Untitled Document
Rabu, 11 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Rabu, 1 April 2015 14:50
Hasranda Lumpuh, Kepala SD Islam Yahya Rohul Bantah karena Dikeroyok

Rabu, 1 April 2015 14:39
Gempur Demo Lagi, Tuntut Kejati Riau Usut dan Tangkap Nizamul

Rabu, 1 April 2015 14:30
Samsat Kehabisan Stok Material Plat,
Ribuan Kendaraan Baru di Duri Tanpa Nopol


Rabu, 1 April 2015 14:25
Awasi BUMD, Pemprov Riau Usulkan Perda Tata Kelola

Rabu, 1 April 2015 14:22
Puluhan Siswa Ikuti Seleksi Regional Champion Scholarship Tanoto Foundation

Rabu, 1 April 2015 14:10
Termasuk Bupati dan Wabup Incumbent,
Empat Balon Bupati Meranti Melamar Perahu Grindra


Rabu, 1 April 2015 13:52
‎Tak Lulus Seleksi Jabatan Tinggi Pratama, Pejabat Eselon II Akan 'Diistirahatkan'



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 31 Mei 2013 14:16
Juni, Pabrik Biodiesel Wilmar Beroperasi di Dumai

Kelompok industri Wilamar memperbesar kapasitas bisnis. Dijadwalkan dalam Juni ini meresmikan pabrik biodiesel di Dumai.

Riauterkini-DUMAI- Perusahaan PT. Wilmar Bioenergi Indonesia (WBI) bulan Juni 2013 akan melakukan pengoprasian pabrik biodiesel baru. Dengan beroperasinya pabrik baru, maka perusahaan ini akan mampu memproduksi biodiesel sebanyak 7.000 ton per hari, naik 16,6% dibanding sebelumnya yang mencapai 6.000 ton per hari.

General Manager Wilmar Group di Dumai, Tanmin, mengatakan, pabrik baru milik Wilmar memiliki kapasitas 1.000 ton per hari. Pabrik yang berlokasi di Dumai itu saat ini sudah masuk tahap commissioning. Untuk membangun pabrik itu, Wilmar setidaknya mengeluarkan investasi sebesar Rp 200 miliar.

"Pabrik biodiesel dibangun dengan jangka waktu sekitar satu tahun. Dengan satu pabrik baru di Dumai, Wilmar saat ini memiliki tujuh pabrik biodiesel yang tersebar di Dumai dan Jawa Timur. Di Dumai sendiri, Wilmar mengelola kawasan industri seluas 55 hektare (ha)," katanya.

Untuk Dumai sendiri, kata dia, pabrik biodiesel Wilmar sebanyak tiga unit dengan total produksi mencapai 3.000 ton per hari. Sedangkan di Gresik, Jawa Timur, ada empat unit pabrik pengolahan minyak sawit menjadi biodiesel dengan kapasitas sebanyak 4.000 ton per hari.

Tanmin mengaku, penambahan pabrik baru perlu dilakukan karena kapasitas produksi biodiesel di pabrik Dumai sudah penuh. Tidak hanya di Dumai, full capacity juga dirasakan oleh empat pabrik biodiesel milik Wilmar yang ada di Gresik.

"Sudah penuh, jadi tidak bisa ada tambahan lagi. Oleh karena itu, setelah mengoperasikan pabrik di Dumai, perusahaan ini juga berencana membangun pabrik biodiesel baru di Gresik, Jawa Timur," ungkapnya.

Dikatakan dia, biodiesel diproduksi dari bahan baku minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). CPO dihasilkan dari kebun yang dikelola Wilmar baik perkebunan inti maupun plasma. Wilmar juga banyak membeli CPO dari pihak ketiga alias perusahaan perkebunan swasta lain.

Wilmar Grup adalah produsen CPO terbesar kedua di Indonesia. Hingga akhir 2012 total lahan perkebunan sawit Wilmar mencapai 300.000 ha. Dari luasan itu, lahan tertanam sebesar 230.000 ha dengan luas kebun inti 150.000 ha dan kebun plasma 80.000 ha.

Wilmar mampu memproduksi tandan buah segar (TBS) sawit sebanyak 2 juta ton dan CPO 1,5 juta ton per tahun. Untuk produk biodiesel, sebanyak 70% dipasarkan ke luar negeri seperti Amerika Serikat, Eropa dan Australia.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
GERAI KOPI RIAU
MANFAAT KOPI LUWAK BAGI KESEHATAN MENINGKATKAN HORMON TOSTESTERON MENINGKATKAN STAMINA DAN DAYA TAHAN TUBUH MENINGKATKAN KEPADATAN TULANG MEMPRODUKSI SPERMA DAN DORONGAN SEKS MENCEGAH PENYAKIT SARAF DAN MENINGKATKAN FUNGSI OTAK MELINDUNGI G


Berita lainnya..........
- Kampanye Hitam dan PP 71 Sudutkan Petani Sawit
- 114 Koperasi Tak Aktif, ‎Diskop Inhu Kesulitan Beri Sanksi
- Bea Keluar CPO Diterapkan, Harga TBS Petani Sawit Riau Kembali Turun
- Plt Gubri Minta RUPS Luar Biasa BRK Digelar Pekan Kedua April
- Tunggakan Wajib Pajak Riau Capai Rp 1,4 Triliun
- Pohonnya Jangan Ditebang, Madu Sialang jadi Produk Andalan UKM Kuansing
- PJI Riau dan BRI Teken MoU untuk Sejahterakan Jaksa


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.16.40.195
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com