Untitled Document
Jumat, 27 Ramadhan 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 24 Juli 2014 23:05
Jelang Lebaran,
Bupati Bengkalis Blusukan ke Tujuh Titik Pusat Layanan Publik


Kamis, 24 Juli 2014 23:01
Usai Sidang,
Tahanan Narkoba Kejari Pekanbaru Kabur di PN Pekanbaru


Kamis, 24 Juli 2014 22:49
Kapolres Kampar Berikan Kiat Aman untuk Mudik

Kamis, 24 Juli 2014 22:42
Polres Rohil Tangkap Kontainer Bermuatan Kayu Pakai Dokumen Palsu

Kamis, 24 Juli 2014 21:00
Puluhan Pasangan Haram Terjaring Razia Yustisi di Duri

Kamis, 24 Juli 2014 20:16
Jelang Lebaran, Gubri Tarik Ratusan Mobnas

Kamis, 24 Juli 2014 19:48
Usai Sidang di PN Pekanbaru, Tahanan Narkoba Kejari Melarikan Diri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 Juli 2012 07:50
Disbun Uji Pupuk Injeksi di Kebun Sawit Petani Tapung

Penggunaan pupuk injeksi ke batang diuji-cobakan. Dinas Perkebunan Riau memilih kebun kelapa sawit petani Tapung, Kampar sebagai lokasi pengujian.

Riauterkini-TAPUNG – Tanaman kelapa sawit di areal perkebunan Tukiman (48) dan Aswanto (40) di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, dijadikan sampel oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Riau untuk melakukan uji coba pupuk organik sistem injeksi di bagian batang yang dilakukan pada Ahad (16/7). Sebanyak 20 batang pokok kelapa sawit milik dua petani itu dijadikan sebagai eksprimen. “Tanaman (kelapa sawit) ini sudah berusia 15 tahun dan sangat minim produksi. Bahkan ada yang sama sekali tidak berbuah,” kata Tukiman.

Dalam uji coba tersebut, turut hadir Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Riau Drs H Zulher MS serta manajemen Malaysian Agro Products Bhd(MAP) yakni Latiff Ibrahim, Executive Chairman MAP dan Mohamed Jameel, Business Colsultant for Asian Regional MAP. “Pemupukan dengan sistem ini akan mulai terlihat hasilnya satu setengah bulan mendatang. Perubahan hasil diharapkan tiga bulan mendatang, ketika memasuki masa pemupukan selanjutnya,” terang Latiff Ibrahim.

Uji coba pemupukan pupuk organic sistem injeksi ini merupakan kerjasama antara Disbun Riau dengan MAP Bhd. “Semoga hasilnya sesuai harapan dan menggembirakan, Ini diantara upaya untuk menjawab berbagai permasalahan minimnya produksi perkebunan rakyat. Uji coba ini juga diharapkan bisa menjawab permasalahan penggunaan bibit palsu oleh petani, sehingga menjadi cara alternatif untuk penggantian bibit palsu. Maklum, anggaran penggantian bibit palsu sangat terbatas. Bila pola pemupukan ini nantinya ternyata memang mampu untuk meningkatkan produksi hasil perkebunan, tentu ini menjadi solusi yang jitu untuk direkomendasikan kepada petani. Tapi bila gagal, tentu takkan direkomendasikan. Makanya, uji coba perlu dilakukan,” papar Zulher.

Cara pemupukan sendiri dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pengeboran di bagian batang, berjarak sekitar 50 cm dari tanah. Lalu, dilanjutkan dengan pemasangan pipa di lobang buatan untuk selanjutnya disuntikkan formula pupuk organik dengan cara injeksi. Pengeboran di bagian batang pula, yang menyebabkan pilihan untuk pemupukan jenis ini hanya dilakukan kepada tanaman yang sudah tua, sehingga tidak membuat tanaman menjadi stress. “Untuk tanaman muda yang menggunakan sistem ini hanya dilakukan kepada tanaman yang gagal produksi,” terang Zulher.

Mulai pekan ini, bekerjasama dengan MAP Bhd, Disbun Riau melakukan uji coba pupuk bagian batang kepada empat komoditas perkebunan unggulan di beberapa daerah di Riau. Tanaman yang diuji coba adalah kelapa sawit, karet, kelapa dan kakao. Pola pemupukan ini dinilai sangat efisien dan efektif dibanding sistem tabur, terutama pada kontur tanah dengan kemiringan ekstrim. “Banyak petani kita yang kebunnya di kemiringan tidak berpola teras. Penanaman tanaman hanya mengikuti kontur tanah. Ketika pemupukan sistem tabur dilakukan, tentu beresiko terseret air bila hujan mengguyur,” papar Zulher.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
ihsan R
saya tertarik dgn model pupuk injeksi ini, dimana dan bagaimana saya bisa mendapatkan informasi dan produk pupuk injeksi tsb...?? krn kmrnsaya datang ke kantor disbun ternyata blm ada informasi. email : debobmoiscity@yahoo.com


Berita lainnya..........
- MPK Pelalawan Nilai RPE Sangat Membantu
- Untuk Lebaran, Masyarakat Diminta Pilih Daging ASUH
- Pertamina Jamin Stok BBM untuk Lebaran di Riau Aman
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Turun Rp70,9 per Kg
- Razia, Disperindag Inhil Temukan Minuman dengan Kode BPOM Palsu
- RAPP Raih Predikat Memuaskan dalam Audit SMK3
- Dua Garbarata Bandara SSK II Mulai Difungsikan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.180.41
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com