Untitled Document
Rabu, 7 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Rabu, 28 Januari 2015 16:02
Diperingati Berulang Kali Tak Digubris,
Satpol PP Angkat Gerobak PKL di Bagansiapiapi


Rabu, 28 Januari 2015 15:59
‎Sekdakab Bengkalis Lantik 4 Pejabat Eselon II

Rabu, 28 Januari 2015 15:49
Meski Ada dari Internal PPP,
Dedi Putra Pastikan Tak Masuk Bursa Balonbup Meranti


Rabu, 28 Januari 2015 15:38
Komisi B DPRD Riau Dapat Oleh-oleh Batu Akik Solar dari Bupati Rohul

Rabu, 28 Januari 2015 15:33
Bakti Sosial Wujud Kepedulian Pemkab Kampar terhadap Warganya

Rabu, 28 Januari 2015 15:25
Dua Pegawai Disdikpora Rohul Tersandung Korupsi, Bupati Achmad Enggan Komentari

Rabu, 28 Januari 2015 14:24
8 Spesies Kantong Semar Mahal Ditemukan di Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Agustus 2013 16:38
Chevron Desak Mitra Kerja Taati UMSP 2013

Dalam rangka memenuhi hak-hak normatif pekerja, PT Chevron Pacific Indonesia menghimbau seluruh mitra kerja untuk mentaati UMSP 2013.

Riauterkini-RUMBAI- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) - PT Chevron Pacific Indonesia (Chevron) mendesak mitra kerja untuk taati Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) Migas Tahun 2013. “Perlu diketahui bahwa Peraturan Gubernur Riau No. 24 Tahun 2013 tanggal 17 Juni 2013 berlaku bagi seluruh perusahaan yang menjalankan usaha dan/atau mempekerjakan tenaga kerja di Sektor Migas di provinsi Riau,” ujar Imamul Ashuri, pjs General Manager PGPA Sumatra.

“Hal ini berarti bahwa kewajiban untuk melaksanakan dan memastikan pemenuhan ketentuan penyesuaian upah minimum tersebut untuk pekerja ada pada perusahaannya masing-masing. Atas dasar itu, harus dipahami bahwa CPI dan/atau SKK Migas bukanlah pihak yang memiliki kewenangan untuk menentukan kapan dan bagaimana kewajiban hukum tersebut harus dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan mitra kerjanya,” lanjut Imamul.

Chevron telah menghimbau para mitra kerja untuk mentaati UMSP 2013 dan segera menyesuaikan gaji para karyawannya tanpa harus menunggu penyesuaian nilai kontrak perusahaan dengan Chevron.

Untuk membantu kelangsungan usaha para mitra kerja dalam melaksanakan kewajibannya, Chevron berkoordinasi dengan SKK Migas, telah membuka kesempatan kepada para mitra kerja mengajukan permohonan penyesuaian nilai kontrak untuk mengakomodasi penyesuaian upah minimum ini kepada para pekerjanya yang berhak. Sejak beberapa waktu yang lalu, Chevron secara aktif melakukan pengkajian, verifikasi, dan klarifikasi terhadap permohonan-permohonan penyesuaian nilai kontrak tersebut.

“Agar tidak menimbulkan pemahaman yang keliru, perlu kami tegaskan bahwa proses penyesuaian nilai kontrak tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan kapan para mitra kerja Chevron harus melakukan penyesuaian upah bagi para pekerjanya masing-masing. Upaya-upaya untuk mendalilkan bahwa penyesuaian upah minimum baru ini akan dilakukan jika kontraknya telah disesuaikan dan dibayarkan oleh Chevron adalah hal yang sama sekali tidak dapat diterima dan tidak memiliki landasan hokum,” pungkas Imamul.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pram
Yang belum dibayarkan rapelnya kemana harus melakukan pelaporan Pak? sedangkan sebagian karyawan sudah dibayar. terimakasih

parianto
bayu la rapel km du pak"


Berita lainnya..........
- APRIL Asian Agri Learning Institute Tingkatkan SDM Karyawan
- Sejumlah Pengusaha TV Kabel Riau Bentuk Aspetika
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Turun Rp 28,36 Per Kilogram
- Kata Dirut, Investor Hongkong dan Malaysia Minati RAL
- Harga TBS di Rohul Turun Rp28,36 Per Kg Pekan Ini
- 12 Koperasi di Rohul Bakal Dibekukan,
Dari 314 Unit, Hanya 62 Koperasi Sudah Gelar RAT

- Pasar Kelakap Tujuh Sepi, Pemko Dumai Dianggap Sengsarakan Rakyat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.130.74
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com