Untitled Document
Selasa, 21 Zulqaidah 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 16 September 2014 16:06
Polda Sita Barang Bukti Kasus Penganiayaan Eva Yuliana

Selasa, 16 September 2014 16:00
74 Dewan dan Majelis Hakim MTQ XXXIX Bengkalis Dikukuhkan Bupati Herliyan

Selasa, 16 September 2014 15:54
Ingin Sejuk, Anggota Fraksi Demokrat Patungan Beli AC

Selasa, 16 September 2014 15:50
Antisipasi C3, Polresta Pekanbaru Tingkatkan Jam Patroli

Selasa, 16 September 2014 15:17
28 JCH Kloter 5 Riau Pakai Kursi Roda saat Thawaf dan Sa'i

Selasa, 16 September 2014 14:59
Inhil Dikepung Perkebunan Sawit,
Gerakan Tanam Kelapa yang Dicanangkan Bupati Dinilai Hanya Slogan


Selasa, 16 September 2014 14:55
Wako Pekanbaru Tolak RUU Pilkada Lewat DPRD



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Mulai Besok, Peserta Riau Expo 2014 Dipersilahkan Masukkan Barang
- Triwulan II 2014, Realisasi Kredit Perbankan Riau Capai Rp 50,67 Triliun
- Nestapa Nelayan Kurau di Meranti, 'Besar Pasak daripada Tiang'
- Pasca Kenaikan Harga LPG 12 Kg,
Disperindag Bengkalis Himbau Masyarakat Mampu Jangan 'Borong' Elpiji 3 Kg

- LPG 12 Kg Naik Rp150 Ribu,
Warga Rohul Beralih ke LPG Tabung 3 Kg

- Disperindag dan DPRD Meranti Segera Bahas Persoalan BBM
- Hunian Hotel Meningkat Pesat Selama Event Sumatera Bike Week


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.133.166
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com