Berita Terhangat.. |
Rabu, 22 Mei 2013 16:53 Prihatin Kasus Bioremediasi, Karyawan Chevron di Duri Kembali Bikin Aksi
Rabu, 22 Mei 2013 16:47 Pengangkatan Sekdaprov Riau, Komisi II DPR RI Desak Pemerintah Terbitkan Kepres
Rabu, 22 Mei 2013 16:10 Keluarga Kimar Kembali Berulah, Aparat Putuskan Pelebaran Jalan Soeta Jalan Terus
Rabu, 22 Mei 2013 16:02 Atlet Binaan Kejati Riau Berjaya di Jerjuaraan Taekwondo UR
Rabu, 22 Mei 2013 15:37 Pesta Sabu. 4 Warga Bukitbatu Ditangkap Polres Bengkalis
Rabu, 22 Mei 2013 15:35 Motor Ditarik Paksa, Warga Rohil Polisikan Leasing
Rabu, 22 Mei 2013 15:33 Mau Ambil Motor Sendiri, Istri Dianiaya Suami
|
|
|
|
Rabu, 4 Juli 2012 19:01 April, Ekspor Riau Turun 15 Persen
Dibandingkan dengan Maret 2012, ekspor Riau pada April 2012 menurun. Penurunan mencapai 15 persen.
Riauterkini-PEKANBARU-Kepala Bidang Statistik (BPS) Provinsi Riau, Dewi Kristiani, Rabu (4/7/12) menyebutkan nilai ekspor Riau April 2012 mencapai US$ 1,62 miliar. Turun 15,18 persen dibanding ekspor Maret 2012 yang mencapai US$ 1,91 miliar. Secara kumulatif nilai ekspor Januari-April 2012 sebesar US$ 6,535 miliar.
Khusus untuk ekspor non migas April 2012 mencapai US$ 1,073 miliar. Turun 14,31 persen dibanding ekspor non migas Maret 2012, kumulatif ekspor non migas selama Januari-April 2012 mencapai US$ 4,225 miliar. Naik 19,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Selama Januari-April 2012 ekspor non migas didominir oleh lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) sebesar US$ 2,898 miliar (68,59 persen), diikuti oleh kertas dan karton (HS 48) sebesar US$ 419,95 juta (9,94 persen), serta bubur kayu/pulp (HS 47) US$ 394,26 juta (9,33 persen). Kontribusi ketiganya mencapai 87,86 persen dari total ekspor non migas Riau.
Ekspor non migas selama Januari-April 2012 paling tinggi ke China mencapai angka terbesar yaitu US$ 756,70 juta (17,91 persen), diikuti India US$ 680,56 juta (16,11 persen), Belanda US$ 401,51 juta (9,50 persen), Malaysia US$ 380,93 juta (9,01 persen) dan Pakistan US$ 174,84 juta (4,14 persen) dengan kontribusi kelimanya mencapai 56,67 persen terhadap keseluruhan ekspor non migas.
Menurut sektor, Dewi menambahkan, ekspor hasil pertanian dan hasil pertambangan dan lainnya selama Januari-April 2012 mengalami penurunan masing-masing sebesar 38,60 persen dan 43,45 persen, sedangkan hasil industri meningkat sebesar 20,49 persen dibanding periode yang sama tahun 2011.***(H-we)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|