Untitled Document
Selasa, 2 Safar 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 24 Nopember 2014 23:12
Pilih Kontraktor,
Camat Pinggir, Bengkalis Dinilai 'Ogah' Layani Warga


Senin, 24 Nopember 2014 23:07
Aktivitas Belajar Terganggu, 30 Sekolah di Inhu Terendam Banjir

Senin, 24 Nopember 2014 21:50
Longsor di Minas, Siak,
Bupati Syamsuar Langsung Tinjau dan Beri Santunan


Senin, 24 Nopember 2014 21:41
Bunuh Janda, Oknum Polisi Terancam Dipecat

Senin, 24 Nopember 2014 21:35
Dewan Siak Sampaikan Hasil Reses di Hadapan Wakil Bupati

Senin, 24 Nopember 2014 21:31
OJK: Kandidat Pengurus BRK Wajib Fit and Proper Test

Senin, 24 Nopember 2014 21:28
Pasca Direndam Banjir,
Murid SDN 003 Kepenuhan Hulu, Rohul Belum Belajar




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Nopember 2012 06:19
Berakhir Juli 2013, Inhu Didorong Garap Block Kampar

Block Kampar yang kini dikelola Medco akan berakhir Juli 2013 mendatang. Pakar minyak dan tokoh masyarakat Inhu meminta Pemkab ambil alih kelola.

Riauterkini-PEKANBARU- Puluhan Pakar Perminyakan Indragiri Hulu ( Inhu ), Kecamatan Lirik mulai melirik ladang minyak Blok Kampar, sebab masa Kontrak Kerja Eksploitasi Kelola perminyakan PT Medco Energi akan berakhir tanggal 5 juli 2013 mendatang.

Jum’at, 16 November pekan lalu puluhan pensiunan karyawan PT Medco Lirik membentuk Forum Masyarakat Lirik untuk Rebut Blok Kampar dengan maksud mendesak PemKab Inhu untuk membentuk BUMD Perminyakan di INHU guna merebut peluang kelola perminyakan Blok Kampar, yang selama lebih dari 60 tahun di kelola oleh PT Stanvac dan PT Medco Energi.

H. Asril Husin, koordinator Forum yang juga pernah menjabat Field Manager Area PT Mendco Energi di Blok Kampar Kamis (22/11/12) menjelaskan, mereka bersama Tim yang mengaktualkan diri sebagai mantan spesialis kelola perminyakan PT Stanvac Indonesia ( sekarang PT Medco Energi Lirik ) yang sudah pensiun akan mendorong dan memberi dukungan kepada PemKab Inhu untuk tidak sekedar jadi penonton dan tidak sekedar menerima DBH Migas. Akan tetapi harus melakukan aksi seperti yang dilakukan Pemprov Riau merebut Blok Siak dari PT.CPI.

Produksi minyak mentah PT Medco dari Kecamatan Lirik sekitar 1800 Barrel per hari sedangkan puluhan tahun sebelumnya, PT Medco dulu bernama PT Stanvac masih memproduksi minyak mencapai 60.000 barrel perhari.

Sementara, PT Pertamina (Persero) nampaknya juga berminat mengelola block Kampar. Kini BUMN itu tengah melakukan kajian untuk mengetahui potensi minyak di sumur-sumur tua yang kemungkinan bisa dieksploitasi di Blok Kampar. Pertamina berharap bisa mengelola Blok Kampar di meliputi tiga daerah, yakni Kabupaten Pelalawan, Siak dan Indragiri Hulu.

"Kami sedang melakukan evaluasi terhadap sumur-sumur tua yang dinilai bisa menambah jumlah produksi minyak dari Riau, khususnya Pertamina Ubep Lirik," kata Field Manager PT Pertamina Unit Bisnis EP Lirik, Triyono beberapa waktu lalu.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
guruku
bukannya sok tau,,tapi klo hasilnya masih banyak gak mungkin dilepas,,paling2 klo gak mempan atau daerah masih ngotot yaaa datang aj menlunya mereka ketemu SBY ,,pasti beres,,lha wong selama ini emg kaya gtui kok


Berita lainnya..........
- OJK: Kandidat Pengurus BRK Wajib Fit and Proper Test
- Kembangkan UMKM di Pekanbaru,
Dinas Koperasi Jalin MoU dengan Kemitraan

- Tidak Menguntungkan, Warga Kuansing Enggan Lanjutkan HTR
- Interfood Indonesia 2014 di Jakarta, Meranti Sabet Unique Stand Award
- Bank Riau Kepri Peduli,
Bantu Korban Banjir Desa Bandar Padang, Inhu

- Kementrian ESDM Serahkan Pengelolaan Blok Kampar ke Pertamina
- Sudah Layak Dibangun Pabrik,
Produksi Karet di Rohul 2,059 Ton Per Minggu



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.216.254
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com