Untitled Document
Selasa, 6 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 27 Januari 2015 21:46
BPKP Riau Sosialisasikan Sistem Akrual ke Bupati dan Pejabat Rohul

Selasa, 27 Januari 2015 21:43


Selasa, 27 Januari 2015 21:11
APRIL Asian Agri Learning Institute Tingkatkan SDM Karyawan

Selasa, 27 Januari 2015 21:09


Selasa, 27 Januari 2015 21:07
Wacana Pemekaran Rokan Samo dan Kota Baharu,
Bupati Achmad Sebut Tak Berniat Jadi Bupati atau Walikota


Selasa, 27 Januari 2015 20:59
Sejumlah Pengusaha TV Kabel Riau Bentuk Aspetika

Selasa, 27 Januari 2015 20:53
Belasan Gerobak Kayu Keluar dari Hutan Kundur, Meranti Setiap Hari



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- APRIL Asian Agri Learning Institute Tingkatkan SDM Karyawan
- Sejumlah Pengusaha TV Kabel Riau Bentuk Aspetika
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Turun Rp 28,36 Per Kilogram
- Kata Dirut, Investor Hongkong dan Malaysia Minati RAL
- Harga TBS di Rohul Turun Rp28,36 Per Kg Pekan Ini
- 12 Koperasi di Rohul Bakal Dibekukan,
Dari 314 Unit, Hanya 62 Koperasi Sudah Gelar RAT

- Pasar Kelakap Tujuh Sepi, Pemko Dumai Dianggap Sengsarakan Rakyat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.16.100.60
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com