Untitled Document
Sabtu, 4 Zulqaidah 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 30 Agustus 2014 15:08
Formasi CPNS Rohil Mulai Dibidik Warga

Sabtu, 30 Agustus 2014 15:06
Pemkab Komit Bantu Perguruan Tinggi di Inhil

Sabtu, 30 Agustus 2014 13:07
Ikut Pertemuan Syarwan Hamid,
Gafar Usman tak Masalah Dilarang Lewat VIP LK Bandara


Sabtu, 30 Agustus 2014 13:04
Pemkab Rohil Janji Atasi Penyumbatan Jalan Pahlawan Bagansiapiapi Akibal PKL

Sabtu, 30 Agustus 2014 13:02
Dukung Gerakan Maghrib Mengaji, Rumah Zakat Salurkan Al ur;an

Sabtu, 30 Agustus 2014 12:59
Opnas 2014, BPOM Amankan Prodak TIE dan Kadaluarsa

Sabtu, 30 Agustus 2014 12:57
BBM Langka, Aktivitas Nelayan di Rohil Mulai Terganggu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 11 Pebruari 2014 12:10
Petani Karet di Pelalawan Keluhkan Harga Getah Murah

Disaat harga kebutuhan hidup terus melambung, justru harga getah terus menurun. Kondisi tersebut sangat dikelukan petani karet di Pelalawan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Harga karet atau getah ojol di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pelalawan mengalami penurunan. Meskipun penurunan harga tidak terlalu mencolok namun menganggu pendapatan para petani.

Dari informasi diperoleh riauterkini, harga terbaru harga karet relatif bervariasi. Misalnya, di kecamatan Bandar Petalangan, harga karet untuk satu kilogram berkisar di angka Rp 7000 hingga Rp 7500. Sementara di Kecamatan Pangkalan Kuras harga getah karet ojol, berkisar Rp 7000 hingga Rp 8000. Begitu juga di Kecamatan Langgam dan Ukui harga karet juga mengalami penurunan.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya harga karet bertengger diatas Rp 10 ribu perkilo gram. Bahkan sebelumnya juga harga karet kering mencapai diatas Rp 12 ribu perkilo.

Penurunan harga karet berdampak terhadap pendapatan para penyadap karet. Selain itu pula, diperburuk oleh berkurangnya, air getah yang dikeluarkan dari pokok karet. Informasi dilapangan, karet-karet warga mengalami penyusutan getah akibat memasuki musim kemarau. Akibat, musim kemarau daun-daun karet mulai rontok.

Anwar salah seorang penyadap karet dikecamatan Bandar Petalangan menyebutkan, penurunan harga karet ini diakibatkan oleh beberapa faktor. Pertama, adalah akibat perayaan imlek. Setiap perayaan tahun china ini berdampak turunnya harga karet.

Selain itu pula. Dikecamatan dia, belum adanya tokeh tetap, dimana tokeh itu berdatangan dari luar. Akibatnya, para toke-toke luar itu semenah-menah menetapkan harga karet dipetani.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pak Rahul
Ojol lg banyak ta kumpul nak jual murah pulak....nahe nahe...marakatehe......


Berita lainnya..........
- BBM Langka, Aktivitas Nelayan di Rohil Mulai Terganggu
- Hasil Penelitian Dosen Komunikasi UIN Suska,
Remaja di Riau Tinggalkan Koran dan Beralih ke Online

- Dimeriahkan Penampilan Artis Papan Atas,
Yamaha Music for Everyone Gelar Event Akbar di CS Mal

- Gulat Manurung Janji Perjuangkan Dongkrak Harga Jual Sawit di Rohil
- Disperindag Dumai Ajukan Penambahan Kuota Elpiji 3 Kg
- Kelangkaan BBM Picu Harga Sembako di Riau Melonjak
- Normalisasi Stok, 137 SPBU Riau Terima Tambahan Pasokan BBM


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.133.196
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com