Untitled Document
Senin, 11 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 2 Maret 2015 14:10
Husni Tamrin Pimpin Perpani Riau 2015-2019

Senin, 2 Maret 2015 14:04
Wako Pekanbaru Buka Lomba Kreasi Siswa Ashofa

Senin, 2 Maret 2015 13:58
Belasan Wali Murid SMP di Meranti di Teror OTK

Senin, 2 Maret 2015 13:50
Sudah Terdakwa, Proses Pemberhentian Gubri Nonaktif Annas Terus Terhambat

Senin, 2 Maret 2015 13:28
Shop and Win SKA Tahap I Periode VI,
Empat Pemenang Bawa Pulang Hadiah


Senin, 2 Maret 2015 13:18
Datangi Pedagang di Koto Tinggi, Bupati Rohul Cek Harga Beras

Senin, 2 Maret 2015 13:15
PMI Inhil Janji Tingkatkan Profesionalisme Layani Pendonor Darah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Agustus 2013 16:38
Chevron Desak Mitra Kerja Taati UMSP 2013

Dalam rangka memenuhi hak-hak normatif pekerja, PT Chevron Pacific Indonesia menghimbau seluruh mitra kerja untuk mentaati UMSP 2013.

Riauterkini-RUMBAI- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) - PT Chevron Pacific Indonesia (Chevron) mendesak mitra kerja untuk taati Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) Migas Tahun 2013. “Perlu diketahui bahwa Peraturan Gubernur Riau No. 24 Tahun 2013 tanggal 17 Juni 2013 berlaku bagi seluruh perusahaan yang menjalankan usaha dan/atau mempekerjakan tenaga kerja di Sektor Migas di provinsi Riau,” ujar Imamul Ashuri, pjs General Manager PGPA Sumatra.

“Hal ini berarti bahwa kewajiban untuk melaksanakan dan memastikan pemenuhan ketentuan penyesuaian upah minimum tersebut untuk pekerja ada pada perusahaannya masing-masing. Atas dasar itu, harus dipahami bahwa CPI dan/atau SKK Migas bukanlah pihak yang memiliki kewenangan untuk menentukan kapan dan bagaimana kewajiban hukum tersebut harus dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan mitra kerjanya,” lanjut Imamul.

Chevron telah menghimbau para mitra kerja untuk mentaati UMSP 2013 dan segera menyesuaikan gaji para karyawannya tanpa harus menunggu penyesuaian nilai kontrak perusahaan dengan Chevron.

Untuk membantu kelangsungan usaha para mitra kerja dalam melaksanakan kewajibannya, Chevron berkoordinasi dengan SKK Migas, telah membuka kesempatan kepada para mitra kerja mengajukan permohonan penyesuaian nilai kontrak untuk mengakomodasi penyesuaian upah minimum ini kepada para pekerjanya yang berhak. Sejak beberapa waktu yang lalu, Chevron secara aktif melakukan pengkajian, verifikasi, dan klarifikasi terhadap permohonan-permohonan penyesuaian nilai kontrak tersebut.

“Agar tidak menimbulkan pemahaman yang keliru, perlu kami tegaskan bahwa proses penyesuaian nilai kontrak tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan kapan para mitra kerja Chevron harus melakukan penyesuaian upah bagi para pekerjanya masing-masing. Upaya-upaya untuk mendalilkan bahwa penyesuaian upah minimum baru ini akan dilakukan jika kontraknya telah disesuaikan dan dibayarkan oleh Chevron adalah hal yang sama sekali tidak dapat diterima dan tidak memiliki landasan hokum,” pungkas Imamul.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pram
Yang belum dibayarkan rapelnya kemana harus melakukan pelaporan Pak? sedangkan sebagian karyawan sudah dibayar. terimakasih

parianto
bayu la rapel km du pak"


Berita lainnya..........
- Penjualan Tiket di Counter Bandara SSK II Mulai Dihapus Bulan Depan
- Perajin Kain Songket di Tambusai Utara-Rohul Masih Kekurangan Modal
- Harga Beras Asal Sumatera di Rohul Cenderung Stabil
- Bulog Akui Naiknya Harga Beras Ikut Turut Dipicu Raskin yang tak Optimal
- Rohil dan Meranti Ngutang, Bulog Divre Riau Ancam Tak Salurkan Raskin
- Disperindag Pastikan Harga Beras di Pekanbaru Stabil
- Harga TBS dan Karet Turun, Pengaruhi NPL di Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.176.90
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com