Untitled Document
Rabu, 8 Zulqaidah 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Rabu, 3 September 2014 11:24
444 Orang JCH Pekanbaru Berangkat Menuju Jeddah,
"Walikota Nitipkan Doa untuk Bangsa"


Rabu, 3 September 2014 11:01
Dua Tersangka Curanmor di Pekanbaru Ditangkap Sedang Jual Motor

Rabu, 3 September 2014 10:54
Jajaran Polsek Simpang Kanan Rohil Ringkus Pengedar Sabu

Rabu, 3 September 2014 10:48
Diskes Dumai Tangani 96 Kasus DBD

Rabu, 3 September 2014 10:36
Mencuri Dikenali Pemilik Rumah, Warga Balam Sempurna Rohil Ditangkap Polisi

Rabu, 3 September 2014 09:33
Pelantikan Dirut BUMD Pelalawan Tunggu Isyarat Bupati

Rabu, 3 September 2014 09:28
Gelper Dragon Zone dan Family KTV di Duri Diserbu Massa



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Nopember 2012 06:19
Berakhir Juli 2013, Inhu Didorong Garap Block Kampar

Block Kampar yang kini dikelola Medco akan berakhir Juli 2013 mendatang. Pakar minyak dan tokoh masyarakat Inhu meminta Pemkab ambil alih kelola.

Riauterkini-PEKANBARU- Puluhan Pakar Perminyakan Indragiri Hulu ( Inhu ), Kecamatan Lirik mulai melirik ladang minyak Blok Kampar, sebab masa Kontrak Kerja Eksploitasi Kelola perminyakan PT Medco Energi akan berakhir tanggal 5 juli 2013 mendatang.

Jum’at, 16 November pekan lalu puluhan pensiunan karyawan PT Medco Lirik membentuk Forum Masyarakat Lirik untuk Rebut Blok Kampar dengan maksud mendesak PemKab Inhu untuk membentuk BUMD Perminyakan di INHU guna merebut peluang kelola perminyakan Blok Kampar, yang selama lebih dari 60 tahun di kelola oleh PT Stanvac dan PT Medco Energi.

H. Asril Husin, koordinator Forum yang juga pernah menjabat Field Manager Area PT Mendco Energi di Blok Kampar Kamis (22/11/12) menjelaskan, mereka bersama Tim yang mengaktualkan diri sebagai mantan spesialis kelola perminyakan PT Stanvac Indonesia ( sekarang PT Medco Energi Lirik ) yang sudah pensiun akan mendorong dan memberi dukungan kepada PemKab Inhu untuk tidak sekedar jadi penonton dan tidak sekedar menerima DBH Migas. Akan tetapi harus melakukan aksi seperti yang dilakukan Pemprov Riau merebut Blok Siak dari PT.CPI.

Produksi minyak mentah PT Medco dari Kecamatan Lirik sekitar 1800 Barrel per hari sedangkan puluhan tahun sebelumnya, PT Medco dulu bernama PT Stanvac masih memproduksi minyak mencapai 60.000 barrel perhari.

Sementara, PT Pertamina (Persero) nampaknya juga berminat mengelola block Kampar. Kini BUMN itu tengah melakukan kajian untuk mengetahui potensi minyak di sumur-sumur tua yang kemungkinan bisa dieksploitasi di Blok Kampar. Pertamina berharap bisa mengelola Blok Kampar di meliputi tiga daerah, yakni Kabupaten Pelalawan, Siak dan Indragiri Hulu.

"Kami sedang melakukan evaluasi terhadap sumur-sumur tua yang dinilai bisa menambah jumlah produksi minyak dari Riau, khususnya Pertamina Ubep Lirik," kata Field Manager PT Pertamina Unit Bisnis EP Lirik, Triyono beberapa waktu lalu.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
guruku
bukannya sok tau,,tapi klo hasilnya masih banyak gak mungkin dilepas,,paling2 klo gak mempan atau daerah masih ngotot yaaa datang aj menlunya mereka ketemu SBY ,,pasti beres,,lha wong selama ini emg kaya gtui kok


Berita lainnya..........
- Pelantikan Dirut BUMD Pelalawan Tunggu Isyarat Bupati
- Ditetapkan Menperindustrian, RAPP Masuk 49 Industri Vital Nasional
- Raskin Terutang Bulog Capai Rp14,5 Miliar
- Harga Jual Elpiji Tak Merata, Disperindag Rohil Bakal Buat Edaran HET
- Harga Karet Anjlok, Pemerintah Meranti Diminta Turun Tangan
- Harga Karet Anjlok,
Dinas Perdagangan Meranti di Minta Turuntangan

- Sampai 2013, Nilai Aset Bergerak Pemkab Rohul Rp2,9 Triliun


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.19.4.137
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com