Untitled Document
Jumat, 14 Syawwal 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 31 Juli 2015 20:14
Targetkan Rekor MURI, Disporabudpar Inhil Wacanakan Gelar Pembacaan Shalawat Nariyah Terbanyak

Jum’at, 31 Juli 2015 20:06
Polres Rohil Bekuk Perampok Mobil Truk

Jum’at, 31 Juli 2015 20:01
Miliki Sabu 30 Kilogram, Terdakwa PN Rohil Diancam Hukuman Mati

Jum’at, 31 Juli 2015 19:33
DiidukungISKI Riau
Kasus Tolikara Jadi Isu Menarik Dalam Paparan Empat Pilar Kebangsaan


Jum’at, 31 Juli 2015 18:54
Kejati Riau Silaturrahmi Datangi Pimpinan DPRD Riau

Jum’at, 31 Juli 2015 18:25
Tuntut Pelayanan, Seratusan Buruh PT Adei di Pinggir, Bengkalis Gelar Aksi Protes

Jum’at, 31 Juli 2015 18:22
Kembali, Alfamart di Pinggir, Bengkalis Dibobol Maling



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 11 Pebruari 2014 12:10
Petani Karet di Pelalawan Keluhkan Harga Getah Murah

Disaat harga kebutuhan hidup terus melambung, justru harga getah terus menurun. Kondisi tersebut sangat dikelukan petani karet di Pelalawan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Harga karet atau getah ojol di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pelalawan mengalami penurunan. Meskipun penurunan harga tidak terlalu mencolok namun menganggu pendapatan para petani.

Dari informasi diperoleh riauterkini, harga terbaru harga karet relatif bervariasi. Misalnya, di kecamatan Bandar Petalangan, harga karet untuk satu kilogram berkisar di angka Rp 7000 hingga Rp 7500. Sementara di Kecamatan Pangkalan Kuras harga getah karet ojol, berkisar Rp 7000 hingga Rp 8000. Begitu juga di Kecamatan Langgam dan Ukui harga karet juga mengalami penurunan.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya harga karet bertengger diatas Rp 10 ribu perkilo gram. Bahkan sebelumnya juga harga karet kering mencapai diatas Rp 12 ribu perkilo.

Penurunan harga karet berdampak terhadap pendapatan para penyadap karet. Selain itu pula, diperburuk oleh berkurangnya, air getah yang dikeluarkan dari pokok karet. Informasi dilapangan, karet-karet warga mengalami penyusutan getah akibat memasuki musim kemarau. Akibat, musim kemarau daun-daun karet mulai rontok.

Anwar salah seorang penyadap karet dikecamatan Bandar Petalangan menyebutkan, penurunan harga karet ini diakibatkan oleh beberapa faktor. Pertama, adalah akibat perayaan imlek. Setiap perayaan tahun china ini berdampak turunnya harga karet.

Selain itu pula. Dikecamatan dia, belum adanya tokeh tetap, dimana tokeh itu berdatangan dari luar. Akibatnya, para toke-toke luar itu semenah-menah menetapkan harga karet dipetani.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
evi moro
sibuk hari nak raye harge getah turun,,,,, klo macam ni care,, yang kaye makin kaye .yang susah maken susah,,tu lah naseb di negara kite,,negara kite belom hebat dari negare laen,sampai tempat kite telah dilande negare asing,,,orang kite di indosia sekolah tinggi tinggi,,,, tapi,,,,,,,tak punye k

Pak Rahul
Ojol lg banyak ta kumpul nak jual murah pulak....nahe nahe...marakatehe......


Berita lainnya..........
- Tuntut Pelayanan, Seratusan Buruh PT Adei di Pinggir, Bengkalis Gelar Aksi Protes
- Aktivitas Bongkar Muat Peti Kemas Pelindo Dumai Meningkat
- Puluhan Karyawan Mogok, Manajemen PT SAS di Duri Tolak Dimediasi Disnakertrans
- Datangkan Naker Asal China,
LMB Akan Usir PT. Ivo Mas Tunggal dari Dumai

- Harga TBS Sawit di Riau Turun Rp 25,82 perkilogram
- Harga Rp 850 - Rp 1000 Per Kg,
Harga TBS di PKS Tambusai Utara Anjlok Pasca Lebaran

- Peminat Mulai Berkurang, APPSI Riau Berharap Pameran Batu Akik di Riau Terus Digalakkan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.124.152
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com