Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 8 Pebruari 2016 16:49


Senin, 8 Pebruari 2016 16:43
BKPRMI Riau Himbau Remaja Masjid Tak Merayakan Valentine Day

Senin, 8 Pebruari 2016 15:59
Kabupaten Kampar Dikepung Banjir,
1.606 KK di Kecamatan Kampar Kiri Menunggu Dievakuasi


Senin, 8 Pebruari 2016 15:48
Dewan Imbau Masyarakat Kooperatif Amankan Jaringan Listrik

Senin, 8 Pebruari 2016 14:56
Bersenjata Api, Pembegal Truk Sawit Beraksi di Wilayah Duri

Senin, 8 Pebruari 2016 14:48
Launching Raskin/Rastra 2016, Bupati Kampar Ingatkan Ketepatan Sasaran

Senin, 8 Pebruari 2016 14:46
HUT ke-66 Kabupaten Kampar,
Diguyur Hujan, Masyarakat Tetap Hadiri Tablig Akbar




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 11 Pebruari 2014 12:10
Petani Karet di Pelalawan Keluhkan Harga Getah Murah

Disaat harga kebutuhan hidup terus melambung, justru harga getah terus menurun. Kondisi tersebut sangat dikelukan petani karet di Pelalawan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Harga karet atau getah ojol di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pelalawan mengalami penurunan. Meskipun penurunan harga tidak terlalu mencolok namun menganggu pendapatan para petani.

Dari informasi diperoleh riauterkini, harga terbaru harga karet relatif bervariasi. Misalnya, di kecamatan Bandar Petalangan, harga karet untuk satu kilogram berkisar di angka Rp 7000 hingga Rp 7500. Sementara di Kecamatan Pangkalan Kuras harga getah karet ojol, berkisar Rp 7000 hingga Rp 8000. Begitu juga di Kecamatan Langgam dan Ukui harga karet juga mengalami penurunan.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya harga karet bertengger diatas Rp 10 ribu perkilo gram. Bahkan sebelumnya juga harga karet kering mencapai diatas Rp 12 ribu perkilo.

Penurunan harga karet berdampak terhadap pendapatan para penyadap karet. Selain itu pula, diperburuk oleh berkurangnya, air getah yang dikeluarkan dari pokok karet. Informasi dilapangan, karet-karet warga mengalami penyusutan getah akibat memasuki musim kemarau. Akibat, musim kemarau daun-daun karet mulai rontok.

Anwar salah seorang penyadap karet dikecamatan Bandar Petalangan menyebutkan, penurunan harga karet ini diakibatkan oleh beberapa faktor. Pertama, adalah akibat perayaan imlek. Setiap perayaan tahun china ini berdampak turunnya harga karet.

Selain itu pula. Dikecamatan dia, belum adanya tokeh tetap, dimana tokeh itu berdatangan dari luar. Akibatnya, para toke-toke luar itu semenah-menah menetapkan harga karet dipetani.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
evi moro
sibuk hari nak raye harge getah turun,,,,, klo macam ni care,, yang kaye makin kaye .yang susah maken susah,,tu lah naseb di negara kite,,negara kite belom hebat dari negare laen,sampai tempat kite telah dilande negare asing,,,orang kite di indosia sekolah tinggi tinggi,,,, tapi,,,,,,,tak punye k

Pak Rahul
Ojol lg banyak ta kumpul nak jual murah pulak....nahe nahe...marakatehe......


Berita lainnya..........
- Sinergi BI-Pemprov Riau, BSBI Gelar FGD
- 2015, Pertumbuhan Ekonomi Riau Naik 0,22 Persen
- BRK Gandeng LPPI untuk Tingkatkan Kompetensi
- Baru 2 Kabupaten/Kota Serahkan SPA Rastra 2016
- Imlek, Loadfactor Jasa Penerbangan Turun
- Kredit UMKM Riau Hanya Naik 10,2 Persen Tahun Lalu
- HTI dan HTR Topang Sektor Kehutanan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.185.228
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com