Untitled Document
Ahad, 29 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Ahad, 19 April 2015 16:21
Janji Majukan Olahraga, Timo Kipda Ikut Pemilihan Ketua KONI Dumai

Ahad, 19 April 2015 16:20
Warga Rohul Minta Jalan Provinsi Simpang Kumu-Kota Tengah Diperlebar

Ahad, 19 April 2015 16:17
Sejumlah Bank "Hambat" Penuntasan Kasus TPPU Penyertaan Modal PT. BLJ Group Bengkalis

Ahad, 19 April 2015 16:14
Dinobatkan, Syamsuar Resmi Memangku Gelar Datuk Bandaro Hitam

Ahad, 19 April 2015 16:11
Polsek Bukit Raya Ciduk Pencuri Kabel Tower XL Protelindo

Ahad, 19 April 2015 16:07
Resmi Dilarang, Wawako Dumai Perintahkan Disperindag Awasi Miras di Pengecer

Ahad, 19 April 2015 16:04
183 Siswa SD Insan Utama Study Banding ke P4S



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 Desember 2012 14:21
Maksimalkan Komunikasi, CPI Kumpulkan Perusahaan Rekanan

Kerjasama antarpihak mustahil terlaksana dengan baik tanpa komunikasi dan kesepahaman. Untuk membangun komunikasi itulah, PT CPI mengumpulkan seluruh perusahaan rekanan.

Riauterkini-PEKANBARU-Tantangan industri migas ke depan yang semakin besar membutuhkan kemitraan yang solid antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan para mitra kerjanya. Kemitraan tersebut sangat vital dalam upaya meningkatkan keandalan operasi (operational excellence) guna mengoptimalkan produksi migas nasional. ''Stakeholder (pemangku kepentingan, Red.) utama kita adalah Pemerintah Indonesia karena sekitar 90 persen dari minyak mentah yang kita hasilkan adalah untuk negara. Jadi, kita sebenarnya bekerja untuk negara kita tercinta ini,'' ucap Bachtiar Abdul Fatah selaku VP Supply Chain Management PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI).

Pada Rabu lalu (12/12), PT CPI kembali mengadakan pertemuan dan dialog dengan para pimpinan perusahaan rekanan yang menjadi mitra kerja di lingkungan PT CPI, dalam sebuah acara bertajuk Vendor Day 2012. Kegiatan tahunan tersebut berlangsung sehari penuh di Rumbai Country Club (RCC) dengan dihadiri sekitar 300-an pimpinan perusahaan mitra kerja aktif.

Bachtiar menyebutkan, para mitra kerja memiliki posisi vital dalam mendukung kelancaran operasional PT CPI secara aman dan selamat sehingga tercipta keandalan operasi yang tinggi. Hal tersebut dapat terwujud jika didukung berbagai inovasi dari para mitra kerja yang meliputi sistem dan proses yang andal, sumber daya manusia yang kompeten, serta teknologi tepat guna.

Acara ini juga dihadiri Sr. VP Sumatra Operations Support PT CPI Albert Simanjuntak. Dalam sambutannya, dia menegaskan kembali tentang pentingnya ketaatan perusahaan mitra kerja terhadap segala regulasi pemerintah dan menjunjung tinggi etika bisnis. Terkait masalah ketenagakerjaan, misalnya, dia meminta perusahaan mitra kerja agar selalu memastikan terpenuhinya kemaslahatan karyawan sesuai peraturan pemerintah yang berlaku.

Di hadapan para mitra kerja, Albert menekankan tiga hal utama, yakni masalah keselamatan, ketaatan terhadap regulasi dan etika bisnis, serta pentingnya kemitraan. ''Kami ingin kembali mengingatkan kepada pimpinan perusahaan mitra kerja agar selalu memperhatikan keselamatan para karyawannya. Kami menginginkan agar setiap karyawan mitra kerja pulang kembali ke rumah dan keluarganya dengan selamat setiap hari,'' tutur Albert.

Standar keselamatan yang tinggi dapat dicapai melalui pembentukan sistem dan kepemimpinan yang kuat. Hal tersebut sangat dibutuhkan karena skala operasi PT CPI yang begitu besar. Untuk aktivitas kendaraan, misalnya, jarak yang ditempuh rata-rata 370.000 km per hari, atau 136 juta km per tahun. Albert juga memaparkan tentang kinerja keselamatan perusahaan yang menunjukkan tren membaik dalam beberapa tahun terakhir. ''Kami yakin bahwa nihil kecelakaan itu dapat tercapai melalui upaya dan perhatian yang konsisten dari kita semua.''

Salah satu pimpinan perusahaan rekanan, Tumpal Hutabarat, mengaku sangat merasakan manfaat dari berbisnis dengan etika tinggi. ''Bagi kami para pebisnis, hal itu (etika bisnis, Red.) memberikan kepastian dan kenyamanan bagi kami dalam bekerja. Selama bermitra dengan Chevron, kami merasakan manfaat dari nilai-nilai yang dijalankan perusahaan tersebut,'' papar Tumpal, pimpinan dari PT Bangau Mas Perkasa, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Etika bisnis yang dimaksud, di antaranya, menghindari konflik kepentingan, mengikuti proses tender secara benar dan jujur, maupun mengeksekusi proyek sesuai kontrak.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Ketua HNSI Riau Terpilih Kagumi Potensi Perikanan Budidaya Kampar
- Komisi B DPRD Riau Dukung Permendag Larangan Miras
- Sampai Besok, Nissan Duri Taja Showroom Ivent
- Turun Hingga 60 Persen, Estimasi DBH Bengkalis 2015 Hanya Berkisar Rp800 M
- RUPS BRK Dijadwalkan 22 April Mendatang
- Dispenda-Bank Riau Kepri Tandatangani MoU
- Harga Minyak Anjlok,
K3S Masih Menunggu untuk Mencari Ladang Minyak Baru



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.76.100
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com