Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 Juli 2018 21:59
Wabup Halim Bantu Siswi Kuansing Peserta Paskibraka Nasional

Senin, 23 Juli 2018 21:39
Puncak Hari Bhakti Adhyaksa Kejari Bengkalis Berlangsung Hikmat

Senin, 23 Juli 2018 21:35
2019, Riau jadi Provinsi Layak Anak

Senin, 23 Juli 2018 21:11
Anugerah KLA 2018, Pekanbaru Terbaik dalam Pembinaan Forum Anak Daerah

Senin, 23 Juli 2018 21:01
Kejari Pelalawan Peringati Hari Bhakti Adhayaksa ke-58 dengan Kegiatan Religius

Senin, 23 Juli 2018 20:40
Rencana Mutasi oleh Gubri , Dewan Mensinyalir karena Balas Dendam

Senin, 23 Juli 2018 19:18
Pertanyakan Honor, Ratusan Panitia Pornas VIII SOIna Riau 2018 Serbu Gedung Dharma Wanita

Senin, 23 Juli 2018 18:14
Apkasindo Sikapi Penurunan Harga Sawit Melalui FGD

Senin, 23 Juli 2018 18:01
3 Pemilik Shabu Polisi di Duri, Bengkalis

Senin, 23 Juli 2018 17:53
Besok, KPU Gelar Pleno Tetapkan Gubri Terpilih

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 11 September 2012 13:26
Pengusaha Inhil Gagas Tanam Sejuta Gaharu

Anjloknya harga kopra dan produk perkebunan lainnya membuat risau seorang pengusaha Inhil. Ia pun menggagas gerakan tanam sejuta Gaharu sebagia solusi.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Bagi peningkatan perekonomian di kalangan petani di saat anjloknya harga komoditi perkebunan, khususnya petani kelapa di Inhil, digagas Gerakan Penanaman Sejuta Gaharu di Inhil.

Gerakan ini digagas pengusaha asal Inhil, Said Muhammad Yazid Shahab, menurutnya gaharu merupakan komoditi elit hasil hutan bukan kayu yang saat ini banyak diminati oleh konsumen, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Tanaman penghasil gaharu berpotensi dikembangkan dan ditanam di kawasan Inhil, maka kita mencanangkan Gerakan Penanaman Sejuta Gaharu di Inhil. Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan ditengah anjloknya harga komoditi perkebunan, khususnya kelapa dalam,” ungkap koordinator wilayah Inhdragiri Hilir dari PT Agro Gaharu Mandiri, Said Muhammad Yazid Shahab kepada riauterkini.com, Selasa (11/9/12).

Diterangkannya, tanaman penghasil gaharu dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah, termasuk di lahan gambut seperti di Inhil. Syaratnya, lahannya tidak tergenang air. Tanaman penghasil gaharu ini dapat ditanam disela-sela (tumpang sari) dari tanaman karet, kelapa, kelapa sawit, palawija, pinang, jati dan sengon.

Bagi petani di Inhil, ujar Yazid yang berminat memperoleh tanaman penghasil gaharu dapat memperolehnya dengan menghubungi koordinator kabupaten atau kecamatan yang telah ditunjuk. Perbatangnya bibit tanaman penghasil gaharu ini dijual Rp 25 ribu.

“Bibit tanaman penghasil gaharu ini dijual Rp 25 ribu perbatangnya, dengan membeli 100 batang seharga Rp 2,5 juta, maka dalam tempo enam tahun kemudian saat dipanen dapat menghasilkan sekitar Rp 366 juta. Artinya, dengan mengeluarkan modal Rp 25 ribu perbatangnya, maka akan menghasilkan sekitar Rp 3,6 juta.

Ditambahkan, dengan membeli bibit tanaman penghasil gaharu sebanyak 100 batang, maka sejak proses penanaman, perawatan dan pemanenan dibawah supervise (pengawasan) dari tim PT Agro Gaharu Mandiri dan koordinator wilayah Inhil. Bahkan, sampai paska panen pun ditangani oleh pihak perusahaan yang berkantor pusat di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi ini.

“Saat ini sudah pemesanan sebanyak 20 ribu batang tanaman penghasil gaharu oleh petani di Inhil. Kita juga akan membawa para koordinator kecamatan di Inhil untuk melihat langsung kebun dan pabrik gaharu di Kabupaten Tebo, Jambi besok, Rabu (12/9/12),” sebut Yazid.***(mar)

Loading...


Berita lainnya..........
- Jadi Pemateri Sosialisasi Kepariwisataan,
Ketua DPD REI Riau: Objek Wisata di Waduk PLTA Koto Panjang Punya Potensi Luar Biasa

- Disbud Riau Gelar Lomba Desain Pakaian Melayu Harian untuk Umum 
- Mahal, Warga Talukkuantan Tak Sanggup Beli Ayam
- Pasca Libur Panjang, Tiket Pesawat Ogah Turun
- Tentang UMP Sektor Migas, Chevron Klaim Sudah Laksanakan Aturan 
- Di Riau, Sistem Subkontraktor Dianggap Merugikan Buruh Kecil
- Manfaat bagi Masyarakat dan Pendapatan Negara,
Kemitraan PT CPI dengan Indonesia Berkontribusi terhadap Lapangan Kerja

- Panasnya Hearing Masalah Tenaga RTK di Kampar Belum Buahkan Kesepakatan
- ‎Jangan Curangi Masyarakat,
Pedagang di Bengkalis Diminta Lakukan Tera Timbangan

- Maksimalkan Layanan Musim Haji 2018, Pertamina Amankan Pasokan Avtur
- Bulan Depan Giliran Pesantren se-Riau,
Kongregasi FCJM Belajar Sawit ke Apkasindo

- Upah Tak Naik, Pekerja Chevron Demo SKK Migas
- Jemput Bola Pembayaran PBB, Bapenda Pekanbaru Buka Layanan Keliling
- UKM Riau Belum Leading di Ekonomi Syariah
- Pemerintah Turunkan Tarif Pajak Penghasilan Final 0,5% Bagi UMKM 
- Terlibat Polemik,
Pengelola Pasar 'Modern' Sorek Pelalawan Lempar Handuk

- Tiga Perusahaan Di-blacklist, Tahun Ini Pasar Murah di 10 Kecamatan di Bengkalis Gagal Total
- Banyak Warga Pelalawan Enggan Konsumsi Ikan Emas
- Sejumlah Proyek di PUPR Kuansing Mulai Dilakukan Rekayasa Lapangan
- Maksimalkan Layanan Perbankan, BNI Buka KCP di Pinggir Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com