Untitled Document
Senin, 10 Rajab 1434 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 20 Mei 2013 12:41
Nanti Sore, DPP Golkar Umumkan Jago untuk Pilgubri

Senin, 20 Mei 2013 11:24
Ikat Satpam,
5 Rampok Gondol Mobil dari Gudang Es Krim Walls


Senin, 20 Mei 2013 11:22
Berdasarkan SK DPP,
PDIP Inhil Resmi Usung HM Wardan-H Rosman Malomo


Senin, 20 Mei 2013 10:09
13 Siswi SMAN 2 Bangko Rohil Kesurupan

Senin, 20 Mei 2013 06:32
Rohul Usulkan Dua Kawasan Hutan jadi Tahura

Senin, 20 Mei 2013 06:28
Mahkota Medical Center Melaka Gelar Patient Gathering

Senin, 20 Mei 2013 06:26
Wakil Rakyat di Rohil Minta PLN Ganti Tiang Listrik Kayu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 27 Juli 2012 18:59
Pemkab Buka Bazar Ramadhan
200 Pedagang Pasar Sukaramai Bengkalis Ancam Tak Bayar Retribusi


Sebanyak 200 pedagang Pasar Sukaramai Bengkalis mengancam takkan bayar retribusi. Pasalnya, DPKP bakal menggelar Bazar Ramadhan yang dikhawatirkan bakal mengurangi omzet mereka.

Riauterkini-BENGKALIS- Sedikitnya sekitar 200 pedagang yang beroperasi di Pasar Sukaramai Jalan Jendral Sudirman Bengkalis tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Sukaramai Bengkalis (IPPSB), menolak adanya rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Kabupaten menggelar Bazar Ramadhan 1433 H/2012 M di Pasir Pantai Andam Dewi mulai 3 Agustus 2012 mendatang.

Penolakan tersebut menurut para pedagang, karena dengan adanya Bazar Ramadhan itu berdampak buruk terhadap omset penjualan atau mata pencaharian mereka. Aksi penolakan ini juga telah disampaikan melalui surat resmi kepada DPKP Kabupaten Bengkalis dan ditembuskan ke Wakil Bupati Bengkalis serta Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis. Apabila penolakan itu tidak dipenuhi, ratusan pedagang mengancam tidak membayar retribusi ke pemerintah.

“Semuanya menolak, 200-an pedagang tidak setuju adanya Bazar Ramadhan nanti. Termasuk pedagang toko-toko di sepanjang Jalan Sudirman, dan kita dari persatuan pedagang sudah menyurati penolakan ini secara resmi,” ujar Ketua IPPSB Azhar, didampingi sejumlah pedagang kepada sejumlah wartawan di Pasar Sukaramai Bengkalis, Jumat (27/7/12).

Menurut Azhar, tahun sebelumnya keluhan agar tidak digelarnya Bazar Ramadhan tersebut juga sudah pernah disampaikan kepada Wakil Bupati Bengkalis karena pedagang yang berjualan di Bazar adalah pedagang berasal dari luar Bengkalis atau musiman saja. Namun penolakan itu, tetap tidak ditanggapi, dan pemerintah tetap melaksanakan.

“Apaguna setiap bulan membayar retribusi pelaksana Perda Nomor 12 dan 13/2011. Mulai dari membayar Rp 40 ribu hingga Rp 250 ribu perbulan bayar sewa bangunan, dan distribusi pelayanan Rp 10 ribu, sekarang naik Rp 20 ribu lebih baik kita tidak membayar. Sementara pedagang yang menempati Bazar itu pedagang luar yang hanya berjualan sesaat, kami merasa kami-kami di sini hanya diproyekkan pemerintah,” cetus Azhar lagi.

Salah seorang pedagang pakaian Rukiah (61) juga mengaku, dengan dibukanya Bazar Ramadhan tersebut, secara tidak langsung mematikan Pasar Sukaramai itu sendiri. Kemudian juga berdampak pada omset penjualan atau pendapatan pedagang pasar. Rukiah mengaku sudah 40 tahun berjualan di Pasar Sukaramai, tak kuasa menahan air mata, karena teringat harus memenuhi kewajibannya melunasi pinjaman modal dagangan kepada bank.

“Yang akan berjualan di Bazar Ramadhan itu ibaratnya, hanya pedagang musiman saja. Waktu berjualan hanya di bulan Ramadhan. Sementara kami di sini hampir setiap hari berjualan dan salah satu harapan kami juga di bulan ini hingga lebaran untuk memperoleh pendapatan. Bantu kami Nak, dari mana bisa menutupi pinjaman Bank, kalau tidak beroperasi penuh di Ramadhan ini,” keluhnya terbata-bata seraya meneteskan air mata di hadapan wartawan.***(dik)

Foto : Sejumlah pedagang Pasar Sukaramai yang tergabung IPPS Bengkalis sedang berkumpul. Mereka menolak rencana dibukanya Bazar Ramadhan oleh Pemkab Bengkalis hingga menjelang lebaran, Jumat (27/7/12).




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
taufiq
gak salah ada bazar koq,ruginya d mana?? kan cuman beberapa hari,apa salahnya.. koq orang bengkalis udah mulai,bakhil,itung2an... perasaan org %@!* tidak begitu adanya.. tu yg nolak orang %@!* apa bukan..??? %@!* tak sadis gitulah..

alai
soal bazar ini kaya lingkaran setan, awalnya karena harga makanan pokok naik, padahal kita tau klo kenikan itu juga ulah masyarakat dimanaia menaikkan harga hasil buminya dn semuanya berkesinambngan akhirnya ketika sidia yg menaikkan tadi membeli hasil bumi yg lain udah naik baru mengeluh,,jadi sumbernya tetap warga..

KONSUMEN BENGKALIS
Makonyo jgn jual baju tu mahal2 buk, sampai 3 kali lipat pulak untong baju tu,..klu di bazar tu hargonyo murah2,...kan konsumen jgo yg untong...hehe

ngah
wahai rakyat bengkalis....bangunlah..jgn tidur terus...


Berita lainnya..........
- Mahkota Medical Center Melaka Gelar Patient Gathering
- Perusahaan Kayu Lapis di Rohil Masih Beroperasi
- FoSSei Kampanyekan Kesadaran Bayar Zakat
- Distarubang Pekanbaru Kerahkan 35 Petugas Data Reklame
- 33 Kelurahan di Dumai Bakal Dapat Rp 4 Miliar Dana PNPM
- PLN Unit Duri Berganti Manager
- CPI Promosikan Keripik Noneh Rohil di IPA Jakarta


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 72.44.48.122
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com