Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 April 2018 04:57
Belasan "Pelaku Maksiat" Terjaring Operasi Pekat di BS, dan Mandau

Jum’at, 20 April 2018 23:10
Rasionalisasi APBD Rp1,35 T, Berikut Penjelasan Bupati Bengkalis

Jum’at, 20 April 2018 23:04
Ketua PDIP Kuansing H Halim Bantu Korban Banjir di Gunung Toar

Jum’at, 20 April 2018 22:39
Dumai Gelar Kalender Iven Pariwisata Riau, Lomba Mancing di Laut

Jum’at, 20 April 2018 21:40
Awal Mei 2018, AREBI Riau Gelar Musda dan Pelantikan Pengurus

Jum’at, 20 April 2018 21:36
Cawagubri Hardianto Terangkan Program "1 Rumah 1 Sarjana" Pada Warga Kandis

Jum’at, 20 April 2018 21:32
RSUD Petala Bumi Berkomitmen Bangun Budaya Integritas

Jum’at, 20 April 2018 21:29
Pemerintah Bagikan 1.000 Sertifikat Tanah ke Masyarakat Siak

Jum’at, 20 April 2018 20:38
Korupsi Lampu PJU Pekanbaru, Lima Terdakwa Divonis 14 Bulan dan 20 Bulan Penjara

Jum’at, 20 April 2018 20:37
Ditembak Bius Dua Kali, Akhirnya Harimau Pemangsa Dua Warga Inhil Tertangkap

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 Juli 2012 07:50
Disbun Uji Pupuk Injeksi di Kebun Sawit Petani Tapung

Penggunaan pupuk injeksi ke batang diuji-cobakan. Dinas Perkebunan Riau memilih kebun kelapa sawit petani Tapung, Kampar sebagai lokasi pengujian.

Riauterkini-TAPUNG – Tanaman kelapa sawit di areal perkebunan Tukiman (48) dan Aswanto (40) di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, dijadikan sampel oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Riau untuk melakukan uji coba pupuk organik sistem injeksi di bagian batang yang dilakukan pada Ahad (16/7). Sebanyak 20 batang pokok kelapa sawit milik dua petani itu dijadikan sebagai eksprimen. “Tanaman (kelapa sawit) ini sudah berusia 15 tahun dan sangat minim produksi. Bahkan ada yang sama sekali tidak berbuah,” kata Tukiman.

Dalam uji coba tersebut, turut hadir Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Riau Drs H Zulher MS serta manajemen Malaysian Agro Products Bhd(MAP) yakni Latiff Ibrahim, Executive Chairman MAP dan Mohamed Jameel, Business Colsultant for Asian Regional MAP. “Pemupukan dengan sistem ini akan mulai terlihat hasilnya satu setengah bulan mendatang. Perubahan hasil diharapkan tiga bulan mendatang, ketika memasuki masa pemupukan selanjutnya,” terang Latiff Ibrahim.

Uji coba pemupukan pupuk organic sistem injeksi ini merupakan kerjasama antara Disbun Riau dengan MAP Bhd. “Semoga hasilnya sesuai harapan dan menggembirakan, Ini diantara upaya untuk menjawab berbagai permasalahan minimnya produksi perkebunan rakyat. Uji coba ini juga diharapkan bisa menjawab permasalahan penggunaan bibit palsu oleh petani, sehingga menjadi cara alternatif untuk penggantian bibit palsu. Maklum, anggaran penggantian bibit palsu sangat terbatas. Bila pola pemupukan ini nantinya ternyata memang mampu untuk meningkatkan produksi hasil perkebunan, tentu ini menjadi solusi yang jitu untuk direkomendasikan kepada petani. Tapi bila gagal, tentu takkan direkomendasikan. Makanya, uji coba perlu dilakukan,” papar Zulher.

Cara pemupukan sendiri dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pengeboran di bagian batang, berjarak sekitar 50 cm dari tanah. Lalu, dilanjutkan dengan pemasangan pipa di lobang buatan untuk selanjutnya disuntikkan formula pupuk organik dengan cara injeksi. Pengeboran di bagian batang pula, yang menyebabkan pilihan untuk pemupukan jenis ini hanya dilakukan kepada tanaman yang sudah tua, sehingga tidak membuat tanaman menjadi stress. “Untuk tanaman muda yang menggunakan sistem ini hanya dilakukan kepada tanaman yang gagal produksi,” terang Zulher.

Mulai pekan ini, bekerjasama dengan MAP Bhd, Disbun Riau melakukan uji coba pupuk bagian batang kepada empat komoditas perkebunan unggulan di beberapa daerah di Riau. Tanaman yang diuji coba adalah kelapa sawit, karet, kelapa dan kakao. Pola pemupukan ini dinilai sangat efisien dan efektif dibanding sistem tabur, terutama pada kontur tanah dengan kemiringan ekstrim. “Banyak petani kita yang kebunnya di kemiringan tidak berpola teras. Penanaman tanaman hanya mengikuti kontur tanah. Ketika pemupukan sistem tabur dilakukan, tentu beresiko terseret air bila hujan mengguyur,” papar Zulher.***(rls)

Loading...


Berita lainnya..........
- Jelang Ramadhan, Jalinnsu di Duri Makin Memprihatinkan
- Kerjasama Camat dan Lurah, Disdukcapil Bagikan KTP-el Sistem Door to door
- BRK Syariah Sukseskan MTQ Expo Kota Tanjungpinang
- Kuliah Umum Pakar Kurma Asal Irak, UIR Siap jadi Kampus Riset Kurma di Indonesia
- AHM Hadirkan Beragam Gaya Hidup Berkendara di IIMS 2018
- Panen Raya Cabe Kriting,
Wabup Zardewan Apresiasi Bantuan PT Arara Abadi untuk Desa Terbangiang

- Rahma Selviawati Resmi Menjabat External Affair Manager BOB PT BSP Pertamina Hulu
- Harga Terigu Merangkak Naik, Bulog Datangkan Tepung Kita
- Sambut Hari Kartini, Tjokro Hotel Pekanbaru Gelar Baksos dan Donor Darah
- Bangun Dua Fly Over, Pemprov Riau Gelontorkan Rp689,5 Miliar
- Jalan Rusak di Jembatan SSK II Tualang, Siak,
Ini Action dan Janji Dinas PUPR Riau melalui UPT III

- Pemilk Swalayan Top 99 Selatpanjang Ini Diduga Peras Karyawan
- Jelang Distribusi SPPT PBB, Bapenda Pekanbaru Sosialisasi Juknis ke UPTB
- Jalan Poros Provinsi Rantau Kasai-Mahato Putus, Ketua DPRD Rohul Meradang
- Disdukcapil Inhil Berhasil Percepat Realisasi Perekaman Wajib KTP
- Eksportir Kopra Akui Turunnya Harga Kelapa Disebabkan Siklus Sepuluh Tahunan
- Kabupaten Rohul Bakal Punya Pabrik Semen, Lokasinya di Rokan IV Koto
- Presdir PT CPI Jadi Pembicara di Grand Seminar IPF 2018 UIR
- Plt Wali Kota Buka Festival Kurma Riau
- Jelang Ramadhan Bulog Salurkan Barang Kebutuhan di 1.028 RPK se- Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 23.20.165.182
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com