Untitled Document
Selasa, 10 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 31 Maret 2015 21:34
Ricuh Saat Rapat Komisi, Anggota DPRD Pekanbaru Polisikan Rekannya

Selasa, 31 Maret 2015 20:19
Dimulai Besok,
Satlantas Polres Rohul Gelar Operasi Simpatik


Selasa, 31 Maret 2015 20:15


Selasa, 31 Maret 2015 20:14
Karo Humas Raih Gelar Master Seni ISI Padangpanjang

Selasa, 31 Maret 2015 20:07
Pilkada Rohil 2015,
Wan Ahmad Saiful Ambil Formulir di DPD PPP Rohil


Selasa, 31 Maret 2015 19:42
DPR Minta KPU Perlonggar Syarat Dinasti Politik dalam Pilkada

Selasa, 31 Maret 2015 19:38
Rusak, Jalan Lintas Dalam Kota Duri Menunggu Korban



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 11 Pebruari 2014 12:10
Petani Karet di Pelalawan Keluhkan Harga Getah Murah

Disaat harga kebutuhan hidup terus melambung, justru harga getah terus menurun. Kondisi tersebut sangat dikelukan petani karet di Pelalawan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Harga karet atau getah ojol di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pelalawan mengalami penurunan. Meskipun penurunan harga tidak terlalu mencolok namun menganggu pendapatan para petani.

Dari informasi diperoleh riauterkini, harga terbaru harga karet relatif bervariasi. Misalnya, di kecamatan Bandar Petalangan, harga karet untuk satu kilogram berkisar di angka Rp 7000 hingga Rp 7500. Sementara di Kecamatan Pangkalan Kuras harga getah karet ojol, berkisar Rp 7000 hingga Rp 8000. Begitu juga di Kecamatan Langgam dan Ukui harga karet juga mengalami penurunan.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya harga karet bertengger diatas Rp 10 ribu perkilo gram. Bahkan sebelumnya juga harga karet kering mencapai diatas Rp 12 ribu perkilo.

Penurunan harga karet berdampak terhadap pendapatan para penyadap karet. Selain itu pula, diperburuk oleh berkurangnya, air getah yang dikeluarkan dari pokok karet. Informasi dilapangan, karet-karet warga mengalami penyusutan getah akibat memasuki musim kemarau. Akibat, musim kemarau daun-daun karet mulai rontok.

Anwar salah seorang penyadap karet dikecamatan Bandar Petalangan menyebutkan, penurunan harga karet ini diakibatkan oleh beberapa faktor. Pertama, adalah akibat perayaan imlek. Setiap perayaan tahun china ini berdampak turunnya harga karet.

Selain itu pula. Dikecamatan dia, belum adanya tokeh tetap, dimana tokeh itu berdatangan dari luar. Akibatnya, para toke-toke luar itu semenah-menah menetapkan harga karet dipetani.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pak Rahul
Ojol lg banyak ta kumpul nak jual murah pulak....nahe nahe...marakatehe......


Berita lainnya..........
- Kampanye Hitam dan PP 71 Sudutkan Petani Sawit
- 114 Koperasi Tak Aktif, ‎Diskop Inhu Kesulitan Beri Sanksi
- Bea Keluar CPO Diterapkan, Harga TBS Petani Sawit Riau Kembali Turun
- Plt Gubri Minta RUPS Luar Biasa BRK Digelar Pekan Kedua April
- Tunggakan Wajib Pajak Riau Capai Rp 1,4 Triliun
- Pohonnya Jangan Ditebang, Madu Sialang jadi Produk Andalan UKM Kuansing
- PJI Riau dan BRI Teken MoU untuk Sejahterakan Jaksa


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.204.246.41
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com