Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 26 September 2016 08:32
Tabrak Pos Satpam PTPN V di Inhu, Pengemudi Xenia Meninggal

Senin, 26 September 2016 06:42
Anggota DPRD Riau Gelar Festival Kuda Kepang di Pelalawan

Ahad, 25 September 2016 20:13
Bupati Kampar Beri Motivasi Peserta Pelatihan Menjahit

Ahad, 25 September 2016 20:01
Sengaja Datang ke Bandung, Jabar,
Gubri Beri Semangat kepada Altet PON Riau


Ahad, 25 September 2016 18:07
SMA dan SMK Dialihkan ke Pemprov,
Di Siak, 528 Orang Honorer Terancam "Diistirahatkan"


Ahad, 25 September 2016 18:04
Pasca Kantor "Diserbu",
PLN Rohul Gelar Mediasi dengan Upika dan Warga Ujungbatu


Ahad, 25 September 2016 15:50
Kisruh Pemekaran Kota Duri, DPM Gelar Konpers



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 3 Juli 2013 15:39
Petani Bengkalis 'Merana', Karet Kian Murah Sedang Sembako Terus Meroket

Para petani karet di Bengkalis menghadapi masa sulit. Di saat harga getah terus merosot, justru harga kebutuhan pokok terus naik.

Riauterkini-BENGKALIS- Kalangan ibu-ibu rumah tangga (IRT) berpenghasilan menyadap getah karet di Bengkalis mulai resah. Pasalnya, sejumlah kebutuhan bahan pokok harian pasca adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan menjelang Ramadhan 1434 hijriah merangkak naik hingga 20 persen lebih.

Seperti harga sejumlah kebutuhan bahan pokok pada tingkat pengecer, harga beras untuk perkampit atau seberat 50 kilogram (KG) sebelumnya hanya seharga Rp 220 ribu menjadi Rp 231 ribu, kemudian telor dari harga sepapan atau per 30 butir biasanya hanya dengan harga Rp 28 ribu menjadi Rp 34 ribu, minyak goreng curah dari harga Rp 9 ribu menjadi Rp 10 ribu perkilogram, gula pasir biasanya dengan harga Rp 12 ribu menjadi Rp 13 ribu perkilogram.

Tidak hanya pada sembako sejumlah sayur mayur juga mengalami kenaikan, seperti terong dari harga Rp 8 ribu menjadi Rp 10 perkilogram. Termasuk ikan segar paling murah, biasanya hanya bisa dibeli dengan harga Rp 11 ribu menjadi Rp 13 ribu perkilogram.

“Kalau sekarang nak, belanja sehari tidak cukup dengan uang Rp 50 ribu. Semuanya sudah naik. Macam kami sehari-hari harus menoreh getah cukup resah, harga getah sekarang murah, tapi harus bagaimana lagi,” ujar Boinah (55), IRT, warga Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, saat ditemui wartawan di kediamannya, Rabu (3/7/13).

Sementara itu sebelumnya, Selasa (2/7/13) kemarin Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis sempat melakukan inspeksi ke sejumlah penyedia bahan pokok harian di Kota Bengkalis. Dalam inspeksi tersebut, harga sejumlah kebutuhan masyarakat masih relatif stabil, stok sembako menghadapi Ramadhan tidak ada persoalan.

“Meski BBM naik, harga sembako belum ada kenaikan. Masih harga lama. Bisa jadi kenaikan akan terjadi ketika pemerintah mengumumkan kenaikan tarif angkutan nantinya, sekarang belum,” ujar salah seorang pengelola pasokan sembako kepada tim sidak Disperindag kemarin.

Kepala Disperindag Kabupaten Bengkalis Amir Faisal pada kesempatan itu berharap stok sembako menghadapi bulan puasa dan lebaran nanti tidak ada persoalan. Meskipun cukup besar akan terjadi kenaikan, adanya dampak dari kenaikan BBM dan tingginya permintaan saat Ramadhan.***(dik)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Tukang Becak Honda
koment macam tu dah biase didengar... karena banyak yang belum ngerti dengan spekulasi ekonomi, prilaku pasar, dsb.

buruhtani
negara pancasila tapi praktek ekonominya kapitalis. Pemda bengkalis memang sudah dibawah ketiak tengkulak. Mulai dr karet, sawit, dll petani tidak pernah lepas dr cengkraman pu2k palsu dan mahal, transportasi dan distribusi yg rusak serta harga jual

buruhtani
negara pancasila tapi praktek ekonominya kapitalis. Pemda bengkalis memang sudah dibawah ketiak tengkulak. Mulai dr karet, sawit, dll petani tidak pernah lepas dr cengkraman pu2k palsu dan mahal, transportasi dan distribusi yg rusak serta harga jual

Budak Kualo
Petani karet memang sejak dulu..sering mengalami tekanan dan permainan hargo karet oleh para taoke di singapur dan Malaysia..tapi anehnya hargo karet di Malaysia tetap stabil. ado apo di negeri ini.? itulah banyak ahli ekonomi di negara kito ni. ta


Berita lainnya..........
- Yamaha Musik School, Beli Piano Akustik Berhadiah Emas 4 Gram
- Polo Ralph Lauren Tawarkan Produk dengan Diskon Hingga 70 Persen
- House of Samsonite Beri Potongan Diskon Hingga 50 Persen
- Triwulan II 2016, Pertumbuhan Ekonomi Riau Naik 0,27 Persen
- Rabu Asik di Ciputra,
Castrol Mechanik Gathering Hingga Pameran Pekanbaru Musik

- Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Turun
- 10 Pahlawan Nasional Jadi Ikon Uang Baru


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.19.57.50
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com