Untitled Document
Sabtu, 5 Syawwal 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 2 Agustus 2014 08:05
Membludak, 12 Jam Terpaksa Ngantre di Pelabuhan Roro Bengkalis

Sabtu, 2 Agustus 2014 07:47
Diduga Sengaja Bakar Lahan di Bukitbatu,
Polres Bengkalis Ringkus Oknum Guru PNS


Sabtu, 2 Agustus 2014 07:40
Lebaran, Bupati Bengkalis Silaturahim Bersama Ratusan Masyarakat

Sabtu, 2 Agustus 2014 07:32
Polisi Sebar Foto dan Identitas Pelaku Pencurian Jeanette

Jum’at, 1 Agustus 2014 20:32
Balita 1,5 Tahun di Pekanbaru Diduga Diculik dan Dibunuh Pembantu

Jum’at, 1 Agustus 2014 20:23
Pelayanan Air Bersih Dikeluhkan, PDAM Tirta Dharma Duri Segera Pasang Valve

Jum’at, 1 Agustus 2014 16:06
Bupati Inhil Serahkan Bantuan buat Gaza dan Palestina Rp64 Juta



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 11 Pebruari 2014 12:10
Petani Karet di Pelalawan Keluhkan Harga Getah Murah

Disaat harga kebutuhan hidup terus melambung, justru harga getah terus menurun. Kondisi tersebut sangat dikelukan petani karet di Pelalawan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Harga karet atau getah ojol di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pelalawan mengalami penurunan. Meskipun penurunan harga tidak terlalu mencolok namun menganggu pendapatan para petani.

Dari informasi diperoleh riauterkini, harga terbaru harga karet relatif bervariasi. Misalnya, di kecamatan Bandar Petalangan, harga karet untuk satu kilogram berkisar di angka Rp 7000 hingga Rp 7500. Sementara di Kecamatan Pangkalan Kuras harga getah karet ojol, berkisar Rp 7000 hingga Rp 8000. Begitu juga di Kecamatan Langgam dan Ukui harga karet juga mengalami penurunan.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya harga karet bertengger diatas Rp 10 ribu perkilo gram. Bahkan sebelumnya juga harga karet kering mencapai diatas Rp 12 ribu perkilo.

Penurunan harga karet berdampak terhadap pendapatan para penyadap karet. Selain itu pula, diperburuk oleh berkurangnya, air getah yang dikeluarkan dari pokok karet. Informasi dilapangan, karet-karet warga mengalami penyusutan getah akibat memasuki musim kemarau. Akibat, musim kemarau daun-daun karet mulai rontok.

Anwar salah seorang penyadap karet dikecamatan Bandar Petalangan menyebutkan, penurunan harga karet ini diakibatkan oleh beberapa faktor. Pertama, adalah akibat perayaan imlek. Setiap perayaan tahun china ini berdampak turunnya harga karet.

Selain itu pula. Dikecamatan dia, belum adanya tokeh tetap, dimana tokeh itu berdatangan dari luar. Akibatnya, para toke-toke luar itu semenah-menah menetapkan harga karet dipetani.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pak Rahul
Ojol lg banyak ta kumpul nak jual murah pulak....nahe nahe...marakatehe......


Berita lainnya..........
- Pelayanan Air Bersih Dikeluhkan, PDAM Tirta Dharma Duri Segera Pasang Valve
- Penjelasan Tertulis Bank Mandiri Terkait Dugaan Pembobolan Rekening di Duri
- Hari Ini, Pemudik di Bandara SSK II Diprediksi Capai 11.434 Penumpang
- Jelang Lebaran, Stok Daging di Rohul Aman
- Libur Lebaran, 26 Juli-3 Agustus DPAM Bengkalis Libur Layani Pembayaran
- MPK Pelalawan Nilai RPE Sangat Membantu
- Untuk Lebaran, Masyarakat Diminta Pilih Daging ASUH


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.119.45
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com