Untitled Document
Senin, 17 Syawwal 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 3 Agustus 2015 07:25
2016 Uji Coba Tanam, Distan Berhasil Kembangkan Varietas Padi Unggul Khas Inhil

Senin, 3 Agustus 2015 02:04
Seorang Mahasiswa UIN Pekanbaru Tenggelam di Sungai Kuantan

Senin, 3 Agustus 2015 02:00
Dalami Kasus Suap RAPBD Riau,
KPK Turunkan Satu Tim Penyidik ke Pekanbaru


Ahad, 2 Agustus 2015 22:09
Halal bi Halal, Indra Putra Ajak Masyarakat Kuansing Rukun dan Saling Menghargai

Ahad, 2 Agustus 2015 21:48
Empat Pejabat Polres Kuansing Dimutasi

Ahad, 2 Agustus 2015 21:43
Bupati Rohil Hadiri Halal bi Halal Masyarakat Riau di Jakarta

Ahad, 2 Agustus 2015 21:26
Grand Opening Pekan Depan,
Senam Zumba Meriahkan Pre-Opening Apotek Trans Pekanbaru




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 27 September 2012 10:10
Sebuah Desa di Pelalawan Kian Sepi,
Musim Mas Bantah Kehadirannya Menjadi Pemicu


Desa Talau, Pelalawan dikabarkan mengalami eksodus penduduk dalam jumlah besar, PT Musim Mas membantah pernyataan mantan Kades yang menyebut perusahaan tersebut sebagai pemicu.

Jumlah Penduduk Bertambah Tiap Tahun Koridor Akses Musim Mas Buka 24 jam Terkait statement mantan Kades Desa Talau, manajemen PT Musim Mas memberikan klarifikasi, yaitu koridor akses ke Pangkalan Kuras buka 24 jam penuh. Riauterkini-PEKANBARU-Dituding menutup akses desa Talau dari kota Kecamatan, Pangkalan Kuras oleh mantan Kepala Desa Talau, Rawin beberapa waktu lalu, manajemen PT Musim Mas memberikan klarifikasi. Bahwa koridor akses PT Musim Mas sepanjang 10 Km dengan lebar 10 meter dari desa Talau menuju Pangkalan Kuras buka sepanjang hari (24 jam).

Humas PT Musim Mas, T Kanna dalam klarifikasinya Senin (26/9) mengatakan bahwa sebelum ada koridor PT Musim Mas, warga desa Talau dan Tanjung Beringin yang akan berpergian ke kota kecamatan, Pangkalan Kuras, harus menggunakan perahu dari sungai Napo menuju sungai Nillo dan masuk ke simpang Kuras sebelum menuju ke Pangkalan Kuras. Waktu yang dibutuhkan lebih 2 hari.

"Kini dengan dibukannya koridor akses PT Musim Mas sepanjang 10 Km, warga yang ingin ke Pangkalan Kuras hanya butuh waktu sekitar 20-30 menit saja. Jalan tersebutpun buka selama 24 jam penuh," terang Kanna.

Disinggung desa Talau menuju desa tanpa penghuni, Kanna mengatakan hal itu bertolak belakang dengan data CSR PT Musim Mas. Setiap tahunnya, CSR PT Musim Mas memberikan bantuan hari raya kepada warga desa Talau. Jumlah warga yang diberikan bantuan bertambah setiap tahunnya. Tahun 2010 jumlah warga desa Talau hanya 80 KK. Tahun 2011 jumlahnya meningkat menjadi 90 KK. Tahun 2012 ini, pada Idul Fitri beberapa waktu lalu jumlah warga yang diberikan bingkisan hari raya mencapai 115 warga.

CSR

Terkait dengan pelaksanaan Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Musim Mas, Kanna menyebutkan bahwa pihak manajemen perusahaan melaksanakan SCR sesuai yang diinstruksikan pemerintah. Menurutnya, pelaksanaan CSR PT Musim Mas di distribusikan dengan berbagai bentuk.

"Kita menyalurkan CSR PT Musim Mas seperti untuk pembangunan kebun sawit kemitraan seluas 80 hektar. 28 hektar diantaranya adalah komunal. Yaitu kebun di tanam perusahaan dan dirawat oleh warga secara bersama dan hasilnya dibagi untuk bersama. Sedangkan 52 hektar lainnya adalah KKPA 16 KK di desa Talau," terangnya.

Menurutnya, bukan hanya Desa Talau, sedikitnya ada 5 desa lainnya yang juga dibangunkan kebun sawit untuk Kas Desa masing-masing seluas 5 Ha. seperti Desa Tanjung Beringin, desa Batang Kulim, Desa Betung, Kelurahan Pangkalan Lesung dan Desa pesaguan. Sementara untuk desa Talau dibangunkan kebun seluas 1 ha untuk kas desa.

BUkan hanya itu, program CSR lainnya adalah pengadaan air bersih, pembangunan tempat ibadah, penerangan jalan, jalan akses desa yang dilakukan pemeliharaan 2 tahun sekali, pinjaman lunak kepada warga.

"Khusus untuk pendidikan, selain memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi, manajemen PT Musim Mas juga memberikan bantuan paket kepada siswa. Dari sepatu, seragam, buku pelajaran, tas sekolah, peralatan sekolah hingga beasiswa. Termasuk memberikan honor bagi 6 orang guru-guru yang mengajar di SD 009 Talau," terang Kanna. ***(rilis/H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
masyarakat juga
memangnya harus bagaimana lagi perusahaan membantu talau? itu sudah lebih dari cukup saya rasa. kalau dibandingkan dengan perusahaan lain terhadap desa sekelilngnya, desa talau jauh lebih diperhatikan. apalagi lebih dari separuh pekerja musim mas est

Arnol dkk
mohon maaf sebelumnya musim mas....apakah perusahaan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Talau setelah semua lahan yg di Desa talau menjadi HGU anda?? anda kan Tau bahwa setiap tahun warga bertambah penduduknya....dan itu akan menjadikan


Berita lainnya..........
- Tuntut Pelayanan, Seratusan Buruh PT Adei di Pinggir, Bengkalis Gelar Aksi Protes
- Aktivitas Bongkar Muat Peti Kemas Pelindo Dumai Meningkat
- Puluhan Karyawan Mogok, Manajemen PT SAS di Duri Tolak Dimediasi Disnakertrans
- Datangkan Naker Asal China,
LMB Akan Usir PT. Ivo Mas Tunggal dari Dumai

- Harga TBS Sawit di Riau Turun Rp 25,82 perkilogram
- Harga Rp 850 - Rp 1000 Per Kg,
Harga TBS di PKS Tambusai Utara Anjlok Pasca Lebaran

- Peminat Mulai Berkurang, APPSI Riau Berharap Pameran Batu Akik di Riau Terus Digalakkan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.21.175.43
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com