Berita Terhangat.. |
Selasa, 21 Mei 2013 09:28 Alot, Pembahasan Pemekaran Dua Kecamatan di Rohil
Selasa, 21 Mei 2013 09:25 Blanko Habis, Seribuan Pengurus STNK di Duri Terkatung-katung
Selasa, 21 Mei 2013 06:50 Edar Ganja 1 Kg, Dua Montir di Mandau Ditangkap Polres Bengkalis
Selasa, 21 Mei 2013 06:48 Digelar Juli, Open Wall Climbing Championship 2013 FPTI Bengkalis Diikuti Atlet Asing
Selasa, 21 Mei 2013 06:47 Bupati Syamsuar Salurkan Zakat Produktif di Desa Sengkemang
Selasa, 21 Mei 2013 06:45 Annas Maamun Danai Turnamen Sepak Bola Sinaboi Rohil
Selasa, 21 Mei 2013 06:43 BPAD Luncurkan Riau Sejuta Buku
|
|
|
|
Jum’at, 11 Mei 2012 17:45 Polemik Pembangunan Pasar Cik Puan Rugikan Pedagang
Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru belum mencapai kata sepakat untuk kelanjutan pembangunan Pasar Cik Puan. Polemik ini merugikan para pedagang.
Riauterkini-PEKANBARU- Polemik pembangunan Pasaar Cik Puan di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru belum menyisahkan titik terang. Kondisi ini membuat para pedagang yang sudah berpuluh tahun berjualan diaera tersebut. Merasa kecewa dan dirugikan dari segi omset penjualan yang mengalami penurunan secara dratis. Meraka meminta Pemko dan Pemprov, segera mengakhir polemik dan mulai menyelesaikan pembangunan pasar.
Hal diatas disampaikan beberapa pedagang kepada riauterkini, Jumat (11/5/12). Saat ditemui disela-sela aktivitas berjualan mereka, “ Kita para pedagang semuanya, merasa tercekik menghadapi kerugian setiap hari dari jualan kita. Namun anehnya pemerintahan, tidak dapat mendengar dan merasakan penderitaan kita. Sampai kapan kita dihadapkan pada, situasi seperti ini. Sejak kita berjualan dilapak sementara, omset penjualan kita turun dratis, “ ungkapnya Nangolan (56), salah satu pedagang di TPS Pasar Cik Puan.
Disambung oleh rekanya Endah (27), yang juga sama-sama berjualan ditempat yang sama. Mengatakan dirinya dan para pedagang lain, berharap Pemko dan Pemprov segara mengakhiri polemik. Dan segera mencarikan solusi yang terbaik, agar pembangunan Pasar bisa segera selesai. “ Kami ini hanya ingin pembangunan pasar, bisa dilanjutkan kembali dan saegera selesai. Agar nasib kami ini jelas, tidak begini “ tutur Endah.
Ditambahkan Endah sejak berjualan dilapak sementara, omset penjualanya menurun dratis sekitar 70 persen. Dan kerugian tersebut juga dialami seluruh pedagang lainya, “ Kita berjualan sekarang tidak nyaman, selain itu omset kita turun sekitar 70 persen dari penjualan dulu. Sekarang sepi jarang pembeli datang. Soalnya wajar pembeli sepi, tempatnya saja tidak sebersih dan senyaman dulu, “ tukasnya.***(yunk)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
Aliansi Pedagang pasar cik puan Kami berharap baik pemko atau pun pemprov utk mendengarkan jeritan kami,kami butuh tempat berdagang,butuh kenyamanan dan keamanan berdagang. Kalau tdk dihiraukan kami akan aksi turun kejalan,mencari keadilan. Jangan krn tdk ada kata sepakat antara pemko dan pemrov,mungkin mslh bagi hasil,lalu kami sbg pedagang jadi korban. Kami menuntut kejelasan !!!!!!!
|
|