Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Ahad, 28 Agustus 2016 19:03
Rampok Bersenpi Satroni Rumah Pedagang Emas di Inhu

Ahad, 28 Agustus 2016 18:51
Bakal Usung Dwi Agus-Said Usman,
PPP dan PDI-P Sepakat Berkoalisi Hadapi Pilwako Pekanbaru


Ahad, 28 Agustus 2016 18:21
Plt Bupati Dukung PS Rohul Berlaga di Suratin CUP 2016

Ahad, 28 Agustus 2016 18:12
September, MTQ Kabupaten Bengkalis Dilaksanakan di Ruput

Ahad, 28 Agustus 2016 18:03
Jarak Pandang 1 Km, Pelita Air ke Dumai Dialihkan ke SSK II

Ahad, 28 Agustus 2016 17:58
‎Prihatin Abrasi, Mahasiswa UR Tanam Ratusan Mangrove di Papal, Bengkalis

Ahad, 28 Agustus 2016 17:55
Kerusuhan di Selatpanjang,
3 Anggota Polres Kepulauan Meranti Jadi Tersangka




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 27 April 2013 06:24
Kadin dan Apindo Riau Berseteru Soal Kenaikan UMS 47 Persen

Apindo mewakili dunia usaha menyetujui Upah Minimum Sektoral (UMS) perminyakan naik 47 persen. Hal itu menurut Kadin bentuk pelanggaran UU no 1 tahun 1987.

Riauterkini-PEKANBARU-Disepakatinya kenaikan upah minimum sektoral (UMS) perminyakan sebesar 47 persen, dari Rp 1,530 juta menjadi Rp2,250 juta oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau-Perwakilan Pekerja dan Pemerintah (Disnaker) Riau menghenyakkan dunia usaha. Kadin Riau langsung bereaksi keras.

Direktur Eksekutive Kadin Riau, Muhammad Herwan Jum'at (26/4/13) secara tegas menyatakan bahwa Apindo Riau yang mengklaim mewakili dunia usaha melanggar UU no 1 tahun 1987 yang menyatakan bahwa Kadin merupakan lembaga satu-satunya yang ditunjuk pemerintah dan undang-undang untuk mewakili dunia usaha.

Kadin mempertanyakan legitimasi Apindo yang mengatas namakan mewakili dunia usaha dalam penentuan dan penetapan UMS. Pasalnya, hak mewakili dunia usaha sudah dicabut Kadin pada 2008 lalu.

"Memang, sebelum 2008, Kadin menunjuk Apindo mewakili dunia usaha dalam penentuan dan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) di lembaga Bipartiet. Namun sejak tahun 2008, hak mewakili dunia usaha itu sudah di cabut. Itu berarti hak perwakilan dunia usaha Apindo dalam penentuan UMP sudah tidak ada lagi," terangnya.

Terkait dengan itu, tambahnya, Kadin akan meminta penjelasan kepada Apindo Riau. Jika tidak ada penjelasan dan klarifikasi mengenai hal itu, Kadin akan menggugat Apindo secara hukum.

UMS Perminyakan Naik 47 Persen Dinilai Tak Mendasar

Kadin Riau menyayangkan dan menyesalkan pernyataan Apindo Riau yang tidak mendasar dalam menyambut baik kenaikan UMS perminyakan 2013 dan memastikan hal itu tidak mengganggu iklim investasi di Riau.

"Apa yang menjadi dasar Apindo Riau memastikan hal itu. Lalu, apa Apindo juga sudah memperhatikan dan meminta masukan pelaku dunia usaha di sektor migas," kata Herwan mempertanyakan.

Menurut direktur eksekutiv Kadin Riau, justru kenaikan UMS perminyakan tersebut sangat mengganggu iklim investasi di Riau ditengah beban berat dunia usaha belakangan ini.

Bagaimana tidak, tambahnya, setelah awal tahun lalu UMP naik, ditambah kenaikan tarief listrik dan rencana pencabutan subsidi BBM dipastikan semua kenaikan itu sangat berdampak langsung terhadap iklim investasi khususnya dunia usaha di Riau.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
BURUH
kadin riau kok ngotot x dengan keputusan APINDO dan buruh berarti selama ini udah sangat jelas siapa yg zalim terhadap buruh kualat nanti tau ..ATAU JANGAN2 ADA GRAVITASINYA JUGA DISINI NGGK jadi kadin mukin saja mersa dirugikan.

rakyat jelata
kenapa baru sekarang kadin berkoar,tahun tahun sebelumnya apindo juga yg perundingkan upah buruh migas,ada apa dg kadin,sudah lah menekan buruh terus,pengusaha dan buruh itu sama sama membutuhkan... kadin jangan sok lah...

rakyat jelata
kenapa baru sekarang kadin berkoar,tahun tahun sebelumnya apindo juga yg perundingkan upah buruh migas,ada apa dg kadin,sudah lah menekan buruh terus,pengusaha dan buruh itu sama sama membutuhkan... kadin jangan sok lah...

Buruh
Coba kalian lihat kadin ,di asia tenggara ,upah buruh migas terendah riau , KADIN riau jangan jadikan buruh migas riau sapi perahan ,bubarkan aja kadin riau ,hidup buruh

Kuli
Hidup buruh,,,,,hidup apindo...puluhan ribu masyrkat riau mendukung buruh dan apindo. kadin...anda harus lebih "bijaksana" buka mata,pasang telinga,gunakan rasa...berkrjalah dengn hti yg mulia..jngan KADIN menjdi penyakit ekonmi para buruh,,berefek

Bravo Carlie 007
Dua2nya sama aja...bersiteru krn kurang lahan kali !!!

buruh
Hidup Apindo, Hidup buruh......!!!

buyung ali
Kenaikan UMSP spektakuler. Ini karena APINDO di dominasi Kontraktor Migas, yang ikut menikmati kenaikan UMSP jadi takkan pernah berfikir realisti. Yang penting ikut dompleng upah buruh. Perusahaan migas seperti Chevron harusnya jeli, begitu juga peng

Buruh
Sekarang ketauan siapa yang berpihak kepada buruh, ternyata apindo mantap, kadin memble. Dengan kenaikan ini tidak ada perusahaan yang dirugikan, toh nanti yang akan membayar adalah perusahaan migas, karena komponen gaji ini dimasukan dalam perhitun

Buruh
Sekarang ketauan siapa yang berpihak kepada buruh, ternyata apindo mantap, kadin memble. Dengan kenaikan ini tidak ada perusahaan yang dirugikan, toh nanti yang akan membayar adalah perusahaan migas, karena komponen gaji ini dimasukan dalam perhitun

hidayat
handaknya KADIN,,jangan selalu memikirkan perut sendiri,,negara inikan udah merdeka,,masa KADIN masih mau menerapkan praktik perbudakan diera modern kaya gini,,ingat dong diRiau tu apa2 sudah mahal,,parkir aj 1000,,buang air aj 2000,,masa gaji karyaw


Berita lainnya..........
- Jarak Pandang 1 Km, Pelita Air ke Dumai Dialihkan ke SSK II
- EMP Bentu SKK Migas Lakukan Komisioning dan Gas in
- Petani Binaan EMP Bentu Ltd di Langgam Panen Perdana Ikan Patin
- Pembatasan BBM Dicabut, Disperindag Pastikan Stok Bensin di Pulau Bengkalis Cukup
- Mogok Berlanjut, BOB Usulkan Santunan untuk Pekerja Migas
- Sampah Bisa Beri PAD Pekanbaru Rp5 Miliar Sebulan
- Pekan Ini Harga TBS Sawit Riau Naik Rp 123 per Kg


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.110.176
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com