Untitled Document
Senin, 1 Rajab 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 20 April 2015 01:23
Buruh Bangsal Sagu di Meranti Ditemukan Tewas Dalam Kamar

Senin, 20 April 2015 01:20


Senin, 20 April 2015 01:19
46 Perusahaan di Meranti Tak Patuhi UMK

Senin, 20 April 2015 01:14
DPRD Rohil Minta Polisi Segera Tertibkan Penampungan CPO Ilegal

Senin, 20 April 2015 01:08
Pasca UN, 8 Siswa SMAN I Bangko Rohil Alami Tabrakan

Senin, 20 April 2015 00:59
Pencuri dan Penadah Sawit Digiring Warga Rantau Kopar, Rohil ke Polisi

Senin, 20 April 2015 00:51
Kabur Dari Rumah,
Mario Tertangkap di Bandara Kualanamu, Medan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Nopember 2012 06:19
Berakhir Juli 2013, Inhu Didorong Garap Block Kampar

Block Kampar yang kini dikelola Medco akan berakhir Juli 2013 mendatang. Pakar minyak dan tokoh masyarakat Inhu meminta Pemkab ambil alih kelola.

Riauterkini-PEKANBARU- Puluhan Pakar Perminyakan Indragiri Hulu ( Inhu ), Kecamatan Lirik mulai melirik ladang minyak Blok Kampar, sebab masa Kontrak Kerja Eksploitasi Kelola perminyakan PT Medco Energi akan berakhir tanggal 5 juli 2013 mendatang.

Jum’at, 16 November pekan lalu puluhan pensiunan karyawan PT Medco Lirik membentuk Forum Masyarakat Lirik untuk Rebut Blok Kampar dengan maksud mendesak PemKab Inhu untuk membentuk BUMD Perminyakan di INHU guna merebut peluang kelola perminyakan Blok Kampar, yang selama lebih dari 60 tahun di kelola oleh PT Stanvac dan PT Medco Energi.

H. Asril Husin, koordinator Forum yang juga pernah menjabat Field Manager Area PT Mendco Energi di Blok Kampar Kamis (22/11/12) menjelaskan, mereka bersama Tim yang mengaktualkan diri sebagai mantan spesialis kelola perminyakan PT Stanvac Indonesia ( sekarang PT Medco Energi Lirik ) yang sudah pensiun akan mendorong dan memberi dukungan kepada PemKab Inhu untuk tidak sekedar jadi penonton dan tidak sekedar menerima DBH Migas. Akan tetapi harus melakukan aksi seperti yang dilakukan Pemprov Riau merebut Blok Siak dari PT.CPI.

Produksi minyak mentah PT Medco dari Kecamatan Lirik sekitar 1800 Barrel per hari sedangkan puluhan tahun sebelumnya, PT Medco dulu bernama PT Stanvac masih memproduksi minyak mencapai 60.000 barrel perhari.

Sementara, PT Pertamina (Persero) nampaknya juga berminat mengelola block Kampar. Kini BUMN itu tengah melakukan kajian untuk mengetahui potensi minyak di sumur-sumur tua yang kemungkinan bisa dieksploitasi di Blok Kampar. Pertamina berharap bisa mengelola Blok Kampar di meliputi tiga daerah, yakni Kabupaten Pelalawan, Siak dan Indragiri Hulu.

"Kami sedang melakukan evaluasi terhadap sumur-sumur tua yang dinilai bisa menambah jumlah produksi minyak dari Riau, khususnya Pertamina Ubep Lirik," kata Field Manager PT Pertamina Unit Bisnis EP Lirik, Triyono beberapa waktu lalu.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
guruku
bukannya sok tau,,tapi klo hasilnya masih banyak gak mungkin dilepas,,paling2 klo gak mempan atau daerah masih ngotot yaaa datang aj menlunya mereka ketemu SBY ,,pasti beres,,lha wong selama ini emg kaya gtui kok


Berita lainnya..........
- Eka Hospital Pekanbaru Gelar Community Gathering 2015
- 600 Kg Minyak Goreng Tumpah, Wilmar Group Rugi Ratusan Juta
- Antisipasi Hak Diabaikan,
Buruh PT Hutahaean Rohul Bentuk Serikat Pekerja

- Ketua HNSI Riau Terpilih Kagumi Potensi Perikanan Budidaya Kampar
- Komisi B DPRD Riau Dukung Permendag Larangan Miras
- Sampai Besok, Nissan Duri Taja Showroom Ivent
- Turun Hingga 60 Persen, Estimasi DBH Bengkalis 2015 Hanya Berkisar Rp800 M


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.155.71
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com