Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 24 Maret 2017 21:09
Rapat Bersama di BNPP RI,
Wabup Berharap Masalah Abrasi Meranti Selesai di Era Jokowi-JK


Jum’at, 24 Maret 2017 20:24
Penyelesaian Dugaan Penyerobotan Lahan,
Pemkab Inhil Tekankan Surya Dumai Grup Segera Tanggapi Tuntutan Warga


Jum’at, 24 Maret 2017 20:17
Waka DPRD Dumai Minta Dispar Riau Perhatikan Pariwisata Daerah

Jum’at, 24 Maret 2017 19:45
Di Hadapan Kader PKS,
Gubri Sebut Pejabat Korup Merusak Imej Riau


Jum’at, 24 Maret 2017 19:31
Bupati Kuansing Imbau Masyarakat Salat Subuh Berjamaah ke Masjid

Jum’at, 24 Maret 2017 19:26
PKS Mulai Buka Komunikasi Politik Sejumlah Balon Gubri

Jum’at, 24 Maret 2017 19:19
PKB Inhil Kembali Gelar Pendidikan Kader Pertama di 12 Kecamatan

Jum’at, 24 Maret 2017 19:15
Bupati Kukuhkan Badan Pengelola Masjid Agung Kuantan Singingi

Jum’at, 24 Maret 2017 19:07
2.381 WNA Bangladesh Berhasil Diloloskan,
Polres Dumai Tangkap Tiga Anggota Jaringan Human Trafficking Internasional


Jum’at, 24 Maret 2017 19:04
Ruslan Resmi Jabat Kepala BPN Kabupaten Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 Juli 2012 16:39
Jelang Ramadhan, Warga Dumai Keluhkan Kenaikan Harga Sembako

Masyarakat Dumai mulai mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Ramadhan 1433 Hijriyah. Mereka berharap pemerintah bisa mengendalikan.

Riauterkini-DUMAI- Warga Dumai saat ini menjerit akibat merangkak naiknya harga bahan kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1433H yang tinggal hitungan hari di daerah tersebut. Hal ini sesuai yang di ungkapkan oleh, Wina (25) seorang warga yang ditemui riauterkini.com, Selasa (17/7/12) di Pasar Senggol Jalan Sudirman Kecamatan Dumai Timur.

"Kenaikan harga sembako yang terjadi hampir semua kebutuhan pokok mulai dari beras hingga cabai merah. Hampir semua sembako mengalami kenaikan. Biasanya bawa uang Rp25.000 sudah bisa bawa pulang beras dan lauk pauk. Sekarang tidak bisa lagi, karena harga yang melambung tinggi," keluh Wina seorang ibu rumah tangga yang baru saja menikah ini.

Ahmad Jhoni, salah seorang pedagang beras mengatakan kenaikan memang terjadi sejak satu pekan lalu. Beras yang sebelumnya dijual dengan harga Rp6.000/Kg mengalami kenaikan menjadi Rp7.000/Kg. Beras Belida yang sebelumnya dijual Rp7.000/Kg mengalami kenaikan menjadi Rp8.000/Kg. "Beras asal Solok, Sumatera Barat yang sebelumnya dijual Rp8.000/Kg naik menjadi Rp9.500/Kg," ujar Ahmad memprekdisi bakal terjadi peningkatkan harga sembako.

Ia menyebutkan kenaikan ini disebabkan dikarenakan sudah masuknya musim penghujan hampir diseluruh daerah penghasil beras. Akibat curah hujan yang tinggi, lanjutnya, membuat produksi beras menjadi terganggu. "Karena terbatasnya pasokan, harga beras mengalami kenaikan yang cukup tinggi berkisar Rp1.000-Rp15.00/Kg," jelasnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Wahyu Andika, pedagang sayur mayur yang mengatakan saat ini cabai merah dijual dengan harga Rp38.000/Kg, padahal sebelumnya hanya dijual dengan harga belasan ribu. "Begitu juga dengan bawang merah maupun bawang putih yang juga mengalami naik harganya. Kenaikan ini selain disebabkan jelang Natal dan Tahun Baru juga dikarenakan banyak daerah di Jawa yang gagal panen,"jelasnya.

*Disperindag Belum Lakukan Operasi Pasar*

Meski sudah terjadi kenaikan terhadap harga sembilan kebutuhan pokok (Sembako) jelang Ramadhan 1433H/2012M, namun Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kota Dumai, hingga saat ini belum melakukan Operasi Pasar (OP) dengan alasan kenaikan masih diambang batas wajar. Demikian disampaikan Kepala Disperindag Dumai, H. Djamalus ditempat terpisah.

"Kenaikan hara kebutuhan pokok masih diambang batas wajar, sehingga belum dilakukan Operasi Pasar. Sedangkan operasi pasar baru dapat dilakukan bila kenaikan harga mencapai 20 persen lebih. Saat ini, berdasarkan pantauan yang dilakukan tim dari Disperindag, kenaikan hargaberkisar 10 15 persen, angka kenaikan itu masih wajar disaat-saat mendekati hari besar agama. Namun apabila kenaikan mencapai 20 persen lebih, kita akan melakukan operasi pasar," ungkapnya.

Djamalus juga menegaskan bahwa Disperindag Dumai telah membuat tim guna melakukan pemantaun disemua pasar tradisional. Monitoring harga itu sendiri bakan dilakukan dua kali seminggu, yakni pada hari Rabu dan Jumat. Tujuannya untuk memantau harga kebutuhan pokok disejumlah pasar tradisional dikota Dumai jelang hari besar agama, seperti Ramadhan dan Idul Fitri tahu ini.

"Sudah menjadi hukum ekonomi pasar, setiap menghadapi hari besar keagamaan para pedagang berlomba-lomba untuk menaikkan harga. Selagi masih diambang batas wajar kita belum melakukan operasi pasar. Biasanya kenaikannya tidak akan bertahan lama, karna bila tingkat penjualan mereka menurun akibat kenaikan harga itu. Maka para pedagang akan kembali menurunkan harga sehingga harga kembali normal," kata Kadisperindag.***(had)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- RS Petala Bumi Siapkan Layanan Khusus Cek Kesehatan Calon TNI Polri
- Eksekusi Toko Modern Waralaba Ilegal di Bengkalis Tak Perlu Tunggu Perintah Sekda
- Berikut Tiga Kesepakatan PLN-PT Padasa,
Jalur Transmisi GI Bangkinang-Rohul Segera Dibangun

- Soal Operasional Pasar Modern Taluk Kuantan, Dua Pejabat Terkait Beda Pendapat
- Kadin Nilai Pulau Bengkalis Belum Layak Miliki Toko Modern Waralaba
- Penumpang Keluhkan Jasa Bongkar Muat di Pelabuhan BSL Bengkalis
- Kementrian ESDM Anggarkan Rp1,3 M,
20 Maret, PLTBG Rantau Sakti Rohul Mulai Direvitalisasi



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 174.129.67.45
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com