Untitled Document
Jumat, 8 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 27 Pebruari 2015 21:20
Warga Duri, Bengkalis Sekarat Tersengat Arus Listrik

Jum’at, 27 Pebruari 2015 21:09
Dijadikan Bangunan Sekolah Tinggi,
Mahasiswa Alumni SMAN 1 Tembilahan, Inhil Gelar Unjuk Rasa


Jum’at, 27 Pebruari 2015 20:58


Jum’at, 27 Pebruari 2015 20:52
Terbaik se-ASEAN, Perpustakaan Soeman HS Belum Diberi Tahu

Jum’at, 27 Pebruari 2015 20:51
Gara-gara Masalah Handphone ,
Mayat Rudi di Rumbai, Pekanbaru Dibunuh dan Dibakar


Jum’at, 27 Pebruari 2015 20:43
Suparman Siap Maju Pilkada Rohul 2015

Jum’at, 27 Pebruari 2015 19:34
20 Pimpinan Alat Kelengkapan DPRD Riau Akhirnya Terima Mobdin



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Harga Beras Asal Sumatera di Rohul Cenderung Stabil
- Bulog Akui Naiknya Harga Beras Ikut Turut Dipicu Raskin yang tak Optimal
- Rohil dan Meranti Ngutang, Bulog Divre Riau Ancam Tak Salurkan Raskin
- Disperindag Pastikan Harga Beras di Pekanbaru Stabil
- Harga TBS dan Karet Turun, Pengaruhi NPL di Riau
- 2014, Ekonomi Riau Meningkat
-


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.172.212
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com