Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 26 Mei 2016 11:17
Resmikan Tambahan 50 Unit,
Wako Pekanbaru Ajak Warga Hindari Macet dengan Naik Bus TMP


Kamis, 26 Mei 2016 11:14
323 Wisudawan Ikuti 7th Convocation Ceremony Universitas Islam Indragiri

Kamis, 26 Mei 2016 10:31
Riau Memilih Wakil Gubernur,
Kordias Merasa Sangat Senang jika Digandeng Andi Membangun Riau


Kamis, 26 Mei 2016 09:54
Terduga Germo SCH Jalan Siak II Ditangkap Polresta Pekanbaru

Kamis, 26 Mei 2016 09:45
Terlibat 5 Kasus Curanmor, Karyawan PT. EDI Rohul Diciduk Polisi

Kamis, 26 Mei 2016 09:42
Hadiri Wisuda di Ponpes YABID, Wabup Inhil Ingatkan Pentingnya Imtak

Kamis, 26 Mei 2016 09:36
Pemko Pekanbaru Larang Tempat Hiburan Beroperasi Selama Ramadhan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Dilalui Jalur SUTT, PLN Berikan Warga Kompensasi
- ‎Harga Bensin di Ruput Bengkalis Tembus Rp22,500 Seliter
- Pekan Ini Harga TBS Sawit Riau Turun
- Dilantik di Duri, Hasan Basri Komandoi MSI Riau
- Lima BUMD di Siak Diharapkan Optimalkan Capaian PAD
- Tekan Lonjakan Harga, Disperindag Riau Gelar OP Selama Ramadhan
- 1.058 Pencaker Ikuti Seleksi Capeg PLN


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.221.163
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com