Untitled Document
Senin, 29 Safar 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 22 Desember 2014 21:11
Sempena Hari Ibu 2015,
Pengibaran Bendera di Rohil Dilakukan Polwan


Senin, 22 Desember 2014 21:07
4 Sekolah Siak Terima Penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional

Senin, 22 Desember 2014 21:01
Usai Bacok Seseorang, Warga Rohul Ini Ditangkap Polisi

Senin, 22 Desember 2014 20:47
Pengusaha Galangan Kapal di Rohil Diminta Gunakan Bahan Baku Legal

Senin, 22 Desember 2014 20:29
Masalahan Buruh Subkontraktor Chevron,
CPI Dimin Turun Tangan


Senin, 22 Desember 2014 20:23
Veteran Chevron di Duri Angkat Bicara Soal Persoalan Buruh Subkon

Senin, 22 Desember 2014 20:18
Cegah Kerusakan Hutan,
Pemkab Rohil Sosialisasikan UU Nomor 18 Tahun 2013




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 13 Maret 2013 16:28
Temuan Disnakertrans,
PT Semen Padang di Dumai Gaji Karyawan Rp600 Ribu


PT Semen Padang di Dumai dianggap melanggar peraturan ketenagakerjaan. Temuan Disnaker setempat mendapati ada karyawan hanya digaji Rp 600 ribu sebulan.

Riauterkini-DUMAI- Dua perusahaan semen yang berada di Kota Dumai, Rabu (13/3/13) kembali mendapatkan monitoring pekerja dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dumai. Dua perusahaan yang mendapatkan monitoring itu diantaranya, PT Semen Andalas dan PT Semen Padang yang notabene perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dumai, H Amiruddin dalam kunker sendiri juga menekankan kepada perusahaan Semen Padang untuk dapat membantu dalam penekanan angka pengangguran. Sedangkan monitoring ini sendiri, pihak perusahaan sudah sejauh mana memberikan upah gaji para pekerja sesuai Upah Minimum Kota (UMK) yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Riau di tahun 2013.

Tidak lupa pula, Kadisnakertrans Dumai mensosialisasikan tentang program Pemerintah Pusat yaitu Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) kepada perusahaan PT Semen Padang dan PT Semen Andalas. Dengan demikian, tentunya semua program yang dilakukan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat benar-benar berjalan secara maksimal.

Sementara dari kujungan pertama di PT Semen Andalas yang berada di kawasan Pelindo memperkerjakan anak tempatan sebanyak 11 orang. Namun dari hasil kujungan ke PT Semen Padang, Disnakertrans Dumai, menemukan kejanggalan mengenai jumlah pekerja anak tempatan yang direkrutnya selama ini.

Hal itu diketahui Disnaker terkait sistem kerja sub kontrak PT Semen Padang yaitu PT Pasoka memperkerjakan tenaga kerja yang diporsir nonstop tidak ada waktu liburnya. Maka dari itu, dengan kedatangan ini Disnaker akan merubah sistem yang ditemuinya di masing-masing perusahaan terutama PT Semen Padang yang berada di Kecamatan Sungai Sembilan.

Yoharmen, Personalia PT Semen Padang mengatakan, bahwa perusahaan merekrut 11 orang yang bekerja di PT Semen Padang. Bukan itu saja, PT Semen Padang juga memiliki dua Sub Kontrak yaitu PT Yasiga dengan memperkerjakan 32 orang dan PT Pasoka memperkerjakan 12 orang Scurity dan 2 orang di operasional pabrik.

Mekanisme sebenarnya, kata Kadisnakertrans Dumai, sebenarnya apa yang dilakukan PT Semen Padang dengan mengadopsi dua Sub Kotrak untuk penambahan pekerja. Seharusnya, dalam aturan yang berlaku, perusahaan BUMN seperti PT Semen Padang harus mempekerjakan satu atap saja dan tidak boleh mengadopsi pekerja dengan menyediakan dua Sub Kontrak.

Disnakertrans Dumai sendiri juga menemukan tentang pembayaran upah pekerja yang tidak sesuai UMK di Sub Kontrak PT Semen Padang. Pasalnya, dalam kakulasi Tim Disnakertrans Dumai, ditemukan gaji hanya sebesar Rp.600 ribu yang dibayarkan PT Yasiga. Terkuaknya masalah ini, langsung didalami Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dumai menurunkan Tim khusus untuk melakukan pengusutan upah pekerja Sub Kontrak PT Semen Padang yaitu PT Yasiga.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Benarkah Indonesia Kaya Minyak?
- Banyak Perusahaan Dumai Nunggak Iuran BPJS-TK
- Harga Getah Anjlok, Petani Karet Kuansing 'Iri' Kemakmuran Petani Sawit
- Persiapan Pengoperasian PDAM Unit Rupat, Bengkalis Terus Digesa
- Pemko Dumai Serius Kembangkan Wisata Kuliner
- BBM Bersubsidi Tepat Sasaran,
Pertamina Laksanakan Kartu Survei

- 2015, Pertumbuhan Ekonomi Riau Diprdiksi Melambat
- Warga Batu Panjang, Rupat Segera Nikmati Air Bersih PDAM


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.209.80
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com