Untitled Document
Kamis, 25 Safar 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 18 Desember 2014 04:20
Semarak Hut ke-6 Meranti,
Abang Judika Idol Tampil Memukau di Taman Cik Puan


Kamis, 18 Desember 2014 04:12
Usaha Kuliner menjadi Sekala Prioritas di Meranti

Kamis, 18 Desember 2014 04:09
Camat Rambahsamo, Rohul Terima Penghargaan Terbaik II EKK Riau 2014

Rabu, 17 Desember 2014 21:39
Penganiayaan Tukang Bakso di Pekanbaru,
Pelaku Divonis Hakim 8 Bulan Penjara


Rabu, 17 Desember 2014 21:02
Krisis Listrik di Inhu Diprediksi Berlangsung Lama

Rabu, 17 Desember 2014 20:59
Bahana Cendana Kartika Chevron Wakili Riau di Grand Prix Marching Band 2014

Rabu, 17 Desember 2014 20:57
Gandeng PLN, PT Musimas Alirkan Listrik ke Tiga Desa



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 8 April 2013 19:10
Pemilik Kulit Satwa Dilindungi Divonis Hakim 3 Bulan Penjara

PN Pekanbaru menjatuhkan hukuman vonis kepada Suparno selama 3 bulan penjara. Ia terbukti bersalah memiliki kulit satwa yang dilindungi.

Riauterkini-PEKANBARU-Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Akhirnya menjatuhkan hukuman vonis kepada Suparno alias Nono (61) selama 3 bulan penjara.

Suparno yang menjadi terdakwa kepemilikan kulit satwa yang dilindungi. Dinyatakan hakim terbukti bersalah menyimpan sejumlah kulit satwa langka di rumahnya.

Amar putusan vonis yang dibacakan majelis hakim yang diketuai oleh Jauhari SH, pada Senin (8/4/13) siang itu. Terdakwa dijerat pasal Pasal 21 ayat (2) huruf d jo pasal 40 UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam, hayati dan ekosistemnya.

Selain hukuman penjara, terdakwa juga dihukum membayar denda sebesar Rp1 juta atau subsider 1 bulan kurungan.

" Terdakwa terbukti menyimpan kulit dan tengkorak serta bagian satwa langka yang dilindungi. Hal hal yang meringankan hukuman. Terdakwa bersikap sopan selama persidangan, memiliki tanggungan keluarga dan telah berusia lanjut," ujar Jauhari.

Selain itu kata hakim, barang bukti (BB) disita untuk dimusnahkan," ucap Jauhari.

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Ayu Susanti SH yang menuntut terdakwa 6 bulan penjara. Jaksa juga menuntut terdakwa membayar denda Rp1 juta atau subsider 1 bulan kurungan.

Atas vonis tersebut, terdakwa melalui penasehat hukum Yogi Mandagi SH menerima hukuman itu. Hal sama juga dilakukan jaksa.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa ditangkap oleh Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru di rumahnya Jalan Tanjung Jati, No 82 A, Kota Pekanbaru pada tanggal 19 Desember 2012.

Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti berupa kulit Harimau, kulit Macan Tutul, kulit kepala Beruang, kulit dan tengkorak serta tanduk Rusa, dan kepala Kambing, Monyet dan Kucing Hutan.

Sebanyak 9 lembar kulit Harimau dari barang bukti yang diamankan tersebut merupakan milik Badan Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau titipkan kepada terdakwa untuk diawetkan.

Penitipan didasari surat tugas No PT 163t/IV-17/T.2/2011 tanggal 1 Juli 2011. Dan berita acara pengeluaran barang inventaris BKSDA Riau, berupa kulit Harimau Sumatera No BA.90/IV-17/2011 tanggal 10 Maret 2011 yang ditandatangani Ir Syahminin selaku Plh Kepala Balai Besar KSDA.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Industri Hulu Migas Motor Penggerak Ekonomi Negeri
- Usaha Kuliner menjadi Sekala Prioritas di Meranti
- Pengusaha Australia Minati Kembangkan Rumah Potong Hewan di Pekanbaru
- Harga TBS Pekan Ini Naik Rp 60 Perkilogram
- Tingkatkan Hilirisasi Perkebunan,
Pemprov Maksimalkan Infrastruktur Penunjang di Riau

- BPTPM Dumai Taja Workshop SP-PTSP untuk Seluruh Intansi
- Tertua Kedua di Indonesia,
Kantor Cabang BRI Bagansiapiapi Berulang Tahun ke-119

- Denda Kehilangan Tiket Parkir di Mal Mancy Duri Dianggap Terlalu Mahal


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.237.78.165
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com