Untitled Document
Rabu, 7 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Rabu, 28 Januari 2015 13:24
Tunggu Juklak DPP, DPC Gerindra Meranti Belum Jaring Balonbup

Rabu, 28 Januari 2015 12:46
Selewengkan Dana Bantuan Masyarakat, Ketua UPK di Rohul Segera Diadili

Rabu, 28 Januari 2015 12:38
Tubuh Dicat Merah,
Aktivis FSM Desak PT IKS Kembalikan Lahan Warga yang Diserobot


Rabu, 28 Januari 2015 11:42
Suap Pembahasan RAPBD Riau Tahun 2015,
Sekdaprov Riau Diperiksa Untuk Tersangka Gubri Nonaktif Annas Maamun


Rabu, 28 Januari 2015 11:38
Dewan Dikagetkan Ada Karaoke di Pasar Kodim Pekanbaru

Rabu, 28 Januari 2015 11:20
Bupati Kepulauan Meranti Tutup STQ Desa Banglas 2015

Rabu, 28 Januari 2015 11:14
Marak Terjadi Ilog,
DPRD Meranti Harap Hasil Hutan Bisa Jadi Pendapatan Daerah




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 3 Juli 2013 15:39
Petani Bengkalis 'Merana', Karet Kian Murah Sedang Sembako Terus Meroket

Para petani karet di Bengkalis menghadapi masa sulit. Di saat harga getah terus merosot, justru harga kebutuhan pokok terus naik.

Riauterkini-BENGKALIS- Kalangan ibu-ibu rumah tangga (IRT) berpenghasilan menyadap getah karet di Bengkalis mulai resah. Pasalnya, sejumlah kebutuhan bahan pokok harian pasca adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan menjelang Ramadhan 1434 hijriah merangkak naik hingga 20 persen lebih.

Seperti harga sejumlah kebutuhan bahan pokok pada tingkat pengecer, harga beras untuk perkampit atau seberat 50 kilogram (KG) sebelumnya hanya seharga Rp 220 ribu menjadi Rp 231 ribu, kemudian telor dari harga sepapan atau per 30 butir biasanya hanya dengan harga Rp 28 ribu menjadi Rp 34 ribu, minyak goreng curah dari harga Rp 9 ribu menjadi Rp 10 ribu perkilogram, gula pasir biasanya dengan harga Rp 12 ribu menjadi Rp 13 ribu perkilogram.

Tidak hanya pada sembako sejumlah sayur mayur juga mengalami kenaikan, seperti terong dari harga Rp 8 ribu menjadi Rp 10 perkilogram. Termasuk ikan segar paling murah, biasanya hanya bisa dibeli dengan harga Rp 11 ribu menjadi Rp 13 ribu perkilogram.

“Kalau sekarang nak, belanja sehari tidak cukup dengan uang Rp 50 ribu. Semuanya sudah naik. Macam kami sehari-hari harus menoreh getah cukup resah, harga getah sekarang murah, tapi harus bagaimana lagi,” ujar Boinah (55), IRT, warga Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, saat ditemui wartawan di kediamannya, Rabu (3/7/13).

Sementara itu sebelumnya, Selasa (2/7/13) kemarin Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis sempat melakukan inspeksi ke sejumlah penyedia bahan pokok harian di Kota Bengkalis. Dalam inspeksi tersebut, harga sejumlah kebutuhan masyarakat masih relatif stabil, stok sembako menghadapi Ramadhan tidak ada persoalan.

“Meski BBM naik, harga sembako belum ada kenaikan. Masih harga lama. Bisa jadi kenaikan akan terjadi ketika pemerintah mengumumkan kenaikan tarif angkutan nantinya, sekarang belum,” ujar salah seorang pengelola pasokan sembako kepada tim sidak Disperindag kemarin.

Kepala Disperindag Kabupaten Bengkalis Amir Faisal pada kesempatan itu berharap stok sembako menghadapi bulan puasa dan lebaran nanti tidak ada persoalan. Meskipun cukup besar akan terjadi kenaikan, adanya dampak dari kenaikan BBM dan tingginya permintaan saat Ramadhan.***(dik)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Tukang Becak Honda
koment macam tu dah biase didengar... karena banyak yang belum ngerti dengan spekulasi ekonomi, prilaku pasar, dsb.

buruhtani
negara pancasila tapi praktek ekonominya kapitalis. Pemda bengkalis memang sudah dibawah ketiak tengkulak. Mulai dr karet, sawit, dll petani tidak pernah lepas dr cengkraman pu2k palsu dan mahal, transportasi dan distribusi yg rusak serta harga jual

buruhtani
negara pancasila tapi praktek ekonominya kapitalis. Pemda bengkalis memang sudah dibawah ketiak tengkulak. Mulai dr karet, sawit, dll petani tidak pernah lepas dr cengkraman pu2k palsu dan mahal, transportasi dan distribusi yg rusak serta harga jual

Budak Kualo
Petani karet memang sejak dulu..sering mengalami tekanan dan permainan hargo karet oleh para taoke di singapur dan Malaysia..tapi anehnya hargo karet di Malaysia tetap stabil. ado apo di negeri ini.? itulah banyak ahli ekonomi di negara kito ni. ta


Berita lainnya..........
- APRIL Asian Agri Learning Institute Tingkatkan SDM Karyawan
- Sejumlah Pengusaha TV Kabel Riau Bentuk Aspetika
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Turun Rp 28,36 Per Kilogram
- Kata Dirut, Investor Hongkong dan Malaysia Minati RAL
- Harga TBS di Rohul Turun Rp28,36 Per Kg Pekan Ini
- 12 Koperasi di Rohul Bakal Dibekukan,
Dari 314 Unit, Hanya 62 Koperasi Sudah Gelar RAT

- Pasar Kelakap Tujuh Sepi, Pemko Dumai Dianggap Sengsarakan Rakyat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.211.76.100
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com