Untitled Document
Kamis, 24 Syawwal 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 21 Agustus 2014 15:13
Peringatan HAN 2014,
Bupati Rohul Imbau Orang Tua Tanamkan Pendidikan Berkarakter


Kamis, 21 Agustus 2014 15:08
Semester I 2014, Realisasi Penerimaan Pajak 43 Persen

Kamis, 21 Agustus 2014 14:57
Sektor Pertanian Bawang Merah, Bakal Tunjang Ekonomi Petani di Meranti

Kamis, 21 Agustus 2014 14:50
Polda Riau Gelar Sosialisasi E-KTA

Kamis, 21 Agustus 2014 14:13
LG Luncurkan AC Skincare Ultra Hybrid

Kamis, 21 Agustus 2014 14:03
Gelar Datuk Setia Amanah untuk Bupati Bengkalis Dinilai Salah Alamat

Kamis, 21 Agustus 2014 13:51
Pasca Lebaran, Harga Getah Karet dan Sawit di Bengkalis Anjlok



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 27 September 2012 10:10
Sebuah Desa di Pelalawan Kian Sepi,
Musim Mas Bantah Kehadirannya Menjadi Pemicu


Desa Talau, Pelalawan dikabarkan mengalami eksodus penduduk dalam jumlah besar, PT Musim Mas membantah pernyataan mantan Kades yang menyebut perusahaan tersebut sebagai pemicu.

Jumlah Penduduk Bertambah Tiap Tahun Koridor Akses Musim Mas Buka 24 jam Terkait statement mantan Kades Desa Talau, manajemen PT Musim Mas memberikan klarifikasi, yaitu koridor akses ke Pangkalan Kuras buka 24 jam penuh. Riauterkini-PEKANBARU-Dituding menutup akses desa Talau dari kota Kecamatan, Pangkalan Kuras oleh mantan Kepala Desa Talau, Rawin beberapa waktu lalu, manajemen PT Musim Mas memberikan klarifikasi. Bahwa koridor akses PT Musim Mas sepanjang 10 Km dengan lebar 10 meter dari desa Talau menuju Pangkalan Kuras buka sepanjang hari (24 jam).

Humas PT Musim Mas, T Kanna dalam klarifikasinya Senin (26/9) mengatakan bahwa sebelum ada koridor PT Musim Mas, warga desa Talau dan Tanjung Beringin yang akan berpergian ke kota kecamatan, Pangkalan Kuras, harus menggunakan perahu dari sungai Napo menuju sungai Nillo dan masuk ke simpang Kuras sebelum menuju ke Pangkalan Kuras. Waktu yang dibutuhkan lebih 2 hari.

"Kini dengan dibukannya koridor akses PT Musim Mas sepanjang 10 Km, warga yang ingin ke Pangkalan Kuras hanya butuh waktu sekitar 20-30 menit saja. Jalan tersebutpun buka selama 24 jam penuh," terang Kanna.

Disinggung desa Talau menuju desa tanpa penghuni, Kanna mengatakan hal itu bertolak belakang dengan data CSR PT Musim Mas. Setiap tahunnya, CSR PT Musim Mas memberikan bantuan hari raya kepada warga desa Talau. Jumlah warga yang diberikan bantuan bertambah setiap tahunnya. Tahun 2010 jumlah warga desa Talau hanya 80 KK. Tahun 2011 jumlahnya meningkat menjadi 90 KK. Tahun 2012 ini, pada Idul Fitri beberapa waktu lalu jumlah warga yang diberikan bingkisan hari raya mencapai 115 warga.

CSR

Terkait dengan pelaksanaan Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Musim Mas, Kanna menyebutkan bahwa pihak manajemen perusahaan melaksanakan SCR sesuai yang diinstruksikan pemerintah. Menurutnya, pelaksanaan CSR PT Musim Mas di distribusikan dengan berbagai bentuk.

"Kita menyalurkan CSR PT Musim Mas seperti untuk pembangunan kebun sawit kemitraan seluas 80 hektar. 28 hektar diantaranya adalah komunal. Yaitu kebun di tanam perusahaan dan dirawat oleh warga secara bersama dan hasilnya dibagi untuk bersama. Sedangkan 52 hektar lainnya adalah KKPA 16 KK di desa Talau," terangnya.

Menurutnya, bukan hanya Desa Talau, sedikitnya ada 5 desa lainnya yang juga dibangunkan kebun sawit untuk Kas Desa masing-masing seluas 5 Ha. seperti Desa Tanjung Beringin, desa Batang Kulim, Desa Betung, Kelurahan Pangkalan Lesung dan Desa pesaguan. Sementara untuk desa Talau dibangunkan kebun seluas 1 ha untuk kas desa.

BUkan hanya itu, program CSR lainnya adalah pengadaan air bersih, pembangunan tempat ibadah, penerangan jalan, jalan akses desa yang dilakukan pemeliharaan 2 tahun sekali, pinjaman lunak kepada warga.

"Khusus untuk pendidikan, selain memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi, manajemen PT Musim Mas juga memberikan bantuan paket kepada siswa. Dari sepatu, seragam, buku pelajaran, tas sekolah, peralatan sekolah hingga beasiswa. Termasuk memberikan honor bagi 6 orang guru-guru yang mengajar di SD 009 Talau," terang Kanna. ***(rilis/H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
masyarakat juga
memangnya harus bagaimana lagi perusahaan membantu talau? itu sudah lebih dari cukup saya rasa. kalau dibandingkan dengan perusahaan lain terhadap desa sekelilngnya, desa talau jauh lebih diperhatikan. apalagi lebih dari separuh pekerja musim mas est

Arnol dkk
mohon maaf sebelumnya musim mas....apakah perusahaan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Talau setelah semua lahan yg di Desa talau menjadi HGU anda?? anda kan Tau bahwa setiap tahun warga bertambah penduduknya....dan itu akan menjadikan


Berita lainnya..........
- Semester I 2014, Realisasi Penerimaan Pajak 43 Persen
- Pasca Lebaran, Harga Getah Karet dan Sawit di Bengkalis Anjlok
- Lusa, CV Istana Motor Gelar "Yamaha GT Fiesta" di Selatpanjang
- Wawako Dumai Temui BRK, Minta Pembayaran Pensiun Veteran di Lantai Dasar
- Tanpa Hilirisasi Harga Sawit dan Karet Selamanya ‘Dipermainkan’
- Jurusan Selatpanjang-Pekanbaru,
Bupati Meranti Resmikan Armada Baru Porty Garuda Ekspress

- Disbun Riau Bakal Tegur PKS Nakal


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.83.229.255
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com