Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 1 September 2015 17:06
Bantah Pakai Ijazah Palsu, Anggota DPRD Rohul Ancam Laporkan Balik

Selasa, 1 September 2015 17:03
Kabut Asap di Inhil Mulai Bahayakan Lalu Lintas Kapal di Laut

Selasa, 1 September 2015 17:00
‎Patuhi Aturan, Pemkab Bengkalis Tunda Penyaluran Dana Hibah ke Rumah ibadah

Selasa, 1 September 2015 16:51
Gelar Demo, Massa BEM UIN Rusak Pintu Masuk Ruang Paripurna DPRD Riau

Selasa, 1 September 2015 16:45
Masuki Masa Sidang ke-3, DPRD Rohil Akan Melaksanakan Fungsi Konstitusionalnya

Selasa, 1 September 2015 16:39
Banyak Pejabat Bersaudara 'Kumpul' dalam Satu Instasnsi di Pemprov Riau

Selasa, 1 September 2015 16:35
Pj Bupati Bengkalis Intruksikan Disnak Pantau Hewan Kurban



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 31 Mei 2013 14:16
Juni, Pabrik Biodiesel Wilmar Beroperasi di Dumai

Kelompok industri Wilamar memperbesar kapasitas bisnis. Dijadwalkan dalam Juni ini meresmikan pabrik biodiesel di Dumai.

Riauterkini-DUMAI- Perusahaan PT. Wilmar Bioenergi Indonesia (WBI) bulan Juni 2013 akan melakukan pengoprasian pabrik biodiesel baru. Dengan beroperasinya pabrik baru, maka perusahaan ini akan mampu memproduksi biodiesel sebanyak 7.000 ton per hari, naik 16,6% dibanding sebelumnya yang mencapai 6.000 ton per hari.

General Manager Wilmar Group di Dumai, Tanmin, mengatakan, pabrik baru milik Wilmar memiliki kapasitas 1.000 ton per hari. Pabrik yang berlokasi di Dumai itu saat ini sudah masuk tahap commissioning. Untuk membangun pabrik itu, Wilmar setidaknya mengeluarkan investasi sebesar Rp 200 miliar.

"Pabrik biodiesel dibangun dengan jangka waktu sekitar satu tahun. Dengan satu pabrik baru di Dumai, Wilmar saat ini memiliki tujuh pabrik biodiesel yang tersebar di Dumai dan Jawa Timur. Di Dumai sendiri, Wilmar mengelola kawasan industri seluas 55 hektare (ha)," katanya.

Untuk Dumai sendiri, kata dia, pabrik biodiesel Wilmar sebanyak tiga unit dengan total produksi mencapai 3.000 ton per hari. Sedangkan di Gresik, Jawa Timur, ada empat unit pabrik pengolahan minyak sawit menjadi biodiesel dengan kapasitas sebanyak 4.000 ton per hari.

Tanmin mengaku, penambahan pabrik baru perlu dilakukan karena kapasitas produksi biodiesel di pabrik Dumai sudah penuh. Tidak hanya di Dumai, full capacity juga dirasakan oleh empat pabrik biodiesel milik Wilmar yang ada di Gresik.

"Sudah penuh, jadi tidak bisa ada tambahan lagi. Oleh karena itu, setelah mengoperasikan pabrik di Dumai, perusahaan ini juga berencana membangun pabrik biodiesel baru di Gresik, Jawa Timur," ungkapnya.

Dikatakan dia, biodiesel diproduksi dari bahan baku minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). CPO dihasilkan dari kebun yang dikelola Wilmar baik perkebunan inti maupun plasma. Wilmar juga banyak membeli CPO dari pihak ketiga alias perusahaan perkebunan swasta lain.

Wilmar Grup adalah produsen CPO terbesar kedua di Indonesia. Hingga akhir 2012 total lahan perkebunan sawit Wilmar mencapai 300.000 ha. Dari luasan itu, lahan tertanam sebesar 230.000 ha dengan luas kebun inti 150.000 ha dan kebun plasma 80.000 ha.

Wilmar mampu memproduksi tandan buah segar (TBS) sawit sebanyak 2 juta ton dan CPO 1,5 juta ton per tahun. Untuk produk biodiesel, sebanyak 70% dipasarkan ke luar negeri seperti Amerika Serikat, Eropa dan Australia.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
GERAI KOPI RIAU
MANFAAT KOPI LUWAK BAGI KESEHATAN MENINGKATKAN HORMON TOSTESTERON MENINGKATKAN STAMINA DAN DAYA TAHAN TUBUH MENINGKATKAN KEPADATAN TULANG MEMPRODUKSI SPERMA DAN DORONGAN SEKS MENCEGAH PENYAKIT SARAF DAN MENINGKATKAN FUNGSI OTAK MELINDUNGI G


Berita lainnya..........
- Kabut Asap Kian Pekat, Sekolah di Pelalawan Libur Tiga Hari
- Investor Properti Dalam Negeri Tanamkan Rp2,48 Triliun di Pekanbaru
- Meriahkan HUT ke 70 RI,
Bank Riau Kepri Kantor Cabang Airmolek Panjat Pinang Bersama Masyarakat

- Rupiah Mengguatirkan,
BI : Tak Akan Sama dengan Krisis 1998 Lalu

- Cari Solusi Masalah Naker, Forkompimda Bengkalis Duduk Bersama Buruh
- Nilai Tukar Melemah, Harga Barang Impor Naik 30 Persen
- Dolar Tembus Rp 14.067,
Home Industri Tempe Keluhkan Harga Kedelai



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.159.44.227
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com