Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 April 2017 14:20
Dalam Semalam, Dua Sekolah di Duri Dibongkar Maling

Rabu, 26 April 2017 14:14
Sesuai Tatib, Wagubri Terpilih Akan Dilantik Presiden di Jakarta

Rabu, 26 April 2017 13:47
Dibuka Presiden, Gubernur Riau Hadiri Musrenbangnas 2017

Rabu, 26 April 2017 13:37
Hadirkan Pengalaman Berbeda, Grand Elite Hotel Suguhkan Paket Makan Bajamba

Rabu, 26 April 2017 13:30
Rayakan Hari Kartini, Telkomsel Gelar Kartini Digital Competition 2017

Rabu, 26 April 2017 13:15
Jatuh dari Motor dan Terlindas Truk, Siswi SMA di Kuansing Tewas

Rabu, 26 April 2017 13:11
Siaga Bencana Alam, Tim Gabungan di Rohul Gelar Simulasi di Pasar Modern

Rabu, 26 April 2017 13:08
Sidang Tuntutan Korupsi Mantan Ketua DPRD Bengkalis Ditunda Sepekan

Rabu, 26 April 2017 12:49
Besok, PTUN Putuskan Gugatan Ide Terkait Penetapan Hasil Pilkada Pekanbaru

Rabu, 26 April 2017 12:16
DPRD Pelalawan Setujui LKPJ Kada Akhir Tahun 2016



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 31 Oktober 2012 17:21
Rekanan Terlanjur Bongkar Sekolah
85 Paket Disdik Pelalawan Batal


Disdik Pelalawan membatalkan 85 paket proyek di Satker mereka. Padahal ada sejumlah rekanan terlanjur membongkar sekolah karena yakin dana proyek itu ada.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Sebanyak 85 Paket Proyek di lingkungan Tahun Anggaran 2012 di lingkungan Dinas Pendidikan Pelalawan batal. Hal tersebut menyusul tidak adanya dana untuk membayar pekerjaan. Kadisdik Pelalawan MD Rizal Abbas menuding, anggaran itu di alihkan oleh Dinas PPKD Pelalawan untuk kegiatan pendidikan lain.

Namun, sebagian kontraktor sudah terlanjur membongkar sejumlah sekolah-sekolah terhadap item paket proyek yang dimenangkan. Belakangan diketahui, anggaran yang dimenangkan itu, tidak ada. Alhasil, para rekanan terpaksa meninggal proyek yang terlanjur dikerjakan.

Paska, pembongkaran sejumlah sekolah tersebut oleh para rekanan. Membuat, proses belajar mengajar sekolah terganggu. Seperti sekolah yang di alami di desa Dundangan, Pelalawan. Pihak sekolah terpaksa mensiasiti, supaya proses belajar tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Kadisdik Pelalawan MD Rizal Abbas, kepada riauterkini, Rabu (31/10/12) tidak membantah, terhadap kondisi tersebut. Ia menyebutkan, 85 paket tersebut sudah di tentukan pemenangnya. Namun, belakangan anggaran untuk membayar paket pekerjaan yang dimaksud justru di alihkan oleh, DPKKD untuk kegiatan pendidikan lain.

Meskipun sudah, ditentukan pemenganan terhadap 85 paket pekerjaan. Namun kata MD Rizal, dinas pendidikan belum ada mengeluarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK) sebagai dasar rekanan, untuk memulai pekerjaan.

"Iya betul, kita sudah menentukan pemenang, namun kita belum mengeluarkan SPK bagi rekanan sebagai dasar dimulai. Jadi kalo ada yang keduluan mengerjakannya, itu salah mereka," papar MD.

Meskipun demikian dana, itu sudah terlanjur digunakan oleh, DPKKD pada tahun ini. MD Rizal menegaskan, pada tahun 2013 nanti kembali di anggarkan. Begitu juga, pemenangnya, terhadap paket ini tetap mamakai rekanan yang sama.***(feb)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Budak penceloteh
Pemerintahan yg yahudi sperti ini jadinya... Yg jd korban msyarakat pelalawan smuanya.

Santi
Pak MD! Kok bisa sih komentarnya melempar kesalahan MA arg lain, padahal TU masalah akan disidik sendiri yang buat. tanpa koordinasi sana sini, langsung lelang ja tanpa dasar anggaran. Hemm aneh bapak TU, kok gak kasih komentar yang bijak.

DPRD Pelalawan
Maaf Ya konco feb..... Kami belum mau berkomentar, soalnya ada info Anggota Komisi A ikut dapat paket disdik. Tapi yakinlah masalah anak sekolah tetap di perjuangkan

Oemar Bakri
Kami Siap.....menuntut bagi yang mengalihkan dana rehap sekolah. Dukung Kadisdik berjuang untuk rehap sekolah dan perjuangkan sampai titik nadir. Hidup PGRI ---- Hidup MD.....Siap Berjuang Untuk Dana Pendidikan. Lawan Penzaliman yang mengalihkan dan

Guru Guru
Kami mohon agar sekolah tidak terganggu dan jangan di politisasi persoalan pendidikan. Kasihan anak anak, tolonglah solusi jangan lama berdebat.

Konco
Febri konco kito, Johanes konco kito. Pendi konco kito. Semuo konco kito. Andi konco kito. Kito semuo bekonco konco. Pak MD Rizal tu konconyo konco kito. Artinyo dio pun konco kito jugo. Konco-konco kito semuo nyo tu konco. Ayo kito bekonco dengan ko

Anak Anak
Sekali lagi carilah Solusi, Solusi dan Solusi. Kalau terus berdebat yang rugi pak MD Rizal sendiri. Makin poning makin terpojok makin tak ado kawan berunding

Budak Langgam
ini akibat Bupati Paket C tak jelas,Kejati dan kapolda tolong cepat limpahkan kasus paket C Bupati Pelalawan HM.Harris dan Kasus perkantoran bhakti praja mencapai 65 milyar itu, apa belum kenjang juga. kasihan masyarakat Pelalawan Bupati sudah terlal

budak tosan
ini adalah murni pidana melanggar perpres 54,karena setiap suatu pekerjaan dapat dilelang harus ada anggaran tersedia,harusnya kejaksaan negeri mengusut kasus ini,dan ini sangat berbahaya disamping merugikan masyarakat juga merugikan rekanan,biasanya

kader PAN
gara2 pak kadis ini kasihan nazaruddun arnaz punya banyak paket di pendidikan,pdhal uangnya udh byk keluar modal,begitu juga rojuli sekjen PAN adik kandung md rizal,banyak betul paket dio,kamu ini %@!* atau %@!* md?

kadisdik dodol
loe md jadi kadis kok blooon amat ya,,,lu kan tau dasar melelang suatu pekerjaan harus ada anggran yg tersedia,tentu DPA nya baru loe lelalng,jadi kamu salahkan dppkd %@!*,ente dulu sekolah dimana ya? beginilah negeri pelalawan dipinpin bupati pake

Anak Kecil
Jangan panik Pak MD Rizal. Baiknya bapak ngaku salah atau khilaf. Minta maaf sama atasan, dan sama rekanan. Itu cara yang menyejukkan sebelum menemukan cara keluar dari masalah. Mencari salah orang adalah sebuah kesalahan. Lebih rangkul DPKKD, T

praktisi
kok bisa jd kadis sih org kayak gini?yg kurang akal kadisnya atau stafnya yaaa

kadisdik dodol
loe md jadi kadis kok blooon amat ya,,,lu kan tau dasar melelang suatu pekerjaan harus ada anggran yg tersedia,tentu DPA nya baru loe lelalng,jadi kamu salahkan dppkd %@!*,ente dulu sekolah dimana ya? beginilah negeri pelalawan dipinpin bupati pake

Udo Amin
Kepala DPPKD tu Orang Cina yg berbulu Pelalawan makanya dia seenaknya mengunakan anggaran dinas lain.

boedak %@!*
HAti-hati bos Bisa-bisa tidou di uma tak bedapou...


Berita lainnya..........
- Rayakan Hari Kartini, Telkomsel Gelar Kartini Digital Competition 2017
- Retribusi IMB Tower Bocor, Pekanbaru Rugi Ratusan Juta Rupiah
- Petani Mulai Menjerit, Harga Getah Karet Terus Menurun
- Undian BRI Simpedes,
Nasabah BRI Selatpanjang Panen Hadiah Mobil dan Honda

- Meriahkan Hari Kartini,
BRG Gelar Lomba Foto Internal Berpakaian Daerah

- Meriahkan Hari Kartini, Grand Tjokro Gelar Donor Darah
- Sebabkan Macet, PKL Kembali Menjamur di Terminal Ps Kodim


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.144.60.73
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com