Untitled Document
Senin, 6 Sya'ban 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 25 Mei 2015 15:59
3 Kapolres di Riau Diganti

Senin, 25 Mei 2015 15:56
Bupati Rohul Bagi Lima Tips Mudah Rezeki kepada Pegawai

Senin, 25 Mei 2015 15:53
Jalani Pemeriksaan Psikologis, St Si Bandar Besar Ekstasi Dipulangkan

Senin, 25 Mei 2015 15:19
Kuansing Diperkirakan Miliki Asset Senilai Rp4,5 Triliun

Senin, 25 Mei 2015 15:14
‎Persiapan MTQ Kabupaten Bengkalis 2015 Terus Digesa

Senin, 25 Mei 2015 15:02
Kejari Siak Layangkan Panggilan Pertama
Putusan Terpidana Korupsi Lahan BLK Siak Inkrah


Senin, 25 Mei 2015 14:57
Isu Beras Plastik Tak Pengaruhi Omset Pedagang di Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 11 Pebruari 2014 12:10
Petani Karet di Pelalawan Keluhkan Harga Getah Murah

Disaat harga kebutuhan hidup terus melambung, justru harga getah terus menurun. Kondisi tersebut sangat dikelukan petani karet di Pelalawan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Harga karet atau getah ojol di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pelalawan mengalami penurunan. Meskipun penurunan harga tidak terlalu mencolok namun menganggu pendapatan para petani.

Dari informasi diperoleh riauterkini, harga terbaru harga karet relatif bervariasi. Misalnya, di kecamatan Bandar Petalangan, harga karet untuk satu kilogram berkisar di angka Rp 7000 hingga Rp 7500. Sementara di Kecamatan Pangkalan Kuras harga getah karet ojol, berkisar Rp 7000 hingga Rp 8000. Begitu juga di Kecamatan Langgam dan Ukui harga karet juga mengalami penurunan.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya harga karet bertengger diatas Rp 10 ribu perkilo gram. Bahkan sebelumnya juga harga karet kering mencapai diatas Rp 12 ribu perkilo.

Penurunan harga karet berdampak terhadap pendapatan para penyadap karet. Selain itu pula, diperburuk oleh berkurangnya, air getah yang dikeluarkan dari pokok karet. Informasi dilapangan, karet-karet warga mengalami penyusutan getah akibat memasuki musim kemarau. Akibat, musim kemarau daun-daun karet mulai rontok.

Anwar salah seorang penyadap karet dikecamatan Bandar Petalangan menyebutkan, penurunan harga karet ini diakibatkan oleh beberapa faktor. Pertama, adalah akibat perayaan imlek. Setiap perayaan tahun china ini berdampak turunnya harga karet.

Selain itu pula. Dikecamatan dia, belum adanya tokeh tetap, dimana tokeh itu berdatangan dari luar. Akibatnya, para toke-toke luar itu semenah-menah menetapkan harga karet dipetani.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pak Rahul
Ojol lg banyak ta kumpul nak jual murah pulak....nahe nahe...marakatehe......


Berita lainnya..........
- Isu Beras Plastik Tak Pengaruhi Omset Pedagang di Rohul
- Harga Capai Rp 30-35 Ribu, LPG 3 Kg Mulai Langka di Pekanbaru
- Isu Beras Plastik Turunkan Omset Pedagang Dumai
- HUT ke-17, Bank Rohil Gelar Malam Syukuran
- Mumpuni di Sektor Insurance,
Kadivre II BPJS Kesehatan Raih Marketeer of The Year Pekanbaru 2015

- Hadapi MEA 2015, Pemko Dumai Siapkan SDM Siap Terampil
- Baru 4 Bank Jalankan Laku Pandai


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.167.92
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com