Berita Terhangat.. |
Jum’at, 24 Mei 2013 19:36 Dibuka Ketua KONI Rohul, 630 Karatedo Ikut Kejurda FORKI Riau ke-7 di Pasirpangaraian
Jum’at, 24 Mei 2013 19:34 Prihatin, KPU tak Diundang Paripurna Pelantikan 5 PAW DPRD Riau
Jum’at, 24 Mei 2013 19:32 Didukung 4 Parpol, Zainal Abidin Optimis Maju di Pilkada Inhil
Jum’at, 24 Mei 2013 17:29 RAPP Bakti Sosial Bersama Warga Desa Kuala Terusan
Jum’at, 24 Mei 2013 17:12 Dua Pengedar Sabu Melawan Saat Ditangkap Aparat
Jum’at, 24 Mei 2013 17:09 Jago Demokrat di Pilgubri Diharap Tuntas Awal Pekan
Jum’at, 24 Mei 2013 16:47 Pemko Programkan Pasar Higinis
|
|
|
|
Jum’at, 1 Juni 2012 17:37 Suplay Distop CPI, PDAM Duri Krisis Air Baku
PDMA Tirta Dharma Duri mengalami krisis air baku dan terancam tak bisa melayani pelanggan. Kondisi sulit tersebut terjadi setelah PT CPI menyetop suplay air.
Riauterkini – DURI – Warga Kota Minyak Duri, Kecamatan Mandau,
Kabupaten Bengkalis, terhitung Jum’at (1/6/12) mulai dihantui krisis
air bersih yang selama ini disalurkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum
(PDAM) Tirta Dharma Cabang Duri dan sekitar. Pasalnya, Suplay air baku
yang selama ini bergantung kepada PT Chevron Pacific Indonesia (CPI)
dari sungai Rangau Kabupaten Rokan Hilir dengan menggunakan pipa
besarnya pada Kamis (31/5/12) resmi dihentikan dengan alasan kondisi
alam serta adanya permasalahan operasional diantaranya jika dipaksakan
dengan pipa penyalur milik Chevron yang sudah tua, dikhawatirkan akan
jebol seperti kejadian yang telah terjadi sebelumnya .
Hal tersebut diketahui saat pihak PDAM Tirta Dharma Kabupaten
Bengkalis dan Kota Duri menggelar konferensi Pers pada Jum’at (1/6/12)
siang yang dipimpin langsung oleh Kepala PDAM Kabupaten Bengkalis,
Nova Novianti bertempat di Kantor PDAM Tirta Dharma Jalan Karya
Bakhti Kota Duri terkait pemberitahuan perihal akan krisis
pendistribusian air bersih tersebut.
“Mohon Maaf kepada seluruh pelanggan PDAM Kabupaten Bengkalis Cabang
Duri, sehubungan dengan Suplay air baku dari PT Chevron ke PDAM yang
dihentikan pada hari Kamis (31/5/12) sekitar pukul 18.00 WIB dengan
alasan kondisi waduk DSF 125 CPI Duri dalam keadaan kritis dan
penurunan debit air baku disebabkan pasokan air dari sungai Rangau,
adanya masalah operasional dan diperparah oleh kondisi alam yang sudah
hampir satu bulan tidak turun hujan hingga menyebabkan pelanggan tidak
nyaman menikmati pelayanan kami,”jelasnya.
Ditambahkan Novi, untuk itu mulai hari ini, Jum’at (1/6/12) pihaknya
tidak dapat menyuplai air kepada seluruh pelanggan mulai dari Duri
hingga Sebanga hingga ada informasi lebih lajut dari Chevron yang
menyatakan suplai air baku dapat normal kembali karena pihaknya sangat
bergantung sekali dari perusahaan minyak terbesar di Dunia tersebut.
“Untuk Pelanggan PDAM Duri yang saat ini berjumlah 8614, kami sangat
bermohon maaf akan hal ini, biasanya kekuatan Chevron dalam
menyalurkan air bakunya dapat mencapai 80 liter perdetik namun saat
ini sama sekali tidak mencapai sasaran dan idealnya penyaluran air
mencapai 130 sampai 140 liter perdetiknya. Sama sekali hingga saat
kita tidak dapat memberikan solusinya selain secara bergiliran
disejumlah daerah di Duri menikmati aliran air PDAM ,”tambah Novi.
Ditempat terpisah, Public Relation CPI Duri Dwi Pujo saat dikonfirmasi
riauterkini.com terkait dihentikannya suplay air baku ke PDAM Duri
yang menyebabkan belasan ribu pelanggan dan warga Duri akan berteriak
tersebut menyatakan hal yang sama akan kondisi alam dan kendala
operasional tersebut.”Memang begitulah kondisinya, kita tidak dapat
berbuat banyak selain jika kondisi alam nantinya dapat berubah, hujan
akan turun. Kita sendiri saat ini sangat mewanti wanti seluruh
karyawan Chevron yang menikmati air bersih agar dapat menghemat
pemakaiannya,”demikian penjelasannya.***(hen)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
kapuyuak. hebat pdam,kemana aja selama ini.knp ngak ada pikiran untk membangun saluran sendiri.
duri an Bubarkan aja pdam duri, pelanggan ganti ke cpi beli air nya, makan gaji buta.
arif budianto tanah, udara, hutan, dan air sepenunya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk kesejahteraan rakyat. mengapa sekarang dimonopoli perusahaan, bahaya wabah kapitalisme sudah masuk di indonesia.
|
|