Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 17 Desember 2017 18:04
Hindari Macet, Andi Jemput SK DPP PDIP Naik Ojek

Ahad, 17 Desember 2017 18:01
Puluhan Tim Pemadam Kebakaran RAPP Tambah Kompetensi di Situgal

Ahad, 17 Desember 2017 16:51
Kerancuan Regulasi Gambut Ancaman Serius Iklim Investasi Indonesia

Ahad, 17 Desember 2017 16:34
Andi-Suyatno Dapat Dukungan Resmi PDIP di Pilgubri 2018, Yopi Langsung 'Merapat'

Ahad, 17 Desember 2017 15:34
Gelorakan Ajaran Bung Karno, Repdem Rekrut Kader Muda di Siak

Ahad, 17 Desember 2017 15:28
4 Sepeda Motor Jadi Doorprize Gerak Jalan HUT ke-9 Kabupaten Kepulauan Meranti

Ahad, 17 Desember 2017 15:15
Kecam Pernyataan Trump, Ratusan Muslim di Duri Gelar Aksi Damai

Ahad, 17 Desember 2017 14:48
Resmi Diusung PDIP, Suyatno Ajak Kader Partainya dan Masyarakat Menangkan Pilgubri 2018

Ahad, 17 Desember 2017 14:24
Ditutup Wagubri, Pekanbaru Juara Umum MTQ ke-36 Riau di Dumai

Ahad, 17 Desember 2017 14:03
Dewan Bengkalis Tekankan RT dan Dinsos Tak Persulit Masyarakat Kurang Mampu

 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 11 September 2012 13:26
Pengusaha Inhil Gagas Tanam Sejuta Gaharu

Anjloknya harga kopra dan produk perkebunan lainnya membuat risau seorang pengusaha Inhil. Ia pun menggagas gerakan tanam sejuta Gaharu sebagia solusi.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Bagi peningkatan perekonomian di kalangan petani di saat anjloknya harga komoditi perkebunan, khususnya petani kelapa di Inhil, digagas Gerakan Penanaman Sejuta Gaharu di Inhil.

Gerakan ini digagas pengusaha asal Inhil, Said Muhammad Yazid Shahab, menurutnya gaharu merupakan komoditi elit hasil hutan bukan kayu yang saat ini banyak diminati oleh konsumen, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Tanaman penghasil gaharu berpotensi dikembangkan dan ditanam di kawasan Inhil, maka kita mencanangkan Gerakan Penanaman Sejuta Gaharu di Inhil. Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan ditengah anjloknya harga komoditi perkebunan, khususnya kelapa dalam,” ungkap koordinator wilayah Inhdragiri Hilir dari PT Agro Gaharu Mandiri, Said Muhammad Yazid Shahab kepada riauterkini.com, Selasa (11/9/12).

Diterangkannya, tanaman penghasil gaharu dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah, termasuk di lahan gambut seperti di Inhil. Syaratnya, lahannya tidak tergenang air. Tanaman penghasil gaharu ini dapat ditanam disela-sela (tumpang sari) dari tanaman karet, kelapa, kelapa sawit, palawija, pinang, jati dan sengon.

Bagi petani di Inhil, ujar Yazid yang berminat memperoleh tanaman penghasil gaharu dapat memperolehnya dengan menghubungi koordinator kabupaten atau kecamatan yang telah ditunjuk. Perbatangnya bibit tanaman penghasil gaharu ini dijual Rp 25 ribu.

“Bibit tanaman penghasil gaharu ini dijual Rp 25 ribu perbatangnya, dengan membeli 100 batang seharga Rp 2,5 juta, maka dalam tempo enam tahun kemudian saat dipanen dapat menghasilkan sekitar Rp 366 juta. Artinya, dengan mengeluarkan modal Rp 25 ribu perbatangnya, maka akan menghasilkan sekitar Rp 3,6 juta.

Ditambahkan, dengan membeli bibit tanaman penghasil gaharu sebanyak 100 batang, maka sejak proses penanaman, perawatan dan pemanenan dibawah supervise (pengawasan) dari tim PT Agro Gaharu Mandiri dan koordinator wilayah Inhil. Bahkan, sampai paska panen pun ditangani oleh pihak perusahaan yang berkantor pusat di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi ini.

“Saat ini sudah pemesanan sebanyak 20 ribu batang tanaman penghasil gaharu oleh petani di Inhil. Kita juga akan membawa para koordinator kecamatan di Inhil untuk melihat langsung kebun dan pabrik gaharu di Kabupaten Tebo, Jambi besok, Rabu (12/9/12),” sebut Yazid.***(mar)



Berita lainnya..........
- Ratusan Triliun Disumbangkan ke Negara, Apkasindo Dorong Riau Rebut DBH CPO
- 2017 Terjadi 436 Lakalantas Kendaraan Barang,
Hino Dutro Gelar Safety Driving Competition

- Demi Kepastian Hukum,
RAPP Ajukan Permohonan Pembatalan SK 5322 ke PTUN

- 2018, BI Sebut Perekonomian Riau Membaik
- RSI Ibnu Sina Akan Gelar Khitanan Massal
- Pemdes Petapahan Gandeng PT TYE Kelola TKD Jadi Kebun Sawit
- Dituding Perlakukan Karyawan Tak Manusiawi,
PT LIH Selalu Terapkan Tata Kelola Karyawan dan Lingkungan Secara Baik

- Operasi Pasar LPG 3 Kilogram Perdana di Duri Diserbu Warga
- PT LIH Pelalawan Dianggap Pekejakan Karyawannya Secara Tidak Manusiawi
- Tingkatkan Peran sebagai APEX BPR, Bank Riau Kepri Gelar Workshop Sinergitas
- Tingkat Kesadaran Wajib Pajak, Pemko Pekanbaru Gelar Edukasi Kepatuhan
- 2 Pekan Jelang Natal, Harga Barang Kebutuhan Merangkak Naik
- Walikota Pekanbaru Optimis Pambangunan Pasar Induk Selesai Tepat Waktu
- Tingkatkan PAD, Bapenda Pekanbaru Revisi Empat Perda Pajak
- Bupati Bengkalis Hadiri Grand Opening Surya Daya Residence
- Revitalisasi Pasar Higienis Selesai, Siap-siap PKL Jalan Teratai Segera Digusur
- DPMPTS Dumai Sosialisasikan SOP Perizinan dan Non Perizinan Tahun 2017
- Telat Gelar RAT, Koperasi di Bengkalis Diminta Siap-siap Terima Sanksi
- Sembako di Bengkalis Terpantau Aman Hingga Tiga Bulan
- Walikota Pekanbaru Janji, Tahun Depan DPM-PTS Jadi Mall Pelayanan Publik


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.90.159.192
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com