Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 Oktober 2017 15:14
Waspada akan Diabetes Mellitus, Prodia Gelar Seminar Dokter

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:42
5 Bulan Tak Terima Gaji, Honorer di Duri Mulai Galau

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:48
Liga Dangdut Indonesia, 5 Remaja Riau Berlaga di Kancah Nasional

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:20
Warga Kopah, Kuansing Nyaris Tewas Ditembak Maling Kerbau

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:14
Pemred Riauterkini.com Terpilih Pimpin AMSI Wilayah Riau

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:31
Simpan Sabu di Botol Permen, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Ditangkap Polisi

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:02
Oktober 2017, Realisasi PADi Bapenda Pekanbaru Tembus Rp 375 Miliyar

Sabtu, 21 Oktober 2017 07:34
Waka DPRD Riau Bantu Murid Nunggak SPP dan Dikeluarkan Sekolah

Sabtu, 21 Oktober 2017 07:26
Pemuda Ujung Batu, Rohul Taja Turnamen Futsam Peringati Sumpah Pemuda

Jum’at, 20 Oktober 2017 22:12
DPP PDIP Benarkan SK Usung M Harris-Yopi Ariyanto di Pilgubri 2018

 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 11 Pebruari 2014 12:10
Petani Karet di Pelalawan Keluhkan Harga Getah Murah

Disaat harga kebutuhan hidup terus melambung, justru harga getah terus menurun. Kondisi tersebut sangat dikelukan petani karet di Pelalawan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Harga karet atau getah ojol di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pelalawan mengalami penurunan. Meskipun penurunan harga tidak terlalu mencolok namun menganggu pendapatan para petani.

Dari informasi diperoleh riauterkini, harga terbaru harga karet relatif bervariasi. Misalnya, di kecamatan Bandar Petalangan, harga karet untuk satu kilogram berkisar di angka Rp 7000 hingga Rp 7500. Sementara di Kecamatan Pangkalan Kuras harga getah karet ojol, berkisar Rp 7000 hingga Rp 8000. Begitu juga di Kecamatan Langgam dan Ukui harga karet juga mengalami penurunan.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya harga karet bertengger diatas Rp 10 ribu perkilo gram. Bahkan sebelumnya juga harga karet kering mencapai diatas Rp 12 ribu perkilo.

Penurunan harga karet berdampak terhadap pendapatan para penyadap karet. Selain itu pula, diperburuk oleh berkurangnya, air getah yang dikeluarkan dari pokok karet. Informasi dilapangan, karet-karet warga mengalami penyusutan getah akibat memasuki musim kemarau. Akibat, musim kemarau daun-daun karet mulai rontok.

Anwar salah seorang penyadap karet dikecamatan Bandar Petalangan menyebutkan, penurunan harga karet ini diakibatkan oleh beberapa faktor. Pertama, adalah akibat perayaan imlek. Setiap perayaan tahun china ini berdampak turunnya harga karet.

Selain itu pula. Dikecamatan dia, belum adanya tokeh tetap, dimana tokeh itu berdatangan dari luar. Akibatnya, para toke-toke luar itu semenah-menah menetapkan harga karet dipetani.***(feb)



loading...

Berita lainnya..........
- Oktober 2017, Realisasi PADi Bapenda Pekanbaru Tembus Rp 375 Miliyar
- Tolak PHK Buruh HTI, K-SPSI Riau Rencanakan Demo Pekan Depan
- Nursyafry Tanjung Pimpin REI Riau Periode 2017-2020
- OJK  Dujung Program Global Anti Serangan Siber
- Kadisperindag Pekanbaru Kelangkaan Gas Elpiji Juga Tanggung Jawab Camat dan Lurah
- Permintaan CPO Naik,  Harga TBS di Riau Pekan Ini Ikut Naik
- OJK Gandeng MUI Riau Kembangkan Bwnk Syariah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.80.10.56
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com