Untitled Document
Rabu, 11 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 31 Maret 2015 21:34
Ricuh Saat Rapat Komisi, Anggota DPRD Pekanbaru Polisikan Rekannya

Selasa, 31 Maret 2015 20:19
Dimulai Besok,
Satlantas Polres Rohul Gelar Operasi Simpatik


Selasa, 31 Maret 2015 20:15


Selasa, 31 Maret 2015 20:14
Karo Humas Raih Gelar Master Seni ISI Padangpanjang

Selasa, 31 Maret 2015 20:07
Pilkada Rohil 2015,
Wan Ahmad Saiful Ambil Formulir di DPD PPP Rohil


Selasa, 31 Maret 2015 19:42
DPR Minta KPU Perlonggar Syarat Dinasti Politik dalam Pilkada

Selasa, 31 Maret 2015 19:38
Rusak, Jalan Lintas Dalam Kota Duri Menunggu Korban



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kampanye Hitam dan PP 71 Sudutkan Petani Sawit
- 114 Koperasi Tak Aktif, ‎Diskop Inhu Kesulitan Beri Sanksi
- Bea Keluar CPO Diterapkan, Harga TBS Petani Sawit Riau Kembali Turun
- Plt Gubri Minta RUPS Luar Biasa BRK Digelar Pekan Kedua April
- Tunggakan Wajib Pajak Riau Capai Rp 1,4 Triliun
- Pohonnya Jangan Ditebang, Madu Sialang jadi Produk Andalan UKM Kuansing
- PJI Riau dan BRI Teken MoU untuk Sejahterakan Jaksa


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.209.130
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com