Berita Terhangat.. |
Rabu, 22 Mei 2013 19:59 Perbaikan Barakhir, KPU Dumai Masih Temukan DCS Bermasalah
Rabu, 22 Mei 2013 19:57 Wabup Inhu Intruksikan BLH Pantau Aktifitas PETI
Rabu, 22 Mei 2013 19:32 Mogok Buruh TKBM Usai, KSOP Dumai Bentuk Tim Penyesuai Tarif
Rabu, 22 Mei 2013 19:29 Polres Rohul Diminta Maksimal Cegah Geng Motor
Rabu, 22 Mei 2013 19:17 Tahap II dari Polres, Kejari Siak Tahan Tersangka Korupsi Disparsenibudpora
Rabu, 22 Mei 2013 19:12 Rapat Evaluasi PAD Pekanbaru, Satu daru Tiga SKPD Belum Capai target
Rabu, 22 Mei 2013 19:04 Penutupan MTQ Ke-XII Pelalawan Bandar Seikijang Raih Juara Umum
|
|
|
|
Jum’at, 25 Mei 2012 16:44 Diteken MoU Pasokan Gas Kalila ke Riau Petroleum
EMP Kalila Bentu & Kericin Baru siap memasok gas untuk PT Riau Petroleum. Hal itu ditegaskan, setelah dilakukan penandatanganan MoU kedua perusahaan di Jakarta.
Riauterkini-JAKARTA-Energi Mega Persada (EMP) Kalila Bentu & Korinci Baru (BKB) ikut mendukung program
pemerintah dalam hal konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG).
Wujud dukungan tersebut dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman atau
memorandum of understanding (MoU) antara EMP Kalila BKB dengan PT Riau Petroleum.
"Ini adalah wujud dukungan kita terhadap program pemerintah terkait konversi BBM ke
BBG," ujar General Manager EMP Kalila BKB Lisdiyanto Suhardjo, di Jakarta, Jumat
(25/3). MoU antara Kalila BKB dan PT Riau Petroleum tersebut ditandatangani di
sela-sela pameran Indonesia Petroleum Association (IPA), di Jakarta Convention
Center (JCC), pada hari sebelumnya.
Lisdiyanto mengatakan, jumlah pasokan gas yang akan EMP Kalila BKB salurkan kepada
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tersebut sebesar
3 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Menurut rencana, 1 MMscfd dalam bentuk gas dan
2 MMscfd akan disalurkan dalam bentuk compressed natural gas (CNG).
Menurut Lisdiyanto, PT Riau Petroleum yang bekerjasama dengan BUMD Kabupaten Kampar
yaitu Perusda Kampar Sarana Energi, akan menggunakan 1 MMscfd itu untuk kebutuhan
listrik. Sedangkan CNG sebesar 2 MMscfd itu akan dibagi menjadi dua kebutuhan, 1
MMscfd untuk pasokan listrik di malam hari dan 1 MMscfd lainnya untuk kebutuhan
transportasi.
"Tapi peruntukan itu bisa saja berubah, tergantung PT Riau Petroleum akan
memanfaatkannya untuk apa nantinya," tuturnya.
Gas sejumlah 3 MMscfd dari EMP Kalila BKB itu akan dipasok dari dua sumur, yakni
sumur Bentu 01 dan Bentu 02. Kedua sumur tersebut berada di Kabupaten Kampar,
Provinsi Riau.
Lisdiyanto menambahkan, jarak antara lokasi sumur menuju Kota Pekanbaru kurang lebih
sejauh 20 kilometer. Dengan demikian, secara ekonomi jarak tersebut cukup
memungkinkan.
"Karena nanti proses distribusinya menggunakan truk. Semakin dekat jaraknya semakin
menguntungkan bagi pihak pembeli," kata Lisdiyanto.
Menyinggung masalah penandatanganan perjanjian jual beli gas (PJBG), pihak EMP
Kalila masih belum bisa memastikan. Karena hal itu masih menunggu surat penunjukan
penjual (Seller Appointment Letter) dari BP Migas.
"Untuk PJBG kita masih menunggu BP Migas. Tapi yang pasti kita sangat mendukung
program konversi tersebut," katanya.***(rls)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
er zet berkace diri ical bakrie panutan ku.........
udah banyak aku kasih peluang abang ical masuk di prop. riau ini.....
semoga abg ical banyak bantu-bantu aku dalam berbagai hal.........
Indragiri negeri sri gemilang.......
banyak pelancong kenyang dan riang.........
kalila bakrie semakin cemerlang.........
Bg Ical sayang pastilah akan aku buat senang........
|
|