Untitled Document
Kamis, 24 Syawwal 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 21 Agustus 2014 20:59
Terdapat 84 Penderita HIV-AIDS,
Terjadi 48 Kasus Pelanggaran Perlindungan Anak di Siak


Kamis, 21 Agustus 2014 20:51
Satpol PP Terus Pantau Janji Pengusaha Kos-kosan 70

Kamis, 21 Agustus 2014 20:45
Jalur Tuah Negeri Seribu Kubah, Rohil Melaju ke Hari Kedua

Kamis, 21 Agustus 2014 20:38
Gelapkan dan Gadaikan Sepeda Motor Tetangga, Supir di Pekanbaru Ditangkap

Kamis, 21 Agustus 2014 20:34
Pemko Dumai Sosialisasikan SP2EPA Tahun 2014

Kamis, 21 Agustus 2014 20:29
Cemari Sungai dengan Limbah Pabrik,
Massa IPM-PB Desak Ijin PT PSJ di Langgam Dicabut


Kamis, 21 Agustus 2014 20:24
Kejelasan Formasi CPNS Pekanbaru,
Sekdako Pekanbaru dan Kepala BKD Datangi MenPAN-RB




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Wabup Bengkalis Buka HUT ke-67 Koperasi di Mandau
- Riau Jadi Pusat Industri Sawit Nasional
- Semester I 2014, Realisasi Penerimaan Pajak 43 Persen
- Pasca Lebaran, Harga Getah Karet dan Sawit di Bengkalis Anjlok
- Lusa, CV Istana Motor Gelar "Yamaha GT Fiesta" di Selatpanjang
- Wawako Dumai Temui BRK, Minta Pembayaran Pensiun Veteran di Lantai Dasar
- Tanpa Hilirisasi Harga Sawit dan Karet Selamanya ‘Dipermainkan’


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.83.227.191
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com