Untitled Document
Selasa, 7 Zulqaidah 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 2 September 2014 08:37
Dipolisikan dalam Kasus Pencabulan,
Kemendagri Janji tak Persulit Izin Pemeriksaan Gubri


Selasa, 2 September 2014 08:35
Dijatah Sedikit, Pemkab Inhu Tolak Penerimaan CPNS 2014

Selasa, 2 September 2014 06:29
Noviwaldy Jarang Ngantor ,
Fraksi Demokrat Surati BK DPRD Riau


Selasa, 2 September 2014 06:20
Mayat Mr. X Tergelatak Dipinggiran Sungai Siak Pekanbaru

Selasa, 2 September 2014 06:14
Pasutri di Pekanbaru Kedapatan Simpan Sabu 25 Gram

Selasa, 2 September 2014 06:03
Curi Perhiasan di Vihara, Tiga Sekawan Diringkus

Senin, 1 September 2014 21:13
Membantah, Wide Tantang Gubri Bersumpah dengan Al Qur’an di Masjid



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Agustus 2013 16:38
Chevron Desak Mitra Kerja Taati UMSP 2013

Dalam rangka memenuhi hak-hak normatif pekerja, PT Chevron Pacific Indonesia menghimbau seluruh mitra kerja untuk mentaati UMSP 2013.

Riauterkini-RUMBAI- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) - PT Chevron Pacific Indonesia (Chevron) mendesak mitra kerja untuk taati Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) Migas Tahun 2013. “Perlu diketahui bahwa Peraturan Gubernur Riau No. 24 Tahun 2013 tanggal 17 Juni 2013 berlaku bagi seluruh perusahaan yang menjalankan usaha dan/atau mempekerjakan tenaga kerja di Sektor Migas di provinsi Riau,” ujar Imamul Ashuri, pjs General Manager PGPA Sumatra.

“Hal ini berarti bahwa kewajiban untuk melaksanakan dan memastikan pemenuhan ketentuan penyesuaian upah minimum tersebut untuk pekerja ada pada perusahaannya masing-masing. Atas dasar itu, harus dipahami bahwa CPI dan/atau SKK Migas bukanlah pihak yang memiliki kewenangan untuk menentukan kapan dan bagaimana kewajiban hukum tersebut harus dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan mitra kerjanya,” lanjut Imamul.

Chevron telah menghimbau para mitra kerja untuk mentaati UMSP 2013 dan segera menyesuaikan gaji para karyawannya tanpa harus menunggu penyesuaian nilai kontrak perusahaan dengan Chevron.

Untuk membantu kelangsungan usaha para mitra kerja dalam melaksanakan kewajibannya, Chevron berkoordinasi dengan SKK Migas, telah membuka kesempatan kepada para mitra kerja mengajukan permohonan penyesuaian nilai kontrak untuk mengakomodasi penyesuaian upah minimum ini kepada para pekerjanya yang berhak. Sejak beberapa waktu yang lalu, Chevron secara aktif melakukan pengkajian, verifikasi, dan klarifikasi terhadap permohonan-permohonan penyesuaian nilai kontrak tersebut.

“Agar tidak menimbulkan pemahaman yang keliru, perlu kami tegaskan bahwa proses penyesuaian nilai kontrak tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan kapan para mitra kerja Chevron harus melakukan penyesuaian upah bagi para pekerjanya masing-masing. Upaya-upaya untuk mendalilkan bahwa penyesuaian upah minimum baru ini akan dilakukan jika kontraknya telah disesuaikan dan dibayarkan oleh Chevron adalah hal yang sama sekali tidak dapat diterima dan tidak memiliki landasan hokum,” pungkas Imamul.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pram
Yang belum dibayarkan rapelnya kemana harus melakukan pelaporan Pak? sedangkan sebagian karyawan sudah dibayar. terimakasih

parianto
bayu la rapel km du pak"


Berita lainnya..........
- Permintaan Elpiji 12 Kg di Dumai Meningkat
- Pasca Pencabutan Kebijakan Pembatasan,
Pasokan BBM di Pulau Bengkalis Belum Normal

- BPT: Movie Box Beroperasi di Pekanbaru Secara Ilegal
- Pekanbaru Expo Berjalan Sukses, Transaksi Mencapai Rp 1,5 Miliar
- Pertumbuhan Ritel Tak Terkendali,
Koodinasi Vertikal Pemko Pekanbaru Dipertanyakan

- Agustus, Riau Alami Inflasi 0,89 Persen
- Petani Jamur Tiram di Kepenuhan Perlu Perhatian Pemerintah


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.16.139.138
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com