Untitled Document
Selasa, 21 Zulqaidah 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 16 September 2014 09:14
Berhutang, Anggota DPRD di Riau Ramai-ramai Gadaikan SK

Selasa, 16 September 2014 07:34
Tekan Angka Kriminalitas, Polsek Mandau Gelar Razia Malam

Selasa, 16 September 2014 07:33
Polresta Pekanbaru Tangkap Tiga Perampok Sekaligus Maling

Selasa, 16 September 2014 07:31
Dugaan Pencabulan Gubri,
Laporan Sulastri Dimasukkan ke Berkas Kasus Wide


Selasa, 16 September 2014 07:29
Polisi Serahkan Tiga Kerangka Korban Mutilasi pada Keluarga

Selasa, 16 September 2014 07:26
Gunakan Air Shoftgun, Pemuda 20 Kali Merampas di Stadion Utama

Selasa, 16 September 2014 07:25
Digelar Penataran Perdana Kohati HMI MPO Pekanbaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 April 2013 06:52
Harga TBS Sawit Naik Tipis

Terjadi kenaikan tipis harga tandan buah segar kelapa sawit. Untuk buah dengan kualitas terbaik dihargai Rp 1.418,40 perkilogram.

Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Riau, Selasa (23/4/13) bertempat di ruangan rapat Dinas Perkebunan (Disbun) Riau. Telah ditetapkan harga TBS sawit periode 24 hingga 30 April itu Rp1.418,40 perkilo, atau mengalami kenaikan tipis dari sebelumnya Rp 1.409,31 perkilo.

Demikian ungkap Sektaris Tim Pelaksana Penetapan Harga TBS Sawit Riau Dwiyana S Hut kepada wartawan seusai memimpin rapat yang dihadiri perwakilan perusahaan perkebunan dan Aspekpir. Dikatakanya, terjadi kenaikan harga ini dipengaruhi cuaca juga meningkat permintaan CPO di pasaran dunia.

"Harga TBS sawit Riau untuk periode 24 hingga 30 April itu sebesar Rp1.418,40 perkilo. Keputusan bersama ini harus ditaati semua pihak, terlebih lagi dari pihak perusahaan. Karena bagaimanapun, keputusan ini sudah dipertimbang oleh tim rapat. Jika melanggar, maka petani bisa melaporkan ke Disbun," katanya.

Dikatakannya, kenaikan harga TBS ini dipengaruhi permintaan CPO pada pasaran dunia, terutama di China dan India yang mendongkrak harga. Karena peningkatan permintaan CPO di pasaran dunia itu juga, sambungnya, mengakibatkan transaksi harga TBS disejumlah perusahaan. Sehingga, menguntungkan diproduksi petani.

Dijelaskanya, penetapan harga ini sebelum ditetapkan tim itu terlebih dahulu meminta data transaksi penjualan CPO dan Kernel dilakukan perusahaan. Sebab, dari data yang diberikan itu diolah. "Data disuplay perusahaan itu diolah tim terlebih dahulu. Maka didapat harga TBS dibeli oleh perusahaan," tuturnya.

Dari hasil olahan data didapatkan dari perusahaan itu, katanya dihitung untuk Harga CPO rerata tertimbang periode berjalan (15-21 April 2013,red) diketahui sebesar Rp6.736,01. Sedang harga Kernel rerata tertimbang sebesar Rp3.160,59. Kemudian, Indeksnya sebesar 86,79 persen. Ini dasarnya penentuan harga TBS.

"Harga TBS periode 24 hingga 30 April 2013 ditetapkan usia 3 tahun Rp1.014,63 perkilo, usia 4 tahunan Rp1.134,13, usia 5 tahunan Rp1.214,06, usia 6 tahunan Rp1.248,78, usia 7 tahunan Rp1.296,74, usia 8 tahunan Rp1.337,10, dan usia 9 tahunan Rp1.379,41, usia 10 tahun ketas Rp1.418,40 perkilonya," tutup Dwi.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Triwulan II 2014, Realisasi Kredit Perbankan Riau Capai Rp 50,67 Triliun
- Nestapa Nelayan Kurau di Meranti, 'Besar Pasak daripada Tiang'
- Pasca Kenaikan Harga LPG 12 Kg,
Disperindag Bengkalis Himbau Masyarakat Mampu Jangan 'Borong' Elpiji 3 Kg

- LPG 12 Kg Naik Rp150 Ribu,
Warga Rohul Beralih ke LPG Tabung 3 Kg

- Disperindag dan DPRD Meranti Segera Bahas Persoalan BBM
- Hunian Hotel Meningkat Pesat Selama Event Sumatera Bike Week
- Menjelang Hari Raya Kurban, Harga Sapi di Pekanbaru Naik Sampai 10 Persen


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.234.59.94
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com