Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 21 Juli 2017 19:15
Kasus Korupsi Beasiswa,
Kajari Kuansing Sebut Segera Tetapkan Tersangka


Jum’at, 21 Juli 2017 18:55
Jadi Korban Penganiayaan,
Dua Wanita di Inhil Laporkan Tetangganya ke Polisi


Jum’at, 21 Juli 2017 18:30
Kak Seto Motivasi Penghuni Lapas AnakPekanbaru

Jum’at, 21 Juli 2017 17:25
Kapolres Kampar Pimpin Rakor Eksternal Penanggulangan Balap Liar dan Geng Motor

Jum’at, 21 Juli 2017 17:20
Juni, KPU Riau Sudah Mulai Tahapan Pilgubri 2018

Jum’at, 21 Juli 2017 17:03
Dugaan Korupsi Rp900 Juta Lebih,
Mantan Kades di Meranti Ini Dikabarkan Tertangkap di Bengkalis


Jum’at, 21 Juli 2017 16:38
Tanpa Sebab Jelas, Pria di Bengkalis Ini Hajar ABG

Jum’at, 21 Juli 2017 16:32
Ketimbang Utang Main Stadion,
Dewan Usulkan Pemprov Lunasi Utang Infrastruktur PON


Jum’at, 21 Juli 2017 15:39
Dua Terduga Pengedar Sabu di Pulau Bengkalis Diringkus Polisi

Jum’at, 21 Juli 2017 15:31
HUT Bhakti ke-57 Adhyaksa,
Kejari Rohul Gelar Jalan Santai‎ dan Bagi-bagi Door Prize




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Tinjau Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai,
Gubri Sebut Seksi I Diaspal Desember mendatang

- Seluruh Pasar Swasta di Pekanbaru Adalah Ilegal
- Server Terganggu, Pelanggan Telkomsel di Bengkalis Mengeluh
- Agustus, Bulog Launching Minyak Goreng Kita
- PTPN V Dituding Halangi Pembangunan Tapak Tower Tol Listrik Sumatera
- Sepanjang Ramadan dan Lebaran,
Penjualan PT Greentech Cakrawala Motorindo, Alami Peningkatan Hingga 50 Persen

- Akibat Pembiaran Menahun, Pasar Pagi Arengka Tak Kunjung Tertib


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.81.56.254
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com