|
|
|
Sabtu, 28 Juli 2012 07:58 BUMD Pemprov Riau Kembali Disuntik Rp 30 Miliar
Keberadaan sejumlah BUMD bentukan Pemprov Riau tiada henti menyusu pada kas daerah. Pada APBD-P 2012 dialokasikan Rp 30 miliar.
Riauterkini-PEKANBARU- Meski pun berbagai Badan Umum Milik Daerah (BUMD) di Riau ini
belum melihatkan pengaruhnya ke Riau. Namun, beberapa BUMD yang ada tersebut
mendapatkan tambahan anggaran dalam APBD Perubahan tahun 2012.
“Iya, memang ada penambahan bagi BUMD yang telah disepakati oleh Badan Anggaran
(Banggar) DPRD Riau dalam APBD Perubahan tahun 2012,” kata Abu Bakar Siddik, anggota
Banggar DPRD Riau kepada wartawan di Gedung DPRD Riau, Jum'at (27/7/12).
Lanjut Abu Bakar Siddik, “Untuk rinciannya saya tidak mengetahui persis jumlahnya,
coba saja tanya ke Komisi B karena BUMD itu merupakan mitra kerja mereka,” terang
Sekretaris Komisi C DPRD Riau ini.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Riau, Ramli FE di Ruang Komisi B
membenarkan penambahan anggaran untuk BUMD ini. “Rinciannya untuk Riau Air Line
(RAL) itu sebesar Rp2,5 Miliar, untuk Pengembangan Investasi Riau (PIR) sebesar Rp25
Miliar dan untuk Riau Petroleum sebesar Rp2,5 Miliar, jadi jumlah secara keseluruhan
yakni Rp30 Miliar untuk BUMD ini,” jelas salah satu anggota Banggar DPRD Riau ini.
Untuk rincian khususnya. Kata Ramli FE, “RAL itu untuk menyelamatkan izinnya serta
membayar gaji karyawan dan ini sekaligus menjadi nilai bagi investor yang ingin
menghidupkan RAL ini, kemudian PIR itu dialokasikan untuk membeli Turbin baru di
Teluk Lembuh,” ungkap Ramli FE.
Selain itu, dianggarkannya anggaran untuk BUMD ini. Lebih lanjut Ramli FE
menjelaskan, “penganggaran itu sekaligus untuk melihat sehat atau tidaknya BUMD itu,
misalnya untuk PIR, saya menilai PIR itu sehat karena PIR ini telah memberikan
masukan ke daerah,” kata Ramli FE.
Ramli FE pun tidak bisa pungkiri kalau BUMD yang ada selama ini belum sesuai dengan
depiden dari penghasilannya. “Kalau itu, memang belum depiden,” terang Politisi PBR
ini.
Selain Ramli FE, salah seorang anggota Komisi B, Mansyur berharap BUMD ini di audit
nantinya, “Sebagai BUMD yang menggunakan anggaran daerah, mesti perlu di audit tiap
tahunnya,” ujar Politisi PKS ini.
“Rencananya, waktu reses besok kami akan melakukan kunjungan kerja ke BUMD-BUMD
itu,” tutup Mansyur. ***(ary)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
rang riau Saya berharap KPK menilisik anggaran BUMD Riau juga, sebab dewan di provinsi Riau ini setiap pengesahan kegiatan apapun di eksekutip selalu menjadi lahan empuk bagi kalangan dewan untuk mendapatkan uang lelah..
Mariaman Kok.. Seenaknya saja Banggar.. Menyetujui anggaran tsb.. Apa anggota Banggar nggak tau itung itungan ..Jangan jangan ada uang lelahnya...ya...
pemerhati Sungguh memalukan,......apakah tidak ada lagi para pejabat di Riau ini yang amanah,jujur dan bersih dari kasus korupsi.......?
|
|