Untitled Document
Rabu, 19 Syawwal 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Rabu, 5 Agustus 2015 15:25
Bupati Jefry Noer: IPDN di Kampar Lebih Untungkan Riau

Rabu, 5 Agustus 2015 15:14
Disperindag Pekanbaru: Kenaikan HET Gas Elpiji 3 Kg Tunggu SK Walikota

Rabu, 5 Agustus 2015 15:08
Bina Marga Akan Bangun Dua Jalan Baru Menuju Rusunawa Taleju dan Pusdiklat Damkar

Rabu, 5 Agustus 2015 15:02
Tak Bisa Ikuti Tujuh Pilkada, PPP Merugi

Rabu, 5 Agustus 2015 14:32
Pelaku Penggelapan Motor dan Penadah Ditangkap Jajaran Polres Kampar

Rabu, 5 Agustus 2015 13:57
Polisi Masih Cari Sumbernya,
Di Siak Suara Ledakan Berkekuatan Tinggi Gemparkan Masyarakat Tualang


Rabu, 5 Agustus 2015 13:23
Vonis Dikurangi, Mantan Dirut Bank Sari Madu Kampar Belum Bisa Dieksekusi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Juni 2013 16:19
KPID Riau EDP 5 Lembaga Penyiaran

Digelar evaluasi dengar pendapat atau EDP tajaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Riau. Peserta, lima lembaga penyiaran yang sedang berusaha melengkapi persyaratan.

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau lakukan Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) terhadap lima lembaga penyiaran di Riau.

“1 Radio komunitas, 1 radio swata, 1 televisi berlangganan dan 2 televisi teritorial yang mengarah ke digital,” kata Zainul Ikhwan, Ketua KPID Riau kepada riauterkinicom di salah satu hotel, Pekanbaru, Selasa (25/06/13).

EDP ini merupakan proses pertama sebelum lembaga penyiaran tersebut mendapatkan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) dari Kementriaan Komunikasi dan Informatika.

“Nanti ada rekomendasi dari KPID untuk Kememinfo. Biasanya, untuk pengeluaran IPP itu membutuhkan waktu dua bulan. EDP ini dilakukan selama dua bulan sekali,” ungkapnya.

Sampai bulan Juni ini, sudah 40 lembaga penyiaran yang sudah di EDP oleh KPID Riau. Namun, tidak semua lembagfa tersebut, mendapatkan IPP dari Kemenminfo.

“Kita juga serahkan IPP untuk 3 lembaga penyiaran, yakni Teleframe, SCTV Pekanbaru dan radio Hargia FM Bangkinang,” tegasnya.

Sementara itu, Masnur, Ketua Komisi A DPRD Riau yang turut hadir dalam acara tersebut menyambut positif pelaksanaan EDP ini.

“Saat ini perkembangan lembaga penyiaran di Riau seperti jamur. Kita minta KPID Riau mengawasi seluruh lembaga penyiaran yang ada,” tutupnya. ***(ary)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Disperindag Pekanbaru: Kenaikan HET Gas Elpiji 3 Kg Tunggu SK Walikota
- Menara Bank Riau Kepri Gagal Mulai Ditempati 9 Agustus
- ‎Kaban BPT-PM Pekanbaru: 50 Persen Pelaku Usaha Tak Berizin
- Bermasalah, Program Pasar Murah Disperindag Pekanbaru Terancam Ditiadakan
- Harga TBS Kelapa Sawit Turun 72,71 Perkilogram
- Inflasi Riau Juli 0,61 Persen,
Angkutan Udara Sumbang Inflasi Terbesar

- Tuntut Pelayanan, Seratusan Buruh PT Adei di Pinggir, Bengkalis Gelar Aksi Protes


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.189.248
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com