Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 6 Mei 2016 07:09
Diterima Plt Gubri dan Dirut, Bank Riau Kepri Raih 4 Penghargaan di TOP BUMD Award 2016

Jum’at, 6 Mei 2016 07:01
DPRD Riau Sedang Usahakan Lahirnya Perda Pendidikan Gratis

Jum’at, 6 Mei 2016 07:00
SMP Berlantai Tanah di Rupat Bikin Bupati Begkalis Malu dan Kecewa

Kamis, 5 Mei 2016 21:02
Bupati Inhil Ingatkan Pentingnya Koordinasi Bagi Kesuksesan Program Pembangunan

Kamis, 5 Mei 2016 20:57
Keterangan RSUD Rohul Kenapa Bayi Penderita Tumor Belum Dirujuk

Kamis, 5 Mei 2016 20:52
Hutang Eskalasi,
Pimpinan DPRD Riau Balik Tanyakan Keseriusan Tim Hak Angket


Kamis, 5 Mei 2016 19:30
Umnu Pagoh Malaysia Kunjungi RTMPE Kampar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Agustus 2013 16:38
Chevron Desak Mitra Kerja Taati UMSP 2013

Dalam rangka memenuhi hak-hak normatif pekerja, PT Chevron Pacific Indonesia menghimbau seluruh mitra kerja untuk mentaati UMSP 2013.

Riauterkini-RUMBAI- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) - PT Chevron Pacific Indonesia (Chevron) mendesak mitra kerja untuk taati Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) Migas Tahun 2013. “Perlu diketahui bahwa Peraturan Gubernur Riau No. 24 Tahun 2013 tanggal 17 Juni 2013 berlaku bagi seluruh perusahaan yang menjalankan usaha dan/atau mempekerjakan tenaga kerja di Sektor Migas di provinsi Riau,” ujar Imamul Ashuri, pjs General Manager PGPA Sumatra.

“Hal ini berarti bahwa kewajiban untuk melaksanakan dan memastikan pemenuhan ketentuan penyesuaian upah minimum tersebut untuk pekerja ada pada perusahaannya masing-masing. Atas dasar itu, harus dipahami bahwa CPI dan/atau SKK Migas bukanlah pihak yang memiliki kewenangan untuk menentukan kapan dan bagaimana kewajiban hukum tersebut harus dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan mitra kerjanya,” lanjut Imamul.

Chevron telah menghimbau para mitra kerja untuk mentaati UMSP 2013 dan segera menyesuaikan gaji para karyawannya tanpa harus menunggu penyesuaian nilai kontrak perusahaan dengan Chevron.

Untuk membantu kelangsungan usaha para mitra kerja dalam melaksanakan kewajibannya, Chevron berkoordinasi dengan SKK Migas, telah membuka kesempatan kepada para mitra kerja mengajukan permohonan penyesuaian nilai kontrak untuk mengakomodasi penyesuaian upah minimum ini kepada para pekerjanya yang berhak. Sejak beberapa waktu yang lalu, Chevron secara aktif melakukan pengkajian, verifikasi, dan klarifikasi terhadap permohonan-permohonan penyesuaian nilai kontrak tersebut.

“Agar tidak menimbulkan pemahaman yang keliru, perlu kami tegaskan bahwa proses penyesuaian nilai kontrak tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan kapan para mitra kerja Chevron harus melakukan penyesuaian upah bagi para pekerjanya masing-masing. Upaya-upaya untuk mendalilkan bahwa penyesuaian upah minimum baru ini akan dilakukan jika kontraknya telah disesuaikan dan dibayarkan oleh Chevron adalah hal yang sama sekali tidak dapat diterima dan tidak memiliki landasan hokum,” pungkas Imamul.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pram
Yang belum dibayarkan rapelnya kemana harus melakukan pelaporan Pak? sedangkan sebagian karyawan sudah dibayar. terimakasih

parianto
bayu la rapel km du pak"


Berita lainnya..........
- BI Juara Stand Terbaik, Dumai Expo 2016 Ditutup Sekdako
- Pangkas Biaya Produksi, PDAM Bengkalis Uji Efisiensi Penjernih Air
- Setiap Bulan, Layanan Sembilan Bus TMP Besar Dievaluasi
- Disperindag Riau Bina Pelaku Usaha Berbasis Online
- 328 Petugas Lakukan Sensus Ekonomi 2016 di Inhu
- Diskoperindag Rohul Diminta Razia Produk Kadaluarsa di Pasaran
- Walikota Dumai Minta Pelaku Perhotelan Bayar Pajak dan Patuhi Aturan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.221.34.224
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com