Untitled Document
Senin, 6 Zulqaidah 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 1 September 2014 17:58
Walikota Khairul Anwar Lepas 296 JCH Dumai

Senin, 1 September 2014 17:52
Pengakuan Saksi di PN Tipikor Pekanbaru,
Stadion Mini Pelalawan Hanya Tuntas 80 Persen


Senin, 1 September 2014 17:39
JCH Rohil Bertolak dari Rumah Masing-masing 8 September

Senin, 1 September 2014 17:34
Polisi Dalami Dugaan ISIS Masuk ke Pekanbaru

Senin, 1 September 2014 17:19
Rohil Bersiap Peringati Hari Jadi ke-15

Senin, 1 September 2014 17:13
Dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Rohul,
Zulkarnain Catat Sejarah Baru bagi Masyarakat Tandun


Senin, 1 September 2014 17:00
Bupati Meranti Prihatin Harga Anjlok Bikin Petani Karet Kian Miskin



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 Juli 2012 16:39
Jelang Ramadhan, Warga Dumai Keluhkan Kenaikan Harga Sembako

Masyarakat Dumai mulai mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Ramadhan 1433 Hijriyah. Mereka berharap pemerintah bisa mengendalikan.

Riauterkini-DUMAI- Warga Dumai saat ini menjerit akibat merangkak naiknya harga bahan kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1433H yang tinggal hitungan hari di daerah tersebut. Hal ini sesuai yang di ungkapkan oleh, Wina (25) seorang warga yang ditemui riauterkini.com, Selasa (17/7/12) di Pasar Senggol Jalan Sudirman Kecamatan Dumai Timur.

"Kenaikan harga sembako yang terjadi hampir semua kebutuhan pokok mulai dari beras hingga cabai merah. Hampir semua sembako mengalami kenaikan. Biasanya bawa uang Rp25.000 sudah bisa bawa pulang beras dan lauk pauk. Sekarang tidak bisa lagi, karena harga yang melambung tinggi," keluh Wina seorang ibu rumah tangga yang baru saja menikah ini.

Ahmad Jhoni, salah seorang pedagang beras mengatakan kenaikan memang terjadi sejak satu pekan lalu. Beras yang sebelumnya dijual dengan harga Rp6.000/Kg mengalami kenaikan menjadi Rp7.000/Kg. Beras Belida yang sebelumnya dijual Rp7.000/Kg mengalami kenaikan menjadi Rp8.000/Kg. "Beras asal Solok, Sumatera Barat yang sebelumnya dijual Rp8.000/Kg naik menjadi Rp9.500/Kg," ujar Ahmad memprekdisi bakal terjadi peningkatkan harga sembako.

Ia menyebutkan kenaikan ini disebabkan dikarenakan sudah masuknya musim penghujan hampir diseluruh daerah penghasil beras. Akibat curah hujan yang tinggi, lanjutnya, membuat produksi beras menjadi terganggu. "Karena terbatasnya pasokan, harga beras mengalami kenaikan yang cukup tinggi berkisar Rp1.000-Rp15.00/Kg," jelasnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Wahyu Andika, pedagang sayur mayur yang mengatakan saat ini cabai merah dijual dengan harga Rp38.000/Kg, padahal sebelumnya hanya dijual dengan harga belasan ribu. "Begitu juga dengan bawang merah maupun bawang putih yang juga mengalami naik harganya. Kenaikan ini selain disebabkan jelang Natal dan Tahun Baru juga dikarenakan banyak daerah di Jawa yang gagal panen,"jelasnya.

*Disperindag Belum Lakukan Operasi Pasar*

Meski sudah terjadi kenaikan terhadap harga sembilan kebutuhan pokok (Sembako) jelang Ramadhan 1433H/2012M, namun Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kota Dumai, hingga saat ini belum melakukan Operasi Pasar (OP) dengan alasan kenaikan masih diambang batas wajar. Demikian disampaikan Kepala Disperindag Dumai, H. Djamalus ditempat terpisah.

"Kenaikan hara kebutuhan pokok masih diambang batas wajar, sehingga belum dilakukan Operasi Pasar. Sedangkan operasi pasar baru dapat dilakukan bila kenaikan harga mencapai 20 persen lebih. Saat ini, berdasarkan pantauan yang dilakukan tim dari Disperindag, kenaikan hargaberkisar 10 15 persen, angka kenaikan itu masih wajar disaat-saat mendekati hari besar agama. Namun apabila kenaikan mencapai 20 persen lebih, kita akan melakukan operasi pasar," ungkapnya.

Djamalus juga menegaskan bahwa Disperindag Dumai telah membuat tim guna melakukan pemantaun disemua pasar tradisional. Monitoring harga itu sendiri bakan dilakukan dua kali seminggu, yakni pada hari Rabu dan Jumat. Tujuannya untuk memantau harga kebutuhan pokok disejumlah pasar tradisional dikota Dumai jelang hari besar agama, seperti Ramadhan dan Idul Fitri tahu ini.

"Sudah menjadi hukum ekonomi pasar, setiap menghadapi hari besar keagamaan para pedagang berlomba-lomba untuk menaikkan harga. Selagi masih diambang batas wajar kita belum melakukan operasi pasar. Biasanya kenaikannya tidak akan bertahan lama, karna bila tingkat penjualan mereka menurun akibat kenaikan harga itu. Maka para pedagang akan kembali menurunkan harga sehingga harga kembali normal," kata Kadisperindag.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Pasca Pencabutan Kebijakan Pembatasan,
Pasokan BBM di Pulau Bengkalis Belum Normal

- BPT: Movie Box Beroperasi di Pekanbaru Secara Ilegal
- Pekanbaru Expo Berjalan Sukses, Transaksi Mencapai Rp 1,5 Miliar
- Pertumbuhan Ritel Tak Terkendali,
Koodinasi Vertikal Pemko Pekanbaru Dipertanyakan

- Agustus, Riau Alami Inflasi 0,89 Persen
- Petani Jamur Tiram di Kepenuhan Perlu Perhatian Pemerintah
- BBM Langka, Aktivitas Nelayan di Rohil Mulai Terganggu


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.17.177.99
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com