Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Pebruari 2017 20:30
Pilgubri 2018, Sejumlah Balon Mulai Komunikasi dengan PDI

Senin, 27 Pebruari 2017 20:25
Eka Hospital Fasilitasi Masyarakat Tes Minat dan Bakat

Senin, 27 Pebruari 2017 20:06
Tak Kunjung Turun, Bulog Gelar OP Daging

Senin, 27 Pebruari 2017 20:05
Berkunjung ke Islamic Center Rohul,
Suparman: Saya Merasa Penjara itu Pesantren


Senin, 27 Pebruari 2017 19:55
KPK Nilai Pengawasan Internal Pemerintah di Riau Lemah

Senin, 27 Pebruari 2017 19:39
Suparman Dukung KPK dan Minta Masyarakat Rohul Bersatu

Senin, 27 Pebruari 2017 19:30
PPP Usung Rusli Effendi Jadi Balon Gubri

Senin, 27 Pebruari 2017 19:23
Telkom Persentasikan Proyek Smart Ligthing ke Pemko Dumai

Senin, 27 Pebruari 2017 19:19
6.000 Sapi di Pekanbaru Terancam Virus Jembran

Senin, 27 Pebruari 2017 18:00
Walikota Dumai Serahkan SK Pengangkatan 51 Bidan PTT



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- BI Gelar Penukaran Uang,
Rp300 Miliar Uang Baru Sudah Beredar di Riau

- Pemko Pekanbaru Akui Pasar Tradisional Sepi
- Lelang Proyek, LPSE Pekanbaru Penuhi Sembilan Standar KPK
- Pasar Tradisional Pemko Pekanbaru Sepi, Disperindag Siapkan Jurus Jitu
- Taja MKPT 2016,
UEK Pematang Pudu Banjir Hadiah dan Kegiatan Sosial

- Tingkatkan Pembinaan,
Diskop Pekanbaru Gencarkan Kampanye Pembubaran Koperasi

- Bank Indonesia Serahkan 5 Ribu Bibit Cabe ke PKK Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.80.147
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com