Untitled Document
Sabtu, 1 Muharram 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Oktober 2014 15:17
Merasa 'Dicurangi',
Karateka Inhil Walk Out dari Pertandingan


Sabtu, 25 Oktober 2014 15:11
Bersama Ketum KONI Inhil,
Bupati Inhil Peroleh Anugerah dari Kesultanan Banjar


Sabtu, 25 Oktober 2014 15:06
Tim Basket Kuansing Dikalahkan Pekanbaru

Sabtu, 25 Oktober 2014 15:04
Belasan Ribu Warga Duri Tumpah de Jalan Sambut Tahun Baru Islam

Sabtu, 25 Oktober 2014 13:29
Fiesta 2014 di Universitas Andalas, Padang,
Gudep 616 SMAN 1 Hulu Kuantan Wakili Kuansing di Ajang Pramuka Penegak se-Sumatera


Sabtu, 25 Oktober 2014 11:15
Listrik Padam 2 Menit,
Artis Novi Ayla Isi Acara Nada dan Dakwah 1 Muharram di Rohul


Sabtu, 25 Oktober 2014 10:30
Perpu Wajibkan Pemilihan di DPRD,
Andy Rachman tak Otomatis Bisa jadi Gubernur Riau




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tunggu Usai RUPS,
OJK Belum Terima Nama Kandidat Dirut Bank Riau Kepri

- BI dan Pemko Pekanbaru Teken MoU Gerakan Siswa Menabung
- 2014, REI Riau Sulit Capai Target Bangun 10 Ribu Unit Rumah
- Pemprov Riau Berkemugkinan Lanjutkan Program UED-SP
- KUA dan PPAS APBDP Rohul 2014 Disepakati Rp1.449 Triliun
- Musda REI Riau X , 3 Kandidat Siap Berlaga
- BRK Salurkan Beasiswa Bagi 75 Mahasiswa UPP Rohul


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.42.105
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com