Untitled Document
Jumat, 26 Safar 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 18 Desember 2014 20:55
BBM Bersubsidi Tepat Sasaran,
Pertamina Laksanakan Kartu Survei


Kamis, 18 Desember 2014 20:52
2015, Pertumbuhan Ekonomi Riau Diprdiksi Melambat

Kamis, 18 Desember 2014 20:52
Miliki Lahan di Cagar Biosfer,
Kompol Suparno Jalani Sidang Perdana di PN Siak


Kamis, 18 Desember 2014 20:19
Pemprov Riau Kukuhkan P3ER, Fokus Pengembangan Maritim dan Pangan

Kamis, 18 Desember 2014 19:47
Sambut Hari Ibu,
Ratusan Anak-anak Siak Ikuti Lomba Mewarnai


Kamis, 18 Desember 2014 19:16
Promo Akhir Tahun,
Nginap 3 Malam di Grand Central, Pekanbaru Hanya Bayar 2 Malam


Kamis, 18 Desember 2014 18:53
Kapal MV. Malaysia Ekspress 1 Nyaris Tenggelam di Perairan Rupat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 30 Oktober 2012 14:37
Mendagri Buka Rakor BKPRD dan Fasilitasi Percepatan Pelimpahan Kewenangan Perizinan

Riau tuan rumah rapat koordinasi BKPRD dan fasilitasi percepatan pelimpahan kewenangan perizinan. Kegiatan nasional tersebut dibuka Mendagri Gamawan Fauzi.

Riauterkini-PEKANBARU- Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi secara resmi membuka Rapat kerja Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) tahun 2012 provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia dan Rakor fasilitasi percepatan pelimpahan kewenangan perizinan dan non perizinan dan pembentukan kelembagaan PTSP Provinsi dan kabupaten/kota, yang dihadiri seluruh Sekda seluruh Indonesia, Selasa (30/10/12) bertempat di Hotel Labersa, Kabupaten Kampar, Riau.

Dalam sambutanya, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengungkapkan seharusnya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) semua Provinsi di Indonesia sudah selesai tahun 2010 kemarin. Tapi kata Gamawan Fauzi hingga akhir tahun 2012 ini baru 14 provinsi yang sudah menyelesaikan RTRW.

"Makanya rakor ini kita lakukan untuk mempercepat penyelesaian RTRW semua provinsi. Seharusnya ini sudah selesai April 2010, tapi menjelang 2013 ini masih ada 19 provinsi yang belum tuntas RYRW-nya," kata Gamawan Fauzi kepada wartawan seusai acara di Hotel Labersa.

Mantan Gubernur Sumatra Barat ini mengatakan, akibat belum tuntasnya RTRWP ini tentu akan menghambat pembangunan masing-masing daerah.

"Kita tidak akan mungkin bisa melepaskan kawasan kalau RTRW belum selesai. Dan ini sangat menghambat pembangunan di daerah-daerah," ungkapnya.

Dan untuk Rapat koordiniasi fasilitasi percepatan pelimpahan kewenangan perizinan dan non perizinan dan pembentukan kelembagaan PTSP Provinsi dan kabupaten/kota. Gamawan Fauzi meminta kepada semua pihak agar taat pada standar prosedural dalam proses perizinan dengan adanya pembentukan pelayanan terpadu satu pintu.

"Tugas pemerintah adalah melayani dan di gaji untuk melayani warga masyarakat. Jadi kalau suatu persyaratan dan perizinan itu sudah jelas dan lengkap cukup empat hari proses pengurusan izinnya," sebut Mendagri.

Tambah Gamawan, salah satu penyebab lambatnya penerapan PTSP di Indonesia, belum semua kepala daerah mendorong peyanan PTSP ini secara maksimal.

"Makanya saya minta bagi daerah-daerah yang belum melimpahkan perizinan ke PTSP agar segera dilipahkan, dengan percepatan pelimpahan perizinan dari semua dinas-dinas dan badan ke PTSP," tegas Gamawan Fauzi.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
kenapa kita harus menolak APBD utk ISG?
Bukan karena tak suka ISG, bukan karena tak mau banyak orang mancanegara datang ke Riau, bukan karena tak suka seseorang dan semacamnya kita menolak APBD utk ISG. Memang tak dapat diterima satu sen sekali pun APBD itkut mengongkosi ISG secara langsun


Berita lainnya..........
- Gas Bumi antara Pasar Domestik vs Pasar Ekspor
- BBM Bersubsidi Tepat Sasaran,
Pertamina Laksanakan Kartu Survei

- 2015, Pertumbuhan Ekonomi Riau Diprdiksi Melambat
- 12 Koperasi Perkebunan di Rohul Masih Bermasalah
- Disewa Perhari, Pemko Optimis Bus TMP Terus Beroperasi
- Usaha Kuliner menjadi Sekala Prioritas di Meranti
- Pengusaha Australia Minati Kembangkan Rumah Potong Hewan di Pekanbaru
- Harga TBS Pekan Ini Naik Rp 60 Perkilogram


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.205.241.107
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com