Untitled Document
Selasa, 7 Zulqaidah 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 2 September 2014 22:34
50 JCH Rohul Belum Antar Koper ke Bandara Tuanku Tambusai

Selasa, 2 September 2014 22:31
Lapas Teluk Kuantan Butuh Tambahan Sel

Selasa, 2 September 2014 22:20
Program Sahabat Daihatsu Tawarkan Down Payment Super Ringan

Selasa, 2 September 2014 22:17
Beli Rumah Rp335 Juta, Perwira Polisi Tertipu Teman Sendiri

Selasa, 2 September 2014 22:12
Personel Satpol PP Dituntut Berjiwa Pemimpin

Selasa, 2 September 2014 21:44
Polsek Senapelan Tangkap Dua Tersangka Curanmor

Selasa, 2 September 2014 21:40
DPC FPE SBSI Bengkalis Tuding,
PT Palmaria Persada-GUN di Duri Belum Layak Beroperasi




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Mei 2013 09:08
IKMPI Kunjungi PT RAPP, Diskusi dan Melihat Pengolahan Limbah

PT RAPP mendapat kunjungan sejumlah aktivis IKMPI. Selain berdiskusi, pertemuan juga diisi dengan melihat langsung proses pengolahan limbah.

IKMPI Kunjungi RAPP Melihat Proses Produksi Hingga Pengelolaan Lingkungan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menerima kunjungan silaturahmi dari Ikatan Keluarga Mahasiswa Pelalawan Indonesia (IKMPI), yang merupakan wadah berkumpul seluruh organisasi kemahasiswaan yang ada di seluruh Indonesia, di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Jumat (10/5). Dalam kesempatan tersebut, para pengurus dan anggota IKMPI diajak untuk mengunjungi RGE Technology Center (RTC) untuk melihat berbagai produk yang dihasilkan oleh RAPP serta mengetahui proses produksi secara garis besar.

Selain mengunjungi RTC, para mahasiswa tersebut juga diberikan penjelasan guna mengetahui lebih detail terkait proses pengolahan limbah, ketenagakerjaan dan komitmen sosial perusahaan untuk masyarakat disekitar operasional perusahaan serta hal lain yang dianggap penting untuk diketahui.

Pada diskusi yang berlangsung di Hotel Unigraha, Pangkalan Kerinci tersebut, hadir Sekretaris Jenderal IKMPI Bukhari, Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Pelalawan Bersatu (IPMPB) Wan Ali beserta anggota lainnya. Tampak juga hadir manajemen RAPP dalam diskusi tersebut, diantaranya Wakil Direktur RAPP, Rudy Tianda dan jajaran manajemen lainnya beserta staf.

Dalam diskusi tersebut, RAPP memaparkan berbagai hal diantaranya, pengelolaan hutan secara lestari, pengelolaan instalasi pengolahan limbah (IPAL), proses produksi yang terintegrasi, serta berbagai sertifikat yang diterima oleh RAPP baik dari dalam negeri maupun sertifikat yang diakui secara internasional.

Wan Jakh, SHR Manager RAPP wilayah Pelalawan menjelaskan, bahwa kunjungan tersebut merupakan undangan dari perusahaan kepada mahasiswa guna menjelaskan mengenai operasional perusahaan kepada mahasiswa. Sebagai bagian dari respon terhadap aksi yang dilakukan oleh IKMPI beberapa waktu lalu. ”Kunjungan ini guna menjelaskan apa yang ingin diketahui oleh adik-adik dari IKMPI,” ujarnya.

Dari paparan yang disampaikan oleh Environmental Compliance Supervisor, Environment Department, Jailani, bahwa RAPP dalam operasinya menggunakan tekhnologi kraft dimana tekhnologi ini memungkinkan sisa produksi dimanfaatkan kembali, sehingga mengurangi volume limbah hasil produksi.

“Pabrik RAPP didesain secara terintegrasi, sehingga lebih efisien dan lebih ramah lingkungan. Kami merupakan perusahaan pulp dan kertas yang tidak menggunakan Chlorine (Klorin, red) yang termasuk Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun),” ujarnya. Ditambahkannya, dibandingkan dengan pabrik-pabrik lain, pabrik pulp merupakan pabrik dengan energi rumah kaca yang paling rendah, karena limbah yang dihasilkan mampu dipergunakan kembali, sehingga tidak terbuang percuma.

Sebagai bentuk pengakuan terhadap operasional RAPP yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, saat ini RAPP telah mendapatkan sertifikat seperti ISO 9002 bidang mutu/kualitas, ISO 14001 untuk bidang lingkungan, ISO 18001 untuk bidang keselamatan tenaga kerja. Selain itu RAPP juga mendapatkan peringkat Biru pada sertifikat PROPER, serta sertifikat Eco-Label paper product sebagai pabrik dengan produk yang ramah lingkungan. ***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Raskin Terutang Bulog Capai Rp14,5 Miliar
- Harga Jual Elpiji Tak Merata, Disperindag Rohil Bakal Buat Edaran HET
- Harga Karet Anjlok, Pemerintah Meranti Diminta Turun Tangan
- Harga Karet Anjlok,
Dinas Perdagangan Meranti di Minta Turuntangan

- Sampai 2013, Nilai Aset Bergerak Pemkab Rohul Rp2,9 Triliun
- Permintaan Elpiji 12 Kg di Dumai Meningkat
- Pasca Pencabutan Kebijakan Pembatasan,
Pasokan BBM di Pulau Bengkalis Belum Normal



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.237.54.83
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com