Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 7 Desember 2016 20:17
Reses Anggota DPRD Riau,
Lima Posyandu Bankeu Pemprov Riau Diserahkan Bertahap


Rabu, 7 Desember 2016 19:00
Kehadiran Presiden di Acara HAKI Belum Pasti

Rabu, 7 Desember 2016 18:11
Polair Amankan 2 Truk Berisi 15,3 Ton Bawang Merah Ilegal

Rabu, 7 Desember 2016 18:09
DPP Golkar Tunjuk Ruspan Aman dan Wan Thamrin Hasyim Calon Wagubri

Rabu, 7 Desember 2016 18:04
Mendagri Imbau Pemda Efisien Gunakan Anggaran

Rabu, 7 Desember 2016 18:02
Bupati Jefry Noer Hadiri Pelantikn Direktur Politeknik Kampar

Rabu, 7 Desember 2016 17:23
Plt Bupati Rohul Ajak Masyarakat Dukung Proyek Irigasi Osaka 9,6 Km

Rabu, 7 Desember 2016 17:18
Ketua TP PKK Kampar Buka Semnar Hari Ibu ke 88

Rabu, 7 Desember 2016 17:09
Pakai Mobdin Sedan Bekas,
Bupati Harris Tunjukkan Hidup Sederhana Didepan Ketua KPK


Rabu, 7 Desember 2016 17:03
Bandara SSK II Pekanbaru Amankan 70 Unit Handphone Selundupan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 April 2013 06:52
Harga TBS Sawit Naik Tipis

Terjadi kenaikan tipis harga tandan buah segar kelapa sawit. Untuk buah dengan kualitas terbaik dihargai Rp 1.418,40 perkilogram.

Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Riau, Selasa (23/4/13) bertempat di ruangan rapat Dinas Perkebunan (Disbun) Riau. Telah ditetapkan harga TBS sawit periode 24 hingga 30 April itu Rp1.418,40 perkilo, atau mengalami kenaikan tipis dari sebelumnya Rp 1.409,31 perkilo.

Demikian ungkap Sektaris Tim Pelaksana Penetapan Harga TBS Sawit Riau Dwiyana S Hut kepada wartawan seusai memimpin rapat yang dihadiri perwakilan perusahaan perkebunan dan Aspekpir. Dikatakanya, terjadi kenaikan harga ini dipengaruhi cuaca juga meningkat permintaan CPO di pasaran dunia.

"Harga TBS sawit Riau untuk periode 24 hingga 30 April itu sebesar Rp1.418,40 perkilo. Keputusan bersama ini harus ditaati semua pihak, terlebih lagi dari pihak perusahaan. Karena bagaimanapun, keputusan ini sudah dipertimbang oleh tim rapat. Jika melanggar, maka petani bisa melaporkan ke Disbun," katanya.

Dikatakannya, kenaikan harga TBS ini dipengaruhi permintaan CPO pada pasaran dunia, terutama di China dan India yang mendongkrak harga. Karena peningkatan permintaan CPO di pasaran dunia itu juga, sambungnya, mengakibatkan transaksi harga TBS disejumlah perusahaan. Sehingga, menguntungkan diproduksi petani.

Dijelaskanya, penetapan harga ini sebelum ditetapkan tim itu terlebih dahulu meminta data transaksi penjualan CPO dan Kernel dilakukan perusahaan. Sebab, dari data yang diberikan itu diolah. "Data disuplay perusahaan itu diolah tim terlebih dahulu. Maka didapat harga TBS dibeli oleh perusahaan," tuturnya.

Dari hasil olahan data didapatkan dari perusahaan itu, katanya dihitung untuk Harga CPO rerata tertimbang periode berjalan (15-21 April 2013,red) diketahui sebesar Rp6.736,01. Sedang harga Kernel rerata tertimbang sebesar Rp3.160,59. Kemudian, Indeksnya sebesar 86,79 persen. Ini dasarnya penentuan harga TBS.

"Harga TBS periode 24 hingga 30 April 2013 ditetapkan usia 3 tahun Rp1.014,63 perkilo, usia 4 tahunan Rp1.134,13, usia 5 tahunan Rp1.214,06, usia 6 tahunan Rp1.248,78, usia 7 tahunan Rp1.296,74, usia 8 tahunan Rp1.337,10, dan usia 9 tahunan Rp1.379,41, usia 10 tahun ketas Rp1.418,40 perkilonya," tutup Dwi.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Jelang Akhir Tahun, Tingkat Hunian Hotel di Pekanbaru Naik
- Keliling Jawa, Wabup Kuansing Belajar Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
- Tekan Harga Cabe,
TPID Riau Ajak Menanam Cabe 10 Polibag Setiap Rumah

- Bahas Ekonomi Kekinian, TPID Riau Gelar Rapat Koordinasi
- Sasar Potensi Pajak Skala Besar,
Dispenda Pekanbaru Optimis Bisa Raih PAD Rp 4 Miliar Lagi dari PBB

- KTNA Rohul Bangun Kebun Sayur Percontohan di Desa Rambah Utama
- Cabe Merah Picu Inflasi di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.157.225.99
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com