Untitled Document
Rabu, 8 Zulqaidah 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 2 September 2014 22:34
50 JCH Rohul Belum Antar Koper ke Bandara Tuanku Tambusai

Selasa, 2 September 2014 22:31
Lapas Teluk Kuantan Butuh Tambahan Sel

Selasa, 2 September 2014 22:20
Program Sahabat Daihatsu Tawarkan Down Payment Super Ringan

Selasa, 2 September 2014 22:17
Beli Rumah Rp335 Juta, Perwira Polisi Tertipu Teman Sendiri

Selasa, 2 September 2014 22:12
Personel Satpol PP Dituntut Berjiwa Pemimpin

Selasa, 2 September 2014 21:44
Polsek Senapelan Tangkap Dua Tersangka Curanmor

Selasa, 2 September 2014 21:40
DPC FPE SBSI Bengkalis Tuding,
PT Palmaria Persada-GUN di Duri Belum Layak Beroperasi




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 18 Desember 2012 18:58
Anggota DPRD Riau;
Laba BUMD Jangan Pelepas Target


Anggota DPRD Riau dari Fraksi PAN Bagus Santoso menyatakan, BUMD yang memperoleh penyertaan modal hendaknya tidak sekadar mengejar laba pelepas target.

Riauterkini-PEKANBARU- Realisasi bagian laba atas penyertaan modal pemerintah kepada perusahaan daerah (BUMD) tidak menggambarkan antara nilai penyertaan modal dengan laba sebagai pendapatan daerah.

“Sebanyak 10 BUMD yang dibiayai APBD Riau yang seharusnya memberikan laba bagi pendapatan daerah tidak diberikan target. Sehingga BUMD hanya memberikan pendapatan daerah tidak lebih dari sekedar lepas dari kewajiban,” kata Bagus Santoso, Ketua Fraksi PAN DPRD Riau kepada riauterkinicom di ruangannya, Selasa (18/12/12).

Ditambahkannya, kalau hitung-hitungan antara modal dan laba BUMD itu sangatlah kecil, bahkan lebih besar keuntungannya jika modal yang diberikan dionggokkan di bank dengan perbandingan bunga bank paling kecil.

“Sebagai contoh, penyertaan modal kepada 10 BUMD sampai APBD murni 2012 yakni, PT PIR Rp99,9 miliar memberikan pendapatan Rp3,8 miliar, PT PER Rp80 miliar dividen Rp11,9 miliar, PT RAL Rp147 miliar dividen Rp655 juta, PT SPR Rp48 miliar dividen Rp10 Miliar, PT SPKR Rp25,4 miliar dividen Rp804 juta, Bank Riau Kepri mampu memberikan dividen Rp749,9 miliar dari penyertaan modal Rp419,1 miliar. Bahkan Riau Petrolium yang diberikan modal Rp5 miliar sejak tahun 2012, belum pernah menyumbangkan pendapatan daerah,” ungkapnya.

Sebagai Anggota DPRD Riau dari Fraksi PAN DPRD Riau, dikatakan Bagus Santoso bahwa pihaknya telah mempertanyakan faktor penyebab penurunan ini kepada Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau dalam paripurna tanggapan fraksi terkait laporan nota keuangan RAPBD oleh Pemrov Riau malam tadi tetapi belum ada tanggapan dari Pemprov Riau.

“Kita juga menyarankan agar pemrov memberikan target laba kepada seluruh perusahaan daerah secara terukur, sehingga penerimaan daerah dan bagian laba atas penyertaan modal bisa maksimal, juga sekaligus dijadikan indikator atas BUMD yang layak untuk terus beroperasional dan untuk evaluasi ke depan dengan konsep akuisisi atau obligasi,” ungkap pria yang biasa dipanggil mas Bagus ini.

Meskipun pada tahun anggaran 2013, penyertaan modal untuk BUMD tidak ada, tetapi pihaknya meminta penjelasan dari Pemrov Riau terkait keberlangsungan PT RAL, kemudian belum dioperasionalkan dan dilantiknya gedung dan direktur Bank Riau Kepri serta tidak meningkatnya dividen PT BSP.

“Karena, kita ingin di tahun 2013 nanti, seluruh BUMD yang ada bisa meningkatkan pendapatannya untuk Riau dan kita tidak ingin, permasalahan di BUMD itu terjadi kembali di tahun 2013,” tutupnya. ***(ary)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Muamar
Betol itu mas bagus, setahu saya penyertaan modal itu sejak tahun 2001, keuntungan nihil. Tepat kalu masa mas bagus di stop . Bumd dibuat untuk bisa mendatangkan keuntungan, duit itu diberikan tanpa bunga masak gak bisa ngelola, lihat para toke2 it

bumd jadi sumber juga?
kalau kan tidak untung tapi buntung, lebih baik serahkan aja sama dunia usaha, pak.

Kenapa kita harus menolak ISG dibiayai oleh APBD???
kenapa kita harus menolak APBD utk membiayai ISG? Bukan karena tak suka ISG, bukan karena tak mau banyak orang mancanegara datang ke Riau, bukan karena tak suka seseorang dan semacamnya kita menolak APBD utk ISG. Memang tak dapat diterima satu sen se


Berita lainnya..........
- Raskin Terutang Bulog Capai Rp14,5 Miliar
- Harga Jual Elpiji Tak Merata, Disperindag Rohil Bakal Buat Edaran HET
- Harga Karet Anjlok, Pemerintah Meranti Diminta Turun Tangan
- Harga Karet Anjlok,
Dinas Perdagangan Meranti di Minta Turuntangan

- Sampai 2013, Nilai Aset Bergerak Pemkab Rohul Rp2,9 Triliun
- Permintaan Elpiji 12 Kg di Dumai Meningkat
- Pasca Pencabutan Kebijakan Pembatasan,
Pasokan BBM di Pulau Bengkalis Belum Normal



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.249.155
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com