Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 April 2017 14:20
Dalam Semalam, Dua Sekolah di Duri Dibongkar Maling

Rabu, 26 April 2017 14:14
Sesuai Tatib, Wagubri Terpilih Akan Dilantik Presiden di Jakarta

Rabu, 26 April 2017 13:47
Dibuka Presiden, Gubernur Riau Hadiri Musrenbangnas 2017

Rabu, 26 April 2017 13:37
Hadirkan Pengalaman Berbeda, Grand Elite Hotel Suguhkan Paket Makan Bajamba

Rabu, 26 April 2017 13:30
Rayakan Hari Kartini, Telkomsel Gelar Kartini Digital Competition 2017

Rabu, 26 April 2017 13:15
Jatuh dari Motor dan Terlindas Truk, Siswi SMA di Kuansing Tewas

Rabu, 26 April 2017 13:11
Siaga Bencana Alam, Tim Gabungan di Rohul Gelar Simulasi di Pasar Modern

Rabu, 26 April 2017 13:08
Sidang Tuntutan Korupsi Mantan Ketua DPRD Bengkalis Ditunda Sepekan

Rabu, 26 April 2017 12:49
Besok, PTUN Putuskan Gugatan Ide Terkait Penetapan Hasil Pilkada Pekanbaru

Rabu, 26 April 2017 12:16
DPRD Pelalawan Setujui LKPJ Kada Akhir Tahun 2016



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Rayakan Hari Kartini, Telkomsel Gelar Kartini Digital Competition 2017
- Retribusi IMB Tower Bocor, Pekanbaru Rugi Ratusan Juta Rupiah
- Petani Mulai Menjerit, Harga Getah Karet Terus Menurun
- Undian BRI Simpedes,
Nasabah BRI Selatpanjang Panen Hadiah Mobil dan Honda

- Meriahkan Hari Kartini,
BRG Gelar Lomba Foto Internal Berpakaian Daerah

- Meriahkan Hari Kartini, Grand Tjokro Gelar Donor Darah
- Sebabkan Macet, PKL Kembali Menjamur di Terminal Ps Kodim


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.144.60.73
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com