Untitled Document
Kamis, 8 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 29 Januari 2015 21:10
‎Palsukan SPK Proyek, Oknum PNS Inhu Dipolisikan

Kamis, 29 Januari 2015 21:00
Melalui Desa Mandiri Pangan dan Energy,
Bupati Kampar Percepat Swamsembada Desa


Kamis, 29 Januari 2015 20:58
Tak Disetujui Gubri Nonaktif, Anggota DPRD Riau Tanpa Dana Aspirasi di 2015

Kamis, 29 Januari 2015 20:56
37 Desa di Rohul Belum Dapatkan Pasokan Listrik dari PT PLN

Kamis, 29 Januari 2015 20:51
Lengkap, 161 CPNS Pemprov Riau Serahkan Berkas Daftar Ulang

Kamis, 29 Januari 2015 20:43
HUT Ke 65 Kabupaten Kampar,
20 Tim Ikut Pertandingan Sepak Bola


Kamis, 29 Januari 2015 20:38
Tunjangan September 2014 Belum Dibayar,
Dewan Akan Menanyakan Ke Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Nopember 2012 06:19
Berakhir Juli 2013, Inhu Didorong Garap Block Kampar

Block Kampar yang kini dikelola Medco akan berakhir Juli 2013 mendatang. Pakar minyak dan tokoh masyarakat Inhu meminta Pemkab ambil alih kelola.

Riauterkini-PEKANBARU- Puluhan Pakar Perminyakan Indragiri Hulu ( Inhu ), Kecamatan Lirik mulai melirik ladang minyak Blok Kampar, sebab masa Kontrak Kerja Eksploitasi Kelola perminyakan PT Medco Energi akan berakhir tanggal 5 juli 2013 mendatang.

Jum’at, 16 November pekan lalu puluhan pensiunan karyawan PT Medco Lirik membentuk Forum Masyarakat Lirik untuk Rebut Blok Kampar dengan maksud mendesak PemKab Inhu untuk membentuk BUMD Perminyakan di INHU guna merebut peluang kelola perminyakan Blok Kampar, yang selama lebih dari 60 tahun di kelola oleh PT Stanvac dan PT Medco Energi.

H. Asril Husin, koordinator Forum yang juga pernah menjabat Field Manager Area PT Mendco Energi di Blok Kampar Kamis (22/11/12) menjelaskan, mereka bersama Tim yang mengaktualkan diri sebagai mantan spesialis kelola perminyakan PT Stanvac Indonesia ( sekarang PT Medco Energi Lirik ) yang sudah pensiun akan mendorong dan memberi dukungan kepada PemKab Inhu untuk tidak sekedar jadi penonton dan tidak sekedar menerima DBH Migas. Akan tetapi harus melakukan aksi seperti yang dilakukan Pemprov Riau merebut Blok Siak dari PT.CPI.

Produksi minyak mentah PT Medco dari Kecamatan Lirik sekitar 1800 Barrel per hari sedangkan puluhan tahun sebelumnya, PT Medco dulu bernama PT Stanvac masih memproduksi minyak mencapai 60.000 barrel perhari.

Sementara, PT Pertamina (Persero) nampaknya juga berminat mengelola block Kampar. Kini BUMN itu tengah melakukan kajian untuk mengetahui potensi minyak di sumur-sumur tua yang kemungkinan bisa dieksploitasi di Blok Kampar. Pertamina berharap bisa mengelola Blok Kampar di meliputi tiga daerah, yakni Kabupaten Pelalawan, Siak dan Indragiri Hulu.

"Kami sedang melakukan evaluasi terhadap sumur-sumur tua yang dinilai bisa menambah jumlah produksi minyak dari Riau, khususnya Pertamina Ubep Lirik," kata Field Manager PT Pertamina Unit Bisnis EP Lirik, Triyono beberapa waktu lalu.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
guruku
bukannya sok tau,,tapi klo hasilnya masih banyak gak mungkin dilepas,,paling2 klo gak mempan atau daerah masih ngotot yaaa datang aj menlunya mereka ketemu SBY ,,pasti beres,,lha wong selama ini emg kaya gtui kok


Berita lainnya..........
- Peredaran Apel AS ,
Pedagang: Buah Impor Ada Kode Organik atau Tidak

- Low Season, Load Facktor di Riau Maskapai Hanya 40 Persen
- ‎Gandeng BPOM, Disperindagpas Inhu Uji Sampel Apel Impor
- Pedagang Merugi, Disperindag Dumai Sidak Buah Apel Berbakteri
- 70 Kg Buah Apel Diduga Bervirus Masih Dijual Pedagang di Rohul
- Pedagang Buah di Rohul Belum Tahu Ada Apel Mengandung Bakteri
- 2014, Tiongkok Tujuan Utama Ekspor Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.146.190.193
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com