Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 10 Desember 2016 04:03
Karyawan PT Indofood Pekanbaru Tewas Ditikam Teman Sendiri

Jum’at, 9 Desember 2016 21:41
Pengendara Motor di Bengkalis Tewas Tertabrak Mobil Dinas Pemkab Siak

Jum’at, 9 Desember 2016 20:59
Pentas Seni HAKI dari Rohil Mendapat Sambutan Hangat

Jum’at, 9 Desember 2016 20:48
Mal Ciputra Seraya Pekanbaru Gelar Home Decor

Jum’at, 9 Desember 2016 20:27
Tindak Pidana Curas,
DPO Polres Rohil Berhasil Ditangkap


Jum’at, 9 Desember 2016 19:55
Peringati HAKI 2016, Kejari Rohul Bagikan Seribu Stiker dan Brosur Anti Korupsi

Jum’at, 9 Desember 2016 19:17
Sepuluh Calon Kades di Rohul Ajukan Gugatan Pilkades 2016

Jum’at, 9 Desember 2016 18:52
Sepuluh Rumah di Asrama Pancasila Pekanbaru Terbakar

Jum’at, 9 Desember 2016 18:43
Besok, Putri Pariwisata Indonesia Ramaikan Parade Kain Tradisional Riau

Jum’at, 9 Desember 2016 18:38
HAKI 2016, Kejari Dumai Bersama Awak Media Bagikan Stiker Anti Korupsi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Dari Berlian Hingga Batik Riau,
Hebohnya Lelang Barang Gratifikasi

- RAPP Sosialiasikan Pentingnya Keselamatan Kerja pada Seluruh Kontraktor
- Distribusi BBM ke Pulau Rupat, Terganjal Persetujuan Kominfo
- Jelang Akhir Tahun, Tingkat Hunian Hotel di Pekanbaru Naik
- Keliling Jawa, Wabup Kuansing Belajar Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
- Tekan Harga Cabe,
TPID Riau Ajak Menanam Cabe 10 Polibag Setiap Rumah

- Bahas Ekonomi Kekinian, TPID Riau Gelar Rapat Koordinasi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.159.189.139
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com