Untitled Document
Selasa, 13 Ramadhan 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 30 Juni 2015 20:17
Jelang Pilkada Bengkalis,
KPU Bengkalis Sosialisasikan Pemutakhiran Data dan DPT


Selasa, 30 Juni 2015 20:14
Laporan Keuangan 2014 Riau,
BPK Temukan Kegiatan Bukan Kewenangan Pemprov Rp149 M


Selasa, 30 Juni 2015 19:59
Tiga Tahun Anggaran,
Siak Habiskan Dana Miliaran Selamatkan Dokumen Bersejarah


Selasa, 30 Juni 2015 19:51
Tak Melunasi BPIH, 22 JCH Rohul Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 30 Juni 2015 19:49
Rakor Pimpinan Daerah,
Bupati Kampar Keluhkan Permasalahan Lima Desa


Selasa, 30 Juni 2015 19:43
Jelang Lebaran, Dewan Himbau Perusahaan Bayar THR Tepat Waktu

Selasa, 30 Juni 2015 19:40
Tragedi Hercules C-130, Satu Personel TNI-AD Sekeluarga Ikut Pesawat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 April 2013 06:52
Harga TBS Sawit Naik Tipis

Terjadi kenaikan tipis harga tandan buah segar kelapa sawit. Untuk buah dengan kualitas terbaik dihargai Rp 1.418,40 perkilogram.

Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Riau, Selasa (23/4/13) bertempat di ruangan rapat Dinas Perkebunan (Disbun) Riau. Telah ditetapkan harga TBS sawit periode 24 hingga 30 April itu Rp1.418,40 perkilo, atau mengalami kenaikan tipis dari sebelumnya Rp 1.409,31 perkilo.

Demikian ungkap Sektaris Tim Pelaksana Penetapan Harga TBS Sawit Riau Dwiyana S Hut kepada wartawan seusai memimpin rapat yang dihadiri perwakilan perusahaan perkebunan dan Aspekpir. Dikatakanya, terjadi kenaikan harga ini dipengaruhi cuaca juga meningkat permintaan CPO di pasaran dunia.

"Harga TBS sawit Riau untuk periode 24 hingga 30 April itu sebesar Rp1.418,40 perkilo. Keputusan bersama ini harus ditaati semua pihak, terlebih lagi dari pihak perusahaan. Karena bagaimanapun, keputusan ini sudah dipertimbang oleh tim rapat. Jika melanggar, maka petani bisa melaporkan ke Disbun," katanya.

Dikatakannya, kenaikan harga TBS ini dipengaruhi permintaan CPO pada pasaran dunia, terutama di China dan India yang mendongkrak harga. Karena peningkatan permintaan CPO di pasaran dunia itu juga, sambungnya, mengakibatkan transaksi harga TBS disejumlah perusahaan. Sehingga, menguntungkan diproduksi petani.

Dijelaskanya, penetapan harga ini sebelum ditetapkan tim itu terlebih dahulu meminta data transaksi penjualan CPO dan Kernel dilakukan perusahaan. Sebab, dari data yang diberikan itu diolah. "Data disuplay perusahaan itu diolah tim terlebih dahulu. Maka didapat harga TBS dibeli oleh perusahaan," tuturnya.

Dari hasil olahan data didapatkan dari perusahaan itu, katanya dihitung untuk Harga CPO rerata tertimbang periode berjalan (15-21 April 2013,red) diketahui sebesar Rp6.736,01. Sedang harga Kernel rerata tertimbang sebesar Rp3.160,59. Kemudian, Indeksnya sebesar 86,79 persen. Ini dasarnya penentuan harga TBS.

"Harga TBS periode 24 hingga 30 April 2013 ditetapkan usia 3 tahun Rp1.014,63 perkilo, usia 4 tahunan Rp1.134,13, usia 5 tahunan Rp1.214,06, usia 6 tahunan Rp1.248,78, usia 7 tahunan Rp1.296,74, usia 8 tahunan Rp1.337,10, dan usia 9 tahunan Rp1.379,41, usia 10 tahun ketas Rp1.418,40 perkilonya," tutup Dwi.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Jelang Lebaran, Kadisperindag Bengkalis Jamin Stok Sembako di Duri
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Turun Rp98,81 perkilogram
- ‎Pekan Kedua, Pertumbuhan Pasar Ramadhan Belum Diketahui
- BNI Serahkan Mobil Ambulance untuk Pemko Pekanbaru
- Triwulan II 2015, Ekonomi Riau Masih Melambat
- Bulog Divre Riau Pastikan Beras Raskin Bagus
- Pengembangan Industri Kelapa Sawit di Dumai Terhambat Gas


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.5.37
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com