Untitled Document
Kamis, 13 Rajab 1434 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Rabu, 22 Mei 2013 19:59
Perbaikan Barakhir, KPU Dumai Masih Temukan DCS Bermasalah

Rabu, 22 Mei 2013 19:57
Wabup Inhu Intruksikan BLH Pantau Aktifitas PETI

Rabu, 22 Mei 2013 19:32
Mogok Buruh TKBM Usai, KSOP Dumai Bentuk Tim Penyesuai Tarif

Rabu, 22 Mei 2013 19:29
Polres Rohul Diminta Maksimal Cegah Geng Motor

Rabu, 22 Mei 2013 19:17
Tahap II dari Polres,
Kejari Siak Tahan Tersangka Korupsi Disparsenibudpora


Rabu, 22 Mei 2013 19:12
Rapat Evaluasi PAD Pekanbaru,
Satu daru Tiga SKPD Belum Capai target


Rabu, 22 Mei 2013 19:04
Penutupan MTQ Ke-XII Pelalawan
Bandar Seikijang Raih Juara Umum




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 5 Mei 2012 19:14
April Lalu,
Kesejahteraan Petani Riau Turun 0,49 Persen


Tingkat kesejahteraan petani di Riau pada bulan April lalu sedikit menurun. Penurunan mencapai 0,49 persen disebabkan harga beberapa kebutuhan naik.

Riauterkini-PEKANBARU-Pada April 2012 lalu, tingkat kesejahteraan petani yang digambarkan oleh Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau mencapai 105,38. Jumlah tersebut turun 0,49 persen dibanding NTP Maret 2012 yang mencapai 105,91.

Penurunan ini disebabkan indeks harga yang diterima petani turun sebesar 0,01 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,48 persen.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Mawardi Arsyad kepada wartawan, Jumat (4/5/12). Dikatakan Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 114,08, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 118,03, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 102,73, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPPT) 101,13, dan Nilai Tukar Petani Nelayan (NTPN) 90,69.

“Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya penurunan indeks harga yang diterima petani (It) terjadi pada subsektor tanaman hortikultura yang terutama diakibatkan turunnya harga cabe merah dengan andil sebesar 0,95 persen, dan cabe rawit sebesar 0,14 persen,” terang Mawardi.

Kenaikan indeks harga yang dibayar petani tertinggi terjadi pada subsektor tanaman pangan dan hortikultura yang disebabkan oleh naiknya harga barang-barang konsumsi rumah tangga seperti jeruk dengan andil sebesar 0,12 persen, gula pasir sebesar 0,09 persen, bawang merah sebesar 0,06 persen, tempe kedele, ikan asap, telur ayam, dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,04 persen.

Harga barang-barang konsumsi rumah tangga yang ikut naik juga bensin eceran, ikan nila, cabe merah, ikan patin, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,03 persen.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Thamsir Rachman %@!* Koruptor
LIHATLAH WAHAI MASYARAKAT RIAU DAN SEKITARNYA, THAMSIR SEBENTAR LAGI BERALASAN SAKIT..!!! DIA AKAN MENGHINDARI PERSIDANGAN, MENGULUR2 WAKTU, DIA AKAN BEROBAT DAN PURA2 BERBARING KE JAKARTA ATAU DI RIAU. HAHAHAHA..... TUNGGU TANGGAL MAINNYA, KITA SAKSIKAN DI TUA BANGKA KEPARAT INI BERPURA2 SAKIT.


Berita lainnya..........
- Mogok Buruh TKBM Usai, KSOP Dumai Bentuk Tim Penyesuai Tarif
- Akhiri Sepi, Wako Revisi Sistem Sewa Pasar Rumbai
- Generasi Ketiga All New Picanto Tampil Lebih Elegan dan Sporty
- JCH Inhu Kembali Gunakan Sky Aviation ke Batam
- Pemprov Riau tak Dapat Deviden Kawasan Wisata Lagoi dan Bintan
- Dari Perss Corner,
Program Pariwisata di Riau Banyak Kebohongan

- PD Pembangunan Kucurkan Rp7,5 M Untuk Sewa 50 Transmetro


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.242.188.217
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com