Untitled Document
Rabu, 6 Zulhijjah 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 30 September 2014 21:34
Rampok Gunakan Senpi di Pekanbaru Pura-pura Tanya Alamat

Selasa, 30 September 2014 19:56
Dugaan Suap Alih Fungsi Lahan,
Gubri Keluar dari Gedung KPK Setelah Diperiksa 7 Jam untuk Gulat


Selasa, 30 September 2014 19:34
Dugaan Korupsi Tubel, Tipikor Polres Inhu Geledah BKD

Selasa, 30 September 2014 19:27
Daihatsu Xenia Ringsek Bertabrakan dengan Cold Diesel di Baganbatu, Rohil

Selasa, 30 September 2014 19:17
300 Lampu Jalan Rusak di Pekanbaru

Selasa, 30 September 2014 19:16
Ajukan Banding ke PT Riau,
Tak Miliki Izin, Direktur PT Karya Dayun Siak Divonis Hakim 18 Bulan dan Denda Rp2 M


Selasa, 30 September 2014 19:01
Anggota DPRD Dumai Legowo Belum Dapatkan Mobdin



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 22 Maret 2013 16:19
Gaji Karyawan di Bawah UMK,
Kokarmar Pelindo 'Cuekin' Panggilan Disnakertrans Dumai


Disnakertrans Dumai ingin menanyakan masalah gaji karyawan yang di bawah UMK, namun panggilan instansi tersebut tak dipenuhi pimpinan Kokarmar Pelindo.

Riauterkini-DUMAI- Pemanggilan terhadap pimpinan Koperasi Karyawan Maritim (Kokarmar) PT Pelindo Dumai atas masalah laporan pekerja yang menerima gaji di bawah UMK oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tak membuahkan hasil. Pimpinan Kokarmar tersebut tidak memenuhi panggilan instansi yang membidangi masalah tenaga kerja di Kota Dumai, Jumat (22/3/13).

Tidak penuhi panggilan pimpinan Kokarmar PT Pelindo Dumai, membuat pemeriksaan urung dilakukan dan terpaksa diundur. Demikian disampaikan, Kepala Disnakertrans Dumai H Amiruddin melalui Kabid Bidang Pengawasan dan Syarat Kerja, Muhammad Fadly diruang kerjanya.

"Ketua tak hadir, katanya sedang ke Medan. hanya diwakilkan kepada meneger Kokarmar PT Pelindo Dumai pak Bambang. Pemeriksaan terpaksa diundur hingga Rabu pecan depan," ungkap Fadly dihadapan puluhan awak media di Dumai.

Dikatakan, Fadly, sebelumnya Disnakertrans Kota Dumai telah mengirim surat panggilan terhadap Kokarmar PT Pelindo serta 25 buruh cleaning service yang bekerja dibawah naungan Kokarkar PT Pelindo Dumai.

Sesuai surat No; 568/ DTK-TRANS/ 2013 tanggal 20 Maret 2013 pimpinan Kokarmar PT Pelindo dan 25 orang pekerja diminta hadir di kantor Disnakertrans Kota Dumai Jumat (22/3).

Kedua belah pihak dipangggil untuk menghadap Bidang Pengawasan dan Syarat Kerja Disnakertrans Kota Dumai. Pihak Kokarmar PT Pelindo Dumai diminta untuk membawa laporan Ketenagakerjaan berdasarkan UU No 7/ 1981 tentang wajib lapor ketenagakerjaan di perusahaan.

"Tidak itu saja pihak Kokarmar PT Pelindo Dumai diminta untuk membawa daftar pembayaran gaji, absen/ time sheet pekerja serta kontrak kerja pekerja dengan pemberi kerja. Ketuanya tak datang, mereka minta pemeriksaan diundur hingga Rabu mendatang, ujar Fadly.

Sesuai informasi, Kokarmar PT Pelindo Dumai masih banyak mempekerjakan tenaga kerja di kota Dumai. Selain cleaning sevice sebanyak 25 orang, ada juga pekerja di PT Semen Andalas. Ironisnya sebanyak 25 cleaning servise menerima upah sebesar Rp 850.000,- per bulan, jauh dibawah UMK Kota Dumai sebesar Rp 1.490.000,- per bulan.

Mengetahui itu Ketua Komisi I DPRD Kota Dumai Timo Kipda berang dan meradang. Anggota Kmisi I lainnya Jhon Fikar juga demikian. Bahkan para wakil rakyat ini mendesak Disnakertrans Dumai untuk secepatnya melakukan proses penuntasan kepada pekerja yang mendapatkan gaji masih dibawah UMK. Padahal, tahun 2013 ini UMK di Kota Dumai mengalami kenaikan ketimbang tahun sebelumnya.

"Saya minta Disnaker memproses masalah ini hingga tuntas, jangan sampai berlarut-larut hingga menimbulkan gejolak. Sedangkan kepada perusahaan di kota Dumai harus ikut aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah," pungkas Timo Kipda dan Jhon Fikar.

Pernyataan senada juga diutarakan Walikota Dumai H Khairul Anwar SH. Dia minta perusahaan termasuk Koperasi Karyawan Maritim (Kokarmar) PT Pelindo Cabang Dumai harus mematuhi ketentuan pemberian gaji bagi pekerja.

"Gaji buruh dan pekerja mengacu kepada UMK Dumai. Jadi, kalau sudah menjadi keluhan maka Disnaker melakukan proses penuntasan dengan memanggil pihak Kokarmar PT Pelindo Dumai. Perusahaan ya harus mengikuti aturan dalam menjalankan usahanya," tegas Walikota Dumai Khairul Anwar SH.

Khairul Anwar sangat menyayangkan pengusaha yang masih berani membayar upah pekerja dibawah UMK Kota Dumai. Sebab tindakan tersebut sangat merugikan pekerja. Ikut aturanlah, hak normatif pekerja harus diberikan sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan semena-mena dengan pekerja, dengan membayarkan gaji di bawah UMK yang sudah ditetapkan.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Sampai September, Nilai Investasi Pekanbaru 2014 Rp5,5 Triliun
- Disnaker Dumai-BPJS Ketenagakerjaan Segera Teken MoU
- Perda TKA Selamatkan Meranti dari Kerugian Puluhan Juta Perbulan
- Berpatok FOB Singapura,
Disbun Hanya Memberikan Pembinaan

- Dibina RAPP, Kelompok Tani di Kampar Panen 5 Ton Jagung Manis
- 23 Ribu Pelanggan PLN Area Dumai Nunggak
- Bangun Menara Telekomunikasi,
Bupati Rohil Minta Pengusaha Ikuti Aturan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.17.154.16
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com