|
|
|
Kamis, 10 Mei 2012 16:09 Kadisbun Riau Resmikan Klinik Perkebunan PT CARL
Sebuah klinik berkebunan dibangun PT CARL untuk meningkatkan kualitas produksi perkebunan. Pengoperasiannya diresmikan Kadisbun Riau Zulher.
Riauterkini-PEKANBARU
– Berbagai kendala perkebunan dalam meningkatkan hasil produksi usaha
perkebunan, sepertinya bakal terjawab dengan kehadiran Central Plantation Service
(CPS). Laboratorium perkebunan itu didirikan PT Central Alam Resources Lestari
(CARL)
untuk jasa penelitian dan sistem manajemen berbasis perkebunan.
Tujuannya untuk mengoptimalkan hasil perkebunan. “Agar petani kita lebih akrab dan
mudah
untuk mengingatnya, saya ingin menyebut CPS ini sebagai klinik perkebunan,” kata
Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Riau, Drs H Zulher MS dalam pengarahannya
pada Peresmian Laboratorium CPS, di Jalan HR Soebrantas 134, Pekanbaru, pada
Kamis (10/5/12) pagi.
Komisaris
PT CARL, Dr Andre C Sitorus,
mengungkapkan, pendirian CPS oleh perusahaannya berawal dari kegelisan terhadap
hasil produksi relatif minim dari usaha perkebunannya yang diperoleh petani
perkebunan. Terutama petani swadaya. Padahal, kata Andre, lahannya luas. Tapi
hasilnya sedikit. Kenyataan itu berbanding terbalik dengan hasil kebun yang diperoleh
perusahaan perkebunan dan masyarakat yang kebunnya berpola PIR Plasma. “Itu
yang mendasari didirikannya laboratorium CPS ini. Kami sangat setuju, namanya
lebih diakrabkan dengan Klinik Perkebunan,” katanya.
Pada tahap awal, keberadaan labor perkebunan merupakan langkah pertama untuk
mewujudkan mimpi yang lebih besar. “Kami ingin menjawab segala hal dan
persoalan teknis bidang perkebunan. Di sini, di tempat ini, bergabung para ahli
bidang perkebunan,” ungkap Andre. Mewujudkan hal tersebut, kata Andre, tentu
saja dukungan dari pihak pemerintah dan swasta sangat diharapkan. Bahkan, kerjasama
dengan berbagai universitas di Indonesia akan dilakukan. Tahap awal, dilakukan jalinan
kerjasama dengan Program Studi Biologi FMIPA Universitas Riau.
Sementara itu, Kadisbun Riau Drs
H Zulher, mengungkapkan, pasca dilantik sebagai Kadisbun Riau, maka aspirasi
pertama yang disampaikannya kepada Ir Gamal Nasir MS, Direktur Jenderal
(Dirjen) Perkebunan Kementan RI, adalah agar didirikannya klinik perkebunan di
Riau. Alasannya, Riau mempunyai potensi dan areal perkebunan yang sangat luas.
Mayoritas
pertanian masyarakat adalah komoditas sektor perkebunan. Aspirasi itu, hingga
kini memang belum terjawab konkrit.
“Alhamdulillah, sekarang ada
klinik perkebunan. Ini diantara impian saya sebagai kepala dinas perkebunan
Riau dan untuk seentara terjawab dengan keberadaan CPS. Meskipun dikelola swasta,
semoga klinik ini dapat termanfaatkan petani terutama petani swadaya dalam meningkatkan
hasil perkebunannya. Mayoritas pemilik usaha perkebunan di Provinsi Riau adalah
petani swadaya. Dan, klinik ini memang diperlukan untuk menjawab berbagai permasalahan
perkebunan,” katanya.
Petani swadaya di Riau, kata
Zulher, butuh uluran tangan untuk kesehatan kebunnya. Kalau petani PIR plasma, memang
sudah terus mendapatkan bimbingan teknis dan perawatan kebun dari perusahaan.
Sejauh ini, ungkap Zulher, beberapa perusahaan perkebunan di Provinsi memang
sudah mempunyai klinik perkebunan. “Namun kegiatan penelitian dan
laboratoriumnya masih untuk lingkungan terbatas. Untuk masyarakat, paling yang
berada di sekitar perusahaan,” sebutnya.
Direktur CPS, Ir Abner J Silalahi, dalam presentasinya bertopik ‘Kebun
Sehat-Untung Berlipat’, mengungkapkan, bahwa petani CPS siap untuk membantu
petani perkebunan dalam sistem manajemen perkebunan yang ramah lingkungan
berbasis penelitian. Bidangnya mulai dari agronomi, budidaya tanaman,
pengendalian hama dan penyakit serta manajemen database perkebunan. “Paling
penting adalah, konsep dasarnya zero pemborosan dan lingkungan hijau,” katanya.
Grand opening Laboratorium CPS milik PT CARL yang ditandai dengan
pengguntingan pita oleh Kadisbun Riau tersebut juga diikuti penandatangan nota
kesepahaman antara Dirut Central Grup Abner J Silalahi dengan Kadisbun Riau Zulher
mengenai penelitian tanaman perkebunan. Selain itu, Central Grup dan Program
Studi Biologi FMIPA Universitas Riau juga melakukan penandatanganan nota
kesapahaman mengenai penelitian perkebunan. Kadisbun Riau juga melakukan
kunjungan ke laboritorium untuk melihat berbagai peralatan penelitian tanaman
sektor perkebunan.***(dok)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
1001 Cara Selamat untk Bapak komisaris PT CARL, tapi mohon diperhatikan salah satu anak perusahaan anda PT CWIM yg gaji karyawannya hanya 33rb/hari apa itu sdh sesuai standard? Juga mslh kesehatan krywn yg hanya 300rb/thn apa itu wajar? Anda jgn hanya memikirkn kesejahteraan anda dan keluarrga sitorus aja tp pikirkan jg kami yg mencarikan makan anda dan keluarga anda perusahaan anda bisa berkembang seperti sekarang karena siapa? Apa anda sendiri yg mengembangkannya? Mohon ini jg menjadi perhatian kadisbun. dan jajaranya
Bambang Susilo sukses buat PT.Carl,,, semoga jaya,,,,,,,
wilson.M.N.G Selamat Buat direktur PT.CARL semoga sukses.
|
|