Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 6 Pebruari 2016 20:13
Simpan Sabu-sabu dalam Tas, Warga Rohil Tak Berkutik

Sabtu, 6 Pebruari 2016 20:08
Kodim 0313 KPR Giat Tanamkan Semangat Wasbang dan Bela Negara Sejak Dini di Rohul

Sabtu, 6 Pebruari 2016 19:37
Simpan Sabu di Bawah Jendela Kamar, Warga Bagansiapiapi Ditangkap Polisi

Sabtu, 6 Pebruari 2016 17:58
Bupati Terpilih Dilantik 17 Februari, Pj. Bupati Bengkalis Pamitan

Sabtu, 6 Pebruari 2016 17:54
Gelar Musrenbangdes, Koto Kombu Fokus Ingin Bangun Infrastruktur dan Ekonomi

Sabtu, 6 Pebruari 2016 16:51
Alat Berat Tangkapan dari TKP Karlahut Dibawa ke Mapolsek Kubu, Rohil

Sabtu, 6 Pebruari 2016 16:29
Kabut Lewat Jembatan Rusak, Pelaku Curas di Panipahan Ditembak Polisi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Sinergi BI-Pemprov Riau, BSBI Gelar FGD
- 2015, Pertumbuhan Ekonomi Riau Naik 0,22 Persen
- BRK Gandeng LPPI untuk Tingkatkan Kompetensi
- Baru 2 Kabupaten/Kota Serahkan SPA Rastra 2016
- Imlek, Loadfactor Jasa Penerbangan Turun
- Kredit UMKM Riau Hanya Naik 10,2 Persen Tahun Lalu
- HTI dan HTR Topang Sektor Kehutanan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.147.26.192
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com