Untitled Document
Rabu, 15 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Rabu, 16 April 2014 11:14
Kembali Mutasi Pejabat, Adakah Anak Gubri Turut Dilantik?

Rabu, 16 April 2014 10:58
Bupati Kuansing Teken Kesepakatan Data Transaksi Elektronik dengan BPK

Rabu, 16 April 2014 10:43
Polres Kuansing Tahan Lima Pemuda Penyimpan Ganja Kering

Rabu, 16 April 2014 10:15
Jaringan Pengedar Internasional,
Polda Riau Tangkap 3 WNI dan 2 WN Malaysia


Rabu, 16 April 2014 10:02
PKB Berpeluang Loloskan 8 Calegnya ke Kursi DPRD Inhil

Rabu, 16 April 2014 09:53
Tak Lengkapi Berkas, 4 Honor K2 Pemkab Pelalawan Batal Diangkat jadi CPNS

Rabu, 16 April 2014 08:07
Bupati Inhil Teken MoU dengan BPK RI



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 3 Juli 2013 15:39
Petani Bengkalis 'Merana', Karet Kian Murah Sedang Sembako Terus Meroket

Para petani karet di Bengkalis menghadapi masa sulit. Di saat harga getah terus merosot, justru harga kebutuhan pokok terus naik.

Riauterkini-BENGKALIS- Kalangan ibu-ibu rumah tangga (IRT) berpenghasilan menyadap getah karet di Bengkalis mulai resah. Pasalnya, sejumlah kebutuhan bahan pokok harian pasca adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan menjelang Ramadhan 1434 hijriah merangkak naik hingga 20 persen lebih.

Seperti harga sejumlah kebutuhan bahan pokok pada tingkat pengecer, harga beras untuk perkampit atau seberat 50 kilogram (KG) sebelumnya hanya seharga Rp 220 ribu menjadi Rp 231 ribu, kemudian telor dari harga sepapan atau per 30 butir biasanya hanya dengan harga Rp 28 ribu menjadi Rp 34 ribu, minyak goreng curah dari harga Rp 9 ribu menjadi Rp 10 ribu perkilogram, gula pasir biasanya dengan harga Rp 12 ribu menjadi Rp 13 ribu perkilogram.

Tidak hanya pada sembako sejumlah sayur mayur juga mengalami kenaikan, seperti terong dari harga Rp 8 ribu menjadi Rp 10 perkilogram. Termasuk ikan segar paling murah, biasanya hanya bisa dibeli dengan harga Rp 11 ribu menjadi Rp 13 ribu perkilogram.

“Kalau sekarang nak, belanja sehari tidak cukup dengan uang Rp 50 ribu. Semuanya sudah naik. Macam kami sehari-hari harus menoreh getah cukup resah, harga getah sekarang murah, tapi harus bagaimana lagi,” ujar Boinah (55), IRT, warga Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, saat ditemui wartawan di kediamannya, Rabu (3/7/13).

Sementara itu sebelumnya, Selasa (2/7/13) kemarin Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis sempat melakukan inspeksi ke sejumlah penyedia bahan pokok harian di Kota Bengkalis. Dalam inspeksi tersebut, harga sejumlah kebutuhan masyarakat masih relatif stabil, stok sembako menghadapi Ramadhan tidak ada persoalan.

“Meski BBM naik, harga sembako belum ada kenaikan. Masih harga lama. Bisa jadi kenaikan akan terjadi ketika pemerintah mengumumkan kenaikan tarif angkutan nantinya, sekarang belum,” ujar salah seorang pengelola pasokan sembako kepada tim sidak Disperindag kemarin.

Kepala Disperindag Kabupaten Bengkalis Amir Faisal pada kesempatan itu berharap stok sembako menghadapi bulan puasa dan lebaran nanti tidak ada persoalan. Meskipun cukup besar akan terjadi kenaikan, adanya dampak dari kenaikan BBM dan tingginya permintaan saat Ramadhan.***(dik)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Tukang Becak Honda
koment macam tu dah biase didengar... karena banyak yang belum ngerti dengan spekulasi ekonomi, prilaku pasar, dsb.

buruhtani
negara pancasila tapi praktek ekonominya kapitalis. Pemda bengkalis memang sudah dibawah ketiak tengkulak. Mulai dr karet, sawit, dll petani tidak pernah lepas dr cengkraman pu2k palsu dan mahal, transportasi dan distribusi yg rusak serta harga jual

buruhtani
negara pancasila tapi praktek ekonominya kapitalis. Pemda bengkalis memang sudah dibawah ketiak tengkulak. Mulai dr karet, sawit, dll petani tidak pernah lepas dr cengkraman pu2k palsu dan mahal, transportasi dan distribusi yg rusak serta harga jual

Budak Kualo
Petani karet memang sejak dulu..sering mengalami tekanan dan permainan hargo karet oleh para taoke di singapur dan Malaysia..tapi anehnya hargo karet di Malaysia tetap stabil. ado apo di negeri ini.? itulah banyak ahli ekonomi di negara kito ni. ta


Berita lainnya..........
- Harga Buah Sawit Kembali Turun, Disbun Riau Bakal Surati Kemendag
- Target Investasi 2014 Rp18 Triliun, BKPM Riau Keberatan
- DPPKP Merant Bantu 400 Kg Bibit Bawang untuk Sentral Sayur-mayur Tebingtinggi Barat
- RAPP -Tanoto Foundation Salurkan Beasiswa Ikatan Dinas 2014
- Industri Kehutanan Harus Perdayakan Ekonmi Masyarakat Sekitar
- Stok Beras di Riau Cukup Hingga Tiga Bulan
- 2012, RAPP Sumbang 4,6 Juta Dollar Kepada Masyarakat di Riau Lewat CSR


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.227.141.230
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com