Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 1 September 2015 22:18
Warga Tanjung Pura, Sumut Tergilas Fuso di Rohil

Selasa, 1 September 2015 22:10


Selasa, 1 September 2015 22:09
‎PNS Pemkab Bengkalis Diwajibkan Registrasi e-PUPNS

Selasa, 1 September 2015 22:04
Koramil 02/Rambah Bantu Pemkab Rohul Wujudkan Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2015 21:59
Sepanjang September,
Enoki Mal Pekanbaru Sediakan Makan Gratis 11 Pilihan Menu Untuk Konsumen


Selasa, 1 September 2015 21:52
BPNB Tanjungpinang, Kepri Gelar Workshop di Pekanbaru

Selasa, 1 September 2015 21:38
‎2 Desa di Bengkalis Ditunjuk Sebagai Desa Broadband Terpadu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 11 Pebruari 2014 12:10
Petani Karet di Pelalawan Keluhkan Harga Getah Murah

Disaat harga kebutuhan hidup terus melambung, justru harga getah terus menurun. Kondisi tersebut sangat dikelukan petani karet di Pelalawan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Harga karet atau getah ojol di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pelalawan mengalami penurunan. Meskipun penurunan harga tidak terlalu mencolok namun menganggu pendapatan para petani.

Dari informasi diperoleh riauterkini, harga terbaru harga karet relatif bervariasi. Misalnya, di kecamatan Bandar Petalangan, harga karet untuk satu kilogram berkisar di angka Rp 7000 hingga Rp 7500. Sementara di Kecamatan Pangkalan Kuras harga getah karet ojol, berkisar Rp 7000 hingga Rp 8000. Begitu juga di Kecamatan Langgam dan Ukui harga karet juga mengalami penurunan.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya harga karet bertengger diatas Rp 10 ribu perkilo gram. Bahkan sebelumnya juga harga karet kering mencapai diatas Rp 12 ribu perkilo.

Penurunan harga karet berdampak terhadap pendapatan para penyadap karet. Selain itu pula, diperburuk oleh berkurangnya, air getah yang dikeluarkan dari pokok karet. Informasi dilapangan, karet-karet warga mengalami penyusutan getah akibat memasuki musim kemarau. Akibat, musim kemarau daun-daun karet mulai rontok.

Anwar salah seorang penyadap karet dikecamatan Bandar Petalangan menyebutkan, penurunan harga karet ini diakibatkan oleh beberapa faktor. Pertama, adalah akibat perayaan imlek. Setiap perayaan tahun china ini berdampak turunnya harga karet.

Selain itu pula. Dikecamatan dia, belum adanya tokeh tetap, dimana tokeh itu berdatangan dari luar. Akibatnya, para toke-toke luar itu semenah-menah menetapkan harga karet dipetani.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
evi moro
sibuk hari nak raye harge getah turun,,,,, klo macam ni care,, yang kaye makin kaye .yang susah maken susah,,tu lah naseb di negara kite,,negara kite belom hebat dari negare laen,sampai tempat kite telah dilande negare asing,,,orang kite di indosia sekolah tinggi tinggi,,,, tapi,,,,,,,tak punye k

Pak Rahul
Ojol lg banyak ta kumpul nak jual murah pulak....nahe nahe...marakatehe......


Berita lainnya..........
- Agustus, Riau Alami Inflasi 0,45 Persen
- Kabut Asap Kian Pekat, Sekolah di Pelalawan Libur Tiga Hari
- Investor Properti Dalam Negeri Tanamkan Rp2,48 Triliun di Pekanbaru
- Meriahkan HUT ke 70 RI,
Bank Riau Kepri Kantor Cabang Airmolek Panjat Pinang Bersama Masyarakat

- Rupiah Mengguatirkan,
BI : Tak Akan Sama dengan Krisis 1998 Lalu

- Cari Solusi Masalah Naker, Forkompimda Bengkalis Duduk Bersama Buruh
- Nilai Tukar Melemah, Harga Barang Impor Naik 30 Persen


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.22.37
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com