Untitled Document
Senin, 1 Safar 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 24 Nopember 2014 06:58
Kepemimpinan Herliyan di PAN Riau Terguncang Mosi tak Percaya

Senin, 24 Nopember 2014 06:56
Terus Kehujanan, Turap Veneu Dayung di Kuansing Ambruk

Senin, 24 Nopember 2014 06:53
Tidak Menguntungkan, Warga Kuansing Enggan Lanjutkan HTR

Senin, 24 Nopember 2014 06:49
671 PNS Dimutasi, Pelayanan RSUD Indrasari dan Disdukcapil Inhu Terganggu

Senin, 24 Nopember 2014 06:47
Tim Koordinasi Tinjau Kesiapan Lokasi Penyambutan Presiden di Meranti

Ahad, 23 Nopember 2014 20:48
Galeri Pemkab Rohul Peduli dengan Korban Banjir

Ahad, 23 Nopember 2014 20:31
MUI Siak Kecewa Akta Wakaf Dibatalkan PA Bengkalis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 8 April 2013 19:10
Pemilik Kulit Satwa Dilindungi Divonis Hakim 3 Bulan Penjara

PN Pekanbaru menjatuhkan hukuman vonis kepada Suparno selama 3 bulan penjara. Ia terbukti bersalah memiliki kulit satwa yang dilindungi.

Riauterkini-PEKANBARU-Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Akhirnya menjatuhkan hukuman vonis kepada Suparno alias Nono (61) selama 3 bulan penjara.

Suparno yang menjadi terdakwa kepemilikan kulit satwa yang dilindungi. Dinyatakan hakim terbukti bersalah menyimpan sejumlah kulit satwa langka di rumahnya.

Amar putusan vonis yang dibacakan majelis hakim yang diketuai oleh Jauhari SH, pada Senin (8/4/13) siang itu. Terdakwa dijerat pasal Pasal 21 ayat (2) huruf d jo pasal 40 UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam, hayati dan ekosistemnya.

Selain hukuman penjara, terdakwa juga dihukum membayar denda sebesar Rp1 juta atau subsider 1 bulan kurungan.

" Terdakwa terbukti menyimpan kulit dan tengkorak serta bagian satwa langka yang dilindungi. Hal hal yang meringankan hukuman. Terdakwa bersikap sopan selama persidangan, memiliki tanggungan keluarga dan telah berusia lanjut," ujar Jauhari.

Selain itu kata hakim, barang bukti (BB) disita untuk dimusnahkan," ucap Jauhari.

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Ayu Susanti SH yang menuntut terdakwa 6 bulan penjara. Jaksa juga menuntut terdakwa membayar denda Rp1 juta atau subsider 1 bulan kurungan.

Atas vonis tersebut, terdakwa melalui penasehat hukum Yogi Mandagi SH menerima hukuman itu. Hal sama juga dilakukan jaksa.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa ditangkap oleh Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru di rumahnya Jalan Tanjung Jati, No 82 A, Kota Pekanbaru pada tanggal 19 Desember 2012.

Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti berupa kulit Harimau, kulit Macan Tutul, kulit kepala Beruang, kulit dan tengkorak serta tanduk Rusa, dan kepala Kambing, Monyet dan Kucing Hutan.

Sebanyak 9 lembar kulit Harimau dari barang bukti yang diamankan tersebut merupakan milik Badan Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau titipkan kepada terdakwa untuk diawetkan.

Penitipan didasari surat tugas No PT 163t/IV-17/T.2/2011 tanggal 1 Juli 2011. Dan berita acara pengeluaran barang inventaris BKSDA Riau, berupa kulit Harimau Sumatera No BA.90/IV-17/2011 tanggal 10 Maret 2011 yang ditandatangani Ir Syahminin selaku Plh Kepala Balai Besar KSDA.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tidak Menguntungkan, Warga Kuansing Enggan Lanjutkan HTR
- Interfood Indonesia 2014 di Jakarta, Meranti Sabet Unique Stand Award
- Bank Riau Kepri Peduli,
Bantu Korban Banjir Desa Bandar Padang, Inhu

- Kementrian ESDM Serahkan Pengelolaan Blok Kampar ke Pertamina
- Sudah Layak Dibangun Pabrik,
Produksi Karet di Rohul 2,059 Ton Per Minggu

- Persediaan BBM dan Sembako Masih Aman di Dumai
- Tiket Pekanbaru-Selatpanjang Rp175 ribu,
Kenaikan Harga Tiket Sepihak atau Ilegal



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.60.7
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com