Untitled Document
Rabu, 13 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Rabu, 4 Maret 2015 21:09
Kebakaran Hebat Landa SMPN 2 Tembilahan, Inhil

Rabu, 4 Maret 2015 20:54
Cocokkan DNA, Kuburan Mayat yang Dibakar di Rumbai Akan Dibongkar

Rabu, 4 Maret 2015 20:48
Pilkada Rohul 2015,
DPC PPP Tetapkan Sudirman sebagai Balon Bupati/Wabup


Rabu, 4 Maret 2015 20:43
PAN Segera Tinjau SK Herliyan Saleh Maju Pilkada Bengkalis

Rabu, 4 Maret 2015 20:02
Noer Azisi, Peringkat II DCR 2015 dari Kuansing,
Saya Ingin Jadi Guru yang Keren


Rabu, 4 Maret 2015 19:45
Peningkatan Kasus Amoral Jadi Perhatian Forkominda Inhu

Rabu, 4 Maret 2015 19:38
Hingga Pertengahan Tahun, Disperindag Pastikan Pasokan Beras di Pekanbaru Aman



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 April 2013 06:52
Harga TBS Sawit Naik Tipis

Terjadi kenaikan tipis harga tandan buah segar kelapa sawit. Untuk buah dengan kualitas terbaik dihargai Rp 1.418,40 perkilogram.

Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Riau, Selasa (23/4/13) bertempat di ruangan rapat Dinas Perkebunan (Disbun) Riau. Telah ditetapkan harga TBS sawit periode 24 hingga 30 April itu Rp1.418,40 perkilo, atau mengalami kenaikan tipis dari sebelumnya Rp 1.409,31 perkilo.

Demikian ungkap Sektaris Tim Pelaksana Penetapan Harga TBS Sawit Riau Dwiyana S Hut kepada wartawan seusai memimpin rapat yang dihadiri perwakilan perusahaan perkebunan dan Aspekpir. Dikatakanya, terjadi kenaikan harga ini dipengaruhi cuaca juga meningkat permintaan CPO di pasaran dunia.

"Harga TBS sawit Riau untuk periode 24 hingga 30 April itu sebesar Rp1.418,40 perkilo. Keputusan bersama ini harus ditaati semua pihak, terlebih lagi dari pihak perusahaan. Karena bagaimanapun, keputusan ini sudah dipertimbang oleh tim rapat. Jika melanggar, maka petani bisa melaporkan ke Disbun," katanya.

Dikatakannya, kenaikan harga TBS ini dipengaruhi permintaan CPO pada pasaran dunia, terutama di China dan India yang mendongkrak harga. Karena peningkatan permintaan CPO di pasaran dunia itu juga, sambungnya, mengakibatkan transaksi harga TBS disejumlah perusahaan. Sehingga, menguntungkan diproduksi petani.

Dijelaskanya, penetapan harga ini sebelum ditetapkan tim itu terlebih dahulu meminta data transaksi penjualan CPO dan Kernel dilakukan perusahaan. Sebab, dari data yang diberikan itu diolah. "Data disuplay perusahaan itu diolah tim terlebih dahulu. Maka didapat harga TBS dibeli oleh perusahaan," tuturnya.

Dari hasil olahan data didapatkan dari perusahaan itu, katanya dihitung untuk Harga CPO rerata tertimbang periode berjalan (15-21 April 2013,red) diketahui sebesar Rp6.736,01. Sedang harga Kernel rerata tertimbang sebesar Rp3.160,59. Kemudian, Indeksnya sebesar 86,79 persen. Ini dasarnya penentuan harga TBS.

"Harga TBS periode 24 hingga 30 April 2013 ditetapkan usia 3 tahun Rp1.014,63 perkilo, usia 4 tahunan Rp1.134,13, usia 5 tahunan Rp1.214,06, usia 6 tahunan Rp1.248,78, usia 7 tahunan Rp1.296,74, usia 8 tahunan Rp1.337,10, dan usia 9 tahunan Rp1.379,41, usia 10 tahun ketas Rp1.418,40 perkilonya," tutup Dwi.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Hingga Pertengahan Tahun, Disperindag Pastikan Pasokan Beras di Pekanbaru Aman
- Harga Sembako di Bengkalis Relatif Stabil
- 700 Hektar Tak Berizin,
Apkasindo Pelalawan Pertanyakan Kebun Sawit di Ukui

- Fit and Proper Test Selesai,
OJK Imbau Bank Riau Kepri Segera RUPS

- Camat Mandau Resmikan RM Ombak Pauh di Duri
- EMP MSSA akan Kirim Minyak Sebesar 7000 BOPD ke Ladinda
- Elpiji Naik, Pemprov Riau Diminta Bicara dengan Pusat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.205.73.176
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com