Untitled Document
Senin, 29 Safar 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 22 Desember 2014 13:13
Sekdako Pekanbaru Pimpin Peringatan Hari Ibu 2014

Senin, 22 Desember 2014 13:11
Bupati Sukarmis Buka Konfrensi III PWI Kuansing

Senin, 22 Desember 2014 13:08
Zuenbri Zabara Nahkadai Ipelma Kuala Kampar, Pelalawan

Senin, 22 Desember 2014 12:06
Sidang Suap Alih Fungsi Lahan,
Ajudan Gubri Nonaktif Menyebut 'Kacang Pukul' di Sidang Gulat Manurung


Senin, 22 Desember 2014 11:41
Listrik Mati Tiga Hari, PLN Bikin Meradang Anggota DPRD Pelalawan

Senin, 22 Desember 2014 11:38
Tenas Efendi Buka Acara Muker LAM se-Riau 2014

Senin, 22 Desember 2014 11:35
Perdana, Disdik Inhil Sukses Gelar Diklat Cakep 2014



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 11 Pebruari 2014 12:10
Petani Karet di Pelalawan Keluhkan Harga Getah Murah

Disaat harga kebutuhan hidup terus melambung, justru harga getah terus menurun. Kondisi tersebut sangat dikelukan petani karet di Pelalawan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Harga karet atau getah ojol di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pelalawan mengalami penurunan. Meskipun penurunan harga tidak terlalu mencolok namun menganggu pendapatan para petani.

Dari informasi diperoleh riauterkini, harga terbaru harga karet relatif bervariasi. Misalnya, di kecamatan Bandar Petalangan, harga karet untuk satu kilogram berkisar di angka Rp 7000 hingga Rp 7500. Sementara di Kecamatan Pangkalan Kuras harga getah karet ojol, berkisar Rp 7000 hingga Rp 8000. Begitu juga di Kecamatan Langgam dan Ukui harga karet juga mengalami penurunan.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya harga karet bertengger diatas Rp 10 ribu perkilo gram. Bahkan sebelumnya juga harga karet kering mencapai diatas Rp 12 ribu perkilo.

Penurunan harga karet berdampak terhadap pendapatan para penyadap karet. Selain itu pula, diperburuk oleh berkurangnya, air getah yang dikeluarkan dari pokok karet. Informasi dilapangan, karet-karet warga mengalami penyusutan getah akibat memasuki musim kemarau. Akibat, musim kemarau daun-daun karet mulai rontok.

Anwar salah seorang penyadap karet dikecamatan Bandar Petalangan menyebutkan, penurunan harga karet ini diakibatkan oleh beberapa faktor. Pertama, adalah akibat perayaan imlek. Setiap perayaan tahun china ini berdampak turunnya harga karet.

Selain itu pula. Dikecamatan dia, belum adanya tokeh tetap, dimana tokeh itu berdatangan dari luar. Akibatnya, para toke-toke luar itu semenah-menah menetapkan harga karet dipetani.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pak Rahul
Ojol lg banyak ta kumpul nak jual murah pulak....nahe nahe...marakatehe......


Berita lainnya..........
- Benarkah Indonesia Kaya Minyak?
- Harga Getah Anjlok, Petani Karet Kuansing 'Iri' Kemakmuran Petani Sawit
- Persiapan Pengoperasian PDAM Unit Rupat, Bengkalis Terus Digesa
- Pemko Dumai Serius Kembangkan Wisata Kuliner
- BBM Bersubsidi Tepat Sasaran,
Pertamina Laksanakan Kartu Survei

- 2015, Pertumbuhan Ekonomi Riau Diprdiksi Melambat
- Warga Batu Panjang, Rupat Segera Nikmati Air Bersih PDAM
- 12 Koperasi Perkebunan di Rohul Masih Bermasalah


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.136.179
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com