Untitled Document
Selasa, 18 Syawwal 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 4 Agustus 2015 20:59
Minyak PT. Kuala Lumpur Kepong Cemari Laut Dumai

Selasa, 4 Agustus 2015 20:48
Lakukan Perbaikan, KPU Inhu Kembalikan Dokumen Persyaratan Balon Kepala Daerah

Selasa, 4 Agustus 2015 20:43
Hujan Es Disertai Angin Puting Beliung di Rohu Rusak 75 Rumah

Selasa, 4 Agustus 2015 20:39
Hingga 2020, Asian Agri Bangun 20 PLTB

Selasa, 4 Agustus 2015 20:27
Pakaian Dinas, Bupati Kuansing Instruksikan Kembali ke Aturan Lama

Selasa, 4 Agustus 2015 20:13
Ungkap Suap RAPBD Riau, KPK Terkesan Enggan Beberkan Siapa Justice Collaborator

Selasa, 4 Agustus 2015 20:12
Kesehatan Tiga Balon Kepala Daerah Kuansing Memenuhi Syarat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 9 Nopember 2012 16:49
Upat di Bawah UMP,
Belasan Supir Truk PT MS Mengadu ke Disnakertrans Inhu


Tak tahan bekerja dengan upah di bawah UMP Riau, belasan supir truk PT Multi Structure mengadu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhu.

Riauterkini -RENGAT-Belasan supir PT Multi Structure (MS) Perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan Lintas Timur, mendatangi Dinsosnakertrans Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Guna mengadukan upah yang diterima setiap bulanya hanya Rp.750 ribu jauh di bawah UMR, serta tidak mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kedatangan para supir tersebut diterima oleh Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jhon Efendi di Kantor Dinsosnakertrans Inhu Pematang Reba Jumat (9/11/12). Dalam pertemuan itu, Supardi perwakilan para supir yang mengaku tenaga kerja lokal itu mengadukan bahwa selama bekerja hanya menerima gaji sebesar Rp 750 ribu dan uang lembur Rp 200,- per kilo meter yang dihitung dengan jarak tempuh kerja dari camp PT MS di Keluarahan Pangkalankasai Kecamatan Seberida.

" Bahkan uang makan Rp 25.000,- per hari pun belum dibayarkan PT MS selama satu bulan dan selama bekerja tidak pernah manandatangani surat kesepakatan kerja maupun kontrak kerja. Namun tetap dipaksa kerja dan menerima gaji Rp 750 ribu perbulanya," ujarnya.

Menanggapi keluhan para supir tersebut, Kepala Dinsosnakertrans Inhu Kuwat Widiyanto, segera menindaklanjuti permasalahan yang diadukan 12 supir tersebut. " Setelah mempelajari laporan dan keluhan ini, pada Senin (12/11/12) pimpinan PT MS kita panggil," tegasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Inhu, Raja Irwantoni menegaskan segera menindaklanjuti laporan 12 supir tersebut yang telah menyampaikan persolanya ke DPRD Inhu. " laporan tersebut telah dibahas, dalam waktu dekat PT MS dan Dinsosnakertras Inhu serta para supir kita panggil ke DPRD Inhu," jelasnya. *** (guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- ‎Kaban BPT-PM Pekanbaru: 50 Persen Pelaku Usaha Tak Berizin
- Bermasalah, Program Pasar Murah Disperindag Pekanbaru Terancam Ditiadakan
- Harga TBS Kelapa Sawit Turun 72,71 Perkilogram
- Inflasi Riau Juli 0,61 Persen,
Angkutan Udara Sumbang Inflasi Terbesar

- Tuntut Pelayanan, Seratusan Buruh PT Adei di Pinggir, Bengkalis Gelar Aksi Protes
- Aktivitas Bongkar Muat Peti Kemas Pelindo Dumai Meningkat
- Puluhan Karyawan Mogok, Manajemen PT SAS di Duri Tolak Dimediasi Disnakertrans


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.242.72.36
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com