Untitled Document
Senin, 30 Ramadhan 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 28 Juli 2014 13:14
Gubri Bersama Forkompinda Sholat Idul Fitri di Masjid Agung An-Nur

Senin, 28 Juli 2014 06:30
Helat Pawai Takbir Idul Fitri 1435H di Meranti Penuh Kereasi Menakjubkan

Senin, 28 Juli 2014 06:28
Sempat Hujan, Lomba Pawai Takbir Himapelta Tandun Meriah

Ahad, 27 Juli 2014 21:22
Helikopter Jatuhkan 36 Bom Air untuk Padamkan 24 Titik Api di Rohul

Ahad, 27 Juli 2014 21:19
Dilepas Bupati Inhil,
7000-an Peserta Ikuti Pawai Takbir Tembilahan Ketupat Festival


Ahad, 27 Juli 2014 18:03
H-1 Lebaran, Arus Mudik di Riau Rengut 14 Korban Jiwa

Ahad, 27 Juli 2014 17:55
Pos Pelayanan di Istana Siak Sepi,
Puncak Keramaian di Siak Diperkirakan Idul Fitri ke 2




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 27 April 2013 06:24
Kadin dan Apindo Riau Berseteru Soal Kenaikan UMS 47 Persen

Apindo mewakili dunia usaha menyetujui Upah Minimum Sektoral (UMS) perminyakan naik 47 persen. Hal itu menurut Kadin bentuk pelanggaran UU no 1 tahun 1987.

Riauterkini-PEKANBARU-Disepakatinya kenaikan upah minimum sektoral (UMS) perminyakan sebesar 47 persen, dari Rp 1,530 juta menjadi Rp2,250 juta oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau-Perwakilan Pekerja dan Pemerintah (Disnaker) Riau menghenyakkan dunia usaha. Kadin Riau langsung bereaksi keras.

Direktur Eksekutive Kadin Riau, Muhammad Herwan Jum'at (26/4/13) secara tegas menyatakan bahwa Apindo Riau yang mengklaim mewakili dunia usaha melanggar UU no 1 tahun 1987 yang menyatakan bahwa Kadin merupakan lembaga satu-satunya yang ditunjuk pemerintah dan undang-undang untuk mewakili dunia usaha.

Kadin mempertanyakan legitimasi Apindo yang mengatas namakan mewakili dunia usaha dalam penentuan dan penetapan UMS. Pasalnya, hak mewakili dunia usaha sudah dicabut Kadin pada 2008 lalu.

"Memang, sebelum 2008, Kadin menunjuk Apindo mewakili dunia usaha dalam penentuan dan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) di lembaga Bipartiet. Namun sejak tahun 2008, hak mewakili dunia usaha itu sudah di cabut. Itu berarti hak perwakilan dunia usaha Apindo dalam penentuan UMP sudah tidak ada lagi," terangnya.

Terkait dengan itu, tambahnya, Kadin akan meminta penjelasan kepada Apindo Riau. Jika tidak ada penjelasan dan klarifikasi mengenai hal itu, Kadin akan menggugat Apindo secara hukum.

UMS Perminyakan Naik 47 Persen Dinilai Tak Mendasar

Kadin Riau menyayangkan dan menyesalkan pernyataan Apindo Riau yang tidak mendasar dalam menyambut baik kenaikan UMS perminyakan 2013 dan memastikan hal itu tidak mengganggu iklim investasi di Riau.

"Apa yang menjadi dasar Apindo Riau memastikan hal itu. Lalu, apa Apindo juga sudah memperhatikan dan meminta masukan pelaku dunia usaha di sektor migas," kata Herwan mempertanyakan.

Menurut direktur eksekutiv Kadin Riau, justru kenaikan UMS perminyakan tersebut sangat mengganggu iklim investasi di Riau ditengah beban berat dunia usaha belakangan ini.

Bagaimana tidak, tambahnya, setelah awal tahun lalu UMP naik, ditambah kenaikan tarief listrik dan rencana pencabutan subsidi BBM dipastikan semua kenaikan itu sangat berdampak langsung terhadap iklim investasi khususnya dunia usaha di Riau.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
BURUH
kadin riau kok ngotot x dengan keputusan APINDO dan buruh berarti selama ini udah sangat jelas siapa yg zalim terhadap buruh kualat nanti tau ..ATAU JANGAN2 ADA GRAVITASINYA JUGA DISINI NGGK jadi kadin mukin saja mersa dirugikan.

rakyat jelata
kenapa baru sekarang kadin berkoar,tahun tahun sebelumnya apindo juga yg perundingkan upah buruh migas,ada apa dg kadin,sudah lah menekan buruh terus,pengusaha dan buruh itu sama sama membutuhkan... kadin jangan sok lah...

rakyat jelata
kenapa baru sekarang kadin berkoar,tahun tahun sebelumnya apindo juga yg perundingkan upah buruh migas,ada apa dg kadin,sudah lah menekan buruh terus,pengusaha dan buruh itu sama sama membutuhkan... kadin jangan sok lah...

Buruh
Coba kalian lihat kadin ,di asia tenggara ,upah buruh migas terendah riau , KADIN riau jangan jadikan buruh migas riau sapi perahan ,bubarkan aja kadin riau ,hidup buruh

Kuli
Hidup buruh,,,,,hidup apindo...puluhan ribu masyrkat riau mendukung buruh dan apindo. kadin...anda harus lebih "bijaksana" buka mata,pasang telinga,gunakan rasa...berkrjalah dengn hti yg mulia..jngan KADIN menjdi penyakit ekonmi para buruh,,berefek

Bravo Carlie 007
Dua2nya sama aja...bersiteru krn kurang lahan kali !!!

buruh
Hidup Apindo, Hidup buruh......!!!

buyung ali
Kenaikan UMSP spektakuler. Ini karena APINDO di dominasi Kontraktor Migas, yang ikut menikmati kenaikan UMSP jadi takkan pernah berfikir realisti. Yang penting ikut dompleng upah buruh. Perusahaan migas seperti Chevron harusnya jeli, begitu juga peng

Buruh
Sekarang ketauan siapa yang berpihak kepada buruh, ternyata apindo mantap, kadin memble. Dengan kenaikan ini tidak ada perusahaan yang dirugikan, toh nanti yang akan membayar adalah perusahaan migas, karena komponen gaji ini dimasukan dalam perhitun

Buruh
Sekarang ketauan siapa yang berpihak kepada buruh, ternyata apindo mantap, kadin memble. Dengan kenaikan ini tidak ada perusahaan yang dirugikan, toh nanti yang akan membayar adalah perusahaan migas, karena komponen gaji ini dimasukan dalam perhitun

hidayat
handaknya KADIN,,jangan selalu memikirkan perut sendiri,,negara inikan udah merdeka,,masa KADIN masih mau menerapkan praktik perbudakan diera modern kaya gini,,ingat dong diRiau tu apa2 sudah mahal,,parkir aj 1000,,buang air aj 2000,,masa gaji karyaw


Berita lainnya..........
- Hari Ini, Pemudik di Bandara SSK II Diprediksi Capai 11.434 Penumpang
- Jelang Lebaran, Stok Daging di Rohul Aman
- Libur Lebaran, 26 Juli-3 Agustus DPAM Bengkalis Libur Layani Pembayaran
- MPK Pelalawan Nilai RPE Sangat Membantu
- Untuk Lebaran, Masyarakat Diminta Pilih Daging ASUH
- Pertamina Jamin Stok BBM untuk Lebaran di Riau Aman
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Turun Rp70,9 per Kg


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.191.48
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com