 2016 18:41
Polisi Tangkap 3 Penjual Organ Tubuh Satwa Dilindungi

Jum’at, 29 April 2016 17:59
Sekwan Ahmad Yani Lengkapi 22 Nama Pendaftar Calon Sekdaprov Riau

Jum’at, 29 April 2016 17:51
Hujan Disertai Angin Kencang Hantam Beberapa Wilayah di Pekanbaru

Jum’at, 29 April 2016 17:37
23 Rumah Rusak, Desa Sanglar, Inhil Diterjang Puting Beliung

Jum’at, 29 April 2016 17:33
BPKP Catat Rp207 Miliar Aset Pemkab Inhu "Hilang"

Jum’at, 29 April 2016 17:04
Uang Koin Tak Laku di Rohul, Uang Kertas Pecahan Rp1.000 Langka



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 18 Maret 2014 21:20
Walikota Dumai Resmikan Pasar Tradisional Tunas Harapan

Masyarakat Kelurahan Gurun Panjang dan sekitarnya kini memiliki tempat niaga. Pasar Tunas Harapan diresmikan Walikota Dumah Khairul Anwar.

Riauterkini-DUMAI- Komitmen meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat oleh Pemerintah Kota Dumai patut mendapatkan apresiasi. Buktinya, pasar tradisional milik Koperasi Jasa Tunas Harapan yang berada di Kelurahan Gurun Panjang Kecamatan Bukit Kapur itu secara langsung diresmikan Walikota Dumai Khairul Anwar.

Dimana pasar Koperasi Jasa Tunas Harapan tersebut sebelum diresmikan sebelumnya dibangun menggunakan dana APBN Kementerian Koperasi dan UKM RI Tahun 2013 senilai Rp900 juta. Peresmian pasar Tunas Harapan di tandai dengan pemukulan gong yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Walikota Dumai Kharil Anwar.

Wako Dumai mengatakan, program revitalisasi Pasar Tradisional Koperasi Jasa Tunas Harapan di Kelurahan Gurun Panjang Kecamatan Bukit Kapur dilaksanakan menggunakan dana bantuan dari Kementrian Koperasi dan UKM sebagai pemberdayaan pasar tradisional di Riau dan Dumai khususnya. Semua itu tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Untuk seluruh wilayah Riau ada 7 pasar tradisional yang dibangun melalui dana APBN Kementerian Koperasi dan UKM RI, salah satunya dibangun di Kota Dumai yang dikelola oleh Koperasi Jasa Tunas Harapan Kelurahan Gurun Panjang. Pasar ini dibangun menggunakan dana APBN Kementerian Koperasi UKM tahun Anggaran 2013 dengan nilai Rp900 Juta," ujar Khairul, Selasa (18/3/14).

Dengan tegas orang nomor satu di Kota Dumai ini, melalui program revitalisasi pasar tradisional di kelurahan Gurun Panjang ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi pedagang dan konsumen. Selain itu diharapkan mampu meningkatkan perekonomian para pedagang, karna pasar ibarat jantung ekonomi yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi masyarakat di kelurahan Gurun Panjang terus mengalami peningkatan dengan adanya bangunan baru pasar ini. Kalau sudah tumbuh subur roda ekonomi masyarakat, tentunya angka kemiskinan di Dumai mampu berkurang secara perlahan-lahan. Maka dari itu, saya harapkan dukungan masyarakat dalam mensukseskan program pemerintah," harapnya.

Sementara Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi pada kesemapatan itu mengarapkan kepada seluruh masyarakat di kelurahan Gurun Panjang untuk memanfaatkan lapak bangunan baru Pasar Tradisional yang dikelola oleh Koperasi Jasa Tunas Harapan ini. Dengan memanfaatkan fasilitas bangunan baru ini, tentunya akan menjadi daya tarik untuk kalangan pembeli di pasar ini.

"Pemerintah tidak henti-hentinya meluncurkan program kesejahteraan untuk masyarakat. Buktinya saja, dana ratusan juta dikucurkan ke Dumai untuk membangun pasar ini. Dengan demikian, tentunya masyarakat akan semangat menumbuh kembangkan usahanya di pasar ini. Maka dari itu, saya harapkan masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik bangunan baru pasar ini," harapnya.

Sedangkan Kepala Kantor Pelayanan Pasar Kota Dumai Suardi, berharap revitalisasi pasar di kelurahan Gurun Panjang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya meningkatkan perekonomian para pedagang sebagai salah satu upaya mempercepat pertumbuhan dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui sistem ekonomi kerakyatan di kelurahan Gurun Panjang.

Suardi juga menghimbau agar pengelola pasar menjaga kebersihan agar tidak ada lagi pasar tradisional yang kumuh dan jorok. Dengan adanya kepedulian kebersihan itu, akan memberikan rasa nyaman bagi pembeli yang datang ke pasar tradisional Tunas Harapan ini.

"Saya menghimbau kerpada seluruh pedagang agar dapat menjaga kebersihan dan bisa menata dagangannya dengan rapi dan menghilangkan kesan kumuh agar masyarakat senang berbelanja di pasar tradisional," harapnya.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
92krHLzcCPIM
If inatomfoirn were soccer, this would be a goooooal!


Berita lainnya..........
- Uang Koin Tak Laku di Rohul, Uang Kertas Pecahan Rp1.000 Langka
- Bahas Naker, Pemkab Bengkalis dan PT CPI Lakukan Pertemuan Khusus
- Gandeng Indomaret dan Nastle Carnation, Diskop Lakukan Seminar UMKM
- Triwulan I 2016,
Aset Perbankan Riau Capai Rp 84,51 Triliun

- Harga TBS Sawit Riau Pekan Ini Naik
- Agustus 2015 Di-PHK,
Puluhan Eks Karyawan PT. BLJ Bengkalis Desak Pembayaran Pesangon

- Amankan Stok Beras, Bulog Beli 198 Ribu Kg Padi Petani Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.147.50.66
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com