Untitled Document
Jumat, 29 Zulhijjah 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 23 Oktober 2014 21:52
Penuhi Panggilan KPK,
Zulkifli Yusuf: Siapa Bilang Saya Mangkir


Kamis, 23 Oktober 2014 21:47
Wisuda Perdana,
Universitas Islam Kuansing Tamatkan 422 Sarjana


Kamis, 23 Oktober 2014 21:40
Program Tak Terlaksana,
Dewan Minta Kepala BPM Bangdes Mundur


Kamis, 23 Oktober 2014 21:32
Pimpinan Defenitif DPRD Meranti Resmi Dilantik

Kamis, 23 Oktober 2014 21:26
Pembangunan Gedung Baru Diskes Riau Semakin Tak Jelas

Kamis, 23 Oktober 2014 21:19
Diskes Bengkalis Sosialisasi TBC di Duri

Kamis, 23 Oktober 2014 21:09
Korupsi Proyek Jalan Desa di Bengkalis,
Turun di PT Riau, Kasasi Wan Yulimizani Melambung di MA




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 Desember 2012 14:21
Maksimalkan Komunikasi, CPI Kumpulkan Perusahaan Rekanan

Kerjasama antarpihak mustahil terlaksana dengan baik tanpa komunikasi dan kesepahaman. Untuk membangun komunikasi itulah, PT CPI mengumpulkan seluruh perusahaan rekanan.

Riauterkini-PEKANBARU-Tantangan industri migas ke depan yang semakin besar membutuhkan kemitraan yang solid antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan para mitra kerjanya. Kemitraan tersebut sangat vital dalam upaya meningkatkan keandalan operasi (operational excellence) guna mengoptimalkan produksi migas nasional. ''Stakeholder (pemangku kepentingan, Red.) utama kita adalah Pemerintah Indonesia karena sekitar 90 persen dari minyak mentah yang kita hasilkan adalah untuk negara. Jadi, kita sebenarnya bekerja untuk negara kita tercinta ini,'' ucap Bachtiar Abdul Fatah selaku VP Supply Chain Management PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI).

Pada Rabu lalu (12/12), PT CPI kembali mengadakan pertemuan dan dialog dengan para pimpinan perusahaan rekanan yang menjadi mitra kerja di lingkungan PT CPI, dalam sebuah acara bertajuk Vendor Day 2012. Kegiatan tahunan tersebut berlangsung sehari penuh di Rumbai Country Club (RCC) dengan dihadiri sekitar 300-an pimpinan perusahaan mitra kerja aktif.

Bachtiar menyebutkan, para mitra kerja memiliki posisi vital dalam mendukung kelancaran operasional PT CPI secara aman dan selamat sehingga tercipta keandalan operasi yang tinggi. Hal tersebut dapat terwujud jika didukung berbagai inovasi dari para mitra kerja yang meliputi sistem dan proses yang andal, sumber daya manusia yang kompeten, serta teknologi tepat guna.

Acara ini juga dihadiri Sr. VP Sumatra Operations Support PT CPI Albert Simanjuntak. Dalam sambutannya, dia menegaskan kembali tentang pentingnya ketaatan perusahaan mitra kerja terhadap segala regulasi pemerintah dan menjunjung tinggi etika bisnis. Terkait masalah ketenagakerjaan, misalnya, dia meminta perusahaan mitra kerja agar selalu memastikan terpenuhinya kemaslahatan karyawan sesuai peraturan pemerintah yang berlaku.

Di hadapan para mitra kerja, Albert menekankan tiga hal utama, yakni masalah keselamatan, ketaatan terhadap regulasi dan etika bisnis, serta pentingnya kemitraan. ''Kami ingin kembali mengingatkan kepada pimpinan perusahaan mitra kerja agar selalu memperhatikan keselamatan para karyawannya. Kami menginginkan agar setiap karyawan mitra kerja pulang kembali ke rumah dan keluarganya dengan selamat setiap hari,'' tutur Albert.

Standar keselamatan yang tinggi dapat dicapai melalui pembentukan sistem dan kepemimpinan yang kuat. Hal tersebut sangat dibutuhkan karena skala operasi PT CPI yang begitu besar. Untuk aktivitas kendaraan, misalnya, jarak yang ditempuh rata-rata 370.000 km per hari, atau 136 juta km per tahun. Albert juga memaparkan tentang kinerja keselamatan perusahaan yang menunjukkan tren membaik dalam beberapa tahun terakhir. ''Kami yakin bahwa nihil kecelakaan itu dapat tercapai melalui upaya dan perhatian yang konsisten dari kita semua.''

Salah satu pimpinan perusahaan rekanan, Tumpal Hutabarat, mengaku sangat merasakan manfaat dari berbisnis dengan etika tinggi. ''Bagi kami para pebisnis, hal itu (etika bisnis, Red.) memberikan kepastian dan kenyamanan bagi kami dalam bekerja. Selama bermitra dengan Chevron, kami merasakan manfaat dari nilai-nilai yang dijalankan perusahaan tersebut,'' papar Tumpal, pimpinan dari PT Bangau Mas Perkasa, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Etika bisnis yang dimaksud, di antaranya, menghindari konflik kepentingan, mengikuti proses tender secara benar dan jujur, maupun mengeksekusi proyek sesuai kontrak.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tunggu Usai RUPS,
OJK Belum Terima Nama Kandidat Dirut Bank Riau Kepri

- BI dan Pemko Pekanbaru Teken MoU Gerakan Siswa Menabung
- 2014, REI Riau Sulit Capai Target Bangun 10 Ribu Unit Rumah
- Pemprov Riau Berkemugkinan Lanjutkan Program UED-SP
- KUA dan PPAS APBDP Rohul 2014 Disepakati Rp1.449 Triliun
- Musda REI Riau X , 3 Kandidat Siap Berlaga
- BRK Salurkan Beasiswa Bagi 75 Mahasiswa UPP Rohul


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.204.249.184
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com