Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 Januari 2017 23:54
Diduga Langgar Zona Kampanye,
Acara Silaturrahmi Cawako Firdaus Dibubarkan Panwas


Senin, 23 Januari 2017 21:48
Pelaku Penipuan Bermotif Tipu Daya Ditangkap di Rohil

Senin, 23 Januari 2017 21:41
Hendak Transaksi Narkoba, Warga Rohil Ditangkap

Senin, 23 Januari 2017 20:21
Minggu Ketiga Januari, DBD di Pekanbaru Terjadi 29 Kasus

Senin, 23 Januari 2017 20:17
Cabuli Anak di Bawah Umur, Pedofil di Rohil Ditangkap

Senin, 23 Januari 2017 19:59
Presiksi BMKG, Riau Akan Masuki Musim Kemarau Lebih Cepat

Senin, 23 Januari 2017 19:58
DPO Pencuri Sarang Walet Panipahan Laut Rohil Ditangkap Saat Ngopi

Senin, 23 Januari 2017 19:53
Wako Dumai Laporkan Tiga Nama Calon Sekda ke Gubri dan Komisi ASN

Senin, 23 Januari 2017 19:52
Undang Ketua BPK RI,
BRK Gelar Seminar Nasional Tata Kelola BUMD


Senin, 23 Januari 2017 19:09
Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Ketua IMI Riau, Polda Pastikan Belum Ada Tersangka



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 13 Maret 2013 16:28
Temuan Disnakertrans,
PT Semen Padang di Dumai Gaji Karyawan Rp600 Ribu


PT Semen Padang di Dumai dianggap melanggar peraturan ketenagakerjaan. Temuan Disnaker setempat mendapati ada karyawan hanya digaji Rp 600 ribu sebulan.

Riauterkini-DUMAI- Dua perusahaan semen yang berada di Kota Dumai, Rabu (13/3/13) kembali mendapatkan monitoring pekerja dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dumai. Dua perusahaan yang mendapatkan monitoring itu diantaranya, PT Semen Andalas dan PT Semen Padang yang notabene perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dumai, H Amiruddin dalam kunker sendiri juga menekankan kepada perusahaan Semen Padang untuk dapat membantu dalam penekanan angka pengangguran. Sedangkan monitoring ini sendiri, pihak perusahaan sudah sejauh mana memberikan upah gaji para pekerja sesuai Upah Minimum Kota (UMK) yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Riau di tahun 2013.

Tidak lupa pula, Kadisnakertrans Dumai mensosialisasikan tentang program Pemerintah Pusat yaitu Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) kepada perusahaan PT Semen Padang dan PT Semen Andalas. Dengan demikian, tentunya semua program yang dilakukan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat benar-benar berjalan secara maksimal.

Sementara dari kujungan pertama di PT Semen Andalas yang berada di kawasan Pelindo memperkerjakan anak tempatan sebanyak 11 orang. Namun dari hasil kujungan ke PT Semen Padang, Disnakertrans Dumai, menemukan kejanggalan mengenai jumlah pekerja anak tempatan yang direkrutnya selama ini.

Hal itu diketahui Disnaker terkait sistem kerja sub kontrak PT Semen Padang yaitu PT Pasoka memperkerjakan tenaga kerja yang diporsir nonstop tidak ada waktu liburnya. Maka dari itu, dengan kedatangan ini Disnaker akan merubah sistem yang ditemuinya di masing-masing perusahaan terutama PT Semen Padang yang berada di Kecamatan Sungai Sembilan.

Yoharmen, Personalia PT Semen Padang mengatakan, bahwa perusahaan merekrut 11 orang yang bekerja di PT Semen Padang. Bukan itu saja, PT Semen Padang juga memiliki dua Sub Kontrak yaitu PT Yasiga dengan memperkerjakan 32 orang dan PT Pasoka memperkerjakan 12 orang Scurity dan 2 orang di operasional pabrik.

Mekanisme sebenarnya, kata Kadisnakertrans Dumai, sebenarnya apa yang dilakukan PT Semen Padang dengan mengadopsi dua Sub Kotrak untuk penambahan pekerja. Seharusnya, dalam aturan yang berlaku, perusahaan BUMN seperti PT Semen Padang harus mempekerjakan satu atap saja dan tidak boleh mengadopsi pekerja dengan menyediakan dua Sub Kontrak.

Disnakertrans Dumai sendiri juga menemukan tentang pembayaran upah pekerja yang tidak sesuai UMK di Sub Kontrak PT Semen Padang. Pasalnya, dalam kakulasi Tim Disnakertrans Dumai, ditemukan gaji hanya sebesar Rp.600 ribu yang dibayarkan PT Yasiga. Terkuaknya masalah ini, langsung didalami Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dumai menurunkan Tim khusus untuk melakukan pengusutan upah pekerja Sub Kontrak PT Semen Padang yaitu PT Yasiga.***(had)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Sekda Sebut Pengelolaan BUMD Riau Masih Buruk
- Harga Cabe di Pekanbaru Mulai Turun
- Cabut Subsidi 40.398 Pelanggan Listrik di Rohul, Ini Alasan PLN
- Aksi Damai, Porter Bandara SSK II Protes Jam Kerja dan Tuntut BPJS
- Razia TKA Asal China,
Kadisnaker Riau: Boleh Kerja Asal Ada Ijin Kerja

- Gandeng Wilmar,
Disnakertrans Dumai Taja Trening Operator Alat Angkat Angkut

- Telan Anggaran Rp140 Miliar, 2017 Unit RLH Dibangun Tahun Ini


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 184.73.12.144
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com