Untitled Document
Ahad, 9 Rajab 1434 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Ahad, 19 Mei 2013 05:53
40 Sepeda Motor Terjaring Razia Geng Motor di Pekanbaru

Ahad, 19 Mei 2013 05:51
Berkas Pembunuhan Sadis Operator RAPP Dikembalikan Jaksa

Ahad, 19 Mei 2013 05:49
Pemuda Mumahammadiyah Gagas Pendirian Universitas di Tapung

Ahad, 19 Mei 2013 05:46
Layang-layang Picu Listrik Padam di Duri

Ahad, 19 Mei 2013 05:44
20 Mahasiswa Asal Riau Ikuti Pelatihan Tajaan Bakesbangpol Jakarta

Sabtu, 18 Mei 2013 19:00
Bupati Inhil Mendukung ISG Dipindah ke Jakarta

Sabtu, 18 Mei 2013 18:48
Daihatsu Xenia X-Tra untuk Konsumen Riau Resmi Diluncurkan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 12 Mei 2012 19:28
Seminar PRSSNI Menyoal Profesionalisme Radio di Riau

Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Riau menggelar seminar. Dibahas profesionalisme radio di daerah ini.

Riauterkini - PEKANBARU - Guna meningkatkan profesionalisme dalam penyiaran dan memberikan informasi, sebagai lembaga penyiaran publik. Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Provinsi Riau, adakan seminar dengan tema, "Meningkatkan profesionalisme radio di Riau", Sabtu (12/5) bertempat di hotel Jatra, Pekanbaru.

Dalam sambutanya Ketua pimpinan daerah PRSSNI Riau Eka Hamda Nur mengatakan, sejak pertama kali berdiri tahun 1974. Radio sebagai lembaga penyiaran publik, khususnya di Riau masih mengalami kendala yang cukup berat. Dan salah satunya adalah sumber daya manusianya, yang belum bisa memberikan pelayanan informasi yang memuaskan bagi pendengar di Riau.

"Memang sejak pertama kali dibentuk tahun 1974, PRSSNI ini masih mengalami kendala dalam memberikan informasi kepada publik. Dimana salah satunya adalah kurangnya sumber daya manusia kita, sehingga sampai saat ini belum bisa memberikan kepuasan kepada pendengar, khusunya di Riau ini," katanya.

Eka Hamda Nur juga menyambut positif perkembangan radio swasta di Indonesia, khususnya di Riau yang sampai saat ini lebih dari ratusan radio yang tersebar di Kabupaten/kota di Riau. "Walaupun saat ini, baru 17 radio yang bergabung dalam PRSSNI. Tapi dalam waktu dekat ini ada tiga puluh radio yang akan berbagung lagi," ujarnya.

Sementara menurut Sekretaris umum DPP PRSSNI, Candi Sinaga mengatakan, bahwa peran pemerintah dalam meningkatkan profosinalisme di PRSSNI sebagai lembaga penyiaran publik belum maksimal. Sehingga sampai saat ini banyak wilayah maupun daerah perbatas di Indonesia tidak tersentuh siaran radio.

"Sampai saat ini peran pemerintah untuk memingkatkan profesionalitas penyiaran radio di Indonesia ini masih sangat minim. Untuk itulah kita minta pemerintah untuk memberikan kesempat kepada radio swasta, untuk meningkatkan penyiaran kepada masyarakat dengan memberikan bantuan anggaran. Teruma di daerah perbatas dengan negara tetangga, karena ini sangat penting sekali," ujarnya.

Hadir sebagai pembicara dalam seminar ini, di antaranya ; Daniel Syah dari UNRI, Zainul Ikhwan ketua PID Riau, Yasin dari KPUD Pekanbaru. Dan seminar ini dihadiri juga mahasiswa dari UNRI, UIR, UMRI dan kalangan umum.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
cecep
bubarkan saja Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Provinsi Riau


Berita lainnya..........
- 33 Kelurahan di Dumai Bakal Dapat Rp 4 Miliar Dana PNPM
- PLN Unit Duri Berganti Manager
- CPI Promosikan Keripik Noneh Rohil di IPA Jakarta
- Suzuki Ertiga Matic Sudah Bisa Dimiliki Warga Pekanbaru
- Tersedia Diskon Servis 15 Persen di KIA
- Mitra Bina PT RAPP,
Bakau di Penyengat Melindungi dan Menguntungkan

- Dumai Siap Jadi Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2014


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.20.129.212
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com