Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Kamis, 23 Maret 2017 20:29
Seorang Warga Pekanbaru Meninggal di Warung Lontong Bengkalis

Kamis, 23 Maret 2017 20:14
Gubri Sampaikan LKPJ 2016 di Hadapan Dewan

Kamis, 23 Maret 2017 19:37
Kejari Bengkalis Terima Pelimpahan Korupsi ADD Tanjung Punak

Kamis, 23 Maret 2017 19:28
Diduga Acuhkan Perizinan,
Perusahaan Penumpukan Cangkang Sawit di Siak Leluasa Beroperasi Hingga Ekspor


Kamis, 23 Maret 2017 19:18
Maksimalkan Potensi Perikanan Laut, Gubri Sambangi Kementerian Kelautan dan Perikanan

Kamis, 23 Maret 2017 19:04
Cerenti, Diwilayah Perdaran Ganja Tertinggi di Kuansing

Kamis, 23 Maret 2017 19:00
Tim Propam Polri Kunjungi Polres Kampar

Kamis, 23 Maret 2017 18:53
Besok, Anggota DPRD Riau Mulai Reses

Kamis, 23 Maret 2017 18:13
Perbaiki Gondala di Honda Soekarno Hatta Pekanbaru, Dedi Tewas Kesetrum

Kamis, 23 Maret 2017 18:10
Kepergok Penghuni Kos, Pelaku Curas di Inhil Berhasil Ditangkap



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 8 Juni 2012 07:40
Tersedia Keripik Jagung Rasa Ikan Patin dari UKM Berkah

Gulai asam pedas ikan patin tentu sudah lazim dinikmati masyarakat Riau, tetapi bagaimana dengan keripik jagung rasa ikan patin? Hanya ada di UKM Berkah Pekanbaru.

Riauterkini-PEKANBARU- Untuk kali ini,Tim redaksi riauterkinicom menyambangi rumah Denawati Jufri. Des, begitu sapaan pengiat usaha kecil menengah (UKM) ini tinggal di Perum Mutiara Permai Jalan Swakarya masuk Jalan Lengkuas No. A 21 Tuah Karya, Panam, Pekanbaru. Di rumah itu, Des membuka usaha pembuatan kue khas Riau. Namanya (UKM) Berkah. Des memulai usaha pembuatan kue sejak tahun 2007. Usaha salon dan menjahit pernah digelutinya hingga akhirnya menetap di usaha pembuatan kue.

Saat pertama kali memulai usaha pembuatan kue, Des memproduksi Keripik Jagung. “Saya pernah menjaga stand pameran ASPARI. Pengunjung ada yang bertanya, apa makanan khas Pekanbaru. Padahal, makanan khas Pekanbaru itu tak ada. Dari situ, saya mulai mencari ide untuk membuat makanan yang beda dari produk lain," kenangnya. Berangkat dari pengelaman itulah, muncul ide kratif Des. Ia kemudian membuat keripik jagung dengan rasa khas Pekanbaru, yakni ikan patin. “Akhirnya saya coba buat Keripik Jagung dengan rasa ikan pantik,” ujar Des.

Keripik Jagung buatan Des, di ikutkan dalam berbagai pameran yang diadakan Disperindag. Wanita 49 tahun ini, juga berinisiatif membuat pastel mini isi abon ikan Patin. Alasan Des membuat produk ini karena ikan Patin merupakan produk perikanan unggulan di Riau.

Berbagai jenis makanan lain juga diproduksi Des. Antara lain: Kue Bangkit, Keripik Teri, Manisan Tomat, Wajik Jagung dan Amplang Udang. “Kalau kue basah seperti Bulo Kemojo, dibuat jika ada pesanan saja,” tutur Des.

Oktober lalu, Des mewakili Provinsi Riau mengikuti pelatihan selama lima hari yang diadakan oleh Dinas Perikanan di Jakarta. “Di sana dapat ilmu tentang pengolahan Rumput Laut dan pengolahan Ikan. Lalu, saya mencoba berkreasi dengan memasukkan Rumput Laut sebagai campuran untuk membuat Bolu Kemojo. Bolu kemojokan bahan-bahannya terdiri dari santan, telur dan gula. Jadi, banyak mengandung kolesterol, sedangkan dalam Rumput Laut ada unsur seratnya,” kata Des.

Menurut Des untuk bahan baku tak sulit untuk mendapatkannya. “Saya sudah ada langganan. Pedagang dari pasar Pagi Arengka akan menghubungi saya jika sudah masuk stok ikan Patinnya. Jadi, untuk bahan baku tidak ada persoalan,” ujar Des. Menurut Des, soal omzet tak ada angka pastinya. Alasannya bon dari pelangg. Jadi, tak bisa mengkalkulasikannya. Untuk produk Pastel Mini isi Abon Ikan Patin bisa diproduksi sebanyak 40 kotak dalam sehari. Dijual seharga Rp 16 ribu perkotak.

Desember 2010 lalu, Desnawaty Jufri pernah mendapat juara UKM tingkat provinsi Riau. Penghargaan ini diserahkan oleh Sekdaprov di kantor Gubernur Riau. Penyerahannya bersempena dengan Hari Nusantara Bahari. “Sejumlah kriteria telah dipenuhi, sehingga saya mendapat penghargaan itu, yaitu teknik pembuatan, aspek bisnis, tempat produksi dengan rumah harus terpisah, pembukuannya, aspek pembuangan limbah, dan pernah tidaknya membagi ilmu yang dimiliki pada orang lain,” ujar Des.

Ke depan, Des berharap agar usahanya lebih maju dari sekarang. ”Saya juga berharap agar pemerintah membuatkan pasar untuk menjual produk kami”, ujar Des dengan penuh harapan. ***(adi)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
elen
mau nanya bk usaha nya sudah ada surat izin rumah tangga nya buk??

copy
Kaya'nya udah pernah baca deh... Repost gan


Berita lainnya..........
- RS Petala Bumi Siapkan Layanan Khusus Cek Kesehatan Calon TNI Polri
- Eksekusi Toko Modern Waralaba Ilegal di Bengkalis Tak Perlu Tunggu Perintah Sekda
- Berikut Tiga Kesepakatan PLN-PT Padasa,
Jalur Transmisi GI Bangkinang-Rohul Segera Dibangun

- Soal Operasional Pasar Modern Taluk Kuantan, Dua Pejabat Terkait Beda Pendapat
- Kadin Nilai Pulau Bengkalis Belum Layak Miliki Toko Modern Waralaba
- Penumpang Keluhkan Jasa Bongkar Muat di Pelabuhan BSL Bengkalis
- Kementrian ESDM Anggarkan Rp1,3 M,
20 Maret, PLTBG Rantau Sakti Rohul Mulai Direvitalisasi



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.157.210.33
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com