Untitled Document
Senin, 20 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Ahad, 20 April 2014 22:21
STIT Dar Aswaja Rohil Dipercaya Awasi UN SMA/MA Paket C dan Paket C Kejuruan

Ahad, 20 April 2014 22:01
Komeng dan Rombongan Diserbu Pengunjung,
Delapan Pelawak Mampir ke Ayam Lomak Rajawali


Ahad, 20 April 2014 19:45
Diprotes Dua Saksi Parpol, Pleno KPU Dumai Hampir Rusuh

Ahad, 20 April 2014 19:42
Tolak Rencana Gubri,
Wako Khairul Tegaskan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Harus Berlanjut


Ahad, 20 April 2014 19:35
Gerakan Konsumen Cerdas,
"Cintailah Produk Dalam Negeri"


Ahad, 20 April 2014 19:28
Modus Kejahatan Baru di Pinggir, Bengkalis Kian Resahkan Warga

Ahad, 20 April 2014 19:24
Daftar 35 Caleg Terpilih untuk DPRD Pelalawan Periode 2014-2019



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kini Hadir Gloria Rent Car Jasa Sewa Mobil Pekanbaru
- Nunggak Tiga Bulan, 385 Pelanggan PDAM Bengkalis Terancam Diputus
- Disperindag Meranti Upayakan Sertifikasi Halal dan Patenkan Kue Semprong
- Kue Semprong Selatpanjang,
Manisnya Bikin Warga Singapura Ketagihan

- Pemkab Meranti Akan Bangun Pasar Lelang Pertanian di Desa Gogok
- Investasi 'Bodong', Laporkan ke OJK
- Menuju Bandara Embarkasi, SSK II Berbenah


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.204.66.38
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com