Untitled Document
Ahad, 6 Rabiul Awwal 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Ahad, 28 Desember 2014 11:46
Sebabkan Harga Hasil Perkebunan Anjlok,
Jalan di Kecamatan Kemuning Banyak Rusak Parah


Ahad, 28 Desember 2014 11:37
Pembukaan HIPPMIH Expo 2014,
Diawali Teater Perjuangan Warga Pungkat dari Neokolonialisme Pengusaha Sawit


Ahad, 28 Desember 2014 10:45
Realisasi APBD Rendah,
Plt Gubri Minta Pejabat Tidak Lagi Mengulur Tender di 2015


Ahad, 28 Desember 2014 08:40
Kapolresta Bantah Laporan Penculikan Sudah Diterima Polisi

Ahad, 28 Desember 2014 08:30
Bupati Bengkalis Hadiri Perayaan Natal Oikumene di Duri

Ahad, 28 Desember 2014 08:25
Nambah Libur, Bupati Bengkalis Warning Jajarannya

Ahad, 28 Desember 2014 08:16
Banjir di Bengkalis Semakin Parah,
Pemukiman Warga di 10 Desa Terendam




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Bupati Bengkalis Resmikan PDAM Unit Rupat
- Pekan Ini, Harga TBS Naik Rp 36,94 perkilogram
- Kepala BPPT Resmikan Kawasan Pembangunan Teknopolitan Pelalawan
- Banyak Perusahaan Dumai Nunggak Iuran BPJS-TK
- Harga Getah Anjlok, Petani Karet Kuansing 'Iri' Kemakmuran Petani Sawit
- Persiapan Pengoperasian PDAM Unit Rupat, Bengkalis Terus Digesa
- Pemko Dumai Serius Kembangkan Wisata Kuliner


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.227.160.102
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com