Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 Juli 2019 12:59
Pemkab Gandeng IKKS Pekanbaru Diskusikan Masalah Kekinian Kuansing

Ahad, 21 Juli 2019 10:40
Seminar Sejarah Melayu Tua Minanga Kanwa Sempena KIDBF Buka Wawasan Masyarakat Kampar

Ahad, 21 Juli 2019 09:24
Kebakaran Lahan di Rupat Meluas, Pemadaman Dibantu Alat Berat dan Helikopter

Ahad, 21 Juli 2019 09:20
Terus Gencarkan Razia, Polsek Mandau Amankan Sejumlah Motor Balapan Liar

Ahad, 21 Juli 2019 05:37
Gesa Perda CSR Perusahaan, Pansus DPRD Bengkalis Konsultasi ke BKPM Jakarta

Sabtu, 20 Juli 2019 19:43
Kebakaran Ludeskan 11 Rumah Warga Tembilahan Hulu

Sabtu, 20 Juli 2019 18:01
Diikuti 11 Tim, Menpora U - 12 Cup Bengkalis Resmi Bergulir

Sabtu, 20 Juli 2019 16:33
Minta Tolong Didoakan JCH, Sukiman Akhirnya Mengakui Bakal Maju di Pilkada Rohul 2020

Sabtu, 20 Juli 2019 15:22
Pansus DPRD Bengkalis Bahas Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan Bersama Kemendikbud RI

Sabtu, 20 Juli 2019 15:07
Tim Tuan Rumah PODSI Kampar Indonesia Melaju ke Final KIDBF 2019

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 31 Mei 2012 07:47
Pemerintah Kembangkan Wisata Terpadu Bono Kuala Kampar

Untuk lebih meningkatkan daya tarik wisata di Bono Kuala Kampar, akan dibentuk wisata terpadu yang akan digawangi pembentukan tim nasional Percapatan Pengembangan Daya Tarik Wisata Bono.

Riauterkini-PEKANBARU-Lokasi kawasan pengembangan wisata bono Kuala Kampar tidak jauh dari 2 kawasan konservasi yang memiliki berbagai keindahan panorama dan keanekaragaman flora dan fauna. Yaitu Suaka Margasatwa Kerumutan dan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Untuk itu, pemerintah termasuk pemkab Pelalawan akan mengembangkan kawasan wisata terpadu. Yaitu wisata selancar sungai yang digabungkan dengan kawasan ekowisata di SM Kerumutan dan TNTN. Untuk itu, Kepala Bappeda Pelalawan, Sahril, Rabu (30/5) menyebutkan bahwa perlu adanya tim nasional untuk menggawangi kawasan wisata Bono yang disinergikan dengan kawasan eko wisata yang letaknya tidak terlalu jauh dari kawasan wisaya Bono Kuala Kampar. Sementara Kepala Bagian Tata Usaha BKSDA Riau, Vivin Harviana menyebutkan bahwa untuk wilayah Riau ada sekitar 16 kawasan konservasi. Untuk di wilayah Kampar memang ada beberapa kawasan konservasi. Termasuk Suaka Margasatwa Kerumutan dan Taman Nasional Tessonilo. Kadis Pariwisata dan Seni Budaya Riau, Said Syarifuddin sangat mendukung upaya percepatan pengembangan kawasan wisata Bino Kuala Kampar. Untuk itu perlu adanya koordinasi dengan berbagai pihak dalam pengambangan pariwisata di Riau khususnya di Riau. "Upaya ini cukup bagus karena memiliki efek dominonya terhadap daerah lain di Riau. Bisa saja para wisatawan bono Kuala Kampar atau wisatawan di kawasan eko wisata SM Kerumutan atau di TNTN menginapnya di Pekanbaru dan berbelanja di Pekanbaru. Jadi memang ada dampak menguntungkan penyembangan wisata Bono di Kuala Kampar bagi daerah di luar wilayah Pelalawan," terangnya.***(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Saldo Mendadak Kosong, Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah tak Hilang
- Saldo Mendadak Rp 0, Sejumlah Nasabah di Pekanbaru Geruduk Bank Mandiri
- Di PHK, Dua Pekerja di Bengkalis 'Ngadu' ke Disnaker
- BUMD Pelalawan Bungakan Dana Penyertaan Modal TA 2017 Senilai Rp6,1 Miliar
- Sektor Migas Beri Andil Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,3 Persen
- Pemkab Kuansing Goda Wisatawan Bukit Tinggi Saksikan Pacu Jalur 2019
- Maksimalkan Usaha, 72 Pengelola KUBE di Bengkalis Ikuti Bimbingan Manajemen
- Beri Layanan Terbaik, Bengkel AHASS Kembali Raih SQ Award
- Tiket Pesawat Naik, Juga Picu Meningkatnya Warga Mengurus Paspor di Imigrasi Bengkalis
- Penjelasan Disnakbu Rohul Soal Anjloknya Harga Sawit
- Asisten I Ditunjuk Jadi Ketua Pansel Dirut BRK
- Semester I 2019, RFB Bukukan Pertumbuhan Kinerja
- Cabe Mahal di Kuansing karena Petani Masuki Masa Paceklik
- Dengan Antrean Online, MPP Berikan Kemudahan Pengurusan Paspor
- Tempati Pasar Modern Telukkuantan, Pedagang Gelar Syukuran
- Kuartal I 2019, Pertumbuhan Ekonomi Riau Meningkat
- Mahalnya Harga Cabe Bikin Pusing Ibu-ibu di Kuansing
- Tingkat Kreativitas IRT, DKP Pekanbaru Gelar Lomba Cipta Menu Non Beras
- Terpicu Tipisnya Stok, Harga Cabe dan Ayam Merangkak Naik
- Kelengkapan Fasilitas Hampir Tuntas, Pengoperasian Pasar Modern Telukkuantan Besok


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com