Untitled Document
Kamis, 6 Muharram 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 30 Oktober 2014 19:56
Puluhan JH Rohul Ikuti Pembinaan Pasca Haji

Kamis, 30 Oktober 2014 19:04
Dandiklat Buka Latihan Tutuka ke-38 di Dumai

Kamis, 30 Oktober 2014 19:00
Sopir Menghilang,
Satu Truk Diduga Angkut Sawit Curian Dirusak Warga Rohul


Kamis, 30 Oktober 2014 18:52
Bentuk Solidaritas Rekanya di Papua,
Seluruh Kantor Notaris dan PPAT Dumai Tutup


Kamis, 30 Oktober 2014 18:49
DPRD Dumai Sahkan Tatip Dewan

Kamis, 30 Oktober 2014 18:45
Wawako Dumai Buka Diskusi Panel Wawasan Nusantara

Kamis, 30 Oktober 2014 18:41
30 Pasangan di Rambahsamo, Rohul Ikuti Nikah Massal



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 Juli 2012 07:50
Disbun Uji Pupuk Injeksi di Kebun Sawit Petani Tapung

Penggunaan pupuk injeksi ke batang diuji-cobakan. Dinas Perkebunan Riau memilih kebun kelapa sawit petani Tapung, Kampar sebagai lokasi pengujian.

Riauterkini-TAPUNG – Tanaman kelapa sawit di areal perkebunan Tukiman (48) dan Aswanto (40) di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, dijadikan sampel oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Riau untuk melakukan uji coba pupuk organik sistem injeksi di bagian batang yang dilakukan pada Ahad (16/7). Sebanyak 20 batang pokok kelapa sawit milik dua petani itu dijadikan sebagai eksprimen. “Tanaman (kelapa sawit) ini sudah berusia 15 tahun dan sangat minim produksi. Bahkan ada yang sama sekali tidak berbuah,” kata Tukiman.

Dalam uji coba tersebut, turut hadir Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Riau Drs H Zulher MS serta manajemen Malaysian Agro Products Bhd(MAP) yakni Latiff Ibrahim, Executive Chairman MAP dan Mohamed Jameel, Business Colsultant for Asian Regional MAP. “Pemupukan dengan sistem ini akan mulai terlihat hasilnya satu setengah bulan mendatang. Perubahan hasil diharapkan tiga bulan mendatang, ketika memasuki masa pemupukan selanjutnya,” terang Latiff Ibrahim.

Uji coba pemupukan pupuk organic sistem injeksi ini merupakan kerjasama antara Disbun Riau dengan MAP Bhd. “Semoga hasilnya sesuai harapan dan menggembirakan, Ini diantara upaya untuk menjawab berbagai permasalahan minimnya produksi perkebunan rakyat. Uji coba ini juga diharapkan bisa menjawab permasalahan penggunaan bibit palsu oleh petani, sehingga menjadi cara alternatif untuk penggantian bibit palsu. Maklum, anggaran penggantian bibit palsu sangat terbatas. Bila pola pemupukan ini nantinya ternyata memang mampu untuk meningkatkan produksi hasil perkebunan, tentu ini menjadi solusi yang jitu untuk direkomendasikan kepada petani. Tapi bila gagal, tentu takkan direkomendasikan. Makanya, uji coba perlu dilakukan,” papar Zulher.

Cara pemupukan sendiri dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pengeboran di bagian batang, berjarak sekitar 50 cm dari tanah. Lalu, dilanjutkan dengan pemasangan pipa di lobang buatan untuk selanjutnya disuntikkan formula pupuk organik dengan cara injeksi. Pengeboran di bagian batang pula, yang menyebabkan pilihan untuk pemupukan jenis ini hanya dilakukan kepada tanaman yang sudah tua, sehingga tidak membuat tanaman menjadi stress. “Untuk tanaman muda yang menggunakan sistem ini hanya dilakukan kepada tanaman yang gagal produksi,” terang Zulher.

Mulai pekan ini, bekerjasama dengan MAP Bhd, Disbun Riau melakukan uji coba pupuk bagian batang kepada empat komoditas perkebunan unggulan di beberapa daerah di Riau. Tanaman yang diuji coba adalah kelapa sawit, karet, kelapa dan kakao. Pola pemupukan ini dinilai sangat efisien dan efektif dibanding sistem tabur, terutama pada kontur tanah dengan kemiringan ekstrim. “Banyak petani kita yang kebunnya di kemiringan tidak berpola teras. Penanaman tanaman hanya mengikuti kontur tanah. Ketika pemupukan sistem tabur dilakukan, tentu beresiko terseret air bila hujan mengguyur,” papar Zulher.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
ihsan R
saya tertarik dgn model pupuk injeksi ini, dimana dan bagaimana saya bisa mendapatkan informasi dan produk pupuk injeksi tsb...?? krn kmrnsaya datang ke kantor disbun ternyata blm ada informasi. email : debobmoiscity@yahoo.com


Berita lainnya..........
- Dewan Pengupahan Riau Tetapkan UMP Riau 2015 Rp 1,878 Juta
- Banyak Balai Pengobatan di Duri Gaji Karyawan di Bawah UMP
- Respon Demo Buruh, PDAM Bengkalis Janji Terus Tingkatkan Kualitas dan Kesejahteraan
- Naik Rp178 Ribu, UMP Riau 2015 Tinggal Tunggu SK Plt Gubernur
- Per Agustus 2014, Kinerja Perbankan Riau Meningkat
- Kemen ESDM Tetap Melelang, tak Jamin Pemkab Pelalawan Kelola Blok Kampar
- Perjuangan Masyarakat Pelalawan Rebut Blok Kampar Berlanjut


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.235.83
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com