Untitled Document
Kamis, 13 Rajab 1434 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 23 Mei 2013 15:44
Hari Lingkungan Hidup 2013,
LH RI Udang Wako Dumai jadi Narasumber di Jakarta


Kamis, 23 Mei 2013 15:35
Sempena HUT Kota Pekanbaru,
Pembuatan KTP dan Akte Kelahiran Gratis


Kamis, 23 Mei 2013 15:24
BAPAS Pekanbaru Interview Pelajar Geng Motor

Kamis, 23 Mei 2013 15:17
Benahi Pengarsipan Dokumen,
BPUAD Bengkalis Taja Penyuluhan PP Nomor 28/2012


Kamis, 23 Mei 2013 15:09
SPPD Fiktif DPRD Dumai,
Jaksa Mulai Proses di Sekretariat Dewan


Kamis, 23 Mei 2013 15:01
Disaksikan Bupati Bengkalis,
PLN Teken MoU dengan PT MAS Membeli Daya


Kamis, 23 Mei 2013 14:55
Wawako Pekanbaru Akui RTH Tengah Kota Minim



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 6 Mei 2012 19:09
Belajar Pengelalaan PAD,
Komisi III DPR Bengkalis Kunker ke Manado


Untuk mempelajari pengeloaan PAD, anggota Komisi III Bengkalis melakukan stuban ke Manado.

Riauterkini-BENGKALIS- Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Pemerintah Kota Manado, Jumat (4/5/12) pekan kemarin. Kunker tersebut dalam rangka mempelajari cara atau trik Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) setempat meningkatkan dan pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD).

Rombongan Komisi III dipimpin Ketua Komisi Anom Suroto, dan para anggota antara lain, James Rocky P Rumajar, Misran Hamid, Revolaysa, Thamrin Mali, Darmizal, Khusaini, didampingi Kabag Umum Setwan Zul Asri, dan Sekretaris Dispenda Kabupaten Bengkalis Efendi Ramli. Rombongan diterima Kepala Dispenda Kota Manado Bismark Lumentut. Pertemuan belangsung di Aula Kantor Dispenda Kota Manado, Jalan Balai Kota II.

Dipaparkan Ketua Komisi III DPRD Bengkalis Anom Suroto, berdasarkan penjelasan dari Kepala Dispenda Kota Manado Bismark Lumentut, ada perbedaan yang mencolok dengan penerapan pola kerja di Dispenda Kabupaten Bengkalis, dalam upaya meningkatkan PAD pemerintah setempat melakukan berbagai upaya yaitu, terus melakukan peningkatan kinerja dan mengejar target yang ditetapkan, terutama wajib pajak yang kebal terhadap aturan atau dengan kata lain enggan membayar pajak dengan berbagai dalih.

Kemudian pertemuan berlangsung sekitar tiga jam ini, layanan informasi kepada para pengusaha, Dispenda Kota Manado melakukannya dengan jelas dan transparansi agar membayar pajak. Dispenda setempat melakukan koordinasi secara terus menerus dengan DPRD Kabupaten Bengkalis untuk mencari solusi terbaik.

“Banyak masukan-masukan yang kita dapatkan untuk kita terapkan nantinya di daerah kita. Khususnya Dispenda Kabupaten Bengkalis dalam berupaya bertindak tegas kepada wajib pajak yang enggan untuk membayar pajak,” ujar Anom ketika berbincang-bincang dengan riauterkini.com, Ahad (6/5/12).

Diakui Anom, memang telah terjadi peningkatan PAD yang relatif drastis di Kabupaten Bengkalis dalam setahun terakhir. Namun, melihat potensi yang ada hal itu masih berpotensi bisa ditingkatkan ke depannya dengan catatan harus dikelola dengan baik dan transparan.

“Seperti sebentar lagi kita akan melakukan lelang, jadi setiap perusahaan itu wajib membayar pajak daerah untuk mengurus perizinan dan lain-lain. Jumlah perusahaan juga tidak sedikit ribuan. Dispenda Bengkalis harus bisa memanfaatkan peluang tersebut. Dalam waktu dekat dari hasil dari Manado, kita akan melakukan hearing dengan Dispenda,” katanya lagi.***(dik)

Teks Foto : Anggota Komisi III DPRD Bengkalis saat melakukan pertemuan denggan Kepala Dispenda Kota Manado tentang pengelolaan dan peningkatan PAD di Kantor Dispenda Kota Manado, Jum’at (4/5/12).




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
budak bengkales
Jangan lupe makan bubur tinutuan ncik, trus snorkling di bunaken, jalan2 ke puncak Tomohon sambil nengok gunung lokon keluo asap...semoga kunjugannya mendapat ilmu yang bisa diterapkan di kampung kito ye?

dalih
Maaak...jauh amat wak, stuban di ManaDo (Mana Doit)...kebal atau kibul PAD neh

Bagus sekali
Sungguh bagus, Suku Koruptor kunjungan kerja ke Manado, mudah2an dapat manfaat tdk lagi jadi suku terbesar dalam hal Koruptor. karena bangsa %@!* memang berwatak KORUPTOR


Berita lainnya..........
- Customer Gathering Bank Riau Kepri Wilayah Pekanbaru
- TIKI Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik
- Mogok Buruh TKBM Usai, KSOP Dumai Bentuk Tim Penyesuai Tarif
- Akhiri Sepi, Wako Revisi Sistem Sewa Pasar Rumbai
- Generasi Ketiga All New Picanto Tampil Lebih Elegan dan Sporty
- JCH Inhu Kembali Gunakan Sky Aviation ke Batam
- Pemprov Riau tak Dapat Deviden Kawasan Wisata Lagoi dan Bintan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.242.188.217
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com