Untitled Document
Senin, 8 Rajab 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 27 April 2015 02:38
HUT ke 16 Kota Dumai ,
Pemprov Riau Gelar Lomba Mancing Piala Gubri


Ahad, 26 April 2015 21:46
Pilkada Rohul 2015,
Tiga Balonbup dan Wabup Ambil Formulir di PDI Perjuangan


Ahad, 26 April 2015 21:39
Pilkada Kuansing 2015,
Balon Pasangan Imran-Mukhlisin Gencar Lakukan Sosialisasi


Ahad, 26 April 2015 21:32


Ahad, 26 April 2015 21:30
Pemko Dumai Gandeng Perusahaan Kembangkan Objek Wisata Pantai Puak

Ahad, 26 April 2015 21:26
Maju di Pilkada Dumai,
Muhammad Ikhsan Programkan Pembangunan Air Bersih


Ahad, 26 April 2015 20:32
Dibarenengi Festival Layang Hias,
Husaimi Hamidi Reses di Pujud, Rohil




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Agustus 2013 16:38
Chevron Desak Mitra Kerja Taati UMSP 2013

Dalam rangka memenuhi hak-hak normatif pekerja, PT Chevron Pacific Indonesia menghimbau seluruh mitra kerja untuk mentaati UMSP 2013.

Riauterkini-RUMBAI- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) - PT Chevron Pacific Indonesia (Chevron) mendesak mitra kerja untuk taati Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) Migas Tahun 2013. “Perlu diketahui bahwa Peraturan Gubernur Riau No. 24 Tahun 2013 tanggal 17 Juni 2013 berlaku bagi seluruh perusahaan yang menjalankan usaha dan/atau mempekerjakan tenaga kerja di Sektor Migas di provinsi Riau,” ujar Imamul Ashuri, pjs General Manager PGPA Sumatra.

“Hal ini berarti bahwa kewajiban untuk melaksanakan dan memastikan pemenuhan ketentuan penyesuaian upah minimum tersebut untuk pekerja ada pada perusahaannya masing-masing. Atas dasar itu, harus dipahami bahwa CPI dan/atau SKK Migas bukanlah pihak yang memiliki kewenangan untuk menentukan kapan dan bagaimana kewajiban hukum tersebut harus dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan mitra kerjanya,” lanjut Imamul.

Chevron telah menghimbau para mitra kerja untuk mentaati UMSP 2013 dan segera menyesuaikan gaji para karyawannya tanpa harus menunggu penyesuaian nilai kontrak perusahaan dengan Chevron.

Untuk membantu kelangsungan usaha para mitra kerja dalam melaksanakan kewajibannya, Chevron berkoordinasi dengan SKK Migas, telah membuka kesempatan kepada para mitra kerja mengajukan permohonan penyesuaian nilai kontrak untuk mengakomodasi penyesuaian upah minimum ini kepada para pekerjanya yang berhak. Sejak beberapa waktu yang lalu, Chevron secara aktif melakukan pengkajian, verifikasi, dan klarifikasi terhadap permohonan-permohonan penyesuaian nilai kontrak tersebut.

“Agar tidak menimbulkan pemahaman yang keliru, perlu kami tegaskan bahwa proses penyesuaian nilai kontrak tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan kapan para mitra kerja Chevron harus melakukan penyesuaian upah bagi para pekerjanya masing-masing. Upaya-upaya untuk mendalilkan bahwa penyesuaian upah minimum baru ini akan dilakukan jika kontraknya telah disesuaikan dan dibayarkan oleh Chevron adalah hal yang sama sekali tidak dapat diterima dan tidak memiliki landasan hokum,” pungkas Imamul.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pram
Yang belum dibayarkan rapelnya kemana harus melakukan pelaporan Pak? sedangkan sebagian karyawan sudah dibayar. terimakasih

parianto
bayu la rapel km du pak"


Berita lainnya..........
- Bila Pasar Cik Puan Dikelola Pihak Ketiga
Catatan Khusus Pimpinan DPRD Riau kepada Pemerintah

- Dewan Dapil Pekanbaru Ragu Pengelolaan Pasar Cik Puan Diserahkan ke Pihak Ketiga
- ‎Pemko Wacanakan Penambahan 50 Izin Ritel Alfamart dan Indomaret
- Komisi C DPRD Riau Apresiasi Direktur dan Komut BRK Terpilih
- Kadin Riau Minta PP Gambut Untuk Izin Baru
- RUPS-LB di Batam,
Pemkab Meranti Usulkan Kedai Desa Bank RiauKepri

- ‎Sejumlah Kalangan di Bengkalis Dukung DPRD "Rebut Kembali" DBH ke Pusat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.147.204.207
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com