Untitled Document
Kamis, 9 Sya'ban 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 28 Mei 2015 08:19
24 Ribu Lebih CVD dan DVD Bajakan Disita Polda Riau

Kamis, 28 Mei 2015 07:44
Dubes RI di Kamboja Merasa Difitnah Bupati Meranti

Kamis, 28 Mei 2015 06:49
Diperlakukan tak Mengenakkan Saat di Kamboja, Bupati Meranti Minta Dubes Dievaluasi

Rabu, 27 Mei 2015 22:30
Jelang Ramadhan 1436 H,
Polres Kuansing Gelar Operasi Patuh Selama Dua Pekan


Rabu, 27 Mei 2015 21:33
Peringati Harkitnas, Kajati Riau Sampaikan Semangat Perjuangan

Rabu, 27 Mei 2015 21:27
Tolak Intervensi, Panitia Pastikan Musda KNPI Inhil Tetap 30 Mei

Rabu, 27 Mei 2015 21:22
Anggota Diduga Menipu,
Anggota DKP Terancam Sanksi Menengah dan Berat




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Nopember 2012 06:19
Berakhir Juli 2013, Inhu Didorong Garap Block Kampar

Block Kampar yang kini dikelola Medco akan berakhir Juli 2013 mendatang. Pakar minyak dan tokoh masyarakat Inhu meminta Pemkab ambil alih kelola.

Riauterkini-PEKANBARU- Puluhan Pakar Perminyakan Indragiri Hulu ( Inhu ), Kecamatan Lirik mulai melirik ladang minyak Blok Kampar, sebab masa Kontrak Kerja Eksploitasi Kelola perminyakan PT Medco Energi akan berakhir tanggal 5 juli 2013 mendatang.

Jum’at, 16 November pekan lalu puluhan pensiunan karyawan PT Medco Lirik membentuk Forum Masyarakat Lirik untuk Rebut Blok Kampar dengan maksud mendesak PemKab Inhu untuk membentuk BUMD Perminyakan di INHU guna merebut peluang kelola perminyakan Blok Kampar, yang selama lebih dari 60 tahun di kelola oleh PT Stanvac dan PT Medco Energi.

H. Asril Husin, koordinator Forum yang juga pernah menjabat Field Manager Area PT Mendco Energi di Blok Kampar Kamis (22/11/12) menjelaskan, mereka bersama Tim yang mengaktualkan diri sebagai mantan spesialis kelola perminyakan PT Stanvac Indonesia ( sekarang PT Medco Energi Lirik ) yang sudah pensiun akan mendorong dan memberi dukungan kepada PemKab Inhu untuk tidak sekedar jadi penonton dan tidak sekedar menerima DBH Migas. Akan tetapi harus melakukan aksi seperti yang dilakukan Pemprov Riau merebut Blok Siak dari PT.CPI.

Produksi minyak mentah PT Medco dari Kecamatan Lirik sekitar 1800 Barrel per hari sedangkan puluhan tahun sebelumnya, PT Medco dulu bernama PT Stanvac masih memproduksi minyak mencapai 60.000 barrel perhari.

Sementara, PT Pertamina (Persero) nampaknya juga berminat mengelola block Kampar. Kini BUMN itu tengah melakukan kajian untuk mengetahui potensi minyak di sumur-sumur tua yang kemungkinan bisa dieksploitasi di Blok Kampar. Pertamina berharap bisa mengelola Blok Kampar di meliputi tiga daerah, yakni Kabupaten Pelalawan, Siak dan Indragiri Hulu.

"Kami sedang melakukan evaluasi terhadap sumur-sumur tua yang dinilai bisa menambah jumlah produksi minyak dari Riau, khususnya Pertamina Ubep Lirik," kata Field Manager PT Pertamina Unit Bisnis EP Lirik, Triyono beberapa waktu lalu.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
guruku
bukannya sok tau,,tapi klo hasilnya masih banyak gak mungkin dilepas,,paling2 klo gak mempan atau daerah masih ngotot yaaa datang aj menlunya mereka ketemu SBY ,,pasti beres,,lha wong selama ini emg kaya gtui kok


Berita lainnya..........
- Disperindag Dumai Gelar OP LPG 3 Kg Sebanyak 6.160 Tabung
- Disnaker Dumai Kirim 11 Perusahaan Lomba Zero Accident
- Beras Plastik Tak Ditemukan Beredar di Kuansing
- Minimalisir Angka Pengangguran, Disnaker Pekanbaru Gelar Job Expo
- Stabilkan Harga,
Disperindag Pekanbaru Siapkan Operasi Pasar Tabung Gas 3 Kg

- Pekan Ini, Harga TBS Sawit Naik
- Walikota Pekanbaru Hadiri RUPS dan RUPSLB PT.BSP‎


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 174.129.127.214
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com