Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 September 2017 13:50
Diduga Pasangan Mesum di Duri Dihakimi Massa

Kamis, 21 September 2017 13:06
Sat Narkoba Polres Inhil dan Polsek Mandah Tangkap Dua Penjual Sabu

Kamis, 21 September 2017 11:35
Pemuda Pancasila Bengkalis Dzikir Akbar Tahun Baru Hijriyah di Duri

Kamis, 21 September 2017 10:03
Dishub Sebut Malaysia Serius Lanjutkan Join Roro Dumai-Melaka

Rabu, 20 September 2017 20:50
Kunjungi 9 Perguruan Tinggi,
BPJS Kesehatan Beri Edukasi Pola Hidup Sehat kepada Mahasiswa


Rabu, 20 September 2017 20:44
Tahun Baru 1439 Hijriah,
Bupati Ajak Kaum Muslimin Muhasabah Diri dan Berbuat Lebih Baik


Rabu, 20 September 2017 20:41
Bahas Pidana Narkoba dan Karhutla, Bupati Bengkalis Temui Kapolda Riau

Rabu, 20 September 2017 20:21
Anak Main Lilin di Kasur, Rumah Warga Duri Ini Nyaris Ludes Dilalap Api

Rabu, 20 September 2017 19:59
Terkait Aksi Unjuk Rasa di Rantau Kopar,
PT CPI Tegaskan Pihaknya Kelola Aset Negara di Industri Hulu Migas


Rabu, 20 September 2017 19:05
Tersangka Proyek Jalan di Bengkalis,
KPK Dalami Peran Sekdako Dumai dan Hobby Siregar




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 13 Desember 2012 14:21
Maksimalkan Komunikasi, CPI Kumpulkan Perusahaan Rekanan

Kerjasama antarpihak mustahil terlaksana dengan baik tanpa komunikasi dan kesepahaman. Untuk membangun komunikasi itulah, PT CPI mengumpulkan seluruh perusahaan rekanan.

Riauterkini-PEKANBARU-Tantangan industri migas ke depan yang semakin besar membutuhkan kemitraan yang solid antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan para mitra kerjanya. Kemitraan tersebut sangat vital dalam upaya meningkatkan keandalan operasi (operational excellence) guna mengoptimalkan produksi migas nasional. ''Stakeholder (pemangku kepentingan, Red.) utama kita adalah Pemerintah Indonesia karena sekitar 90 persen dari minyak mentah yang kita hasilkan adalah untuk negara. Jadi, kita sebenarnya bekerja untuk negara kita tercinta ini,'' ucap Bachtiar Abdul Fatah selaku VP Supply Chain Management PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI).

Pada Rabu lalu (12/12), PT CPI kembali mengadakan pertemuan dan dialog dengan para pimpinan perusahaan rekanan yang menjadi mitra kerja di lingkungan PT CPI, dalam sebuah acara bertajuk Vendor Day 2012. Kegiatan tahunan tersebut berlangsung sehari penuh di Rumbai Country Club (RCC) dengan dihadiri sekitar 300-an pimpinan perusahaan mitra kerja aktif.

Bachtiar menyebutkan, para mitra kerja memiliki posisi vital dalam mendukung kelancaran operasional PT CPI secara aman dan selamat sehingga tercipta keandalan operasi yang tinggi. Hal tersebut dapat terwujud jika didukung berbagai inovasi dari para mitra kerja yang meliputi sistem dan proses yang andal, sumber daya manusia yang kompeten, serta teknologi tepat guna.

Acara ini juga dihadiri Sr. VP Sumatra Operations Support PT CPI Albert Simanjuntak. Dalam sambutannya, dia menegaskan kembali tentang pentingnya ketaatan perusahaan mitra kerja terhadap segala regulasi pemerintah dan menjunjung tinggi etika bisnis. Terkait masalah ketenagakerjaan, misalnya, dia meminta perusahaan mitra kerja agar selalu memastikan terpenuhinya kemaslahatan karyawan sesuai peraturan pemerintah yang berlaku.

Di hadapan para mitra kerja, Albert menekankan tiga hal utama, yakni masalah keselamatan, ketaatan terhadap regulasi dan etika bisnis, serta pentingnya kemitraan. ''Kami ingin kembali mengingatkan kepada pimpinan perusahaan mitra kerja agar selalu memperhatikan keselamatan para karyawannya. Kami menginginkan agar setiap karyawan mitra kerja pulang kembali ke rumah dan keluarganya dengan selamat setiap hari,'' tutur Albert.

Standar keselamatan yang tinggi dapat dicapai melalui pembentukan sistem dan kepemimpinan yang kuat. Hal tersebut sangat dibutuhkan karena skala operasi PT CPI yang begitu besar. Untuk aktivitas kendaraan, misalnya, jarak yang ditempuh rata-rata 370.000 km per hari, atau 136 juta km per tahun. Albert juga memaparkan tentang kinerja keselamatan perusahaan yang menunjukkan tren membaik dalam beberapa tahun terakhir. ''Kami yakin bahwa nihil kecelakaan itu dapat tercapai melalui upaya dan perhatian yang konsisten dari kita semua.''

Salah satu pimpinan perusahaan rekanan, Tumpal Hutabarat, mengaku sangat merasakan manfaat dari berbisnis dengan etika tinggi. ''Bagi kami para pebisnis, hal itu (etika bisnis, Red.) memberikan kepastian dan kenyamanan bagi kami dalam bekerja. Selama bermitra dengan Chevron, kami merasakan manfaat dari nilai-nilai yang dijalankan perusahaan tersebut,'' papar Tumpal, pimpinan dari PT Bangau Mas Perkasa, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Etika bisnis yang dimaksud, di antaranya, menghindari konflik kepentingan, mengikuti proses tender secara benar dan jujur, maupun mengeksekusi proyek sesuai kontrak.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Kunjungi 9 Perguruan Tinggi,
BPJS Kesehatan Beri Edukasi Pola Hidup Sehat kepada Mahasiswa

- Terkait Aksi Unjuk Rasa di Rantau Kopar,
PT CPI Tegaskan Pihaknya Kelola Aset Negara di Industri Hulu Migas

- Kawal Stabilitas Ekonomi, Bank Indonesia Lakukan 8 Tema Strategis di 2017-2019
- Capai Rp1 Triliun, Gubri Sebut Devisit Anggaran Hal Biasa
- Dinas PUPR Dumai Kelola Dana Rp87 Miliar untuk Proyek Infrastruktur
- Dinas PUPR Bengkalis Taja Sosialisasi Izin Usaha Jasa Konstruksi di Duri
- 155 Jamaah Haji Khusus Muhibbah Travel Tiba di Indonesia


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.159.64.172
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com