Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 20 Mei 2019 14:58
KIP Gelar Sidang Kesimpulan Sengketa Informasi Kemenag Riau-Warga

Senin, 20 Mei 2019 14:55
FH UIR Gelar Aksi Demo ke KPU Riau

Senin, 20 Mei 2019 14:25
FH UIR Gelar Aksi Demo ke KPU Riau

Senin, 20 Mei 2019 14:03
Bank Riau Kepri Pasirpangaraian Mulai Layani Penukaran Uang Baru untuk Idul Fitri

Senin, 20 Mei 2019 13:59
Terkait Pelayanan Publik,
Wabup Minta Kantor Lurah Khairiah Mandah Segera Dibenahi


Senin, 20 Mei 2019 13:55
Safari Zuhur, Wawako Pekanbaru Sambangi Masjid Al-Barokah, Tampan

Senin, 20 Mei 2019 13:08
12 CPNS Kantor Kemenag Kabupaten Rohul Diberi Pembekalan dan Pembinaan

Senin, 20 Mei 2019 13:04
Catat, Berikut Program Harian Sampai Tahunan di Masjid Agung Islamic Center Rohul

Senin, 20 Mei 2019 12:59
Kantor Kemenag Kuansing Umumkan Besaran Zakat.Fitra

Senin, 20 Mei 2019 12:53
Ini Daftar Harga Beras, Masyarakat Rohul Dihimbau Bayar Zakat Sebelum 28 Mei

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 31 Mei 2012 07:47
Pemerintah Kembangkan Wisata Terpadu Bono Kuala Kampar

Untuk lebih meningkatkan daya tarik wisata di Bono Kuala Kampar, akan dibentuk wisata terpadu yang akan digawangi pembentukan tim nasional Percapatan Pengembangan Daya Tarik Wisata Bono.

Riauterkini-PEKANBARU-Lokasi kawasan pengembangan wisata bono Kuala Kampar tidak jauh dari 2 kawasan konservasi yang memiliki berbagai keindahan panorama dan keanekaragaman flora dan fauna. Yaitu Suaka Margasatwa Kerumutan dan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Untuk itu, pemerintah termasuk pemkab Pelalawan akan mengembangkan kawasan wisata terpadu. Yaitu wisata selancar sungai yang digabungkan dengan kawasan ekowisata di SM Kerumutan dan TNTN. Untuk itu, Kepala Bappeda Pelalawan, Sahril, Rabu (30/5) menyebutkan bahwa perlu adanya tim nasional untuk menggawangi kawasan wisata Bono yang disinergikan dengan kawasan eko wisata yang letaknya tidak terlalu jauh dari kawasan wisaya Bono Kuala Kampar. Sementara Kepala Bagian Tata Usaha BKSDA Riau, Vivin Harviana menyebutkan bahwa untuk wilayah Riau ada sekitar 16 kawasan konservasi. Untuk di wilayah Kampar memang ada beberapa kawasan konservasi. Termasuk Suaka Margasatwa Kerumutan dan Taman Nasional Tessonilo. Kadis Pariwisata dan Seni Budaya Riau, Said Syarifuddin sangat mendukung upaya percepatan pengembangan kawasan wisata Bino Kuala Kampar. Untuk itu perlu adanya koordinasi dengan berbagai pihak dalam pengambangan pariwisata di Riau khususnya di Riau. "Upaya ini cukup bagus karena memiliki efek dominonya terhadap daerah lain di Riau. Bisa saja para wisatawan bono Kuala Kampar atau wisatawan di kawasan eko wisata SM Kerumutan atau di TNTN menginapnya di Pekanbaru dan berbelanja di Pekanbaru. Jadi memang ada dampak menguntungkan penyembangan wisata Bono di Kuala Kampar bagi daerah di luar wilayah Pelalawan," terangnya.***(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Bank Riau Kepri Pasirpangaraian Mulai Layani Penukaran Uang Baru untuk Idul Fitri
- Bupati Kuansing Tinjau Operasi Pasar
- Selama Ramadan, 147 Pengusaha Restoran di Pekanbaru Urus Izin RM Non Muslim
- Disnaker: Jelang Lebaran Akan Buka Posko Pengaduan THR
- Disparbud Rohul Tata Obyek Wisata Jelang Musim Liburan Idul Fitri 2019
- BUP di Bengkalis Tak Kunjung Dibentuk, ini Penyebabnya
- Lebaran Tahun Ini, 1.641.909 Pekerja di Riau Terima THR
- PLN Pasirpangaraian Lakukan Pemadaman Selama Tiga Hari, Ini Alasannya
- Mayoritas Koperasi Sekolah di Bengkalis Tanpa Badan Hukum
- Dianggap Membingungkan,
Ternyata Ini Maksud Tujuan Promosi Rabbani Berhadiah Umroh

- Mulai Bisa Ditukar, BI Siapkan Rp5 Triliuan Recehan Lebaran
- Selain Salurkan Paket Sembako,
Alfamart Berikan Pelatihan Pengolahan Sampah Bagi Puluhan IRT di Pelalawan

- Koperasi Tuah Negeri Gelar Riau Ramadhan Fair 2019
- Disperindag Riau Buka Pasar Murah Antisipasi Lonjakan Harga Sembako
- PDAM Bantan, Bengkalis Incar Potensi Ratusan Pelanggan Baru
- Flight Banyak Cancel, Lost Potential SSK II Capai Rp 12 Miliar
- Harga Bawang Putih dan Cabe Merah di Kabupaten Rohul Masih Tinggi
- Triwulan I 2019, Total Transaksi RFB Naik 32,41 Persen
- APMS Beroperasi di Pulau Bengkalis "Dilarang" Jual BBM ke Jerigen dan Drum
- Bantu Capai Target PAD, Camat dan Lurah Harus Bersinergi dengan Bapenda Pekanbaru 


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com