Untitled Document
Senin, 6 Sya'ban 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 25 Mei 2015 12:01
KPK Ajari Pelajar SMA Pekanbaru Bikin Film Antikorupsi

Senin, 25 Mei 2015 11:54
Suap Alih Fungsi Lahan, Annas Maamun Dituntut 6 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2015 11:52
RAPP Bantu Pembangunan Masjid Desa Pesajian, Kuansing

Senin, 25 Mei 2015 11:47
Walikota Pekanbaru Taja Kontes Batu Akik Berhadian Jutaan Rupiah

Senin, 25 Mei 2015 11:22
Peringatan Hari Anak Nasional 2015 di Kuansing Meriah

Senin, 25 Mei 2015 10:43
Sehat, Annas Maamun Siap Hadapi Tuntutan Suap Alih Fungsi Lahan

Senin, 25 Mei 2015 09:56
Demi Bebaskan 10 Orang Lagi,
Kepulangan Warga Meranti di Kamboja Diundur Hingga Rabu




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Harga Capai Rp 30-35 Ribu, LPG 3 Kg Mulai Langka di Pekanbaru
- Isu Beras Plastik Turunkan Omset Pedagang Dumai
- HUT ke-17, Bank Rohil Gelar Malam Syukuran
- Mumpuni di Sektor Insurance,
Kadivre II BPJS Kesehatan Raih Marketeer of The Year Pekanbaru 2015

- Hadapi MEA 2015, Pemko Dumai Siapkan SDM Siap Terampil
- Baru 4 Bank Jalankan Laku Pandai
- Soal Beras Plastik, Disperindag Pekanbaru Segera Sidak Pasar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.80.46
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com