Untitled Document
Jumat, 24 Zulqaidah 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 19 September 2014 10:25
Besok, Sebagian Listrik di Pekanbaru Padam 10 Jam

Jum’at, 19 September 2014 10:08
Korban Dugaan Pencabulan Gubri Bertambah,
SB Dijadwalkan Lapor ke Mabes Polri Siang ini


Jum’at, 19 September 2014 09:53
111

Jum’at, 19 September 2014 09:51
Temui Pemkab Meranti, Banwalu Riau Sarankan Mulai Siapkan Anggaran Pilkada

Jum’at, 19 September 2014 08:16
YPPM-RM Bantu Masyarakat Keenegerian Taratak Air Hitam, Kuansing

Jum’at, 19 September 2014 06:45
4 JCH Rohul Tambahan sudah Berangkat ke Tanah Suci

Jum’at, 19 September 2014 06:40
Penculikan Bocah di Meranti,
Pelaku adalah Pemuda Mabuk Lem Kambing




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 Juli 2012 16:39
Jelang Ramadhan, Warga Dumai Keluhkan Kenaikan Harga Sembako

Masyarakat Dumai mulai mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Ramadhan 1433 Hijriyah. Mereka berharap pemerintah bisa mengendalikan.

Riauterkini-DUMAI- Warga Dumai saat ini menjerit akibat merangkak naiknya harga bahan kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1433H yang tinggal hitungan hari di daerah tersebut. Hal ini sesuai yang di ungkapkan oleh, Wina (25) seorang warga yang ditemui riauterkini.com, Selasa (17/7/12) di Pasar Senggol Jalan Sudirman Kecamatan Dumai Timur.

"Kenaikan harga sembako yang terjadi hampir semua kebutuhan pokok mulai dari beras hingga cabai merah. Hampir semua sembako mengalami kenaikan. Biasanya bawa uang Rp25.000 sudah bisa bawa pulang beras dan lauk pauk. Sekarang tidak bisa lagi, karena harga yang melambung tinggi," keluh Wina seorang ibu rumah tangga yang baru saja menikah ini.

Ahmad Jhoni, salah seorang pedagang beras mengatakan kenaikan memang terjadi sejak satu pekan lalu. Beras yang sebelumnya dijual dengan harga Rp6.000/Kg mengalami kenaikan menjadi Rp7.000/Kg. Beras Belida yang sebelumnya dijual Rp7.000/Kg mengalami kenaikan menjadi Rp8.000/Kg. "Beras asal Solok, Sumatera Barat yang sebelumnya dijual Rp8.000/Kg naik menjadi Rp9.500/Kg," ujar Ahmad memprekdisi bakal terjadi peningkatkan harga sembako.

Ia menyebutkan kenaikan ini disebabkan dikarenakan sudah masuknya musim penghujan hampir diseluruh daerah penghasil beras. Akibat curah hujan yang tinggi, lanjutnya, membuat produksi beras menjadi terganggu. "Karena terbatasnya pasokan, harga beras mengalami kenaikan yang cukup tinggi berkisar Rp1.000-Rp15.00/Kg," jelasnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Wahyu Andika, pedagang sayur mayur yang mengatakan saat ini cabai merah dijual dengan harga Rp38.000/Kg, padahal sebelumnya hanya dijual dengan harga belasan ribu. "Begitu juga dengan bawang merah maupun bawang putih yang juga mengalami naik harganya. Kenaikan ini selain disebabkan jelang Natal dan Tahun Baru juga dikarenakan banyak daerah di Jawa yang gagal panen,"jelasnya.

*Disperindag Belum Lakukan Operasi Pasar*

Meski sudah terjadi kenaikan terhadap harga sembilan kebutuhan pokok (Sembako) jelang Ramadhan 1433H/2012M, namun Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kota Dumai, hingga saat ini belum melakukan Operasi Pasar (OP) dengan alasan kenaikan masih diambang batas wajar. Demikian disampaikan Kepala Disperindag Dumai, H. Djamalus ditempat terpisah.

"Kenaikan hara kebutuhan pokok masih diambang batas wajar, sehingga belum dilakukan Operasi Pasar. Sedangkan operasi pasar baru dapat dilakukan bila kenaikan harga mencapai 20 persen lebih. Saat ini, berdasarkan pantauan yang dilakukan tim dari Disperindag, kenaikan hargaberkisar 10 15 persen, angka kenaikan itu masih wajar disaat-saat mendekati hari besar agama. Namun apabila kenaikan mencapai 20 persen lebih, kita akan melakukan operasi pasar," ungkapnya.

Djamalus juga menegaskan bahwa Disperindag Dumai telah membuat tim guna melakukan pemantaun disemua pasar tradisional. Monitoring harga itu sendiri bakan dilakukan dua kali seminggu, yakni pada hari Rabu dan Jumat. Tujuannya untuk memantau harga kebutuhan pokok disejumlah pasar tradisional dikota Dumai jelang hari besar agama, seperti Ramadhan dan Idul Fitri tahu ini.

"Sudah menjadi hukum ekonomi pasar, setiap menghadapi hari besar keagamaan para pedagang berlomba-lomba untuk menaikkan harga. Selagi masih diambang batas wajar kita belum melakukan operasi pasar. Biasanya kenaikannya tidak akan bertahan lama, karna bila tingkat penjualan mereka menurun akibat kenaikan harga itu. Maka para pedagang akan kembali menurunkan harga sehingga harga kembali normal," kata Kadisperindag.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Per-September, Royalti Ekpor Timah Meranti Capai Rp 2,5 Miliar
- Tingkatkan Pelayanan,
Klinik Abdullah Qoyum Pekanbaru Sediakan Ambulans Udara

- Warga Minta PT. RSI Rohul Tak Pilih Kasih Tetapkan Harga Sawit
- LPG 3 Kg Mulai Langka di Duri
- Banyak Pelaku Usaha Tempat Hiburan di Pekanbaru Langgar Aturan
- Mulai Besok, Peserta Riau Expo 2014 Dipersilahkan Masukkan Barang
- Triwulan II 2014, Realisasi Kredit Perbankan Riau Capai Rp 50,67 Triliun


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.156.29
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com