Untitled Document
Kamis, 25 Safar 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 18 Desember 2014 12:01
21 Pembakar Alat Berat PT SAL di Inhil Divonis 6 Bulan Penjara

Kamis, 18 Desember 2014 11:57
Disewa Perhari, Pemko Optimis Bus TMP Terus Beroperasi

Kamis, 18 Desember 2014 11:46
2015, Diskominfo-PDE Riau Mulai Laksanakan Program Internet Pedesaan

Kamis, 18 Desember 2014 11:07
Tiga Warga Pekanbaru Tertipu Cek Kosong Rp 1 Miliar

Kamis, 18 Desember 2014 10:53
Tersangka Suap Alih Fungsi Lahan, Gubri Nonaktif Kembali Diperiksa KPK

Kamis, 18 Desember 2014 10:51
PNS Dilarang ke Kantor Berkendaraan Bermotor,
Wako Pekanbaru Luncurkan Kamis Bersih Tanpa Polusi Alias Kasihpapa


Kamis, 18 Desember 2014 10:03
Kebakaran Tiga Rumah di Kuantan Raya Tewaskan Dua Warga



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 April 2013 06:52
Harga TBS Sawit Naik Tipis

Terjadi kenaikan tipis harga tandan buah segar kelapa sawit. Untuk buah dengan kualitas terbaik dihargai Rp 1.418,40 perkilogram.

Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Riau, Selasa (23/4/13) bertempat di ruangan rapat Dinas Perkebunan (Disbun) Riau. Telah ditetapkan harga TBS sawit periode 24 hingga 30 April itu Rp1.418,40 perkilo, atau mengalami kenaikan tipis dari sebelumnya Rp 1.409,31 perkilo.

Demikian ungkap Sektaris Tim Pelaksana Penetapan Harga TBS Sawit Riau Dwiyana S Hut kepada wartawan seusai memimpin rapat yang dihadiri perwakilan perusahaan perkebunan dan Aspekpir. Dikatakanya, terjadi kenaikan harga ini dipengaruhi cuaca juga meningkat permintaan CPO di pasaran dunia.

"Harga TBS sawit Riau untuk periode 24 hingga 30 April itu sebesar Rp1.418,40 perkilo. Keputusan bersama ini harus ditaati semua pihak, terlebih lagi dari pihak perusahaan. Karena bagaimanapun, keputusan ini sudah dipertimbang oleh tim rapat. Jika melanggar, maka petani bisa melaporkan ke Disbun," katanya.

Dikatakannya, kenaikan harga TBS ini dipengaruhi permintaan CPO pada pasaran dunia, terutama di China dan India yang mendongkrak harga. Karena peningkatan permintaan CPO di pasaran dunia itu juga, sambungnya, mengakibatkan transaksi harga TBS disejumlah perusahaan. Sehingga, menguntungkan diproduksi petani.

Dijelaskanya, penetapan harga ini sebelum ditetapkan tim itu terlebih dahulu meminta data transaksi penjualan CPO dan Kernel dilakukan perusahaan. Sebab, dari data yang diberikan itu diolah. "Data disuplay perusahaan itu diolah tim terlebih dahulu. Maka didapat harga TBS dibeli oleh perusahaan," tuturnya.

Dari hasil olahan data didapatkan dari perusahaan itu, katanya dihitung untuk Harga CPO rerata tertimbang periode berjalan (15-21 April 2013,red) diketahui sebesar Rp6.736,01. Sedang harga Kernel rerata tertimbang sebesar Rp3.160,59. Kemudian, Indeksnya sebesar 86,79 persen. Ini dasarnya penentuan harga TBS.

"Harga TBS periode 24 hingga 30 April 2013 ditetapkan usia 3 tahun Rp1.014,63 perkilo, usia 4 tahunan Rp1.134,13, usia 5 tahunan Rp1.214,06, usia 6 tahunan Rp1.248,78, usia 7 tahunan Rp1.296,74, usia 8 tahunan Rp1.337,10, dan usia 9 tahunan Rp1.379,41, usia 10 tahun ketas Rp1.418,40 perkilonya," tutup Dwi.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Gas Bumi antara Pasar Domestik vs Pasar Ekspor
- Disewa Perhari, Pemko Optimis Bus TMP Terus Beroperasi
- Usaha Kuliner menjadi Sekala Prioritas di Meranti
- Pengusaha Australia Minati Kembangkan Rumah Potong Hewan di Pekanbaru
- Harga TBS Pekan Ini Naik Rp 60 Perkilogram
- Tingkatkan Hilirisasi Perkebunan,
Pemprov Maksimalkan Infrastruktur Penunjang di Riau

- BPTPM Dumai Taja Workshop SP-PTSP untuk Seluruh Intansi
- Tertua Kedua di Indonesia,
Kantor Cabang BRI Bagansiapiapi Berulang Tahun ke-119



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.180.135
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com